Ikhwal Sales Promotion

Posted by tri novi handono Friday, April 26, 2013 0 comments
Dalam dunia perusahaan modern, sales promotion  adalah faktor yang sangat penting dalam kelanjutan perusahaan. Di negara majupun sales promotion adalah merupakan tulang punggung bagi sesuatu perusahaan. Mereka menyadari bahwa menghadapi persaingan dagang tanpa sales promotion adalah kerja sia-sia. Oleh sebab itulah kita lihat di luar negeri di mana saja, kapan saja, pada setiap kesempatan mereka mengadakan sales promotionyang tak tanggung-tanggung.
Media yang dipakai mulai surat kabar, majalah, TV, radio, papan reklame, kendaraan umum (bus), bahkan pesawat udara pun dipakai untuk reklame.
Bagaimana masalah sales promotiondi Indonesia ? Sejak masuknya investasi modal asing, terutama dalam bidang produksi, fungsi iklan sangat dirasa penting oleh perusahaan tersebut. Cobalah saudara perhatikan betapa hebatnya reklame-reklame Honda, Toyota, Zusuki, Emas dan lain-lain, menghabiskan halaman-halaman surat kabar. Belum lagi reklame-reklame yang ditempel, papan reklame yang bertebaran baik ditempat keramaian atau di sudut-sudut jalan penting. Mereka berani mengeluarkan ongkos iklan, karena lancarnya penjualan hasil produksinya.

Banyak yang belum sadar
Bagi perusahaan-perusahaan milik negara kita banyak masih belum banyak menyadari akan pentingnya sales promotion. Mereka beranggapan bahwa memasang iklan hanya pemborosan belaka, dan menambah onkos saja. Sebenarnya dugaan-dugaan demikian adalah salah. Mereka harus menyadari betapa kuatnya fungsi sales promotion bagi kemajuan perusahaan.
Apa sebenarnya fungsi sales promotion?
  1. Sales promotion  merupakan media penghubung antara produsen dan konsumen. Atau dengan kata lain sebagai  penghubung antara pembuat barang dan pemakai barang.
  2. Bertugas sangat berat yaitu untuk memperkenalkan barang, memperpolerkannya serta mempertahankan kepopulran barang-barang yang di produksi dan mengatasi persaingan.
  3. Berusaha membuat calon pembeli/langganan dekat pada barang-barang yang diiklankan. Untuk itu dalam sales promotion harus ada "daya penarik khas" yang selalu akan tertanam dalam hati langganan. Misalnya : reklame tapal gigi pepsodent selalu mempopulerkan kata-kata "senyum pepsodent", Kata-kata ini seolah-olah punya daya magnit sehingga istilah "senyum pepsodent" dipakai bagi gadis-gadis yang senyumnya menarik.
Jenis-jeni promotion :
Menurut cara penyebarannya dapat dibagi dalam 2 jenis :
  1. Sales promotion umum.
  2. Sales promotionlangsung.
Sales promotion umum 
Sales promotion secara umum sering dilakukan sehari-hari misalnya iklan di surat kabar / majalah, poster-poster yang ditempel atau papan reklame. Penempatan alat-alat sales promotion di tempat umum harus dapat menarik perhatian umum.
Kini masalah sales promotion semakin menarik karena timbulnya cara-cara baru serta teknik-teknik yang mutakhir dalam perusahaan.
Perusahaan-perusahaan yang memproduksi barang-barang yang menjadi sponsor-sponsor dalam sebuah kegiatan amal, misalnya : perusahaan assembling mobil mensponsori perlombaan mobil, auto rally, malahan juga fashion-fashion show. Umumnya mereka bersedia menjadi sponsor sebuah kegiatan yang sesuai dengan fungsi bidangnya. Tetapi, kini masalah sponsor-sponsor tersebut, sudah ngawur, karena yang disponsori festival band, Memang ganjil, tetapi dari segi sales promotion ia berhasil mengumpulkan masyarakat untuk melihat reklamenya.

Sales promotion langsung
Hal ini ditujukan langsung pada pribadi-pribadi pembeli/langganan. Kertas pembungkus yang bertulisan nama perusahaan, kantong plastik yang diberikan ketika belanja adalah merupakan contoh yang tepat. Selain itu sales promotion  langsung dapat berbentuk folder, brosur, brooklat, tentang barang-barang yang dihasilkan.
benda-benda ini dkirimkan atau diberikan langsung pada pembeli/langganan perusahaan. Dalam mengirimkan folder, brosur tersebut harus diperhatikan daya beli, suasana, tempat tinggal, kedudukan, serta pysicologi dari calon pembeli. Misalnya di sebuah daerah yang penduduknya kehidupannya bertani, kirimkanlah folder-folder tentang cangkul atau pupuk yang dihasilkan oleh pabrik. Jangan mengirimkan folder mengenai mesin-mesin cetak, alat komputer, Pasti saudara akan gagal total.
Bentuk-bentuk selebaran brosur, folder, tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Ucapan selamat pada hari-hari besar.
  2. Ucapan belasungkawa.
  3. Ucapan terima kasih atas seringnya pembeli tersebut berbelanja.
  4. Berapa prospektus yang berisi tentang barang-barang yang dijual lengkap dengan keterangan-keterangannya.
  5. Surat selebaran yang berisi tentang hasil-hasil produksi baru.
  6. Mengirim daftar-daftar harga.
 Dengan diterimanya folder-folder tersebut, berarti ada hubungan langsung antara penjual dan pembeli.


Semoga Bermanfaat


Baca Selengkapnya ....

Sales Promotion

Posted by tri novi handono 3 comments
Dalam dunia modern masalah advertising dan sales promotion adalah faktor yang sangat penting dalam kelanjutan perusahaan. Malahan di Eropa, Amerika dan Jepang, negara maju lainnya, masalah ini merupakan tulang punggung bagi kemajuan dan kekuatan perusahaan.
Dalam menghadapi persaingan dagang yang semakin tajam,tanpa sales promotion dan advertising adalah suatu kerja yang sia-sia. Apalagi pada masa kini pola perdangangan berubah, di mana kini barang yang mencari pembeli (buyer's market). Oleh sebab itulah di negara maju, di mana saja, kapan saja, pada setiap kesempatan perusahaan melakukan sales promotion yang tidak tanggung hebatnya.
Apakah sebenarnya maksud advertising dan sales promotion itu ? Advertising dan sales promotion itu adalah salah satu kegiatan-kegiatan dalam bidang pemasaran. Ia mempunyai tujuan untuk meningkatkan jumlah penjualan, dengan cara mempengaruhi pemakai barang (konsumen), baik secara langsung maupun tidak langsung.
Bagaimana masalah sales promotion ini di Indonesia? Apabila kita telaah, ternyata fungsi sales promotion ini telah dijalankan di negara kita. Hanya saja kegiatan-kegiatan advertising dan sales promotion tersebut masih secaa sederhana. Sekarang coba kita perhatikan penjual obat-obatan di pasar-pasar atau di kaki lima, secara tidak di sadari, mereka telah melaksanakan kegiatan yang efektif, agar obat-obatan yang dijual lebih banyak dibeli orang.
Caranya sederhana hanya dengan permainan sulap, berbual-bual dengan kalimat yang menarik. Kalau perlu diperagakan khasiat obat dengan cara tipuan yang mmpesona, Malahan di pasar-pasar malam atau pasar keramaian disediakan pelawak-pelawak atau penari-penari tradisional, sekedar alat untuk mempengaruhi konsumen untuk membeli.

Alat promosi merangsang pada semua bidang.
Akibat dari perkembangan pembangunan teknologi modern, ikhwal advertising dan sales promotion tersebut mengalami perubahan pula. Alat-alat komunikasi radio, TV, alat-alat cetak sebagai manifestasi kemajuan teknologi, banyak dipergunakan dalam kegiatan sals promotion dan advertising ini. Sejak masuknya modal-modal asing kedalam perekonomian Indonesia, fungsi sales promotion dan advertising tersebut terasa menjadi sangat penting dalam negara kita. Coba kita perhatikan pula bagaimana hebatnya reklame-reklame raksasa, Honda, Toyota, Rinso dan lain-lain yang menghabiskan halaman surat kabar.
Kita perhatikan juga reklame-reklame yang bertebaran di seluruh pelosok, d sudut-sudut jaln penting, dilapangan dan tempat keramaian. Pada mulanya bangsa Indonesia belum lagi menyadari akan arti penting sales promotion secara efektif. Mereka berpebdapat bahwa memasang reklame atau iklan yang besar-besar hanya merupakan pemborosan saja. Bagi perusahaan yang sudah terkenal, beranggapan bahwa tidak perlu lagi memperkenalkan hasil produksinya, karena sudah dikenal masyarakat. Syukulah pola-pola fikiran tersebut, pada masa kini telah mulai terpupus sedikit-demi sedikit. Buktinya kini dapat dilihat betapa banyaknya perusahaan nasional Indonesia yang telah terlibat dalam kegiatan advertising dan sales promotion yang modern.

Apakah beda advertising dan sales promotion ?
Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak mendengar istilah advertising dan sales promotion. Apabila ditinjau dari fungsi dan tujuan, sales promotion dan advertising mempunyai tujuan yang sama yaitu meningkatkan penjualan.
Perbedaan antara istilah advertising dan sales promotion hanya terdapat dalam cara tata kerjanya atau dalam teknis pelaksanaan saja. 
Advertising dalam pelaksanaannya lebih mengarahkan agar calon pembeli memilih barang-barang yang dijual. Dalam hal ini kegiatan sales promotion lebih banyak bersifatkan memperkenalkan dan menimbulkan kepercayaan calon pembeli.
Kegiatan advertising ini dilakukan secara tidak langsung dan dilaksanakan melalui media-media komunikasi seperti surat kabar/majalah, TV, radio dan sebagainya. Dalam pelaksanaannya sales promotion lebih ditekankan dalam memperkenalkan langsung barang-barang pada caln pembeli atau pada konsumen. Jadi dengan diperkenalkan secara langsung barang tersebut diharapkan akan timbul kepercayaan pada mereka barang-barang tersebut.
Dari keterangan tersebut diatas dapatlah diketahu bahwa istilah sales promotion dan advertising tersebut, mempunyai kesamaan dalam tujuan dan fungsi serta hanya berbeda dalam teknis pelaksanaan saja. Jadi dapatlah kita sebut pengertian advertising dan sales promotion adalah serupa tapi tak sama.

Keuntungan memakai sales promotion dan advertising
Sebenarnya banyak juga orang beranggapan bahwa dengan melaksanakan sales promotion dan advertising merupakan pemborosan atau ongkos, Jalan pikiran yang begini dapat dimaklumi karena setiap biaya sales promotion dan adertising tersebut dibebankan kepada harga pokok barang tersebut. Sehingga secara logika, kalau harga pokok lebih tinggi, tentu tidak mampu bersaing dengan barang-barang sejenis yang diproduksikan dengan perusahaan lain.
Pendapat diatas tidaklah seluruhnya benar. Apabila sales promotion dan advertising tersebut dilaksanakan secara intensif dan terarah, tidak selamanya harga pokok akan meningkat. Mengapa demikian ? Dengan melaksanakan sales promotion dan advertising, berarti perusahaan secara tidak langsung "mengundang" calon pembeli untuk membeli barang-barang yang djual. Semakin effektif dan terarah sales promoton dan advertising semakin banyak calon pembeli diserap untuk membeli barang-barang tersebut, Dengan banyaknya jumlah pembeli, berarti jumlah (omzet) penjualan dan keuntungan perusahaan menjadi meningkat. Selain daripada itu keuntungan per unit barang semakin meningkat pula, disebabkan harga pokok lebih rendah.


Semoga Bermanfaat
 

Baca Selengkapnya ....

Jika Saudara Menjadi Penjual

Posted by tri novi handono Tuesday, April 23, 2013 0 comments
Langganan adalah raja ! Langganan adalah tambang emasmu. Demikian pepatah wasiat orang pedagang. Melanggar kata hikmat itu, berarti mengundang bahaya kedalam usaha saudara. Yang bernama langganan itu adalah makhluk yang suka dipuja puji, dan suka diperhatikan apa maunya. kalau saudara seorang pimpinan perusahaan yang pintar, tentu harus pintar pula mengambil "hati" para langganan saudara.

Bagi saudara yang bekerja sebagai pelayan toko, saudara juga dibebani tugas untuk menyenangkan hati sang langganan. Memang sang langganan itu patut dimanja, karena sakunya selalu pnuh dengan uang dan hatinya penuh dengan keinginan.

Jika langganan berhati senang, tentu ringan saja tangannya, untuk merogo sakunya. Kemudian membayar barang-barang yang saudara jual dan kemudian saudara menerima dengan senyum penuh art, bukan ? Tetapi bagaimana caranya membuat langganan senang ? saudara tak perlu susah-susah memikirkan caranya. Di sini ada beberapa resep yang dapat dipakai oleh pelayan toko maupun oleh saudara sendiri sebagai bos yaitu :
  1. Ucapkanlah salam selamat pada langganan.
  2. Saudara harus memberikan kesan, bahwa saudara sangat memperhatikan langganan.
  3. Berilah calon pembeli kebebasan untuk memilih barang yang disukainya.
  4. Saudara harus menjual kegunaan barang, bukan barangnya saja.
  5. Janganlah saudara marah walaupun langganan tidak jadi beli.
  6. Gunakanlah demonstrasi-demonstrasi  untuk menarik minat calon pembeli.
  7. Janganlah merendahkan dan menghinakan barang-barang lain.
  8. Cobalah selalu mengingat nama langganan-langganannya.
  9. Berilah alasan yang tepat jika langganan menawar terlalu rendah.
  10. Ucapkanlah salam dan terima kasih.
Jikalau dikaji lebih dalam, sangat banyak lagi hal-hal yang perlu dilakukan untuk membuat hati sang langganan menjadi senang. Tetapi saya rasa "resep-resep" di atas, sudah merupakan inti dari dari segala sesuatunya. Tetapi jika saudara mempunyai resep-resep lain dari yang lain, boleh saja saudara cobakan pada langganan. Yang penting, apapun saudara buat, langganan harus merasa senang dan hatinya tertarik membeli barang yang saudara jual, selamat mencoba.
 
Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Mengapa Orang Membeli ?

Posted by tri novi handono 0 comments

Dalam kehidupan modern jual beli adalah merupakan keharusan. Di toko, di pasar, di kaki lima banyak orang berkerumunan. Kita lihat mereka, ada yang membeli barang dan banyak pula sekedar melihat-lihat saja. Bermacam-macam cara yang dipakai oleh penjual untuk menarik langganan supaya bersedia membeli barang-barang yang dijualnya.

Di toko-toko mereka memajangkan barangnya dalam susunan yang rapi di etalase. Bagi pedagang kaki lima, mereka menghamburkan suaranya, ditingkah dengan bermacam-macam lagak dan cara. Semuanya aktivitas itu tentu saja ditujukan untuk menarik calon pembeli, bukan ? Apabila barang-barang yang ditawarkan si penjual dihati calon pembeli, ia tidak ragu-ragu merogoh saku dan membayar harga tersebut. Tentu saja sang penjual, dengan hormat dan senyum menjualnya.

Tatkala saudara ingin membeli sesuatu, tentu saudara mempunyai suatu tujuan atau maksud tertentu. Dengan melakukan pembelian terhadap suatu barang atau jasa, saudara mengharapkan akan tercapai apa yang saudara inginkan. Jika saudara ingin membeli martil di toko besi, tentu saudara mempunyai maksud. Martil tersebut dapat dipergunakan ebagai alat bertukang. Begitu juga kalau membeli obat nyamuk, bukan berarti saudara mengobati nyamuk yang sakit, tetapi punya tujuan untuk membasmi nyamuk dirumah saudara, bukan ?

Sebenarnya banyak lagi penyebab yang menyebabkan orang membeli. Agar saudara maklum, biang keladi penyebabnya, adalah karena mengharapkan agar barang dibelinya itu dapat memenuhi tujuan atau pemuas kebutuhan sang pembeli.
Di sini ada beberapa penyebab seseorang ingin membeli diantaranya :
  1. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 
  2. Untuk prestise dan gagah-gagahan.
  3. Untuk memelihara kesehatan.
  4. Keinginan untuk mencontoh.
  5. Untuk memenuhi hasrat dan keindahan/kerajinan.
  6. Untuk mengurangi rasa cemas.
  7. Untuk memenuhi prinsip penghematan.
  8. Untuk kemudahan dan kesenangan.
 Yang bernama pedagang layak mengetahui penyebab orang-orang mau membeli demi lebih meningkatkan penjualan barangnya. Sebelum menjalankan pedoman-pedoman tersebut di atas terlebih dahulu, pedagang harus mengenal watak-watak dari calon pembeli.
Caranya dengan jalan menginterview mereka, mengadakan penyelidikan terhadap hasrat mereka, mengadakan penyelidikan terhadap hasrat pembeli. Nah, apabila hal ini sudah saudara ketahui sangat mudah memasukkan kelompok manakah pembeli-pembeli tersebut, silakan mencoba !

  Semoga Bermanfaat













  

Baca Selengkapnya ....

Agar Bos Tidak Marah Lagi

Posted by tri novi handono Monday, April 22, 2013 0 comments
Menjadi seorang bawahan, ibarat telur  di ujung tanduk kerbau. Tatkala peruntungan lagi baik, majikan bisa sayang seperti pada kekasih yang tercinta. Kocek sang bawahan tetap penuh setiap saat dan apa yang dirindui tentu bisa tercapai. Tetapi apabila bintang lagi redup, sang bawahan jadi loyo seperti roti kering ketimpa air. Apa sebabnya ? Rupanya sang majikan menjadi berang dan kasih sayangnya jadi melayang. Perkara menanggung resiko marah, ternyata sang bawahan selalu menerima sasaran pahit. Justru itulah yang bernama bawahan, harus sedia payung sebelum hujan, alias selalu siap siaga agar sang marah tidak mampir padanya.

Biang keladi apakah yang menyebabkan sang marah sudi singgah kepada sang bawahan ? Tatkala ditoleh sedalam-dalamnya ternyata amat banyak soal-soal yang menyebabkan sang bos bisa menyetor marah kepada sang bawahan dengan gratis. Apabila diperinci satu persatu biang keladi itu, alamat satu hari satu malam, belum habis membaca ikhwal ini. Nah, inilah masalah/kesalahan-kesalahan yang selalu terjadi dalam ikhwal pelaporan atau reporting di antaranya :
  1. Melapor dengan maksud, agar atasan merasa senang saja.
  2. Laporan yang tidak teratur dan tidak systematis.
  3. Laporan yang terlalu sederhana dan sulit dimengerti.
  4. Laporan yang tidak disertai inisiatif.
Selepas mengkaji ikhwal manajer yang suka marah-marah, patut pulalah kita berbincang-bincang mengenai cara menghilangkan amarah sang manajer. Khusus kepada bawahan yang suka dipelototin oleh manajer dalam soal melapor, layaklah diberi suatu nasehat yang bertubi-tubi. Dengan demikian sang manajer tidak bernafsu lagi meimpakan amarah kelamat sang bawahan. Nah, inilah petuah-petuah agar bos tidak marah lagi :
  • Mula-mula datang petuah. Saudara harus mengumpulkan info-infodan data yang lengkap mengenai ikhwal yang akan dilaporkan. Di sini saudara bertindak sebagai spion yang pintar cari info. Ingatan harus tajam dan data-data harus lengkap agar saudara tidak repot-repot dalam menghadapi pertanyaan sang majikan. Lalu apa lagi ? Apabila data dan keterangan telah saudara peroleh, barulah saudara menggolong-golongkan info, data tersebut. Maksudnya agar data-data yang tidak ada hubunganya dengan soal yang akan dilaporkan sebaiknya dibuang. Catatan yang berhubungan dengan masalah saudara, dapat dikumpulkan. Pendeknya saudara seperti memilih antah beras. Beras sama beras dan anath sama antah.
  • Kini saudara telah siap untuk menyusun sebuah laporan yang pantas untuk sang manajer, ibarat menulis surat cinta, saudara harus menyusun laporan sebaik mungkin, agar sang manajer berkenan membacanya. Saudara harus diingat ! Manajer itu bukan kekasih saudara yang suka dikibuli dengan kata-kata yang bersayap penuh kepalsuan. Manajer itu adalah makhluk yang suka pada ikhwal yang praktis saja dan tak menyukai kata-kata yang berlebih-lebihan dan bermuluk-muluk, Justru itulah, dalam laporan saudara harus to the point, mudah diambil kesimpulannya oleh sang manajer.
  • Agar supaya laporan saudara lebih afdhal perlulah saudara melampirkan data-data autentik, grafik-grafik gambar. Maksudnya lebih menjelaskan maksud laporan saudara. Saudara harus ingat bahwa bos saudara adalah orang yang selalu berprinsip waktu itu adalah uang.
  • Telah cukuplah petuah-petuah itu ? Ada sedikit lagi yang penting sebagai tip untuk saudara. Dalam membuat laporan saudara harus memberikan laporan yang positif, sehingga hasil yang akan diterima oleh bos saudara adalah positif pula.
Sebaliknya kalau saudara memberikan gambaran negatif, tentu hasil yang akan diterima bos saudara tentu bersifat negatif pula. Akibatnya tentu saudara harus standby untuk menerima amarah yang dilontarkan oleh bos. Nah, nasehat yang bertubi-tubi telah masuk ketelinga saudara dan kini mudah-mudahan laporan saudara telah menenangkan otak sang bos saudara. Akibatnya saudara jadi santai sedikit, bukan ?

Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Ikhwal Memberi Perintah

Posted by tri novi handono 0 comments
Tatkala membaca judul tulisan ini, saudara tentu tertegun-tegun, karena soal memberi perintah adalah perkara sepele dan tidak musykil adanya. Mengapa pula soal ini direpot-repotkan ? Apa sih sulitnya memberi perintah ? bos tinggal buka suara, keluarkan perintah. Pasti bawahan jadi menurut, seperti burung nuri mengangguk angguk.

Memang kelihatan mudah sekali ikhwal ini  Tapi awas ! Dalam kenyataannya banyak manajer atau bos yang gagal dalam usahanya karena soal memerintah ini saja. Belum tentu perintah yang sram dan pakai pelotot mata segala akan menghasilkan kerja yang seronok. Malahan kadang-kadang bawahan menjadi bengong dan kaku tatkala menerima perintah tak berseni datang kepadanya. Akibatnya mereka sama bengong dan hasilnya nihil belaka.
Jadi, bagaimana caranya sang perintah berkenan memberi suatu hasil yang indah kepada para bos dan manajer ?
Para ahli-ahli yang teramat pintar, berkenan memberikan petuah sakti pada saudara dalam soal-soal memerintah ini. Maksudnya jelas, aga saudara memperoleh tip yang berharga dan dijadikan pedoman dalam melayarkan bahtera usaha saudara.
Konon kabarnya perintah ini boleh dibagi menjadi empat macam diantaranya ;
  1. Perintah yang bersifat permohonan. Biasanya selalu dilakonkan dengan kalimat-kalimat yang merdu aduhai. Dapatkah kiranya anda menolong daku ? Maukah adinda tersayang.......? Dapatkah kiranya tuan ........? Dan banyak lagi kalimat-kalimat seronok lainnya.
  2. Perintah dengan suatu saran. Maksudnya terang agar yang diperintah berkenan menerima perintah itu. Tapi kalau penerima perintah tersebut tak berkenan menerima, tak usah dirisaukan. Namanya pun saran, jadi boleh ditolak mentah-mentah atau diterima dengan senyum-senyum lebar.
  3. Perintah yang bersifat sukarela. Ha, apa pula ini ! Mengapa sudah perintah, pakai sukarela pula ? Rupanya inilah model perintah yang luar biasa dan selalu dipakai untuk orang-orang yang biasanya menolak untuk berusaha.
  4. Perintah yang tegas/betulan. Nah inilah perintah asli yang benar-benar perintah tak boleh ditampik maupun ditolak. Yang menerima perintah ini boleh mesem muka, tatkala perintah gawat turun kepadanya. Perintah ini bersifat langsung pada sasaran, harus dilaksanakan, tidak boleh ditampik walau dengan alasan apapun juga. Jangan mencoba-coba melanggar perintah betulan ini, karena yang menerima perintah bisa berabe, kena damprat habis-habisan.
Manakala saudara telah menyimak macam-macam perintah tadi, tentu saudara berhasrat pula untuk mengetahui lebih dalam soal perintah bukan ? Perkara memerintah bukan soal yang mudah, sudah saudara maklum adanya. Yang penting bagi saudara adalah mengetahui biang keladi apa yang menyebabkan sang perintah tidak sudi memberikan hasil yang harus bagi manajer.
Dengan mengetahui soal ini, saudara lebih mudah memperbaiki diri agar dalam soal memerintah dapat bertindak lebih baik lagi dari sebelumnya. 
Ada beberapa kesalahan tertentu bila memberi perintah, diantaranya :
  • Memberi perintah sambil lalu saja.
  • Memerintah dengan berbicara terlalu cepat.
  • Menganggap bawahan sudah mengerti maksud perintah.
  • Adapula orang memerintah, khusus untuk memperlihatkan kekuasaannya saja.
  • banyak orang yang suka memerintah kepada rang yang penurut saja.
  • Tidak boleh memberi beberapa perintah dalam waktu yang sama.
  • Sekali-kali jangan saudara memberi perintah yang bertentangan kondisi dan ketentuan-ketentuan yang ada dalam perusahaan.    
Dengan demikian, bagaimanapun hebatnya fungsi saudara dalam perusahaan, tapi sewaktu memerintah saudara harus bertindak sebagai bapak yang mendidik, bukan menampilkan wajah seram saja. Ketika memerintah harus ditunjukkan wajah positif dan agar perintah dapat dilaksanakan secara efektif saudara harus menghindarkan kesalahan dalam memberi perintah, sehingga komunikasi yang saudara inginkan dalam perintah tersebut akan tercapai. Kalau tidak demikian, tentu saudara sendiri yang rgi bukan ?

Semoga Bermanfaat 

Baca Selengkapnya ....

Memecahkan Masalah

Posted by tri novi handono 0 comments

Setiap manusia dalam dunia fana ini selalu terlibat dalam segala persoalan, baik yang serius, gawat, maupun persoalan kecil-kecilan. Kesemuanya itu membuat manusia harus mengerutkan kening memikirkannya. Namun yakinlah bahwa setiap persoalan bagaimanapun gawatnya, pasti ada suatu jalan keluar untuk memecahkan masalahnya. Ini sudah merupakan hukum alam yang tidak bisa dibantah. Cuma, akhir dari suatu pemecahan masalah itu dapat bersifat poitif atau negatif.
Justru itulah, manusia selalu berusaha untuk memecahkan setiap masalah dengan mencari hasil yang bersifat positif, cerah, terang. Kalaupun terdapat hal yang agak negatif, akan dipilih/resiko yang paling sekecil mungkin.

Manusia yang mempunyai bermacam-macam profesi tentu akan mengalami problem (masalah) yang berlainan pula, sesuai dengan keadaannya dan kadarnya masing-masing. Begitu juga dalam pemecahan masalah terhadap persoalan, akan terdapat cara yang berlain-lainan menurut kondisi dan situasi masing-masing mereka.
Persoalan yang dihadapi oleh seorang importir besar, tentu akan berlainan dengan problem yang dihadapi oleh seorang dokter. Persoalan yang ditemui oleh seorang petani di dusun, tentu tidak sama dengan problem tukang cukur di kota.

Walaupun terdapat persoalan yang berlainan, pemecahan persoalan yang berbeda-beda, namun, ada suatu "langkah" yang sama dalam menghadapi pemecahannya. Langkah tersebut dapat diterapkan pada suatu persoalan-persoalan. Dengan demikian akan membantu pemecahan masalah sesuai dengan kondisi-kondisi dari persoalan-persoalan tersebut.
Langkah-langkah pemecahan masalah, Apakah langkah pemecahan masalah tersebut ? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, penulis ingin menggambarkan sebuah masalah yang dihadapi oleh suatu bagian dalam perusahaan percetakan.
Kepala bagian mesin cetak melaporkan bahwa sebuah mesin cetak surat kabar sering rusak dan kini dalam keadaan rusak berat. Laporan tersebut disertai saran-saran agar mesin cetak tersebut diganti saja dengan yang baru, karena pembiayaan untuk memperbaiki mesin tersebut sangat besar. Lagi pula mesin tersebut sudah sudah tua sekali, sakit-sakitan.
Untuk ini, pimpinan percetakan harus memakai "langkah-langkah" sebagai dasar untuk memecahkan suatu persoalan. 
Adapun langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Mencari ketegasan masalah dan menetapkan tentang hal-hal yang pokok.
  2. Masalah yang akan dipecahkan harus jelas.
  3. Mengumpulkan fakta dan keterangan-keterangannya.
  4. Menyelidiki kemungkinan pemecahan masalah.
  5. Mengambil keputusan dan melaksanakannya.
Apabila penyelesaian masalah sudah dipetik, harus diperhatikan follow up dari penyelesaian masalah tersebut. Misalnya : tukang mesin yang sembrono tersebut telah diganti, perawatan mesin harus lebih diintensipkan. Dengan demikian, tujuan yang positif dari pemecahan masalah tersebut akan tercapai.
jadi untuk memecahkan suatu persoalan bukanlah merupakan pekerjaan yang mudah, walaupun diberikan contoh-contoh yang sederhana saja, namun pada dasarnya dapat dipakai/diterapkan dalam memecahkan setiap persoalan baik yang kecil maupun yang gawat-gawat.  


Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Ikhwal Menggerakkan Manusia

Posted by tri novi handono 0 comments
Yang bernama manajer akan meraih sukses, kalau ada orang yang bekerja pada perusahaannya, coba, manajer apa namaya, kalau ia sendiri jadi bos, langsung merangkap tukang sapu, tukang tik, tukang penjual barang dan tukang-tukang lainnya dalam perusahaannya? Mungkin manajer kita ini mau menghemat dan semua dikerjakannya, sehingga ia punya pegawai cukup satu orang yaitu ..... badannya sendiri. Hasilnya sangat mengagetkan ! Sang manajer bukan memperoleh untung, malahan ia di boyong ke rumah sakit, karena tenaganya habis terkuras.

Agar sang manajer tidak berhati risau, perlulah ia dibantu oleh orang-orang lain dalam perusahaannya. Kemudian memberikan sebagian wewenangnya pada mereka-mereka itu. Sang manajer selesai membuat rencana yang dahsyat untuk kemajuan perusahaan. Selanjutnya tibalah masanya untuk menggerakkan bawahannya agar sudi bekerja.
Sepintas lalu ikhwal ini, tak perlu direpotkan, karena menyuruh pegawai bekerja adalah soal yang sepele, Toh, tanpa banyak cincong ia harus turut perintah bos, karena mereka makan gaji.

Anggapan yang demikian ternyata salah besar, karena pada zaman kini, faktor psikologis kemanusiaan harus diperhatikan dalam hubungan antara bos dengan pegawai. Apabila sang manajer kurang pintar mendalami faktor psikologis, alamat pegawai akan main kucing-kucingan, mereka bekerja kalau diawasi langsung.
Seorang bos yang pintar disamping memberi gaji yang layak, juga harus pintar mengambil hati bawahannya. Dengan demikian pegawai tersebut akan bekerja sungguh-sungguh rajin, patuh, menuruti semua peraturan bos.

Masih ada lagi ikhwal yang teramat penting untuk diketahui oleh para pimpinan/manajer agar selalu sukses dalam menggerakkan bawahannya, Nah, inilah resep-resep penting itu :
  1. Saudara harus pintar mempersenang hati pegawai, sehingga pegawai tersebut merasa dirinya dianggap penting.
  2. Saudara harus tanamkan dalam hati, bahwa sifat manusia tak mau putus asa, jadi tak usah "kaget" kalau banyak permintaan aneh-aneh dari pegawai yang muncul.
  3. Saudara harus pelajari perbedaan individu dari bawahan saudara, sehingga dapat diketahui jenis kebutuhan mereka masing-masing.
  4. Dalam menghadapi bawahan, saudara haruslah menjadi pendengar yang baik dan jangan sekali-kali mengajak bawahan saudara berdebat soal itu.
  5. Saudara harus mengetahui sedikit soal kejiwaan manusia dan saudara selalu "siap tempur" dalam menghadapi keluhan dan tuntutan bawahan.
  6. Dalam memerintah, berilah petunjuk yang jelas, terang cukup sehingga menutup kemungkinan untuk menghadapi bawahan secara langsung.
  7. Dalam pelaksanaan pekerjaan, saudara haruslah memakai sistim penyertaan, yang bertujuan menarik hati bawahan, agar mau memberikan pendapatnya, dalam setiap gerak perusahaan. Walaupun akhirnya hasil keputusan berada di tangan pimpinan perusahaan, tapi bagi sang bawahan sangat memuaskan. Mereka merasa dihargai untuk karena turut serta di bawa berunding dalam setiap gerak langkah perusahaan.
Selepas soal-soal yang bersangkut paut dengan menggerakkan manusia, saudara mesti ingat bahwa proses selanjutnya masih menanti saudara. Bagaimanapun pintarnya saudara dalam menggerakkan bawahan, namun saudara harus punya keyakinan yang kuat, tanpa keyakinan itu, saudara pasti gagal total. Bagaimana ? Terserah pada saudara untuk menilainya.


Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Controlling

Posted by tri novi handono 0 comments
control
Perkara menjadi manajer kelihatan seperti kerja yang sepele saja. Apa susahnya jadi manajer, tinggal buat nota, disposisi, perintah sana-sini dan panggil sekretaris yang aduhai. Lalu keluar dengan BMW yang mutakhir, makan siang di restaurant internasional dan bermain golf pada petang hari.
Saudara jangan khilaf ! Dalam prakteknya seorang manajer yang baik, tidaklah sesantai yang saudara bayangkan. Orang yang bernama manajer cakap, harus memikul segudang beban yang berat untuk kesuksesan usahanya. Lagi pula manajer yang baik harus bertanggung jawab keluarga, pegawai, dan masyarakatnya. Bayangkanlah, sang manajer harus berkerut kening memikirkan rencana yang matang, sebagai pedoman kerja dalam bertindak. Kalau tidak demikian roda perusahaan bisa ngawur keluar rel garis dan tujuan.

Tatkala rencana selesai dibuat, sang manajer tidak boleh bersantai-santai saja. Ia harus memikirkan pengaturan orang-orang yang akan melaksanakan rencana itu. Hal ini penting sekali agar, setiap orang pelaksana tahu akan tugas dan kewajiban masing-masing. Kemudian setiap orang diberikan wewenang yang kuat, untuk menjalankan rencana yang telah dimatangkan.
Apalagi? kini sang manajer yang telah repot dengan urusan pengaturan, ternyata belum boleh berleha-leha. Ia harus menggerakkan semua potensi manusia dan alat yang ada dalam perusahaan, agar bergerak searah dengan rencana perusahaan. Nah, soal menggerakkan ini juga membuat risau hati sang manajer, karena silap-silap semuanya bisa jadi berantakan

Langkah-langkah yang harus ditempuh agar pekerjaan pengawasan/controlling berjalan efektif :
  1. Menentukan standard (ukuran) pengawasan.
  2. Mengadakan evaluasi (penilaian) terhadap pelaksanaan dari objek yang dikontrol.
  3. Melakukan tindakan perbaikan, apabila terjadi penyimpangan dari standard.  
Dalam melakukan controlling/pengawasan saudara haruslah bertindak sebagai bapak yang bersifat mendidik dan bukan memamerkan kekuasaaan saja. Setiap mengambil tindakan untuk perbaikan haruslah didasarkan kepada objetivitas dan bukan didasarkan pada sentimen dan emosi pribadi, semoga saudara bisa sukses dan selamat menjadi pengawas yang baik.


Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Mengorganisasi

Posted by tri novi handono 0 comments
organisasi
Setiap hari saudara banyak mendengar kata-kata organisasi, mengorganisasi, diorganisasi. Yang hebatnya lagi kata-kata tersebut banyak dipakai dalam pidato-pidato yang berapi-api, tulisan-tulisan ilmiah atau populer. Tetapi kalau kita tanya, apakah maksud yang sebenarnya dari kata-kata organisasi tersebut pasti banyak yang kewalahan menjawabnya. Jadi apakah sebenarnya ikhwal organisasi itu?
 
Dalam kehidupan sehari-hari kita tentu banyak mengerjakan pekerjaan, baik yang dapat kita laksanakan sendiri atau dengan memakai tenaga orang lain. Begitu juga anda banyak memakai bahan-bahan, alat-alat serta pemantu-pembantu lainnya untuk menyelesaikan pekerjaan.
Jika ingin menambal ban sepedda yang bocor, terlbih dahulu tentu saudara mempersiapkan alat-alat dan bahan-bahan yang diperlukan untuk memperbaiki sepeda tersebut. Saudara tentu menyediakan obeng, tang, lem kertas pasir, gunting dan lain-lainnya.

Apa sebab saudara memakai kertas pasir? Kertas pasir gunnya untuk mengikis permukaan ban yang akan ditempel . Untuk memperkuat daya lekat karet penambal pada ban sepeda saudara. Untuk mengikis ban tersebut, saudara tidak dapat melakukannya dengan tangan dan alat-alat yang ada dalam tubuh saudara. Gunting dipakai untuk memotong karet penambal, obeng untuk menyongkel karet ban dari lingkar besi roda sepeda tersebut.
Seluruh pekerjaan tersebut tentu tidak dapat saudara laksanakan tanpa memakai alat-alat atau bahan-bahan pembantu tersebut, Kemampuan dan kekuatan saudara terbatas, bukan? Usaha saudara mempersiapkan alat-alat, bahan-bahan lebih dahulu untuk menambal ban sepeda tersebut, inilah yang kita sebut mengorganisasi.
Tatkala mengerjakan sesuatu, saudara tentu harus mempunyai suatu tujuan. Begitu pula dengan melakukan pekerjaan menambal ban tadi, saudara mempunyai tujuan, yaitu supaya ban tersebut tidak bocor lagi dan dapat memakai sepeda tersebut kembali.
Dari keterangan di atas layak pula ambil kesimpulan tentang maksud mengorganisasi. Yaitu mempersiapkan alat-alat tertentu, yang khusus untuk pekerjaan tertentu pula berdasarkan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan lebih dahulu.

penerapaan
Menterapkan ikhwal organisasi
Jika saudara seorang pimpinan, baik pemimpin militer, sipil, perusahaan, pimpinan sosial dan lain sebagainya, sebaliknya saudara menterapkan tekhnik-tekhnik pengorganisasi dalam bidangnya masing-masing. Dengan begitu tugas saudara menjadi lebih ringan dan usaha mencapai sukses.
Apabila saudara ingin membuka sebuah percetakan, terlebih dahulu saudara harus membuat rencana tentang pekerjaan yang akan dilaksanakan.
Jika rencana tersebut telah pasti untuk dijalankan susunlah titik pangkal organisasinya. Kemudian lakukanlah pekerjaan mengorganisasi, yaitu : mencari tempat yang baik, mesin-mesin cetak yang tepat, alat yang sesuai, serta orang-orang yang mungkin dapat melaksanakan pekerjaan tersebut.
Dengan kata lain, terlbih dahulu kita menerapkan alat-alat yang dibutuhkan, pekerjaan yang diinginkan, Akhirnya menghimpun semua yang dibutuhkan dan barulah diusahakan agar segala sesuatunya berjalan lancar. Jadi dengan keterangan tersebut jelaslah organisasi, mengorganisasi.
Banyak anggapan orang bahwa meng-organisasi ini masalah yang mudah, karena secara pikiran., sempit mengorganisasi indentik dengan memimpin saja. Mengorganisasi itu sebenarnya pekerjaan yang sepele karena apa yang ditetapkan oleh pimpinan harus dipatuhi oleh bawahan. Pendapat ini kelihatan memang benar, karena bawahan harus patuh apa yang diperintah pimpinan. Tetapi, jika pimpinan tidak memahami ikhwal organisasi dan menajemen, hasil yang dicapai bawahannya, pasti kurang memuaskan.Yang lebih berape lagi, jika hasilnya bertentangan dengan rencana yang ditetapkan.

Agar saudara seorang pimpinan yang baik, wajiblah saudara ketahui prinsip-prinsip dari mengorganisasi yaitu :
  1. Keahlian dan kesanggupan untuk mengerjakan semua jenis tugas dan pekerja.
  2. Adanya spesialisasi (spesialis staff).
  3. Harus diberikan kekuasaaan yang kuat atau adanya pemberian (pendelegasi) wewenang.
  4. Adanya kesatuan perintah.
  5. Pemimpin yang bertanggung jawab.
  6. Perintah harus tegas, jelas dan terang.
Dari keterangan ringkas tersebut di atas, jelaslah bagi kita apa sebenarnya maksud meng-organisasi dengan segala segi-seginya. Dengan dasar dan prinsip yang telah diterangkan di atas, saudara dapat menerapkannya segala jenis bidang pekerjaan baik yang berderajat khusus maupun yang bersifat umum, misalnya yang bersifat luas, adalah pada organisasi besar, perusahaan industri besar (raksasa) atau organisasi pemerintahan (internasional).

  Semoga Bermanfaat



Baca Selengkapnya ....

Manajer

Posted by tri novi handono 0 comments
manajer
Tatkala mendengar perkataan manajer, manajement, terbayanglah dalam benak saudara profil seseorang yang gagah dan berwibawa. Pakai dasi selebar sapu tangan, kaca mata night and day, menjinjing tas samsonite dengan rambut agak gondrong tetapi rapi jali. Imaginasi saudara terus melayang kepada kantor sang manager dengan ruangan ber AC, punya meja lux serta duduk di kursi yang empuk sambil menyedot cerutu Kansas. Jika diteruskan khayal saudara, maka akan tergambarlah profil manager yang ditaburi oelh suasana salon, mewah, santai, dan riang gembira.
Sepintas lalu, terlihatlah betapa sedapnya jadi manager, sambil relax di kamar dapat memerintah pegawainya. Lebih-lebih lagi apabila ia didampingi oleh sekretarisnya yang aduhai.....!
Apakah dalam kenyataan demikian santainya seorang manajer? Ternyatadalam praktek, seorang manajer yang baik, mempunyai beban berat yang harus dipikulnya setiap hari. Seorang manajer harus bertanggung jawab terhadap usaha yang dipimpinnya dengan penuh konsekuensi. Bertanggung jawab terhadap keluarga, masyarakat, dan pegawai-pegawainya.
Agar saudara lebih maklum soal-soal beban-beban yang dipikul oleh manajer, layaknya saudara infokan tentang apa dan siapa manajer tersebut.
Melirik pada fungsinya, seorang manajer/pimpinan harus selalu bertanggung jawab atas kelancaran jalannya usaha. Apabila sebuah perusahaan mendapat keuntungan, berarti ia boleh menampilkan senyum lebar di bibirnya. Tetapi apabila dilantak kerugian ia harus mempertanggungjawabkan. Kalau perlu dengan harta benda pribadinya. akhirnya yang akan keluar dari bibirnya senyum meringis, bukan?
Oleh sebab itu saudara jangan menganggap enteng tugas seorang manajer, walaupun dari segi luarnya kelihatan bertabur kemewahan. Untuk menjadi manajer yang baik, sangat banyak syaratnya yang harus dimilikinya. Tanpa mempunyai syarat-syarat tersebut, pasti manajer tersebut tidak akan sukses dalam melaksanakan tugasnya. Manajer serupa ini dapat disebut manajer gadungan atau manajer bloon.
Dan apakah syarat seorang manajer itu?
untuk menduduki jabatan manajer yang sukses, seseorang itu harus memiliki sifat-sifat khusus yaitu :
  1. Memiliki kecerdasan otak dan setengah komputer.
  2. Mempunyai kemampuan untuk memimpin.
  3. Mempunyai kemampuan untuk berhubungan dengan siapa saja.
  4. Mempunyai pemikiran yang logis dalam memecahkan persoalan.
  5. Punya minat dalam soal artistik dan seni.
  6. Mempunyai moral yang baik dan tidak pernah cacat.
  7. Andil dalam memutuskan hukuman atau tindakan.
  8. Mempunyai inisiatif yang besar tanpa didorong dari luar.
Jika saudara telah mengantongi sifat terpuji tersebut, yakinlah bahwa saudara akan mencapai puncak kesuksesan sebagai manajer.
Di samping mempunyai sifat-sifat yang "hebat" itu, seorang manajer harus pula mempunyai keahlian dalam menggerakkan orang lain untuk melakukan pekerjaan tertentu. Tujuannya adalah untuk menghasilkan sesuatu yang telah direncanakan oleh manajer terlebih dahulu.
Seorang manajer yang baik, tidak wajib mengerjakan semua pekerjaan, tetapi ia menugaskan orang lain untuk melaksanakan kerja tersebut. Coba saudara bayangkan betapa repotnya kalau seorang manajer yang pelit, mengerjakan semua pekerjaan kantornya, Ia mengetik sendiri surat-surat, menyapu lantai kantor, membuat kontrak pembelian besar-besaran, memposkan surat sendiri. Akhirnya sang manajer repot sendiri dan terpaksa digotong ke rumah sakit.
Tanggung jawab apakah yang dipikul oleh seorang manajer? Untuk memudahkan saudara, marilah kira lirik hal-hal yang dilakukan seorang manajer yang baik yaitu :
  1. Cakap dalam membuat rencana (planning).
  2. Manajer harus pandai mengorganisasi (organizing).
  3. Harus pandai menggerakkan bawahan (actuating).
  4. Manajer harus pandai mengawasi (controlling).  
jadi manajer ialah 
  • orang yang melaksanakan fungsi manajemen dengan sebagus-bagusnya.
  • orang yang mempunyai keahlian untuk menggerakkan orang lain untuk melakukan yang telah tertentu dan untuk menghasilkan sesuatu tertntu pula.
  • orang yang mencapai hasil tertentu dengan menggunakan faktor-faktor produksi terutama tenaga kerja, dengan melakukan tugas perencanaan, pengorganisasian, pengkordinasian dan pengontrolan akan produksi tersebut.
 Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Lunturnya Semangat Sakinah

Posted by tri novi handono Saturday, April 20, 2013 0 comments
harmonis
Membangun sakinah dalam keluarga, memang tidak mudah. Ini merupakan bentangan proses yang sering menemui badai. Untuk menemukan formulanya pun bukan hal yang sederhana. Kasus-kasus keluarga disebabkan lunturnya semangat sakinah yang terjadi di sekitar kita dapat menjadi pelajaran penting dan menjadi motif bagi kita untuk berusaha keras mewujudkan indahnya sakinah di rumah kita.
Ketika seseorang tersedu mengeluhkan sepenggal kalimat, "Suami saya akhir-akhir ini jarang pulang", tidak sulit kita cerna maksud utama kalimatnya. Sebab, kita menemukan banyak kasus yang hampir sama, atau bahkan persis sama, dengan kasusyang menimpa wanita pengungkap penggalan kalimat tadi.
Penggalan kalimat di atas bukan satu-satunya masalah yang banyak dikeluhkan istri. Masih banyak, tapi kalau ditlusuri akar masalahnya sama: "tidak tahan menghadapi godaan". Godaan itu bisa datang kepada suami, bisa juga menggedo jagat batin istri, karena godaan itu pula, siapa pun bisa membuat seribu satu alasan. Ada yang mengatakannya sudah tidak harmons, tidak bisa saling memahami, ingin mendapat keturunan, atau tidak prnah cinta.
Payahnya, semakin hai godaan akibat pergeseran nilai sosial semakin menggelombang dan menghantam. Sementara, ketahanan keluarga semakin rapuh karena ketidakpastian pegangan. Maka, kita dapati kasus-kasus d mana seorang ibu kehilangan kepercayaan anak dan suaminya. Seorang bapak yang tidak lagi berwibawa di hadapan anak dan istrinya. Anak yang lebih erat dengan ikatan komunitas sebayanya. Bapak berebut otoritas dalam keluarga dengan istrinya, serta istri yang  tidak berhenti memperjuangakan hak kesetaraan di hadapan suami. Semua punya argumentasi untuk membenarkan posisinya. Semua tidak merasa ada yang salah dengan semua kenyataan yang semakin memprihatinkan itu.

Tapi benarkah perubahan zaman menjadi sebab utama terjadinya pergeseran nilai dalam rumah tangga? Lalu, mengapa keluarga kita tidak lagi sanggup bertahan dengan norma-norma dan jati diri keluarga kita yang asli? Bukankah orang tua-orang tua kita telah membuktikan bahwa norma-norma yang mereka anut telah berhasil mengantarkan mereka membentuk keluarga normal dan berbudaya, bahkan berhasil membentuk diri kita yang seperti sekarang ni?
Lantas, kenapa kita harus larut dengan segala riuh-gelisah perubahan zaman yang kadang membingungkan?

Transformasi budaya memang tidak mudah, bahkan tidak mungkin, kita hindari. Arusnya deras masuk ke rumah  kita leat media informasi dan komunikasi. Kini, setiap sajian budaya yang kita konsumsi dari waktu ke waktu, diam-diam telah menjadi standar nilai masyarakat kita. Ukuran baik buruk tidak lagi bersumber pada moralitas universal yang berlandaskan agama, tapi lebih banyak ditentukan oleh nilai-nilai artifisial yang dibentuk untuk tujuan pragmatis dan bahkan hedonis. Tanpa kita sadari, nilai-nilai itu kini telah membentuk perilaku sosial dan menjadi anutan keluarga serta masyarakat kita. Banyak problema keluarga yang muncul di sekitar kita umumnya menggambarkan kegelisahan yang diwarnai oleh semakin lunturnya nilai-nilai agama dan budaya masyarakat. Masyarakat kini seolah telah berubah menjadi "masyarakat baru" dengan wujud yang semakin kabur.
Satu lagi yang sering menjadi akar bencana keluarga, yaitu anak. Dunia anak adalah dunia yang lebih banyak diwarnai oleh pross pencarian untuk menemukan apa-apa yang menurut perasaan dan pikirannya ideal.
Dunia ideal sendiri, baginya adalah dunia yang ada di depan matanya, yang karenanya ia akan melakukan pengejaran atas dasar kehendak pribadi. Akan tetapi, di sisi lain, perkembangan psikologi yang sedang dilaluinya juga masih belum mampu memberikan alternatif secara matang terutama dalam ikut menemukan apa yang sesungguhnya mereka butuhkan.

Guru di sekolah ataupun orang tua di rumah, secara tidak sadar, seringkali menjadi sosok yang begitu dominan dalam menentukan masa depan anak. Padahal, guru ataupun orang tua bukanlah segala-galanya bagi perkembangan dan masa depan anak. Proses pendidikan, dengan demikian, pada dasarnya merupakan proses bimbingan yang memerdekakan sekaligus mencerahkan. Proses seperti itu berlangsung alamiah dalam kehidupan yang bebas dari ikatan-ikatan yang justru tidak mendidik. Dalam kerangka seperti inilah, maka keluarga bisa berperan sebagai lembaga yang membimbing dan mencerahkan, atau sebaliknya. Jika tidak tepat memainkan peran yang sesungguhnya, bisa saja berfungsi sebagai penjara yang hanya mampu menanamkan disiplin semu. Anak-anak bisa menjadi manusia yang paling shalih dirumah, tetapi menjadi binatang liar ketika keluar dari dinding-dinding rumah dan terbebas dari pengawasan orang tua.
  
Dalam situasi seperti ini, anak mulai mencari kesempatan untuk memenuhi kebuntuan komunikasi yang dirasakannya semakin kering dan terbatas. Sebab berkomunikasi untuk saling menyambungkan rasa antar anggota keluarga merupakan kebutuhan dasar yang menuntut untuk selalu dipenuhi. Konsekuensinya, ketidaktersediaan aspek ini dalam keluarga dapat berakibat pada munculnya ketidakseimbangan psikologi yang pada gilirannya dapat saja mengakibatkan terjadinya penyimpangan-penyimpangan sosial seperti apa yang terjadi di masyarakat sekitar kita. Inilah di antara kerusakan akibat lunturnya semangat sakinah dalam keluarga kita.


semoga bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Planning Resep Utama Sukses

Posted by tri novi handono Monday, April 1, 2013 0 comments
Menjadi seorang pengusaha itu sebenarnya untung-untungan. Jika bintang sedang terang, dalam sehari bisa sepuluh mobil mewah nongkrong di garasi, Setiap pagi makan roti keju, dilayani sang istri genit yang aduhai.
Tapi kalau nasib lagi dirundung sial, celana katok pun bisa lari ke rumah gadai, atau boleh juga menjadi tamu"istimewa" di Nusa Kambangan, apabila saudara menjadi penyelundup kelas kakap. Yang namanya pengusaha itu harus selalu sedia payung sebelum ketiban malang, Bagi pengusaha yang suka menganut kaedah "alon-alon asal kelakon", punya nasib seperti kerakap diatas baju, hidup segan mati tak mau. Yang kelewatan berani, jika bernasib baik, tentu memboyong rezeki nomplok kerumahnya, Hatinya boleh bercemas-cemas, kalau ketahuan belangnya oelh penegak hukum.
Bagi yang suka memilih, boleh ambil mana yang disukai, mau yang alon-alon asal kelakon boleh saja, kalau dipilih yang"berani" juga dipersilahkan, asal saja saudara tahan banting.
Bagi saudara yang kepingin jadi pengusaha yang baik, eloknya ambil yang di tengah-tengah saja, Tak usah alon-alon seperti kucing mengantuk, juga tak perlu terlalu berani, tapi mengundang malapetaka, Artinya saudara berdagang diatas rel yang lurus, punya perhitungan dan selamat badan sampai tujuan.

Planning Resep Untuk Sukses
Untuk menjadi pengusaha yang berhati"suci", ini bukan perkara mudah, ibarat meramu obat, menjadi pengusaha juga harus punya resep untuk mengantarkannya ke jalan yang sukses. Resep-resep tersebut, tidak akan manjur apabila tidak dimulai dengan suatu " Resep utama" yang disebut "Planning atau perencanaan".
Konon kabarnya yang bernama plnning itu sangatlah berkuasa sekali dalam setiap langkah-langkah kegiatan perusahaan. Jembatan mana yang dapat disiapkan oleh insinyur-insinyur botak, apabila tidak diberi jampi-jampi perencanaan.
Begitu gedung penjakar langit tak akan berdiri tegak apabila sang "planning" tak diundang. pokoknya planning atau perencanaan itu teramat hebatnya. Perkara membikin planning itu kelihatan hanya suatu kerja yang mudah saja. Apa susahnya membuat planning suatu pabrik tempe, kalau semua alat-alat dan modal sudah ada, tinggal buat rencana, panggil pemborong dan sebentar pasti siap.
Anda jangan khilaf, dalam prakteknya membuat planning secara serampangan, mau harap laba banyak ternyata ketiban rugi, nah, inilah akibat ulah dari sang planning yang dibuat dengan sembrono.

Agar Planning berhasil baik         
Jadi bagaimana caranya supaya "sang planning" itu terkesan memberikan hasil yang lumayan?
para ahli yang cerdik rupanya bersenang hati memberikan petuah pada anda. coba disimak !

1. Mula-mula datang nasehat yang pertama :anda harus menjelaskan masalah yang akan saudara lakukan itu, inilah pangkal cerita, agar rencana anda dapat berjalan sesuai dengan target saudara.

2. Datang lagi petuah baru. carilah keterangan-keterangan atau info-info yang lengkap mengenai kegiatan-kegiatan yang terkandung dalam rencan itu. Di sini sang kepala botak, berpesan agar saudara harus rajin-rajin jadi spion 007, pintar cari info dan bahan-bahan.
Ingatan harus tajam untuk mengingat pengalaman-pengalaman yang lalu, maksudnya lain tidak supaya otak saudara tak susah-susah mencari sumber-sumber data. Apalagi? datangilah sumber-sumber ilmiah dan catatlah data-data yang diperoleh dari riset. Juga dari buku-buku setebal bantal, baik dari perpustakaan maupun dari toko-toko buku, Pendeknya saudara harus pasang kuping yang terang, mata yang tajam serta cepat kaki dan ringan tangan.

3. Sudah cukupkah petuah-petuah itu? belum lagi, tiba-tiba datanglah petuah : saudara harus menggolong-golongkan informasi yang saudara peroleh.
Urusan saudara berubah dengan James Bond menjadi tukang godok, info-info catatan, bahan-bahan hasil research dan segala apa saja digodok dalam periuk analisa.
Dalam menggodok bahan-bahan yang diperoleh saudara harus pintar dan cekatan, Informasi-informasi berhubungan dengan masalah yang sama digolongkan sedemikian rupa, sehingga data yang sama dapat disatukan. Pendeknya seperti memilih antah dengan beras. Beras sama beras, antah sama antah. Dengan begitu saudara tidak bingung menghadapi banyak-banyak bahan-bahan yang akan digodok.
Apabila saudara telah siap menganalisa, berarti bahan rencana sudah siap untuk ditelorkan, alias setengah matang.

4. Selanjutnya saudara masih perlu dijejali petuah lagi, tentukanlah dasar pendapat untuk perencanaan dan batas-batasnya.
Petuah ini teramat baik bagi saudara. Saudara harus menjadi tukang ramal yang baik. Dugaan-dugaan, ramalan-ramalan serta kemunginan yang saudara anggap baik, lalu saudara tuangkan ke kertas, kemudian di golongkan kedalam beberapa persoalan yang sama. Akhirnya diberikan batas-batasnya, soal ini teramat penting sebagai dukungan kuat untuk membenarkan rencana saudara.

5. Masih ada lagi? nanti dulu, tugas saudara selanjutnya memilih rencana-rencana yang diusulkan.
Ibarat menarik benang dalam tepung, saudara harus menjadi pemilih yang baik, harus saudara pertimbangkan matang-matang mengenai kepastian sasaran, yang disesuaikan dengan biaya kocek saudara, silap-silap target yang saudara harapkan jadi berantakan.

6 Telah cukupkah? ternyata ada lagi yang perlu saudara dengar, buatlah urut-urutan terperinci dari setiap proses rencana tersebut.
Buatlah rencana urutan waktu yang diperlukan dalam menyiapkan rencana tersebut. Soal waktu ini sangat penting saudara ingat agar waktu untuk mengerjakan rencana tidak terbuang, ingatlah pepatah kuno : waktu itu uang bukan?   
Kalau saudara telah buat urut-urutan rencana tersebut, tentu saudara tak perlu repot-repot untuk memerintah dan menyuruh bawahan saudara bukan?

7. Agar jampi-jampi ini lebih manjur, akhirnya saudara diberi petuah yang mantap : supaya saudara tidak lengah haruslah diawasi tahap-tahap kemajuan dari rencana tersebut. 

Walaupun ramuan-ramuan dan jampi-jampi perencanaan itu sudah cukup, namun jampi-jampi tersebut belum mempan tidak disertai pengawasan. Mana tahu kalau-kalau ada pegawai yang lamban sebagai kucing mengantuk, tentu akan menggagalkan urutan rencana saudara. Ketimbang gagal sebelum planning berkembang, eloklah diawasi lebih dahulu perencanaan itu.

Jadi perlu diingat bahwa Planning atau Perencanaan ialah Fungsi dari seorang manajer yang berhubungan dengan pemilihan dari berbagai alternatif daripada tujuan kebijaksanaan, prosedur dan program (Koontz O'donnel).
 
   Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....