Showing posts with label Emosi. Show all posts
Showing posts with label Emosi. Show all posts

Cara Mengendalikan Emosi

Posted by Unknown Thursday, October 31, 2013 2 comments
Pada Hakikatnya, semua manusia diciptakan memiliki emosi, namun, hal yang membedakannya adalah kemampuan mengendalikan emosi setiap orang. Ada tipe manusia yang mudah terpancing emosinya dengan hal-hal sepele yang terjadi di sekitarnya, sehingga menimbulkan amarah. Dan ada pula orang yang dapat mengontrol emosi dengan baik meskipun ada beberapa masalah yang menimpanya.
Mari kita renungkan kisah yang ada dalam riwayat imam Bukhari. Dari Abu Hurairah ra, bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi SAW : "Janganlah engkau marah." Maka diulanginya permintaan itu beberapa kali. Sabda Beliau :"Janganlah engkau marah."(HR. Bukhari).
Hadits tersebut menunjukkan betapa pentingnya menahan marah hingga Rasulullah SAW mengulangi nasihatnya beberapa kali. Maka dari itu, jangan biarkan kita terjebak dalam amarah yang berkepanjangan. Sebab, amarah akan banyak menimbulkan dampak negatif yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

Dampak Negatif Marah.
Marah yang tidak terkendali (amarah) merupakan salah satu emosi yang bisa menyebabkan efek negatif dalam kehidupan. Berikut ini beberapa dampak negatif dari emosi tersebut :
1. Masalah Kesehatan.
Amarah atau perasaan negatif dapat membuat seseorang jadi mudah terserang penyakit. Hal tersebut dikarenakan kondisi tubuh yang tidak stabil. Berdasarkan penelitian menunjukkan, bahwa 85 % penyakit berhubungan dengan kondisi emosional. Pada saat sedang marah, maka akan muncul rasa depresi, sedih, shock, sakit kepala dan lain sebagainya. Untuk mencegah berbagai penyakit, maka jalanilah hidup ini dengan senyuman dan rasa bahagia.
2. Menyakiti Perasaan Orang Lain.
Ketika seseorang diliputi amarah, maka kata-kata yang keluar dari lisannya cenderung menyakiti perasaan orang lain.
3. Melakukan Kekerasan.
Orang yang sudah dikuasai oleh amarah, maka akal sehatnya akan cenderung lemah. Kemudian melampiaskan kemarahannya atau membalas dendam. Mereka bisa melakukan kekerasan bahkan membunuh seseorang.
4. Sulit Berkonsentrasi Saat Bekerja.
Bagi orang yang terjebak dalam emosinya, akan kesulitan berkonsentrasi saat bekerja. Akibatnya, pekerjaan yang dihasilkan tidak maksimal dan produktivitas dapat menurun drastis.
5. Mengganggu Kehidupan Sosial.
Seseorang yang dikenal mudah marah dan emosional dapat menimbulkan persepsi negatif dalam lingkungan sosial. Orang-orang disekitarnya akan merasa takut dan menjauh dari orang yang emosional tersebut. Situasi seperti ini tentu tidak menyenangkan. Sebab, sebagai makhluk sosial, manusia butuh berinteraksi dengan orang lain.

Cara Mengendalikan Amarah
Agar terhindar dari amarah, maka hal yang perlu kita ketahui adalah bagaimana cara mengendalikannya. Berikut ini petunjuk Rasulullah SAW yang mengajarkan kita cara mengendalikan marah :
1. Memohon perlindungan kepada Allah SWT dari godaan setan dengan membawa ta'awuz: "A 'udzu billahi minas syaithanir rajiim."
Dari sahabat Sulaiman bin Surd ra., beliau menceritakan, suatu hari saya duduk bersama Nabi Muhammad SAW. Ketika itu ada dua orang yang saling memaki. Salah satunya telah merah wajahnya dan urat lehernya memuncak. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh saya mengetahui ada satu kalimat, jika dibaca oleh orang ini, marahnya akan hilang. Jika dia membaca ta'awudz:A'udzu billahi minas syaithanir rajiim, marahnya akan hilang."(HR Bukhari dan Muslim).
Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda,"Apabila seseorang marah, kemudian membaca A'uddzu billah (saya berlindung kepada Allah) maka marahnya akan reda."(Hadits shahih-silsilah As Shahihah, no.1376)
2. Diam dan Menjaga Lisan.
Orang yang terbawa amarah cenderung berbicara tanpa aturan (sopan santun), sehingga bisa jadi ia mengundang murka Allah SWT. Karena itulah, diam merupakan cara jitu untuk menghindari timbulnya dosa yang lebih besar. Dari Ibnu Abbas ra., asulullah SAW bersabda,"Jika kalian marah, diamlah."(HR. Ahmad dan syuaib Al-Arnauth menilai hasan lighairih).
3. Merubah Posisi Tubuh Ketika Marah.
Merubah posisi tubuh merupakan salah satu cara untuk meredam kemarahan. Rasulullah SAW bersabda,"Jika salah seorang di antara kalian marah ketika berdiri, maka hendaklah ia duduk. Apabila marahnya tidak juga hilang, maka hendaklah ia berbaring."(HR.Ahmad).
4. Mengingat  Allah SWT dan Hadits Rasulullah SAW.
Dari Muadzbin Anas Al-Juhani ra, Rasulullah SAW bersabda," Siapa yang berusaha menahan amarahnya, padahal dia mampu meluapkannya, maka dia akan Allah panggil dihadapan seluruh makhluk pada hari kiamat, sampai Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang dia kehendaki." (HR. Abu Daud, Turmudzi, dan dihasankan oleh Al-Albani).
Hadist tersebut bisa menjadi motivasi bagi para kaum Muslim untuk bisa menahan amarahnya. Sebab, Allah SAW telah memberikan balasan yang besar bagi orang yang berusaha menahan amarahnya meskipun ia mampu meluapkannya.
5. Segera Berwudhu.
Rasulullah SAW bersabda,"Kemarahan itu dari setan, sedangkan setan tercipta dari api, api hanya bisa padam dengan air, maka kalau kalian marah berwudhulah,"(HR. Abu Dawud).
6. Bersujud, artinya shalat sunnah minimal dua rakaat.
Dalam sebuah hadist dikatakan,"Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia. Tidakkah engkau melihat merahnya dua matanya dan tegangnya urat darah di lehernya? Maka barangsiapa yang mendapatkan hal itu, maka hendaklah ia menempelkan pipinya dengan tanah (sujud)."(HR. Tirmidzi).

Demikianlah cara mengendalikan marah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Semoga dengan terampilnya mengendalikan amarah dengan baik, kita dapat menjalani hidup dengan bahagia dan meraih keselamatan di akhirat.amin.

Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Perasaan Bersalah dan Sikap Menolak

Posted by Unknown Friday, March 8, 2013 0 comments

     Jika kita terus menerus dicela dan ditolak karena tidak dapat memenuhi harapan orang tua, atau jika kita harus menanggung beban emosional yang terlalu berat, maka kita akan terbentuk menjadi orang yang selalu saja merasa tidak disetujui atau kurang berbobot. Bila tidak dicintai dan dihargai oleh orang tua kita, bagaimana kita dapat mencintai dan menghargai diri kita sendiri? Dan jika tidak dapat mencintai serta menghargai diri sendiri, bagaimana kita dapat mencintai dan menghargai orang lain secara tulus? "cintai" kita akan selalu berpamrih kerinduan untuk diterima yang pada gilirannya menyebabkan kecemasan.

     Rendahnya harga diri ini akan menyebabkan perasaan bersalah yang menyeluruh. Bukan karena pada kenyataannya kita telah melakukan suatu kesalahan, tetapi karena ada suatu suasana langgeng di mana kita merasa tidak pernah berbuat sesuatu yang bermutu. Ini bukanlah kesalahan dalam arti sesungguhnya, tetapi suatu perasaan tidak tentram dalam diri kita yang memaksa kita harus menentramkan orang lain sepanjang waktu dan memaafkan diri kita terus menerus. Kita tidak pernah merasa yakin bahwa kita telah bekerja cukup baik untuk mendapatkan persetujuan. Kita berusaha menjadi orang yang dibutuhkan, terus menerus memberikan perhatian pada orang banyak dan berbuat baik untuk meyakinkan bahwa kita dapat diterima. Mengenai diri kita sendiri, kita diliputi keraguan yang mengerikan berkaitan dengan nilai diri kita.

     Cara hidup seperti ini sangat tidak memuaskan, Kebutuhan untuk mendapatkan persetujuan berarti bahwa kita tidak pernah dapat menjadi diri sendiri. kita harus selalu berusaha mencocok diri kita dengan gambaran orang lain tentang kita seperti yang kita inginkan.nya "cinta" dari orang lain membuat kita merasa sangat cemas.

     Relasi-relasi yang didasarkan pada kebutuhan untuk dibutuhkan senantiasa menjadi jebakan. Relasi seperti ini tidak didasarkan pada cinta dan kepercayaan, oleh karenanya menjadi relasi bersyarat. "ah. tetapi setiap orang merasa butuh untuk dibutuhkan,"kata orang, "itu wajar saja. "bukan begitu. Jikahal itu kita pertahankan sebagai cara untuk mendapatkan harga diri dan peneguhan maka kita berada dalam perbudakkan. Meskipun demikian, jika kita sepanjang waktu meletakkan diri kita pada posisi dibutuhkan dan setelah itu dapat membebaskan diri lagi, persoalannya menjadi lain.

     Apabila kita dikuasai rasa bersalah yang tidak tepat, biasanya kita tidak mudah mengampuni diri sendiri. Meskipun pada kenyataannya orang lain menerim, mencintai dan memaafkan kita, kita akan terus merasa buruk di dalam diri kita. Kelihatannya tidak masuk akal, dan kita menyadarinya, tetapi itulah yang terjadi.

     Dengan kesadaran seperti ini, seharusnya kita mulai mencari sebab-sebabnya dalam hidup batin kita. Kemungkinan besar kita akan menemukan sang anak dalam diri kita yang menanggung semua gejala rendahnya harga diri. kita tidak dapat menerima diri sendiri karena sebagai anak-anak kita tidak merasa diterima secara wajar, kata-kata peneguhan, sekarang ini sudah tidak ada pengaruhnya lagi. Kita akan memproyeksikan pada orang lain anggapan-anggapan batin kita: "menurut saya, saya buruj, maka mereka pasti juga berfikir bahwa saya buruk".

     Jika kita diminta menjelaskan siapa Tuhan, kemungkinan besar kita akan menggambarkan seorang tiran yang kaku, monster sadis yang menuntut kita untuk memperhatikan semua rincian tentang apa yang benar dan salah. Teman-teman kita harus memberi banyak waktu dan perhatian penuh cinta dan membutuhkan "campur tangan inkarnasi" untuk membantu agar kita dapat mempercayai cinta mereka, dan tahap demi tahap menerima Tuhan sebagai pribadi yang pantas kita percaya, penuh belas kasih, kehangatan, kebijaksanaan dan cinta. Kemudian kita akan lebih mampu mengampuni diri kita sendiri.

     Tentu saja ada perbuatan yang pada kenyataannya memang salah. Kita bertanggung jawab atas sesuatu yang kita lakukan sengan bebas, padahal seharusnya tidak kita lakukan. Kita harus bertanggung jawabdan sedapat mungkin berubah. penyembuhan tidak akan terjadi sampai kita mengakui, menerima dan memaafkan pelanggaran itu. Pengampunan yang diberikan sebelum kita benar-benar menyesal hanya dapat memperkeras sikap-sikap kita. Oleh karenanya ada kesalahan tambahan jika kita menerima pengampunan yang belum berhak kita dapatkan. Topi seorang anak yang secara sengaja telah memecahkan sebuah pajangan berharga dan kemudian merengek minta ampun bukanlah suatu pengampunan. Pengampunan berarti mengakui apa yang bersalah tetapi tidak membiarkan hal itu menghancurkan relasi. Pada kenyataannya keretakan ini dapat dipakai untuk memperdalam sebuah relasi.


Semoga Bermanfaat 

Baca Selengkapnya ....

Tekad atau Komitmen

Posted by Unknown 0 comments

Tekad atau Komitmen

“ Mengenai segala fakta tentang inisiatif dan penciptaan, ada kebenaran yang mendasar. Bahwa sekali seseorang benar-benar memiliki komitmen dalam dirinya sendiri untuk memenuhi potensi terbaik sesuai talenta yang dimiliki, maka Tuhan Yang Maha Kuasa juga ikut bergerak mendukungnya ”.

   Semua emosi jelas bermanfaat, akan tetapi kalau ingin lebih berhasil harus memiliki tekad yang kuat di dalam meraih sukses. Kan ada tantangan, hambatan, rintangan dan berbagai penghalang yang mencoba untuk menghalangi kita dari keberhasilan yang kita dambakan. Untuk itu, kita memerlukan apa yang disebut tekad atau komitmen.

    Memiliki tekad berarti kita melakukan apa saja yang berguna dan positif untuk meraih tujuan utama yang telah kita tetapkan. Kita bukan hanya mendorong diri kita sendiri, melainkan juga memiliki komitmen kuat dan tekad bulat, karena mengetahui bahwa apa yang ingin kita raih itu penting dan sangat berarti bagi diri sendiri dan sesama. Semua tindakan yang hasilnya memuaskan pada dasarnya berasal dari tekad atau komitmen yang kuat.

   Memiliki komitmen berarti kita melakukan segala upaya untuk mewujudkan apa yang kita impikan betapa pun sulitnya jalan yang akan kita lalui. Dengan semangat yang didasarkan atas tekad atau komitmen, kita dapat meraih apapun yang kita inginkan, asalkan kita mengetahui bahwa apa yang kita inginkan itu di dalam batasan realitas dan mungkin utnuk dicapai.

    Tanpa komitmen kita akan cepat merasa frustasi dan kecewa berat. Hidup ini terasa sangat sulit bagi mereka yang gampang menyerah, tetapi terasa ringan dan mudah bagi mereka yang memiliki tekad dan komitmen kuat atas tujuan yang telah mereka tetapkan. Keberanian melakukan segala sesuatu yang diperlukan untuk meraih tujuan adalah energi luar biasa yang mampu mengalahkan segala macam penghalang seperti ketakutan, kecewaan, bahkan untuk belajar dari setiap kegagalan. Dengan tekad dan komitmen yang kokoh untuk meraih tujuan berharga dan penting, segala masalah dan penghalang pun dapat dihancurkan.

   Kekuatan tekad atau komitmen dapat membedakan antara kegagalan dan keberhasilan. Tekad ini haruslah fleksibel terhadap realitas. Dengan fleksibilitas ini, kalau suatu pendekatan atau usaha meraih suatu tujuan itu gagal, maka kita dapat mengubah pendekatannya, dapat mencari alternatif lain yang jauh lebih baik. Kita harus berpegang teguh pada komitmen kita yang paling utama dan mendasar tetapi secara total tetap fleksibel dalam pendekatannya. Prinsip itu tidak berubah, tetapi kita dapat mengubah pendekatannya dengan tetap berpegang teguh pada prinsip.


Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Keyakinan

Posted by Unknown 0 comments
Dorongan

Keyakinan

“Saya percaya bahwa sehelai rumput tidak lebih kecil artinya dari riwayat sekumpulan bintang-bintang. Tetapi manusia memiliki arti dan potensi yang luar biasa besar, jauh melebihi dari apa yang dapat dia bayangkan. Potensi ini merupakan misteri yang belum pernah terungkapkan, hanya waktu yang akan membuktikan.”

     Rasa yakin atau percaya kita dapat berhasil, bahwa kita dapat meraih apa yang kita impikan, merupakan suatu kepastian yang mengisi hidup dengan berbagai kemungkinan. Cara paling tepat untuk memanfaatkan setiap detik, menit dan jam yang kita lalui adalah dengan memiliki rasa yakin bahwa kita bisa berhasil dan secara positif bertindak kearah keberhasilan itu. Kita perlu merasakan dan memastikan bahwa keyakinan dan kepercayaan itu ada dan tumbuh sepanjang hari. Keyakinan itu perlu kita tumbuh dan kembangkan menjadi emosi yang semakin kuat.

   Keyakinan membuat kita bertindak sekarang juga, tidak hanya menunggu, untuk membentuk masa depan dengan sebaik mungkin. Meskipun kita menghadapi situasi sulit yang belum pernah kita ketahui sebelumnya, tetapi karena kita memiliki keyakinan yang kuat dan gigih, kita akan mampu melakukan tindakan yang efektif. Kita tidak perlu mengetahui apa yang akan terjadi di masa yang akan datang karena kita percaya bahwa masa depan pastilah berpihak pada diri kita. Dengan demikian kita dapat bertindak secara efektif dan efisien. Masa depan akan dapat kita hadapi dengan keberhasilan penuh karena rasa percaya diri kita.

     Untuk menanamkan rasa keyakinan bahwa kita bisa berhasil, meskipun kita harus menghadapi tantangan dan situasi yang paling sulit, kita harus meraih sukses kecil yang berarti besar sesering mungkin. Kita harus memiliki misi dan visi hidup. Memiliki visi berarti kita dapat membayangkan dan merasakan suatu peristiwa yang kita inginkan sekarang juga, tidak menunggu terlalu lama dan membayangkan terlalu jauh ke depan.

  Salah satu cara untuk mengembangkan kepercayaan adalah dengan menumbuhkan dan melatihnya secara rutin dan praktis. Kalau kita diminta untuk mengikat tali sepatu, misalnya sudah tentu kita memiliki kepercayaan yang tidak tergoyahkan bahwa kita mampu melakukannya tanpa keraguan sedikit pun. Alasannya? Kita telah melakukannya beribu-ribu kali. Sudah tentu kepercayaan dapat dibangun dengan melatihnya secara konsisten dan terus menerus . Dengan melatih rasa percaya ini pada diri kita sendiri ataupun orang lain, bisa dipastikan kita akan kagum pada hasilnya.

    Guna meraih keberhasilan yang kita dambakan adalah penting untuk memiliki kepercayaan disbanding rasa takut. Sayangnya banyak orang justru lebih membesar-besarkan rasa takut di banding menumbuhkan keberanian mereka, bahkan ada yang merasa gagal sebelum mencoba. Kita perlu ingat bahwa sumber keberhasilan adalah menemukan cara yang membangun kepercayaan bahwa kita mampu meraih keberhasilan.


Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Kekuatan Pengendali Emosi

Posted by Unknown 0 comments

Kekuatan Pengendali Emosi

    Ternyata, Emosi adalah keajaiban yang perlu kita pelajari, pahami, dan miliki dalam kehidupan sehari-hari. Meningkatkan kemampuan kita dalam berkomunikasi dangan bahasa emosi akan memiliki control yang lebih tinggi atas diri kita sendiri. Emosi adalah kekuatan ajaib yang perlu kita bangunkan dari dalam diri kita, perlu kita manfaatkan sebagai kekuatan yang dapat mentransformasi hidup kita, mengubah kelemahan menjadi kekuatan, meningkatkan kekuatan yang sudah dimiliki dan melayani mereka yang kita cintai.

  Kekuatan ini bisa dinikmati kalau kita bisa mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Yang terpenting adalah bagaimana kita menerapkannya dalam meningkatkan kualitas hidup kita.

    Bagaimana kita dapat memiliki kekuatan untuk mengendalikan emosi? Intinya adalah dengan memperdalam pemahaman kita tentang bagaimana emosi itu dapat dimanfaatkan sebagai kekuatan positif dengan menerapkannya dalam situasi yang sedang kita alami. Hanya dengan menerapkan apa yang sudah kita ketahui maka kita dapat memanen manfaat berlimpah dari kekuatan pengendali emosi negatif dan kekuatan emosi positif.

     Kita bisa membayangkan betapa besar manfaat setiap emosi yang kita miliki. Kita tidak perlu ragu-ragu untuk memanfaatkan kekuatan emosi yang terdapat dalam diri kita. Setiap kali merasakan emosi tertentu, kita perlu mengetahui apa maknanya dan bergerak dengan cepat untuk memanfaatkannya sebaik mungkin. Kita cari cara efektif yang dapat kita tempuh guna meraih keberhasilan yang belum pernah kita bayangkan.
 
   Inilah yang dapat kita laksanakan yaitu menerapkan strategi efektif pengendalian emosi. Biarkan emosi menempati tempatnya yang paling sesuai, yang paling proporsional. Pikirkan cara-cara yang dapat kita raih untuk meraih kemajuan tanpa batas dan apa yang dapat kita laksanakan untuk meraih keberhasilan, itulah kunci efektif mengendalikan emosi.

   Kita bukan hanya perlu mempelajari setiap makna dari emosi yang kita rasakan, melainkan juga memanfaatkannya untuk kebaikan kita sendiri. Kita perlu bergerak maju dan memenuhi potensi tertinggi yang dimiliki oleh semua umat manusia. Kita perlu memanfaatkan secara maksimal semua potensi tersembunyi yang ada didalam diri kita dan mengubahnya menjadi kekuatan nyata. Meraih kemajuan besar akan menjadi lebih mudah kalau kita memanfaatkan kekuatan yang sudah ada dalam diri kita. Yang perlu dilakukan adalah mengetahui cara menggunakannya dan memanfaatkan untuk kemajuan kita dan sesama kita.

     Emosi adalah kekuatan ajaib. Setiap manusia memiliki emosi.Yang membuat setiap orang berbeda adalah apa yang dia ketahui tentang emosi dan apa arti yang dia berikan pada setiap emosi yang dia miliki, serta bagaimana tindakan yang diambiluntukmenanggapinya. Kalau seseorang menggap bahwa emosi itu menunjukkan sifat lemah, maka dia akan berusaha menghilangkan atau mengingkari emosi dalam bentuk apapun. Kalau seseorang mengetahui makna setiap emosi yang dia alami dan dapat menerjemahkannya ke dalam keputusan yang tepat tentang tindakan terbaik yang dia lakukan, maka dia bisa menarik manfaat besar dari kekuatan emosi.

   Emosi merupakan kekuatan tanpa batas karena tidak pernah habis, Sekaranglah saatnya bagi kita untuk melihat, mendengar dan merasakan bahasa emosi yang kita gunakan. Kita bisa membuktikan bahwa emosi adalah kekuatan ajaib dengan bertindak mempraktekkannya. Seperti yang di katakan Thomas Henry Huxley : “ Tujuan akhir dari hidup bukanlah pengetahuan, melainkan tindakan,” Kita perlu mewujudkan potensi yang ada didalam diri kita dengan tindakan penuh sukacita, kedamaian, kesejahteraan dan kebahagiaan.


Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Bersemangat Dalam Mengambil Tindakan

Posted by Unknown Thursday, March 7, 2013 0 comments
Bersemangat Dalam Mengambil Tindakan

     Kita harus mencoba untuk mengerti apa yang sebenar-benarnya kita rasakan, mencoba menghargai emosi itu dan tidak melawannya. Kita juga harus memiliki rasa ingin tahu tentang arti dari emosi itu dan pelajaran apa yang terkandung di dalamnya. pendekatan yang berbeda bilamana perlu bisa kita lakukan. Demikian juga belajar dari keberhasilan masa lampau terbukti dapat memberi hasil optimal.
Seperti yang kita harapkan dalam menghadapi masalah yang mirip antara dulu dan sekarang, kita perlu memiliki bayangan yang jelas tentang bagaimana masa depan kita akan jauh lebih baik dari sekarang dan memikirkan strategi yang dapat kita terapkan untuk mendapatkan hidup berkualitas.    Keyakinan teguh bahwa kita mampu meraihnya juga perlu kita pegang.
     Memanfaatkan emosi untuk meraih sukses itu menyenangkan: bergembira dan cepat mengambil tindakan, itulah kuncinya. Sebaiknya kita tetap bersukacita dalam keadaan dimana kita dapat menguasai dan memanfaatkan emosi dengan mudah. Tindakan yang kita lakukan untuk menguasainya membuktikan keyakinan kita.
     Kita perlu mengubah persepsi tentang emosi dengan mengekspresikan di dalam pikiran kita suatu perubahan yang dinamik dan positif untuk menciptakan tindakan yang penting. Ini akan memberi pengalaman baru, yang bermanfaat pada saat ini, dan juga untuk masa yang akan datang.
    Mungkin mempraktekkan langkah di atas pada awalnya sulit. Akan tetapi, hasilnya dapat segera kita rasakan. Awal dari kemahiran adalah dengan menggunakannya sesering mungkin. Semakin sering kita menggunakan pedoman ini, semakin baik pula penguasaan kita terhadap berbagai emosi.  Pada akhirnya kita mampu mengendalikan emosi untuk memetik manfaatnya yang menakjubkan.
   Saat yang tepat dalam menghadapi emosi adalah pertama kali atau pada fase awal kita merasakannya. Sebaiknya emosi tidak dibiarkan menjadi besar sehingga begitu sulit untuk dikuasai. Tindakan yang tepat perlu segera kita ambil sebagai jawaban atas panggilan bertindak yang diberikan oleh munculnya emosi. prinsip utamanya adalah menguasai emosi itu segera setelah kita merasakannya. tindakan pencegahanlah yang paling penting, sebelum muncul permasalahan besar yang biasanya lebih sulit dikendalikan.

Semoga Bermanfaat     

Baca Selengkapnya ....

Memahami Pesan yang Diberikan oleh Emosi

Posted by Unknown 0 comments

     Belajar memahami dan memanfaatkan pesan dari emosi berguna untuk mengambil keputusan yang efektif. Jadi kita belajar mengambil langkah yang paling tepat karena mendapatkan informasi yang diberikan oleh emosi. Rasa ingin tahu misalnya, mendorong kita untuk belajar lebih giat. Bertanya atau menyalurkan rasa ingin tahu akan banyak membantu kita dalam memahami arti emosi, menguasai emosi, memecahkan permasalahan, menghadapi tantangan dan mencegah masalah agar tidak terjadi.

     Kalau mulai merasakan suatu emosi, kita perlu bertanya tentang pesan apa yang diberikannya, "apa yang harus saya kerjakan sekarang juga untuk meningkatkan kualitas hidup?" Kalau kita merasakan kesepian misalnya kita harus berusaha untuk memahami maknanya dengan bertanya, "Mungkinkah saya hanya salah mengartikan situasi sekarang ini, yang mengatakan bahwa saya sendiri, padahal sesungguhnya saya memiliki banyak teman? Kalau saya mengunjungi seorang teman, bukankah mereka juga senang menerima kunjungan saya? bukankah kesepian sayamenunjukkan bahwa saya perlu bertindak untuk lebih banyak membuat hubungan dengan orang lain?"

     Kita dapat menggunakan beberapa pertanyaan untuk membangkitkan rasa ingin tahu tentang emosi kita :
  • Apakah sebenarnya yang ingin saya rasakan ?
  • Apakah yang harus saya percayai untuk memiliki  perasaan seperti yang sedang saya rasakan ?
  • Apa yang bisa saya kerjakan untuk menciptakan penyelesaian dan melakukannya sekarang juga?
  • Apa yang dapat saya pelajari ?
      Kalau kita memiliki rasa ingin tahu tentang emosi itu, kita akan belajar tentang perbedaan penting antara emosi terkendalikan dengan emosi yang tidak terkendalikan.Kita juga akan mempelajari manfaat emosi sebagai pelajaran berharga, baik untuk masa sekarang atau akan datang.  


Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Menggunakan Emosi Secara Proporsional

Posted by Unknown 0 comments
keseimbangan

  Apakah yang menjadi sumber emosi? Kitalah sumber emosi itu. Kita sendirilah yang menciptakannya, Banyak orang mengatakan bahwa mereka harus menunggu pengalaman tertentu untuk merasakan emosi yang mereka inginkan. Contohnya mereka tidak akan merasakan emosi cinta atau kebahagiaan atau rasa percaya diri kalau suatu harapan tertentu tidak dipenuhi. Yang pasti kita dapat merasakan apapun yang kita inginkan kapanpun kita mau dan dimanapun kita berada.
    Terkadang kita hanya menunggu sesuatu yang kita harapkan tetapi tidak melihat bahwa sebenarnya kita bisa mendapatkannya kalau tahu bagaimana menciptakan keadaan di mana harapanitu bisa terpenuhi, mengapa harus menunggu? Yang jelas kita tidak perlu menunggu sesuatu ataupun siapapun. Kita tidak perlu memiliki alasan tertentu untuk merasakan sesuatu yang baik. Kita dapat memutuskan dan merasakan apa yang baik saat ini juga, hanya dengan alasan dan kita menginginkannya.
   Jika demikian kalau kita adalah sumber emosi, mengapa kita tidak bisa merasa gembira setiap saat? Yang jelas emosi yang negatif memberi kita semacam pesan bahwa apa yang kita lakukan sekarang ini tidak benar atau tidak akan memberi hasil yang diharapkan. Alasan itu muncul karena ada sesuatu yang belum atau tidak benar pada carakita memberi nilai terhadap suatu peristiwa atau dalam prosedur yang kita gunakan, khususnya tentang cara kita mengkomunikasikan kebutuhan dan keinginan kita pada orang lain, atau pada tindakan-tindakan yang telah kita ambil.
   Emosi negatif muncul karena apa yang kita lakukan tidak menghasilkan apapun yang kita inginkan. Intinya adalah kita harus mengubah pendekatan kita. Ingatlah bahwa persepsi dikontrol oleh apa yang kita fokuskan.Bagaimana kita memberi penilaian atau interpretasi terhadap suatu peristiwa menentukan tindakan yang akan kita ambil. Kuncinya adalah kita bisa mengubah  persepsi, penilaian atau interpretasi dalam sekejap mata hanya dengan menanyakan pertanyaan yang lebih baik atau dengan mengubah keadaan yang kita alami baik di dalam diri kita maupun lingkungan sekitar.


Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Keseimbangan Merupakan Kunci Efektif Pengendalian Emosi

Posted by Unknown 0 comments

imbang
    Bagaimana mengendalikan emosi dan memanfaatkannya sebagai kekuatan yang kita miliki? banyak orang hidup di dalam ketidakberdayaan karena emosi yang dimiliki tidak dapat di kendalikan. Mereka mengeluarkan emosi tanpa pengendalian yang berarti, terarah dan positif. Seolah-olah ada emosi tertentu yang sangat ditakuti, dan dirasakan akan menyerang kapanpun emosi muncul.

      Kadang-kadang emosi dianggap sebagai sesuatu yang memiliki nilai dan sama sekali tidak perlu dimiliki. Sering ada juga anggapan bahwa emosi muncul karena kita bereaksi atas perkataan atau tanggapan orang lain, atau atas tingkah laku kita sendiri. Kita perlu melihat letak dan arti emosi secara proporsional sehingga bisa memanfaatkannya untuk kemajuan dan keberhasilan.

      Ada orang yang berusaha menghindari emosi atau perasaan tertentu yang tidak disukai, sehingga melakukan hal-hal yang terlalu menyimpang dan negatif. Mereka tidak mampu mengendalikan emosi dan mengubahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat dan mendorong. Untuk menghindari emosi tersebut mereka melakukan pelarian kedalam hal-hal yang merusak seperti minum alkohol berlebihan, menyalahgunakan obat-obatan, berjudi, makan berlebihan dan berbagai hal yang justru merusak.

     Ada orang yang menutup semua emosi hanya untuk menghindari diri dari luka emosi tanpa melihat potensi yang tersembunyi karena takut melukai diri sendiri atau orang lain, terutama dalam hubungan antarkekasih. Ada yang terlampau jauh dalam berusaha menghindar emosi bahkan mereka menghindari jenis emosi yang dapat menyatukan mereka dengan orang yang mereka cintai. ini tentu tidak baik dan sangat merusak diri sendiri ataupun orang lain.

      Jawaban untuk masalah diatas hanya satu yaitu adanya kesimbangan dalam memanfaatkan emosi, baik itu emosi negatif ataupun positif. Kesimbangan ada di alam. ada positif dan ada negatif, ada laki-laki dan ada perempuan, ada gelap dan ada terang, ada atas dan ada bawah, Demikian juga emosi ada emosi negatif dan ada emosi positif. Baik Positif maupun negatif, kedua-duanya diperlukan. Yang satu tidak akan menghilangkan atau menguasai yang lain, tetapi justru sebaliknya, saling mengisi dan melengkapi.
Semoga Bermanfaat 

Baca Selengkapnya ....

Fleksibel

Posted by Unknown 0 comments
imbang
     Fleksibel berarti dapat menyesuaikan diri. kalau suatu pendekatan tidak memberi hasil yang memuaskan, cobalah pendekatan lain. kalau suatu pendekatan yang kita percaya dapat memberikan hasil yang maksimal ternyata bukan pendekatan yang terbaik, kita harus mengubah pendekatan tersebut dan menggantikannya dengan lebih baik.
     Secara mendalam fleksibel bermakna bahwa kita bisa melakukan segala penyesuaian yang penting untuk memanfaatkan seluruh potensi yang kita miliki secara maksimal. Sesungguhnya sepuluh emosi negatif yang kita sebut sebelumnya adalah panggilan agar kita fleksibel didalam pendekatannya, bahwa kita perlu mengubah pendekatan yang telah kita lakukan. Menjadi manusia fleksibel berarti menjadi manusia yang berbahagia karena kita senantiasa dapat mencari cara-cara baru yang lebih baik dan sesuai dengan realitas.
     Tentu saja nyata bahwa di dalam hidup ini ada sesuatu yang tidak dapat kita kontrol, sesuatu yang di luar kemampuan kita untuk mengaturnya. Akan tetapi, kuncinya bukanlah pada kontrol, melainkan pada usaha untuk memelihara situasi paling baik dalam menemukan dan mewujudkan seluruh potensi yang ada di dalam diri kita.Jadi pendekatan yang fleksibel mengkondisikan diri kita untuk terlibat, memilih, dan meraih apa yang terbaik sesuai dengan prinsip universal yang berlaku.
     Sukses jangka panjang maupun jangka pendek tergantung pada bagaimana kita secara fleksibel mengatur segala tindakan kita. Sukses tergantung pada tindakan yang kita lakukan karena keberhasilan adalah buah-buah tindakan yang efektif dan efisien. Kebahagiaan atau kesedihan tergantung pada persepsi kita tentang hidup. Bagaimana kita menilai atau memberi arti pada peristiwa yang kita alami itulah yang menentukan.
     Zaman yang semakin sulit dan tidak menentu ini, kemampuan untuk menjadi manusia fleksibel, pandai beradaptasi dan menyesuaikan diri sehingga apa yang terbaik dapat diraih, merupakan ciri manusia yang berhasil dalam menghadapi tantangan zaman. Tentunya, kalau kita dapat menghadapi segala sesuatu dengan pendekatan yang terbaik, maka kita mampu memiliki dan mengembangkan rasa.

Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....