Catur Prasetya

Posted by tri novi handono Thursday, March 28, 2013 0 comments
 
1. Sejarah Singkat, Pengertian Catur Prasetya
a. Sejarah singkat Catur Prasetya
Catur Prasetya bersumber pada amanat maha patih Gajah Mada yng merupakan empat tekad yang ditujukan kepada pasukan pengawal/Bhayangkara yang membawa kerajaan Majapahit menuju kejayaannya. Dipaparkan oleh presiden RI pada hari Kepolisian Negara RI pada tanggal 1 Juli 1960 di Yogjakarta kepada korp Kepolisian RI untuk dijadikan janji, tekad pengabdian dalam mengabdikan dirinya pada nusa, bangsa dan tanah air.

Dalam perintah harian Kepala Kepolisian Negara Nomor:2/PH/kkn/1961 pada hari Kepolisian Negara Republik Indonesia tanggl 1 Juli 1961 Menteri/Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, supaya :
  • Memenuhi  harapan seluruh rakyat Indonesia yang memerlukan Polisi Negara sebagai pelindungnya.
  • Memenuhi harapan Kepala Negara Republik Indonesia sebagaimana tercantum dalam Catur Prasetya.
  • Memenuhi harapan yang tersimpul dalam kaul kita Tribrata. 
Dalam pidato radio menjelang 1 Juli 1961 :  Kepala Kepolisian Negara menyatakan bahwa hendaknya dalam kehidupan sehari-hari, segenap langkah, tindak tanduk dan sikap hidup segenap warga Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam pelaksanaan tugas tersimpul dalam Catur Prasetya.
b.  Pengertian Catur Prasetya
Catur Prasetya : terdiri dari kata Catur dan Prasetya,
Catur artinya empat dan Prasetya artinya janji, kesanggupan, tekad dan kesetiaan.
jadi Catur Prasetya : Setiap anggota Polri dalam bekerja harus berpedoman kepada janji yang empat tersebut. Sebagaimana diketahui perumusan Catur Prasetya yang lama ditulis dalam bahasa Sansekerta dan bahasa Indonesia yang bunyinya sebagi berikut ;
SATYA HAPRABU : Setia kepada Negara dan Pimpinan
HANYAKEN MUSUH : Mengeyahkan musuh-musuh Negara dan masyarakat
GINEUNG PRATIDINA : Mengagungkan Negara
TAN SATRISNA : Tidak terikat trisna pada sesuatu
Jadi "Janji Empat" yang diamankan Sang Maha Patih Gajah Mada kepada pasukan Bhayangkara Majapahit.
Peran dan kedudukan Catur Prasetya :
  • Sebagai pedoman karya atau pedoman pelaksanaan tugas Polri sehari-hari.
  • Sebagai kode kehormatan dan kode moral pengabdian
  • Sebagai sendi disiplin.
  • Sebagai system nilai pelaksanaan tugas sehari-hari.
2. Rumusan Baru, Pengertian Istilah dan Kandungan Makna Catur Prasetya serta Implementasi Catur Prasetya.
a. Rumusan Baru Catur Prasetya
CATUR PRASETYA
SEBAGAI INSAN BHAYANGKARA KEHORMATAN SAYA ADALAH BERKORBAN DEMI MASYARAKAT, BANGSA DAN NEGARA, UNTUK :
1. MENIADAKAN SEGALA BENTUK GANGGUAN KEAMANAN.
2. MENJAGA KESELAMATAN JIWA RAGA, HARTA BENDA DAN HAK ASASI 
    MANUSIA.
3. MENJAMIN KEPASTIAN BERDASARKAN HUKUM.
4, MEMELIHARA PERASAAN TENTRAM DAN DAMAI.

b.  Pengertian Istilah dari Catur Prasetya
  • Insan berarti manusia sebagai makhluk tertinggi yang secara moral memiliki kesempurnaan dan bersih dari cela.
  • Bhayangkara berarti Kepolisian Negara Republik Indonesia yang bertugas mengawal dan mengamankan masyarakat, bangsa dan Negara.
  • Insan Bhayangkara berarti setiap anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (yang juga disebut Bhayangkari) yang secara ihklas mengawal dan mengamankan Negara serta rela berkorban demi mengabdi demi kepentingan masyarakat dan bangsa seumur hidupnya.
  • Kehormatan berarti wujud sikap moral tertinggi.
  • Berkorban berarti secara rela dan ikhlas mendahulukan kepentingan masyarakat bangsa dan Negara diatas kepentingan pribadi.
  • Masyarakat berarti sekelompok orang yang hidup bersama dalam norma/aturan yang disepakati.
  • Bangsa berarti kelompok masyarakat yang tinggal di suatu wilayah tertentu yang memiliki kedaulatan ke dalam dan keluar.
  • Negara berarti organisasi di suatu wilayah yang mempunyai kekuasaaan yang sah secara konstitusional dan ditaati oleh rakyat.
  • Meniadakan berarti tindakan untuk membuat sesuatu menjadi tidak ada.
  • Gangguan keamanan berarti suatu keadaaan yang menimbulkan takut, khawatir, resah, cemas tidak nyaman dan tidak damai, serta ketidakpastian berdasarkan hukum.
  • Kepastian berdasarkan hukum berarti terwujudnya penegakan hukm demi kesetaraan hak dan kewajiban warga negara. 
 c. Kandungan Makna Catur Prasetya
1. MENIADAKAN SEGALA BENTUK GANGGUAN KEAMANAN
Bermagna : "Setiap insan Bhayangkara terpanggil untuk"
  • Menjaga keutuhan Negara Kesatuaan RI
  • Bersama-sama dengan masyarakat meningkatkan daya cegah dan daya penanggulangan gangguan kamtibmas.
  • Senantiasa berperan secara aktif dalam menaanggulangi setiap permasalahan yang timbul dalam kehidupan masyarakat.
  • Membangun kemitraan dengan pengemban fungsi keamanan lainnya dalam rangka menjaga dan memelihara kewibawaan Pemerintah Republik Indonesia.
2.  MENJAGA KESELAMATAN JIWA RAGA, HARTA BENDA DAN HAK ASASI MANUSIA Bermagna : "Setiap Insan Bhayangkara terpanggil untuk"
  • Melindungi masyarakat dari setiap gangguan dan ancaman.
  • Menjamin kelancaran aktivitas masyarakat sehari-hari.
  • Memberikan pengayoman, perlindungan dan pelayanan secara optimal kepada masyarakat.
  • Menghormati dan menjunjung tinggi hak-hak masyarakat dalam berbagai bidang kehidupan.
 3. MENJAMIN KEPASTIAN BERDASARKAN HUKUM
Bermagna : "Setiap insan Bhayangkara terpanggil untuk"
  • Menjunjung tinggi dan menjamin tegaknya supremasi hukum
  • Memberikan ketauladanan kepada masyarakat dalam mematuhi dan mentaati hukum.
  • Memahami dan menghormati norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku dan dijunjung tinggi dalam kehidupan masyarakat.
  •  Melaksanakan asas-asas pertanggung jawaban publik dan keterbukaan, serta menghormati hak asasi manusia dan persamaan di hadapan hukum bagi setiap warga masyarakat.
4. MEMELIHARA PERASAAN TENTRAM DAN DAMAI
Bermagna : "Setiap insan Bhayangkara terpanggil untuk" 
  • Meniadakan segala bentuk kekhawatiran, keresahan, dan ketidaknyamanan dalam kehidupan masyarakat.
  • Bekerja sama dengan masyarakat dalam upaya menjaga lingkungan masing-masing dari segala bentuk gangguan.
  • Membangun kerjasama dengan mitra kamtibmas dalam rangka terciptanya perasaan tentram dan damai.
  • Berperan sebagai pemelihara kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara
5. IMPLEMENTASI CATUR PRASETYA
Sebagai paradigma moral pemaknaan baru Catur Prasetya diimplementasikan dalam bentuk kegiatan sebagai berikut :
a. Pelembagaan
Dalam upaya menanamkan dan melembagaan nilai-nilai profesi Kepolisian yang terkandung di dalam Catur Prasetya kepada setiap anggota Polri maka proses pemahamannya pada :
1. Lembaga Pendidikan
    a. Bahan Ajaran 
        Proses ? pembelajaran, penghayatan, dan pengamalan, pemaknaan baru Catur Prasetya kepada   
        para siswa pembentukan Polri dimasukan kedalam bahan ajaran, sedangkan untuk tingkat 
        pendidikan pengembangan, kursus-kursus dan pendidikan kejuruan diberikan dalam bentuk 
        pendalaman pada saat orientasi pendidikan.
    b. Pengucapan
        Proses pengenalan pemaknaan baru Catur Prasetya kepada para siswa pendidikan pembentukan 
        diucapkan setiap kesempatan apel dan secara resmi diucapkan pada upacara pelantikan / 
        penutupan pendidikan, sedangkan pada pendidikan pengembangan, kursus-kursus dan 
        pendidikan kejuruan dilingkungan Polri diucapkan pada setiap pelaksanaan apel pagi.

b. Satuan Kerja
Proses pemahaman, penghayatan dan pengamalan pemaknaan baru Catur Prasetya kepada setiap anggota Polri disatuan kerja baik tingkat pusat maupun kewilayahan diberikan melalui penataran, diskusi, simulasi dan arahan baik pada kesempatan jam Pimpinan maupun kesempatan-kesempatan lainnya.

c. Ketauladanan
1. Penguasaan
    Setiap Pimpinan/atasan secara berjenjang dengan penuh kesadaran terpanggil untuk lebih 
    mengetahui perkembangan sejarah Catur Prasetya, mampu menjelaskan makna dan terampil 
    melafalkan dengan baik Catur Prasetya.
2. Pengamalan.
    Setiap Pimpinan/atasan disetiap tingkat penugasan dengan penuh kesadaran terpanggil untuk 
    mengamalkan Catur Prasetya dalam kedinasan maupun diluar kedinasan dengan baik dan benar 
    sehingga diteladani oleh seluruh anggota.

d. Penggunaan.
1. Umum.
    Catur Prasetya diucapkan pada setiap hari kerja masing-masing satuan tingkat pusat sampai   
    dengan kewilayahan minimal satu kali dalam satu mnggu pada saat pelaksanaan apel pagi.
2. Khusus
    Catur Prasetya diucapkan secara khusus pada setiap upacara pemberangkatan satuan tugas operasi
    Kepolisian dalam rangka operasi penegakan hukum.

e. Penegakkan.
Pemaknaan baru Catur Prasetya hendaknya dapat dilaksanakan dengan baik dan benar baik pada waktu proses pelembagaan maupun penggunaannya. Selanjutnya bilamana seorang anggota Polri dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya tidak memenuhi klausul sebagaimana yang terkandung didalam nilai-nilai Catur Prasetya, maka kepada yang bersangkutan akan mendapatkan sanksi yang diselenggarakan melalui sidang Komisi Kode Etik Polri.  

Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Tata Urut dalam Manajemen

Posted by tri novi handono Thursday, March 21, 2013 0 comments
manager
Pembaca yang budiman sudah tahu dan mengerti tentang manajemen adalah ikhwal menggerakkan orang lain, maka perlulah dikaji lagi soal tata urut dalam manajemen. Agar supaya pelaksanaan pekerjaan sang bos berjalan lancar, oleh para ahli menyediakan dan menjelaskan tata urut manajemen, berupa fungsi-fungsi manajemen yang dimaksud :
  1. Perencanaan
  2. Pengorganisasian
  3. Pengarahan
  4. Pengkordinasian
  5. Pengontrolan (pengawasan) 
kelima hal ini disebut fungsi-fungsi manajemen, jadi jelasnya setiap pimpinan perusahaan, haruslah melaksanakan fungsi-fungsi ini secara efektif dan menurut aturan main yang tertentu pula.

1. Dengan Perencanaan, sang bos harus menetapkan terlebih dahulu ikhwal-ikhwal yang akan dilaksanakan. Kemudian barulah disusun rencana-rencana penggunaan dana biaya, tenaga dan lain-lain agar tercapai target yang telah ditentukan.

2. Ikhwal Pengorganisasian berarti sang manager harus mengadakan hubungan yang tepat antara seluruh tenaga kerja yang ada dalam perusahaan. Maksudnya agar mereka dapat bekerja secara efesien, sesuai dengan target yang telah ditentukan.

3. Pengarahan dan Pengkordinasian berarti anda ditugaskan untuk menyusun dan mengkordinir teman kerja yang ada, sehingga pegawai tersebut bekerja secara baik dan effesien.

4. Akhirnya saudara harus melakukan pengawasan, agar pelaksanaan pekerjaan oleh bawahan tersebut sesuai dengan rencana yang telah anda susun lebih dahulu. Jadi dalam hal ini anda mengamat-amati dan memperbaiki segala tindakan bawahan agar berjalan sesuai dengan rencana.

Walaupun unsur dan fungsi-fungsi manajemen telah "ready for use", namun saudara masih perlu dibekali dengan fatwa keramat sekali lagi. Apakah itu?
Saudara harus pintar menggerakkan faktor produksi yaitu alam, tenaga kerja dan modal yang ada dalam lingkungan perusahaan saudara, untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan lebih dahulu.
Dalam menjalankan tugas-tugas tersebut, sudah tentu sang bos harus menggerakkan semua faktor-faktor produksi agar tidak lari dari tujuan yang telah ditetapkan lebih dahulu. Orang-orang yang pintar menggerakkan orang lain, inilah yang layak disebut manajer.

Nah demikian telah dijelaskan bagi pembaca yang budiman apa dan mengapa ikhwal manajemen itu, Setiap orang manapun di dunia modern ini, harus bekerja menurut kadar alamiahnya, dan berusaha meningkatkannya sesuai dengan aturan mainnya.

Untuk yang kepingin maju, saudara harus mendalami soal-soal manajemen agar selamat badan sampai ke tujuan. uraian tata urut dalam manajemen telah saudara baca dan pelajari, kini tinggal saudara mempraktekkannya dalam usaha saudara, Selamat Mencoba .....

Semoga Bermanfaat



Baca Selengkapnya ....

Ikhwal Seputar Manajemen

Posted by tri novi handono Wednesday, March 20, 2013 1 comments
rapat
Ikhwal manajemen secara umum telah saudara maklumi dan pahami, kini layak pulalah kita mengkaji ikhwal-ikhwal yang terselip di dalam manajemen itu. Ibarat benang sutera yang indah kalau diurai, manajemenpun dapat pula diuraikan secara indah.
Tatkala menilik pada petuah Prof. Oei Liang Lie ternyata terselip ikhwal yang perlu diperjelas, ikhwal-ikhwal apakah itu?

Yang jadi perkara dalam soal ini adalah tentang alat yang dipakai seorang bos untuk meraih tujuan yang sudah ditentukan itu. Wajib anda ingat bahwa setiap orang yang berusaha pasti memanfaatkan alam, modal dan tenaga kerja untuk mencapai tujuannya.

Hutan-hutan angker keramat, tempat bersemayam setan jembalang dibabat dengan jampi modernisasi sehingga menjadi tanah pertanian yang subur, kekayaan alam yang tersuruk diperlukan bumi, kini dikeruk oelh raksasa-raksasa besi hasil teknologi modern dan diolah oleh manusia-manusia modern. Apalagi ? Modal kaliber raksasa maupun bukan, disiram untuk membiayai proyek agar berjalan sesuai dengan rencana. Teknologi modern diunfang untuk meramaikan arus modernisasi dalam ikhwal berusaha.

Semua bersibuk-sibuk diri, sambil berdoa komat-kamit, agar dewi fortuna sudi singgah kepada orang yang punya kerja. Selepas mengerjakan ikhwal diatas, saudara belum boleh bersantai-santai, karena faktor alam dan modal saja belum cukup afdol untuk mencapai tujuan anda dalam manajemen. Hutan-hutan di Irian dan intan-intan di perut bumi Afrika tak ada artinya kalau belum diolah oelh tangan makhluk yang bernama manusia.

Bagaimana kalau saudara punya modal saja? ini juga masih belum cukup karena, biarpun saudara mempunyai duit bergudang-gudang, namun tak ada manfaatnya jika saudara simpan di dalam lemari atau dibawah kasur. Demikian pula kalau saudara punya segerobak modal, tetapi beban yang akan diolah tidak ada, tentu anda akan kewalahan bukan?

Tatkala modal dan sumber-sumber alam telah diperoleh, apakah ada! Yaitu soal manusisa yang pintar mengolah alam, mempergunakan dan memanfaatkan modal itu. Disebabkan karena manusia bukan benda mati, melainkan benda hidup yang punya nyawa, pemikiran, akal, kehendak, perasaan, tentu saja ikhwal ini perlu anda maklumi.
Justru itulah, para sarjana menganggap bahwa ikhwal manusia adalah merupakan faktor yang menentukan sekali yang dapat menggerakkan faktor alam dan modal tersebut.

Bayangkan dengan tenaga dan akal manusia, gunung besar dapat diratakan, Hutan-hutan lebat dibabat habis atau dasar laut dapat dikuras hasilnya. Demikian pula traktor segede gajah bengkak. dapat berjalan menyodok tanah, Kapal induk gergaji seenaknya berlayar dilaut lepas menggendong segudang pesawat tempur. Yang hebatnya benda-benda ini semua digerakkan oleh tenaga kerja yang bernama manusia.     

Kutu di Kepala Pragawati
Manakala segalanya sudah berjalan lancar, bukan berarti semuanya itu dapat dihasilkan oleh sembarang manusia. Perkara mengerjakan sesuatu, setiap orang pasti sanggup, asal koceknya terisi selalu. Tetapi untuk menjadi seorang manusia yang pintar mengatur dan menggerakkan manusia lainnya, wah ini namanya seperti mencari kutu di kepala pragawati.
Coba bayangkan apa yang terjadi ! sumber alam sudah ready for use, modal telah ditumpuk di meja tinggal pakai untuk satu proyek. Tenaga pekerja sudah tidak sabar menanti untuk diberangkatkan. Apakah ini sudah beres? ternyata belum lagi ! Walaupun semuanya sudah disiapkan namun kalau tidak ada manusia yang pintar mengatur dan menggerakkannya, pasti akan berantakan.

Disinilah perlu diundang manusia yang memegang jampi-jampi luhur dunia modern yaitu manajemen. Dengan senjata ampuh ini, sang manusia itu pergi ke medan juang, lalu mengolah tenaga alam agar bermanfaat, mengkomandoi modal yang ada agar tidak boros. Agar selamat badan sampai seberang,sang manusia harus berjalan hati-hati, ibarat resi yang penyabar.

Namun pada suatu waktu sang manusia harus dapat menjadi "harimau" yang ganas, tatkala bertemu dengan manusia-manusia yang handal. Suka atau tidak, anda harus pintar melaksanakan tugas, agar niat-niat yang telah dipasang dapat mencapai sasarannya.

Ikhwal ini teramat perlu digunjingkan, karena setiap rencana yang bagaimanapun dahsyatnya, kalau tak disertai dengan suatu tujuan pasti tidak seronok rasanya. Mau contoh soal ? Ada suatu proyek dengan rencana yang disusun via segala raker, konker, musbes seminar dan sebagainya. Segala sesuatunya telah matang dan manusia yang akan mengerjakan rencana itu telah ada, tinggal pakai.

Begitulah, pada mulanya pekerjaan berjalan mulus dan amat teratur sekali, namun anehnya lama kelamaan pekerjaan tersebut tak pernah siap dan selesai. Laksana arang habis, besi binasa, ternyata pekerjaan tersebut sia-sia belaka. Modal ludes dihirup proyek, tenaga ringsek kecapaian karena lesu darah danhasilnya tak menentu. Ha, kenapa bisa begini ! Ikhwal ini disebabkan karena pimpinan proyek hanya tahu merencanakan tetapi tidak menentukan apakah tujuan rencan itu. Fikirnya, perkara menentukan tujuan pekerjaan, bisa saja ditetapkan sewaktu pekerjaan sedang berlangsung. Nah akibatnya sang kepala atau manager jadi kacau balau pikirannya dan pekerjaan jadi berantakan.

Agar nasi tidak menjadi bubur, sebelum melaksanakan pekerjaan, sang kepala membuat rencana yang matang. Terus ditetapkan lebih dulu apa sebenarnya tujuan yang diidam-idamkan oelh sang kepala dari hasil pekerjaan itu.

Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Arti Manajemen

Posted by tri novi handono Monday, March 18, 2013 0 comments

sibuk
Yang bernama manajemen , ibarat kekasih aduhai yang selalu disebut-sebut oleh manusia modern, Sang manajemen yang tak berwujud nyata, teramat dirindui oleh makhluk-makhluk bumi yang mencap dirinya sebagai orang yang modern. Menurut Laurence B. Appley boss A.M.A (American Manajement Associations) bahwa manajemen itu adalah Keahlian atau kehandalan seseorang untuk menggerakkan orang lain agar sudi melakukan pekerjaan.

Tetapi menurut Prof. Oei Liang Lie dari Universitas Gajah Mada menyempurnakan fatwa om laurence tersebut dengan Manajemen itu adalah Seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, pengarahan, pengkordinasian dan pengontrolan dari pada human and natural resources untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan lebih dahulu..  

maksudnya begini, Setiap orang manapun,boleh saja memendam rindu untuk jadi pemimpin atau bos yang perkasa. Tapi untuk jadi seorang bos yang gagah lagi baik dan bertanggung jawab terhadap kelancaran usahanya, wah, ini sangat sulit sekali diperoleh.

Untuk menjadi bos yang bertanggung jawab dan pintar memimpin, tidak boleh sembarangan orang dapat mencapainya. Konon kabarnya untuk menjadikan seseorang pemimpin itu, ditentukan oleh bakat dan pembawaan serta sejak lahir. Selain itu seorang bos harus mempelajari bisa berkembang baik.

Tatkala dilirik sepintas lalu, sebenarnya tugas yang bos tak perlu dirisaukan . Apalagi susahnya memimpin dan menyuruh seorang bawahan untuk bekerja? toh, tanpa banyak cingcong ia harus turut perintah atasannya, karena mereka makan gaji.

Namun dalam prakteknya, tugas-tugas sang bos itu tidaklah segampang yang anda fikirkan. Terlebih-lebih pada zaman modenini (komputerisasi), manusia ingin serba cepat, praktis dan mendalami soal-soal psikologi, sehingga bos yang suka asal perintah beginian pasti tidak dapat pasaran. 

Jimat Manajemen
Seorang bos yang berjiwa modern, harus memakai "fatwa-fatwa" yang dikumandangkan ahli-ahli menajemen seantero dunia. Agar supaya petuah para ahli tersebut lebih afdol, seorang bos yang bermutu harus memegang "dua jimat" ampuh penangkal musibah perusahaan.
Apakah jimat itu? nah inilah dia : seni memimpin dan ilmu pengetahuan.
Ibarat petuah nenek-nenek zaman baheula, jimat manajemen itu harus dipegang teguh, mesti diamalkan tak boleh alpa sekejap pun.

Perusahaan manapun pasti terasa aneh kalau dipimpin oleh orang-orang yang pintar-pintar, bodoh atau bloon. Pasti perusahaan itu bisa amblas dalam sekejap mata, walaupun telah didrop modal berlipat ganda.. Justru itulah setiap perusahaan harus dipimpin oleh orang-orang yang tidak bloon alias orang-orang yang pintar-pintar. Mempunyai ilmu pengetahuan yang luas, berpendidikan, kreatif dan sebagainya.
Jadi jelaslah setiap tindakan sang bos tak boleh semrawutan, tetapi harus berjalan diatas rel ilmiah berdasarkan hukum-hukum dan methode ilmu pengetahuan pula.

Mengapa pula harus berseni-seni ?
Walaupun sang bos sudah berjalan dalam garis-garis ilmiah, ternyata masih ada yang kurang asam garamnya. Seorang bos yang hanya tahu dengan hukum-hukum dan methode ilmiah yang statis, pasti akan "kaku" kalau menghadapi bawahan sebagai manusia yang dinamis.

Agar manager tak berisau hati, perlulah ia memperhalus gaya memimpin dengan cara yang luwes dan berseni sekali. Anda harus ingat, sang bos tidak boleh keluar dari garis tujuan perusahaannya. Jadi unsur ilmiah tersebut dapat diperhalus dengan suatu gaya pembawaan atau seni memimpin yang luwes dan meyakinkan sekali. Terlebih-lebih menghadapi bawahan sebagai manusia yang selalu diselimuti faktor psikologi, seni memimpin ini harus diterapkan secara pasti. Campuran gaya seni dan ilmu pengetahuan ini, ibarat gado-gado yang nyaman perlu dihidangkan kedalam perusahaan.

Apabila kedua "jimat manajemen' tersebut telah disimpan dalam kocek, anda boleh bersenyum-senyum menanti datangnya kebahagiaan dalam dunia usaha anda. Konon kabarnya "jimat" ampuh tersebut disebut orang sebagai unsur manajemen.

Semoga Bermanfaat
      

Baca Selengkapnya ....

Objek Wisata Tuban

Posted by tri novi handono Saturday, March 16, 2013 3 comments

A. Umum.
Kabupaten Daerah Tingkat II Tuban merupakan pintu gerbang memasuki Jawa Timur melalui Semarang-Surabaya yang terletak antara sebelah utara laut jawa, sebelah timur kabupaten Lamongan, sebelah selatan Kabupaaten Bojonegoro, dan sebelah barat Kabupaten Rembang (propinsi Jawa Tengah). Luas wilayah Kabupaten Tuban 183.992 Km yang terdiri 9 Kecamatan dan 328 desa. Di sebelah utara daratan rendah dengan ketinggian sampai 150 m dpl, bagian tengah dan selatan memiliki dataran rendah dan tinggi dengan ketinggian antara 5-400 m dpl.

B. Objek dan Daya tarik Wisata
Kabupaten Tuban sebenarnya mempunyai potensi pariwisata yang bisa dikembangkan, mengingat adanya objek dan daya tarik wisata yang meliputi alam, seni budaya, kerajinan juga peninggalan sejarah saat penyebaran agama Islam di Jawa Timur khususnya.

1. Makam Sunan Bonang 
Makam sunan Bonang merupakan peninggalan sejarah dalam penyebaran dan pengembangan agama Islam di Jawa Timur dan sunan Bonang adalah Sunan ke tiga dari sembilan Sunan yang lebih dikenal dengan nama Wali Songo. Sedangkan Masjid Jami' didirikan pada hari minggu tanggal 29 Juli 1984 oleh Raden Toemoenggoeng Koesoemogdo Bupati Tuban XXXV dan arsiteknya dikerjakan oleh seorang Belanda bernama Toxopeus. Lampu Robyong, menara adzan serta ornamen masjid mempunyai nilai budaya tinggi.
Komplek makam sunan Bonangrletak di desa Kutoarjo, Kecamatan Tuban Kota tepatnya di belakang masjid Jami' Tuban.
Tersedia fasilitas untuk para pengunjung yang menginap, musholla, kamar mandi dan tempat berwudlu guna memenuhi kebutuhan dari pengunjung yang pada umumnya mempunyai tujuan berziarah dan berdo'a.

2. Klenteng Kwan Sing Bio
Klenteng ini berdiri pada abad ke 18 dibangun diatas tanah seluas 2,1 Ha. Bangunannya menghadap ke laut utara dengan simbol Kepiting yang  jarang ditemui  di klenteng lain. Klenteng ini bangunan utamanya pindahan dari klenteng yang ada di Tambakboyo.
Wisatawan yang datang kebanyakan mempunyai motivasi untuk mencari kecocokan rezeki dalam berdagang, perkawinan, pindah rumah dan untuk mencari kesembuhan. 
Terletak didesa Karangsari Kecamatan Tuban Kota.
Tersedia fasilitas penginapan, ruang makan, kamar mandi, dan  WC jumlah 100 kamar serta 6 lokasi /barak yang menampung 2.000 pengunjung.

3. Taman Rekreasi Tuban Indah
Taman ini dibangun diatas tanah seluas 3 Ha yang terletak di desa Sugihwaras Kecamatan Jenu 6 Km disebelah barat kota Tuban.
Fasilitas : tempat bermain anak-anak, tempat memancing, kolam renang, pondok wisata dan fasilitas lain yang telah disediakan.

4. Taman Wisata Laut Sukolilo
Taman Wisata ini merupakan pesisir pantai utara dengan pasirnya yang putih, pantainya bersih dikelilingi pohon kelapa membuat suasana pantai menjadi sejuk, sehingga bisa digunakan untuk bersantai beristirahat serta berenang.
Terletak diperbatasan Propinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah tepatnya didesa Sukolilo, Kecamatan Bancar.
Fasilitas : Rumah Makan yang menyediakan masakan khas Jawa Timur.

5. Museum Kambang Putih
Museum ini dibangun pada tahun 1984 dengan bentuk bangunan yang merupakan stilir dari arsitektur tradisional Jawa berbentuk Joglo yang pada saat itu jarang ditemui, dengan diberi nama Kambang Putih. Dan bangunannya di bagi 3 ruangan antara lain : ruang lokasi koleksi kesenian dan nimistik,, ruang koleksi arkeologi, ruang induk untuk koleksi athnografi. Koleksi dari museum daerah Kambang Putih mempunyai koleksi 600 buah yang terdiri dari : Hasil kebudayaan jaman Pra Sejarah.

Semoga Bermanfaat        

Baca Selengkapnya ....

Objek Wisata Bojonegoro

Posted by tri novi handono 0 comments
Bojonegoro Tour

A. Umum
Kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu daerah penghasil kayu jati di Jawa Timur. Luas wilayahnya + 230.706 Ha dengan batas-batas di sebelah utara Kabupaten Tuban, sebelah timur Kabupaten Lamongan, sebelah barat Kabupaten Blora Jawa Tengah dan sebelah selatan Kabupaten Ngawi, Madiun, dan Nganjuk. Bojonegoro juga disebut sebagai kota Angling Dharma.

B. Objek dan Daya Tarik Wisata
1. Waduk Pacak
Waduk ini merupakan peninggalan Belanda yang dibangun tahun 1927 sampai dengan 1933, dengan luas waduk penuh 3.878 km dan daya tampungan air 41.500.000 M, sehingga cukup menarik untuk digunakan sebagai tempat wisata, disamping itu daerahnya bergunung-gunung dengan dikelilingi kawasan hutan jati yang cukup luas.
Terletak di desa Tretes Kecamatan Temayang sekitar 35 Km dari Kota Bojonegoro.

2. Wana Wisata Dander
Terletak di desa Dander Kecamatan Dander dengan jarak sekitar 12 Km dari kota Bojonegoro yang dikelola Perhutani.
Fasilitas : kolam renang, tempat ganti pakaian, MCK, shelter, tempat parkir, tempat main anak-anak, pesanggrahan dan bumi perkemahan.

3. Kayangan Api (api abadi)
Sebuah sumber api alam yang berwarna biru bergaris tengah + 3 Km berada didalam kawasan hutan jati desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem. Bila dibandingkan dengan api tak kunjung padam di Madura, Kayangan Api jauh lebih besar dan lebih menarik.
Jarak temph Bojonegoro-Ngasem 30 Km beraspal dan Ngasem ke lokasi objek + 3 Km. Tersedia tempat beristirahat yang sering digunakan sebagai tempat untuk beristirahat /syukuran.

4. Loco Tour
Suatu perjalanan Wisata hutan didalam kawasan hutan jati dengan menggunakan rangkaian gerbong dan lori yang ditarik oleh lokomotif diesel dengan jarak tempuh 30 Km dengan waktu selama 2 jam, route pemberangkatan dari TPK Bojonegoro dan berakhir di TPK  Dander. Selanjutnya perjalanan diteruskan dengan kendaraan bermotor berupa jeep kembali ke Bojonegoro dengan waktu + 30 menit lewat jalan beraspal sejauh 8 Km.
Kegiatan pendukungnya antara lain :
a. Persawahan sepanjang 9 Km dengan kehidupan petani yang berada dalam daerah sekitar hutan.
b. Kegiatan tanaman dan eksplotasi hutan.
c. Kesenian daerah dan cinderamata pada akhir perjalanan.
Pengelola : Perhutani.

5. Kerajinan Kayu
Sebagai daerah penghasil kayu, Bojonegoro terkenal dengan hasil kerajinan kayu dalam bentuk bubutan maupun ukiran. Hasil kerajinan bubut kayu jati ini sudah di ekspor ke berbagai negara, juga sering disertakan di berbagai pameran.

6. Fasilitas penunjang
a. Akomodasi
  • Bojonegoro (melati 2) Jl. Untung Suropati 42 Bojonegoro.
  • Wisma Jaya (melati 2) Jl. Dr. Wahidin 29 Bojonegoro.
  • Wisma Kudus (melati 2) jl. Diponegoro 74 Bojonegoro.
  • dll
b. Rumah Makan
  • Sempurna Jl. Gajah Mada 8 Bojonegoro
  • Surabaya Jl. Rajawali 86 Bojonegoro.

Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Objek Wisata Surabaya

Posted by tri novi handono Friday, March 15, 2013 0 comments

kota Surabaya
A. Umum
Surabaya merupakan kota terbesar setelah Jakarta yang menjadi ibu kota Propinsi Jawa Timur dengan luas daratan sekitar 291.78 km. Surabaya juga terkenal sebutan Kota Pahlawan yang ditandai dengan Tugu Pahlawan, karena di kota inilah pernah terjadi pertempuran terdasyat sebagai upaya Arek-arek Surabaya mempertahankan kemerdekaan dari serangan Belanda yang membonceng sekutu. Disamping itu Surabaya terkenal dengan sebutan kota Indamardi, yaitu Industri, perdangangan, maritim, dan pendidikan. Sebagai pusat penyebaran wisatawan, Surabaya mempunyai sarana pokok maupun sarana penunjang yang cukup lengkap. baik transportasi, akomodasi, rumah makan, tempat hiburan, dll.

B. Objek dan Daya Tarik Wisata
1. Kebun Binatang 
Mempunyai berbagai jenis binatang yang cukup lengkap, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Juga terdapat Noctorama yaitu sangkar khusus untuk binatang malam yang sangat menarik dan akuarium ikan air tawar dan air laut.Kebun Binatang ini mudah dicapai karena terletak di dalam kota Surabaya sekitar 500 meter dari terminal Joyoboyo.
Fasilitas yang tersedia antara lain tempat parkir kendaraan roda dua dan empat, rumah makan/warung, tempat bermain/kolam renang anak, perahu yang menyusuri sungai buatan didalam kebun binatang.

2. Museum Mpu Tantular
Sebuah museum dengan koleksi benda-benda purbakala, seni, sejarah dan budaya yang terletak di jalan Mayangkara sekitar 500 meter dari terminal Joyoboyo.

3. Patung Joko Dolog
Patung dari batu yang dibuat untuk penghormatan kepada Raja Singosari terakhir yaitu Kertanegara.
Terletak ditaman Apsari muka gedung Grahadi jalan Pemuda.

4. Tugu Pahlawan
Merupakan monumen heroik kebanggaan arek-arek Surabaya, dan kawasan ini dilengkapi museum bawah tanah yang telah diresmikan oleh Presiden Suharto.
Terletak di pusat kota yaitu tepat sebelah barat kantor Gubernur Jatim.

5. Makam Sunan Ampel
Sunan Ampel adalah salah satu dari Wali Songo yaitu tokoh penyebar agama Islam di Indonesia. Di kawasan ini terdapat Masjid Ampel yang didirikan Sunan Ampel pada tahun 1481 dan sampai sekarang masih tegar berdiri. Di kawasan ini pula terkenal dengan sebutan Kampung Arab, merupakan kampung yang unik dengan gaya kehidupan masyarakat arab, di lorong-lorong jalan perkampungan dijual berbagai jamu tradisional dan berbagai jenis parfum serta kurma.
terletak di jalan KHM Mansyur Kelurahan Ampel sekitar + 3 km arah Utara pusat kota.

6. Pelabuhan Tradisionil Kalimas
Merupakan pelabuhan tradisionil, dimana banyak kapal layar dari kayu membongkar muat barang-barang sejak 600 tahun yang lalu. Terletak di komlek pelabuhan Tanjung Perak.sekitar + 3 km arah utara dari kota.

7. Pantai Kenjeran
Pantai ini adalah satu-satunya objek wisata pantai fasilitas yang cukup lengkap yaitu : parkir, tempat berimain anak, penginapan, rumah makan, panggung terbuka, sirkuit balap motor, dan pacuan berkuda, kolam renang, kios cindera mata, kantor, mck, perahu dll.Terletak sekitar + 15 km disebelah timur kota Surabaya, dan muda dicapai dengan kendaraan umum maupun pribadi.

8. THR dan Taman Remaja Surabaya
Merupakan satu-satunya pusat perbelanjaan yang dilengkapi dengan beberapa tempat hiburan tradisional seperti Srimulat, Ludruk, ketoprak, dan pentas terbuka serta gedung pertemuan disebelah kirinya adalah taman remaja Surabaya yang mempunyai sarana permainan dan ketangkasan terlengkap di Surabaya.Terletak di jalan Kusuma Bangsa.

C. Sarana Pariwisata
Akomodasi
Hotel Berbintang tersedia + 30 dan hotel Melati + 80 antara lain :
Hotel Novotel Jl. Ngagel 173-175 Surabaya
Hotel Shangri-la Jl. Mayjen Sungkono 120 Surabaya
Hotel Majapahit Jl. Tunjungan 65 Surabaya
Hotel Weta Jl. Genteng kali 3-11 Surabaya.
dan lain-lain.
D. Rumah Makan dan Restauran
Surabaya tersedia banyak sekali ruamh makan dengan menu Indonesia, Cina, Korea, serta Eropa ragam yang tersebar hampir diseluruh kota singgah memudahkan pengunjung.

Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Perjalanan Wisata

Posted by tri novi handono 0 comments

Transportasi
1. Motif dan tujuan berwisata
Perjalanan wisata mempunyai berbagai motivasi dan dengan tujuan tertentu, perbedaan motif-motif dan tujuan tersebut antara lain sebagai berikut :
  • Berwisata untuk menikmati perjalanan dan rekreasi.
  • Berwisata untuk memperoleh pengalaman dan pengetahuan tentang suasana yang hanya terdapat didaerah tujuan wisata yang dituju.
  • Berwisata untuk menyaksikan dan memahami seni dan budaya masyarakat didaerah tertentu.
  • Berwisata untuk berpartisipasi dalam ataupun menyaksikan peristiwa olag raga yang diselenggarakan di luar daerah tempat tinggalnya.
  • Berwisata sambil menyelesaikan urusan usaha.
  • Berwisata sambil menghadiri pertemuan, seminar ataupun convensi yang diselenggarakan di dalam atau sekitar daerah tujuan wisata.
  • Berwisata untuk tujuan kombinasi lebih dari satu yang tersebut.
2. Merencanakan Perjalanan Wisata
Merencanakan perjalanan wisata merupakan salah satu upaya agar apa yang diinginkan dari suatu perjalanan wisata yang dipilih dapat menjadi kenyataan.
Selain itu dengan dibuat suatu rencana perjalanan yang baik maka berbagai kekecewaan yang mungkin akan ditemui selama perjalanan wisata dapat diperhitungkan sebelumnya dan dapat dihindarkan. Ada dua cara yang dapat direncanakan oleh calon wisatawan, yaitu yang direncanakan sendiri (baik perorangan atau kelompok) dan menggunakan jasa Biro Perjalanan Wisata.
a. Direncanakan sendiri
cara ini ditempuh apabila calon wisatawan ingin secara mandiri menentukan keinginannya dalam perjalanan wisata yang dipilihnya, yang perlu diperhatikan dalam suatu perjalanan wisata adalah :
  • Tentukan tujuan perjalanan wisata yang ingin dicapai oleh perorangan maupun kelompok.
  • pilihlah daerah tujuan wisata atau objek wisata yang dapat memenuhi tujuan yang diinginkan.
Keuntungan yang didapat bila perjalanan wisata tersebut direncanakan sendiri adalah mendidik tiap orang untuk terbiasa menyusun rencana yang baik sebelum melakukan sesuatu dan perjalanan wisata yang diadakan akan lebih memenuhi apa yang diinginkan. Sedangkan kerugiannya adalah tidak mudah memperoleh informasi yang lengkap, akurat dan mutakhir tentang daerah tujuan objek wisata yang ingin dikunjungi.

b. Menggunakan Jasa Biro Perjalanan Wisata  
Sebenarnya bukan suatu perencanaan yang murni, karena calon wisatawan akan disodori paket-paket wisata yang telah direncanakan, mulai dari tujuan wisata, angkutan, akomodasi dan makan serta acara selama dalam perjalanan dan didaerah tujuan objek wisata. Masing-masing paket sudah ditentukan harga dan lamanya perjalanan. Tetapi dapat pula calon wisatawan mengutarakan maksudnya kepada biro perjalanan, selanjutnya biro perjalanan merencanakan dan menghitung biayanya.
Keuntungan yang didapat bila menggunakan jasa Biro Perjalanan adalah mudah dan cepat dilaksanakan sehingga urusan wisatawan tinggal membayar saja. Sedangkan kerugiannya adalah pada umumnya tidak semua minat wisata sudah tersedia paketnya.

3. Hal-hal yang perlu diperhatikan selama berada didaerah tujuan objek wisata.
a. Mengecek kebenaran informasi di lapangan.
Semua informasi yang diperoleh pada saat merencanakan suatu perjalanan wisata masih perlu dicek kebenarannya dengan keadaan  yang nyata di objek wisata terutama tentang informasi yang dirasakan masih kurang lengkap atau yang masih diragukan kebenarannya.

b. Mematuhi ketentuan dan peraturan yang berlaku antara lain mengenai ketentuam/peraturan untuk dapat memasuki kawasan hutan, cagar alam, suaka marga satwa, bumi perkemahan, daerah latihan TNI/Polri dan tempat-tempat lain yang tidak terbuka secara bebas untuk umum.

c.Menghormati adat istiadat dan kepercayaan masyarakat yang berlaku ditempat tersebut.

d. Bersikaplah ramah-tamah dan jangan ragu untuk menanyakan hal-hal yang tidak dipahami kepada masyarakat.

e. Jangan gegabah dan selalu bersikap waspada terhadap segala kemungkinan yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan diri dan barang-barang anda maupun orang lain.

f. Bersikap aktif memelihara kebersihan dan kelestarian lingkungan.

g. Buatlah catatan guna mengevaluasi keberhasilan perjalanan wisata yang dilakukan.

4. Kelengkapan Informasi.
Kelengkapan informasi tentang daerah tujuan/objek wisata yang telah dipilih, meliputi :
  • Keadaan cuaca (suhu, hujan, angin dan kelembapan).
  • Keadaan medan (permukaan tanah, tumbuh-tumbuhan, aliran sungai, ketinggian)
  • Kondisi kesehatan, kebersihan, dan keamanan.
  • Sistem transportasi.
  • Jenis akomodasi yang diinginkan (hotel berbintang, motel, hotel melati, pondok wisata/villa, penginapan remaja, perkemahan).    

Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Pengertian & Hakekat Pariwisata

Posted by tri novi handono 4 comments


Pariwisata sebenarnya bukanlah sesuatu hal yang baru dan kegiatan ini sudah ada sejak dahulu kala. Didalam bentuknya yang sederhana pariwisata dahulu dikenal sebagai bertamasya.
Untuk menentukan kebijaksanaan yang benar dan tepat didalam mengembangkan pariwisata Indonesia, perlu adanya suatu batasan yang memadai sebagai titik tolok berfikir. Sepanjang sejarahnya, batasan dari pariwisata telah mengalami perubahan-perubahan, baik didalam arti maupun isinya.

Dalam ketentuan umum undang-undang nomor 9 tahun 1990 tentang kepariwisataan, yg dimaksud dengan :
  1. Wisata adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati objek dan daya tarik wisata.
  2. Wisatawan adalah orang yang melakukan kegiatan wisata.
  3. Pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk pengusahaan objek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha lain yang terkait dibidang tersebut.
  4. Kepariwisataan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan penyelenggaraan pariwisata.  
  5. Usaha pariwisata adalah kegiatan yang bertujuan menyelenggarakan jasa pariwisata atau menyediakan atau mengusahakan objek dan daya tarik wisata, usaha sarana pariwisata dan usaha lain yang terkait dibidang tersebut.
  6. Objek dan daya tarik wisata adalah segala sesuatu yang menjadiu sasaran wisata.
  7. Kawasan pariwisata adalah kawasan dengan luas tertentu yang dibangun atau disediakan untuk memenuhi kebutuhan pariwisata.
Hakekat pariwisata adalah seluruh kegiatan wisatawan didalam perjalanan dan persinggahan sementara dengan motivasi yang beraneka ragam menimbulkan permintaan akan barang dan jasa, dan seluruh kegiatan yang dilakukan pemerintah, dunia usaha dan masyarakat di daerah atau negara tujuan wisatawan, yang didalam proses secara keseluruhan menimbulkan pengaruh terhadap kehidupan ekonomi, sosial, budaya dan politik serta hankamnas untuk dimanfaatkan bagi kepentingan pembangunan Negara dan bangsa. 

Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Hak dan Kewajiban Suami Istri

Posted by tri novi handono 0 comments


patuh

1. Hak dan kewajiban yang bukan bersifat kebendaan
  • Suami istri wajib bergaul dengan baik (Mu'asyaroh bil ma'ruf) yaitu saling menghormati, saling menghargai, saling kasih sayang, saling memaafkan, hidup harmonis, jujur, berterus terang dan bermusyawarah (QS. An Nisa' : 19). 
  • Menjaga rahasia rumah tangga, ulamanya rahasia pribadi masing-masing (QS. An Nisa' : 34) dan Rosulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya diantara yang paling dimurkai Allah di hari kiamat ialah seorang suami yang diberitahu oleh istrinya tentang rahasia sedangkan oleh suami rahasia tadi disiarkannya (HR. Muslim).
  • Berakhlaq baik terhadap keluarganya, sebagaimana sabda Rosulullah SAW yang artinya "Orang yang baik diantara kamu sekalian adalah orang yang paling baik terhadap keluarganya. Saya (Nabi), tidaka ada orang yang mulia, kecuali dia memuliakan wanita (istri) dan tidak ada orang yang menghina wanita (istri) kecuali dia sendiri orang yang hina". (HR. Ibnu Asakir).
  • Istri wajib taat kepada suami, sebagaimana sabda Rosulullah SAW, yang artinya : "Apabila istri itu menjaga Sholat lima waktu, puasa romadhan, menjaga kehormatannya dan taat kepada suami, maka dia akan masuk surga." (HR. Al Bazzar).
2.  Hak dan kewajiban bersifat kebendaan
  • Suami wajib memberi nafkah, sebagaimana firman Allah SWT yang artinya" Suami adalah kepala keluarga, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (suami) dari sebagian yang lain (istri) dan karenanya suami berkewajiban memberi nafkah kehidupan keluarganya." (QS. An Nisa' : 34).
  • Suami wajib menyediakan tempat tinggal sesuai kemampuannya. (QS.Ath Thalaq : 6).
  • Istri wajib mengatur rumah tangga dengan baik, sebagaimana firman Allah SWT yang artinya "....wanita yang baik adalah yang taat kepada suami dan menjaga rumah tangganya, serta memelihara rahasia dan harta bendanya, " (QS. An Nisa' : 34). Rosulullah SAW bersabda :"Istri adalah penanggung jawab rumah tangga suaminya. " (HR. Al Bukhori dan Muslim).  
Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Dasar Pembentukan dan Syarat Pembinaan Rumah Tangga

Posted by tri novi handono 0 comments

bahagia
Keluarga Bahagia
Dasar pembentukan rumah tangga bahagia yang Islami sbb :
  1. Adanya kesamaan agama antara calon suami istri untuk mewujudkan kehormatan dalam lingkungan keluarga. (QS. Al Baqarah : 221).
  2. Adanya keseimbangan/keserasian antara calon suami istri.
  3. Adanya kemampuan calon suami istri (al ba'ah).
Rosulullah SAW bersabda :"Wahai para pemuda, barang siapa diantara kamu telah mampu (Alba'ah) memikul beban keluarga, hendaklah ia kawin, itu akan lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih dapat mampu menjaga kehormatan.Barang siapa yang belum mampu, hendaklah berpuasa. sesungguhnya berpuasa itu akan menjadi benteng yang menjaganya (dari perbuatan zina)". (HR. Bukhori dan Muslim).

 Rumah tangga bahagia adalah rumah tangga yang berkualitas dan agar mendapatkan rahmat Allah SWT, maka ada lima aspek pokok kehidupan yang harus dipenuhi, yaitu :

1. Terwujudnya suasana kehidupan yang Islami, antara lain dengan melaksanakan:
  • Membiasakan membaca, menulis Al Qur'an dan memahami isinya secara rutin.
  • Membudayakan Sholat berjamaah dalam berkeluarga. 
  • Melaksanakan amalan ubudiyah yaumiyah (ibadah harian) dalam keluarga, misalkan do'a-do'a, ucapan basmalah (Bismillahhirrohmaanirrohim) setiap mulai pekerjaan dan ucapan hamdalah (alhamdulillah) setiap selesai pekerjaan serta mengucapkan salam.
2. Terlaksananya pendidikan dalam keluarga, seperti yang dituntunkan oleh Lukman Al Hakim kepada putranya (QS. Lukman : 12-19) antara lain :
  • Pendidikan ke Esaan Tuhan (Tauhid).
  • Pendidikan pengetahuan dan keilmuan.
  • Pendidikan akhlaq.
  • Pendidikan ketrampilan.
  • Pendidikan kemandirian.
3. Terwujudnya kesehatan keluarga dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
  • Kebersihan rumah dan lingkungan.
  • Olah raga keluarga yang rutin.
  • Kebersihan, kesehatan dan gizi keluarga (empat sehat lima sempurna enam halal).
4.  Terwujudnya ekonomi keluarga yang sehat, antara lain :
  • Mengusahakan memiliki yang halal dan baik.
  • Mengendalikan keuangan keluarga, hemat dan tidak kikir.
  • Membiasakan menabung.
  • Memanfaatkan perkarangan dan atau home industri (industri rumah tangga) untuk menunjang ekonomi keluarga.
5.  Terwujudnya hubungan keluarga yang selaras, serasi, seimbang dengan jalan antara lain :
  • Membina sopan santun, etika dan akhlaq sesuai dengan kedudukan masing-masing isi keluarga.
  • Menciptakan suasana keakraban antara anggota keluarga, seperti waktu-waktu sesudah Sholat berjama'ah, waktu makan bersama dan waktu rekreasi.
  • Menciptakan suasana keterbukaan, rasa saling memiliki dan rasa tanggung jawab satu sama lain diantara anggota keluarga.
  • Menumbuhkan rasa saling menghargai, saling menghormati, saling memaafkan kesalahan satu sama lain diantara anggota keluarga.
  • Melaksanakan kehidupan bertengga, berteman dan bermasyarakat, sesuai ajaran Islam.
Rosulullah SAW bersabda : "Apabila Allah menghendaki rumah tangga bahagia, maka diberikan kecenderungan mempelajari ilmu agama, yang muda menghormati yang tua, serasi (harmonis) dalam kehidupan, hemat dan hidup sederhana, melihat (mengawasi) cacat (kekurangan) mereka, dan kemudian melakukan taubat/minta maaf. Dan jika Allah menghendaki sebaliknya, maka ditinggalkannya mereka dalam kesesatan." (HR. Dailami).
Rosulullah bersabda :
"Bahwa kebahagiaan keluarga dapat tercapai apabila terpenuhi empat perkara : yaitu keserasian antara suami istri, mempunyai anak yang terdidik, bergaul dengan orang yang sholeh, dan memiliki ketrampilan yang dapat menambah penghasilan." (HR. Dailami).

Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Tri Brata

Posted by tri novi handono Wednesday, March 13, 2013 0 comments


1.   Pengertian Sejarah Singkat Tribrata
  • Pengertian Tri Brata
Tri Brata berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti Tri = Tiga, Brata=Kaul (nadar). 
Kaul (nadar) adalah pernyataan seseorang /kelompok atas dasar kemurnian/keikhlasan hati sanubarinya (tidak dipakai oleh pihakmanapun juga). Jadi Tribrata tiga kaul (nadar) yang telah diikrarkan Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk selanjutnya diamankan dan diamalkan oleh setiap anggotanya secara sungguh-sungguh.
Istilah Tribrata pada mulanya diambil dari istilah hastabrata yang merupakan ajaran Sri Rama mengenai sifat dan kepribadian raja yang dikeluarkan oleh beliau ketika Sri Rama hendak menyerahkan tahta kerajaan pada saudaranya.
Kalau Hasta Brata dapat diartikan sebagai delapan jalan atau kaul bagi sang raja tauladan maka Tribrata adalah merupakan tiga jalan atau kaul bagi organisasi Polri tauladan yang keluar dan pribadi Kepolisian sendiri.
  • Sejarah Singkat Tribrata 
Tribrata sebagai Pedoman Hidup Polri ditetapkan dalam upacara Bhayangkara ke 19 tanggal 1 Juli 1955 oleh Kepala Kepolisian Negara (KKN) Jendral Polisi R.S. Soekanto Tjokro Diatmodjo. Sebelumnya Tribrata merupakan kaul/pengikat disiplin universitas bagi mahasiswa PTIK angkatan II diikrarkan pertam oleh Kompol Drs. Soeparno Suriatmadja pada tanggal 3 Mei 1954 konsep Tribrata disusun oleh Prof. Dr.Joko Soetomo SH adalah guru besar PTIK
Rumusan Tribrata yang awal sebagai berikut :
a.  Rastra Sewakottama, Abdi utama daripada nusa dan bangsa
b.  Nagara Yanotama, Warga negara utama daripada negara
c.  Yana Anucasana Darma, Wajib menjaga ketertiban pribadi daripada rakyat.
Akibat adanya perubahan dalam masyarakat berdasarkan Skep Kapolri No, Pol. : Skep/136/Vi/1985 tanggal 30 Juni 1985 rumusannya menjadi :
1.  Rastra Sewakottama, Abdi utama daripada nusa dan bangsa
2.  Nagara Yanotama, Warga negara tauladan daripada negara
3.  Yana Anucasana Darma, Wajib menjaga ketertiban pribadi daripada rakyat.
Rumusan Tribrata yang baru sesuai Kep Kapolri No Pol. : Kep/17/VI/2002 tanggal 24 Juni 2002, sebagai berikut :

KAMI POLISI INDONESIA
Satu : Berbhakti kepada nusa dan bangsa dengan penuh ketaqwaan terhadap Tuhan Yang  Maha Esa.
Dua : Menjunjung tinggi kebenaran, keadilan dan kemanusian dalam menegakkan hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Tiga  :  Senantiasa melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat dengan keikhlasan untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban.
2. Pemaknaan Baru Tribrata
  • Tujuan perubahan penggunaan bahasa
a. Lebih meningkatkan kecintaan, kebangsaan terhadap tanah air bangsa dan bahasa    Indonesia
b. Cepat dimergerti, dipahami sehingga tidak menimbulkan berbagai keragu-raguan dan salah penafsiran.
c. Disesuaikan dengan paradigma Polri yang menedepankan unsur perlindungan, pengayoman dan pelayanan masyarakat.
d. Mengakomodir amanat undang-undang dan dapat menampung/memenuhi kehendak rakyat Indonesia.
e. setiap butirnya dengan tegas, jelas mengandung nilai dan sendi dalam Pancasila, Supremasi hukum serta tupok Kepolisian RI
Rumusan Tribrata yang baru mengandung 4 dimensi hubungan yaitu:
a. Dimensi hubungan dengan Tuhan
b. Dimensi hubungan dengan Nusa dan Bangsa
c. Dimensi hubungan dengan Negara
d. Dimensi hubungan dengan Masyarakat

Adapun rincian masing-masing makna dalam Tribrata sebagai berikut :
* KAMI POLISI INDONESIA mangandung makna :
a. Menggambarkan 4 dimensi hubungan yaitu : hubungan dengan Tuhan YME, Nusa, Bangsa, Negara dan Masyarakat.
b. Menunjuk Polisi sebagai lembaga maupun sebagai individu anggota Polri
c. Merupakan pernyataan ikatan jiwa korsa yang kuat antara sesama anggota Polri
d. Merupakan pernyataan netralitas Polri baik Institusi maupun pribadi sepanjang hayat
e. Tribrata adalah nilai dasar yang merupakan pedoman moral dan penuntun nilai nurani bagi setiap anggota Polri serta dapat pula berlaku bagi pengemban fungsi Kepolisian lainnya (Kepolisian Khusus, PPNS, bentuk-bentuk Pam Swakarsa)

* Makna Brata I
a. Pernyataan setiap individu Polri sebagai insan hamba Tuhan
b. Pernyataan nasionalisme kebangsaan, ke Indonesian sepanjang hayat
c. Mengandung nilai-nilai kerohanian, satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa sebagai perekat bangsa yang harus dibela dan dipertahankan keutuhan
d. Nusa dan Bangsa Indonesia adalah yang dinyatakan secara politis pada tanggal 28 Oktober 1928
e. Polisi bukan alat politik/pemerintahan
* Makna Brata II
a. Pernyataan setiap anggota Polri sebagai alat negara yang bertugas menegakkan hukum
b. Negara adalah negara yang berdasarkan hukum (rechtstaat) bukan kekuasaan belaka (machtstaat)
c. Merupakan kesanggupan anggota Polri untuk menunjukkan kebenaran, keadilan dan HAM yang merupakan ciri masyarakat  madani
d. Kesanggupan Polri untuk bertanggung jawab pelaksanaan tugasnya kepada masyarakat sebagai wujud akuntabilitas publik
e. Merupakan pernyataan sikap politik Polri yang secara tegas mengakui NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945
* Makna Brata III
a. Pernyataan setiap anggota Polri untuk melindungi dan mengayomi masyarakat dengan ikhlas tanpa paksaan dari luar dirinya
b. Menggambarkan tugas Polri secara universal yaitu melindungi dan melayani masyarakat (to protect and to serve)
c. Masyarakat menjadi senterum/pusat pengabdian Polri
d. Polri menmpatkan diri sejajar dengan masyarakat yang dilayani

3. Pengamalan Tribrata
a. Kedudukan Tribrata
sejak 1 Juli 1995 Tribrata dijadikan sebagai pedoman hidup anggota Kepolisian NKRI yang berupa kaul, niat asas yang keluar dari pribadi. Sejak 1 Juli 2002 berdasarkan keputusan kapolri No. Pol. : Kep/17/VI/2002 tanggal 24 Juni 2002,Tribrata merupakan pernyataan-pernyataan yang menggambarkan secara konkrit "NILAI DASAR" dari filosofi setiap anggota Polri.
Adapun nilai-nilai dasar yang dimaksud adalah sebagai berikut :
1. Nilai paham dan kebangsaan dan nilai ketuhanan
2. Nilai paham Negara hukum
3. Nilai paham sosial
Ketiga nilai paham tersebut diatas merupakan jati diri Polri dan pedoman moral, setiap anggota dalam mengemban tugas dan wewenangnya serta memelihara kemampuan profesinya.

b. Pelembagaan Tribrata
Dimulai dari penanaman tingkat pengertian di Lemdik s/d tingkat pemahaman satuan secara terus menerus. Proses pelembagaan suatu niali dasar dimulai dengan pengisian kognisi yang bersangkutan agar memperoleh ketetapan persepsi kemudian ditanamkan nilai melalui usaha yang berulang-ulang sehingga timbul pemahaman dan kemauan untuk pengalamannya
Metode yang digunakan dalam pelembagaan Tribrata yaitu :
1. Sebagai bahan ajaran
2. Pengucapan teks Tribrata pada pelaksanaan upacara
3. Materi test dalam pembinaan karir
c. Implementasi Nilai-nilai Ttribrata

1) Implementasi Brata I
a. Berbhakti kepada nusa dan bangsa merupakan dorongan hati nurani yang berasal dari kesadarannya sendiri untuk memberikan pengabdian dalam upaya melindungi seluruh tumpah darah Indonesia dari Sabang sampai Merauke dengan kesiapan/kerelaan mengorbankan jiwa dan raga.
b. Ketaqwaan kepada Tuhan YME, merupakan pernyataan kesadaran sebagai insan hamba Tuhan yang wajib melaksanakan syariat agama masing-masing dalam sehari dan lingkungan tugasnya.

2) Implementasi Brata II
a. Menjunjung tinggi kebenaran dalam menegakkan hukum dengan tetap berpijak pada fakta yang ada serta proses penyidikan yang profesional berdasarkan ketentuan Perundang-undangan yang ada.
b. Menjunjung tinggi keadilan dalam penegakkan hukum, dengan tidak membedakan perlakuan bagi pencari keadilan sehingga tercapai jaminan kepastian hukum.
c. Menjunjung tinggi kemanusiaan dalam menegakkan hukum dengan tetap memperhatikan hak asasi seseorang secara langsung/tidak langsung dalam proses penegakkan hukum.
d. Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 merupakan identitas bangsa yang telah berdaulat dan bernegara dan bukan bangsa Indonesia yang beridentitas lain atau akan diubah dengan identitas lain yang bukan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

3) Implementasi Brata III
a. Sebagai pelindung, memberikan bantuan kepada masyarakat yang merasa terancam dari gangguan fisik atau pshikis tanpa perbedaan perlakuan
b. Sebagai pengayom dalam setiap kiprahnya mengutamakan tindakan yang bersifat persuasifdan edukatif
c. Sebagai pelayan melayani masyarakat dan kemudahan, cermat, simpatik, ramah dan sopan tanpa perbedaan biaya yang semestinya.

4) Kristalisasi nilai-nilai Tribrata dalam kode etik profesi Polri
Nilai-nilai yang terkandung dalam Tribrata merupakan satu kesatuan yang utuh yang tersusun secara hirarkhis dan saling mengontrol, agar setiap nilai tidak membias dari makna yang sesungguhnya.
Adapun tata nilai tersebut adalah sebagai berikut :
a. Berbhakti mengandung makna :
Setia menghormati, mengabdikan diri memberikan seluruh atau segenap tenaga bahkan bila perlu mengorbankan jiwa raganya dalam tugasnya sebagai anggota Polri.
b. Bertaqwa mengandung makna :
Ketaatan, kepatuhan, menampilkan sikap saleh dan pantang berbuat jahat, menjauhi perbuatan tercela dalam melaksanakan bhaktinya sebagai anggota Polri.
c. Menjunjung tinggi kebenaran mengandung arti :
Sesuatu yang benar seseuai dengan keadaan yang sesungguhnya, menggambarkan kejujuran yang harus menyatu dalam perilaku setiap anggota Polri sehari-hari.
d. Menjunjung tinggi keadilan mengandung arti :
Tidak berat sebelah, tidak memihak sesuai dengan proporsinya, mendudukan sesuatu sesuai pada tempatnya, sifat ini harus tercermin dalam kepribadian anggota Polri.
e. Menjunjung tinggi kemanusiaan mengandung arti :
Menghayati, menghargai dan melindungi hak-hak asasi seseorang
f) Pemaknaan peran sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat bermakna :
1. Selaku Pelindung adalah anggota Polri memiliki kemampuan memberikan pelindung bagi warga masyarakat sehingga terbebas dari rasa takut, bebas dari ancaman atau bahaya serta merasa tentram dan damai.
2. Selaku pengayom adalah anggota Polri yang memiliki kemampuan memberikan bimbingan petunjuk, arahan, dorongan, ajakan, pesan dan nasehat yang dirasakan bermanfaat bagi warga masyarakat guna terciptanya rasa aman dan tentram.
3. Selaku pelayan adalah anggota Polri yang setiap langkah pengabdiannya dilakukan secara bermoral, beretika, sopan, santun, ramah dan proporsional
g) Keikhlasan mengandung arti :
Ketulusan hati, kerelaan dalamm melakukan suatu perbuatan untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban.

5. Hubungan Tribrata dengan Kode Etik Profesi Polri
Esensi kode etik profesi Polri haruslah mencerminkan jati diri Polri dalam dimensi meliputi hubungannya dengan nusa dan bangsa, hubungannya dengan Negara dan hubungannya dengan masyarakat yang menjadi komitmen moral dalam bentuk etika pengabdian, etika kelembagaan dan etika kemandirian, Nilai-nilai dasar dalam Tribrata harus menjiwai kode etik profesi Polri.   
Semoga Bermanfaat    


Baca Selengkapnya ....

Perkawinan Menuju Rumah Tangga Bahagia

Posted by tri novi handono Tuesday, March 12, 2013 0 comments

Prosesi
1. Pengertian Perkawinan
Perkawinan dalam Islam ialah suatu akad atau perjanjian mengikat antara seorang laki-laki dan perempuan untuk menghalalkan hubungan kelamin antara kedua belah pihak dengan sukarela dan kerelaan kedua belah pihak merupakan suatu kebahagiaan hidup berkeluarga yang diliputi rasa kasih sayang dan ketentraman (sakinah) dengan cara-cara yang di ridhoi Allah SWT. Islam memandang dan menjadikan perkawinan itu sebagai basis suatu masyarakat yang baik dan teratur, sebab perkawinan tidak hanya dipertalikan oleh ikatan lahir saja, tetapi diikat juga dengan ikatan batin.

Islam mengajarkan bahwa perkawinan itu tidaklah hanya sebagai perjanjian biasa seperti perjanjian biasa seperti perjanjian jual beli atau sewa menyewa dan lain-lain, melainkan merupakan suatu perjanjian suci (mitsaqon gholidho), dimana kedua belah pihak dihubungkan menjadi suami istri atau saling meminta menjadi pasangan hidup dengan mempergunakan nama Allah. (Q.S. An Nisa' ayat 1).
sabda Rosulullah SAW "Takutlah kepada Allah akan urusan perempuan, sesungguhnyakamu ambil mereka dengan amanah Allah dan kamu halalkan mereka dengan kalimat Alloh" (H.R. Muslim).

Dasar perkawinan menurut Islam adalah melaksanakan :
  1. Firman Allah SWT (QS. An Nur : 32) yang artinya "Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian  di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui". (QS. An-nur : 32).
  2.  Sabda Rosulullah SAW:
    "......dan akupun juga nikah, maka siapa benci pada sunnahku berarti bukan termasuk umatku (H. Muttafaqun alaih).
2. Tujuan dan Hikmah Perkawinan.
Tujuan perkawinan dalam Islam adalah untuk memenuhi tuntutan hajat tabiat kemanusiaan, berhubungan antara laki-laki dan perempuan dalam ikatan perkawinan untuk membentuk keluarga yang tentram (sakinah), cinta kasih (mawaddah) dan penuh rahmat, agardapat melahirkan keturunan yang sholeh dan berkualitas menuju terwujudnya rumah tangga bahagia. Allah berfirman "Dan diantara tanda-tanda kekuasaan Allah, bahwa Allah telah kamu berpasangan (berjodoh-jodoh) agar kamu dapat merasakan ketenangan, diikat rasa kmenjadikan asih sayang dan saling mencintai. Sesungguhnya yang demikian itu menjadi pertanda bukti-bukti bagi orang-orang yang berfikir (QS. Arrum ayat 21).

Adapun hikmah perkawinan bagi umat manusaia khususnya umat Islam sebagai berikut :
  •  Melaksanakan perkawinan merupakan salah satu ibadah bagi umat Islam.
  • Dapat terpelihara dari perbuatan maksiat.
  • Dapat terbentuk suatu rumah tangga yang bahagia, damai, tentram serta kekal disertai rasa kasih sayang antar suami istri.
  • Dapat diperoleh garis keturunan yang syah,jelas dan bersih, demi kelangsungan hidup dalam keluarga dan masyarakat.
  • Dapat terlaksananya pergaulan hidup antara seseorang atau kelompok secara teratur, terhormat dan halal, sesuai dengan kedudukan manusia sebagai makluk yang terhormat diantara makluk-makluk Allah yang lain.
3. Walimah Perkawinan (perjamuan kawin)
Agama Islam menganjurkan setiap ada akad nikah agar diadakan upacara walimah (perjamuan nikah), manfaat walimah ialah keluarga, tetangga dan handaitaulan ikut mendo'akan mempelai berdua dan mengetahui pula secara syah hubungan antara keluarga menurut hukum dan agama. Rosulullah bersabda "Adakan walimah (perjamuan kawin) walaupun dengan meyembelih seekor kambing." (HR. Al-Bukhori).
Rosulullah SAW bersabda :
"Sejelek-jeleknya makanan ialah makan walimah (perjamuan kawin) yang diundang orang-orang kaya dan dibiarkan orang-orang miskin." (HR. Al-Bukhori dan Muslim). 
       
Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Rumah Tangga Sebagai Pusat Ketentraman Batin dan Ketenangan Jiwa

Posted by tri novi handono Monday, March 11, 2013 0 comments

Tentram
  Seharusnya rumah tangga itu dapat menjadi pangkalan ketentraman batin dan pangkalan ketenangan jiwa, Sehingga ketika suami sudah berlumur keringat, bersibah peluh, bekerja dengan keras, ia akan selalu merindukan untuk pulang ke rumah. Karena rumah tangga adalah sumber ketenangan dan ketentraman yang tidak akan diperoleh dalam hiruk pikuknya kehidupan sehari-hari.

   Demikian pila sepatutnya seorang anak begitu rindu untuk pulang ke rumah karena disana akan ia dapati ibu dan ayah yang bagaikan air pelepas haus di kala dahaga.

    Sepatutnya pula seorang istri selalu merasa aman, nyaman, dan tentram berada dirumah untuk menikmati perjumpaan dengan suami serta anak-anaknya. Sehingga semua anggota keluarga sepakat menjadikan rumah sebagai pusat ketentraman batin dan ketenangan jiwa.

      Namun kenyataan yang dapat kita saksikan di kiri-kanan, tidak sedikitsuami yang enggan pulang ke rumahnya, hanya karena setiap ia memasuki rumah yang dirasakannya adalah ketidaknyamanan lantaran sikap istri dan anak-anaknya. Bayangkan, akan pulang kemana lagi seorang suami bila tidak mendapatkan ketentraman di rumahnya sendiri.

    Demikian pula, dapat kita saksikan bagaimana anak-anak yang banyak berkeluyuran, enggan pulang ke rumah hanya karena mereka tidak mendapatkan ketentraman berada di rumah. Bahkan ada juga istri-istri yang lebih sibuk mengutamakan aktivitas diluar, disebabkan karena tidak bisa juga merasakan serta mendapatkan kenyamanan dan ketentraman hati di rumah yang ia urus.

       Mengapa semua itu dapat terjadi? Padahal kalau diperhatikan, rumah sudah lapang, hartanya sudah banyak, kedudukan penghuni rumahnya begitu tinggi, mengapa? Sebab, ketentraman dan ketenangan jiwa itu, hanya akan ditemui dengan satu-satunya jalan, "Alaa bi dzikrillahi tathmainnul quluub" (QS ar-Ra' d{13}: 28). Camkan, hati ini hanya akan tenang-tentram jikalau ingat kepada Allah SWT.

      Dengan kata lain rumah tangga yang dibangun tanpa mengingat Allah, tanpa mengenal Allah, tidak Taat Allah, maka demi Allah, sehebat apapun harta yang ada, setinggi apapun kedudukan anggota keluarganya, semelimpah apapun kekayaan mereka, sehebat apapun kekuasaannya, tidak akan pernah bisa membeli ketentraman jiwa. Karena dunia berikut isinya tidak pernah cocok dengan hati, dia hanya cocok untuk kebutuhan lahiriah belaka.

      Oleh karena itu, rumah tangga yang penuh barokah itu adalah rumah tangga yang tujuannya adalah Allah SWT. Yang sehari-harinya diisi dengan kesungguhan untuk mendekat kepada Allah SWT; yang hartanya dicari harta di jalan Allah dan dia nafkahkan di jalan Allah; yang rumahnya disukai oleh Allah; yang isinya tidak membuat murka Allah. Rumah tangga yang menjadikan Allah sebagai tujuan, pegangan, pergantungan hidupnya dan dibuktikan dengan ketaatan. Inilah rumah tangga yang benar-benar akan merasakan ketentraman.

    Maaf, wahai saudara-saudaraku, demi Allah! tidak akan pernah tenang-tentram siapapun termasuk yang berumah tangga, yang menjadikan anggota keluarganya untuk bersungguh-sungguh taat dan mendekat kepada Allah SWT.
Ingat, jangan sampai terkccoh. Hidup ini milik Allah. Dialah yang menguasai semua jalan kebahagiaan dan semua jalan kebaikan. Dunia itu tertutup kecuali bagi orang-orang yang selalu berusaha mendekat dan taat kepada-Nya.

     Untuk itu, pastikan rumah tangga kita menjadi rumah tangga yang ahli sujud, rumah tangga yang ahli taat, rumah tangga yang menghiasi dirinya dengan dzikrullah, dan rumah tangga yang selalu rindu untuk mengutuhkan kemuliaan hidup di dunia terutama mengutuhkan kemuliaan dihadapan Allah SWT kelak di surga. Amin yaa Robbal 'Aalamin....           
Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Rumah Tangga Sebagai Pusat Nasehat

Posted by tri novi handono 0 comments

Rumah tangga
  Kita harus tahu persis bahwa semakin hari semakin banyak yang harus kita lakukan. Untuk itulah kita butuh orang lain agar bisa melengkapi kekurangan kita guna memperbaiki kesalahan kita. "Wa tawa shawbil haggi wa tawa shawbish shabr" (QS Al-Ashr [103}:3) - inilah rahasia yang sangat penting.

      Rumah tangga yang akan bahagia itu adalah rumah tangga yang dengan sadar menjadikan kekayaannya saling menasehati, salaing memperbaiki, serta saling mengoreksi dalam kebenaran dan kesabaran.

     Suami yang paling baik ialah suami yang paling sanggup berkata pada istrinya, "Duhai istriku, saya hanyalah seorang manusia  yang sedang belajar menemukan jalan hidup. Mungkin ada kelebihan karunia Allah SWT yang harus kita syukuri, tapi pasti banyak kekurangan yang mungkin dengan kehadiranmu saya akan lebih baik. Duhai istriku, jikalau engkau mencintaiku, ingin menjadikan diriku pewaris surga, terus koreksilah suamimu ini agar bisa menjadi suami yang baik, agar bisa menjadi suami yang semakin bertanggung jawab." 

         Pada saat yang sama istrinya pun mengatakan, "Wahai suamiku, saya rindu menjadi istri yang mulia dalam pandangan Allah SWT, terus lah koreksi dan nasehati saya".

        Begitu pun kalau kita punya anak-anak, bapak-ibu khawatir kelak dituntut oleh kalian di akhirat hanya karena  tidak sanggup mendidik. Maka bantulah bapak bisa memperbaiki diri menjadi seorang ayah yang bertanggung jawab dan juga menjadi seorang ibu yang arif dan bijak."

        Apabila sebuah rumah tangga mulai saling menasehati maka rumah tangga akan bagaikan cermin; akan membuat anggota keluarganya berpenampilan lebih baik dan lebih baik lagi. Karena tidak pernah ada kereksi yang paling aman selain koreksi dari keluarga kita, karena dia adalah darah daging kita sendiri.

      Rumah tangga yang barokah itu cirinya oleh rumah tangga yang selalu merasakan nikmat dan ringan dalam saling menasehati dengan tulus agar semakin mulia, semakin terperbaiki, dan semakin berkedudukan di sisi Allah SWT, Inilah rumah tangga yang akan dijamin beruntung.amin...

Semoga Bermanfaat
 

Baca Selengkapnya ....

Rumah Tangga Sebagai Pusat Ilmu

Posted by tri novi handono 0 comments

Ilmu
Rumah tangga yang akan ditingkatkan derajatnya oleh Allah SWT. ternyata bukan rumah tangga yang memeliki kedudukan tinggi. Tak jarang kedudukan tinggi itulah yang menghinakan. Tidak jarang pula kekayaan yang banyak akan membuat sebuah rumah tangga "dimiskinkan" oleh keinginan-keinginan, diperbudak dan dinistakan oleh apa yang dimiliki.
    
    Ingat, " Yarfa 'illahul ladziina aamanu minkum, walladziina utul 'ilma darajaat" (QS al-Mujaadilah [58]: 11). Ditinggikan oleh Allah SWT orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat, Artinya, sesudah memantapkan niat kita kepada Allah untuk berumah tangga, maka kekayaan yang harus kita miliki dalam berkeluarga adalah ILMU. Barang siapa yang ingin dunia harus pakai ilmu. Ingin akhirat harus pakai ilmu, Ingin dunia dan akhirat harus pakai ilmu.
    
    Kegigihan sebuah rumah tangga dalam menuntut ilmu, kegigihan rumah tangga dalam memperkaya ilmu, kegigihan sebuah rumah tangga dalam meluaskan ilmu adalah kekayaan yang teramat berharga. Karena orang yang tidak punya ilmu seperti orang yang main film, main sinetron, tapi tidak mengenak skenario. Ibarat orang yang memasuki rimba belantara tetapi tidak membawa peta. Seperti orang yang masuk kedalam lorong gua tanpa mengenali jalan-jalannya. Sepanjang harinya dipenuhi oelh rasa was-was. Sepanjang waktunya diselimuti oelh kegelisahan. Musibah dan fitnah akhirnya menjadi akrab dengan rumah tangga tersebut. Oleh karena itu, wahai pembaca yang budiman, pastikan kekayaan kita adalah ILMU.

    Pupuk iman adalah ilmu, malah kita akan menjadi "penjaga harta". Kalau memiliki ilmu yang akan menjaga kita. Harta dinafkahkan bisa habis, ilmu bila kita nafkahkan kian melimpah. Oleh karena itu, pastikan agar anggota keluarga kita selalu sungguh-sungguh untuk mencari ilmu. Baik ilmu tentang hidup di dunia maupun akhirat.

    Allah SWT menjanjikan, jikalau Allah SWT cinta kepada sebuah keluarga, cirinya ialah dibukakan hati mereka untuk belajar ilmu agama. Untuk itu, carilah majelis taklim (majelis ilmu), datangi dengan sunguh-sunguh. Beli buku-buku agama. jadikan perpustakaan menjadi bagian penting dari hiasan rumah kita. dengarkan radio, beli kaset, VCD atau apa saja yang membuat kita semakin mengenal siapa Allah SWT, bagaimana perjalanan menuju kepada-Nya dan bagaimana menyikapi hidup di jalan yang disukai oleh Allah SWT.

    Percayalah, rumah tangga yang kurang berilmu adalah rumah tangga yang hanya akan akrab dengan sikap emosi, jauh dari kearifan dan hanya mengandalkan kekasaran. Padahal, rumah tangga semacam ini kian hari akan selalu bertambah masalahnya, kian hari bertambah kebutuhannya, dan bertambah potensi konfliknya, Bagaimana mungkin segala yang bertambah disikapi dengan ilmu yang tidak bertambah pula.
Maha Suci Allah SWT yang menjanjikan kemuliaan hanya bagi orang yang beriman dan berilmu.     


Semoga Bermanfaat     

Baca Selengkapnya ....