Showing posts with label Manajemen. Show all posts
Showing posts with label Manajemen. Show all posts

Karyawan Bisa Kaya

Posted by Unknown Tuesday, August 27, 2013 0 comments
Indonesia negara kaya raya, kekayaan itu tidak hanya berupa sumber daya alam tapi juga keaneka ragaman hayati, suku dan budaya. Disamping itu, Indonesia juga kaya akan mitos-mitos. Mitos adalah anggapan atau pendapat umum yang melekat pada suatu obyek atau kejadian. Misalnya mitos ibu hamil adalah ngidam, kalau tidak dituruti, konon anak yang dilahirkan nantinya akan menetes air liurnya.
Di dunia kerja juga terdapat mitos tentang karyawan, konon untuk bisa kaya harus jadi pengusaha atau memiliki usaha sendiri. Pertanyaannya apa ada karyawan yang kaya? Jawabannya ada! Kaya identik dengan penghasilan tinggi, sementara untuk kita yang bekerja sebagai karyawan.penghasilan atau gajinya sudah dijatah setiap bulan. Kalau meningkat, kenaikannya bisa diprediksi 5-10 persen per tahun.

Penghasilan tinggi adalah bahwa saudara mendapatkan uang masuk (cash flow) yang besar setiap bulannya, sedangkan kaya adalah seberapa banyak saudara bisa menyisihkan, menyimpan, dan menumpuk asset dari penghasilan yang saudara dapatkan. Apakah dengan memiliki penghasilan tinggi pasti kaya? Belum tentu! Tergantung cara pengelolahannya. Jika memiliki penghasilan tinggi tapi boros maka tidak akan kaya. Penghasilan terbatas tapi pengelolaan benar, maka akan kaya dan makmur.
Karyawan memang memiliki keterbatasan dalam penghasilan, namun untuk menjadi kaya saudara tidak harus menunggu sampai punya penghasilan besar. Saudara tetap bisa kaya berapapun penghasilan saudara. Karena kemampuan saudara mengumpulkan kekayaan tidak dilihat dari berapa besarnya penghasilan, tapi dari bagaimana saudara mengelola penghasilan itu.

Bagaimana caranya?
Walaupun penghasilan saudara sebagai karyawan umumnya dibatasi, tetapi saudara juga bisa memupuk kekayaan bila saudara mengetahui caranya.

1. Sedekah.
Dalam pengelolaan keuangan, sedekah sangat erat kaitannya dengan tanggungjawab sosial. Jika saudara mendapatkan penghasilan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah, menyisihkannya sedekah.
Pertanyaannya adalah bukankah dengan sedekah uang kita akan berkurang. Disinilah matematika Allah SWT berlaku, bahwa Allah SWT akan melipatgandakan hingga tujuh ratus kali lipat. Untuk sedekah, kita bisa mengalokasikan sekitar 10 persen dari penghasilan per bulan. Namun bisa juga lebih dari 10 persen. Ingat, Allah SWT akan melipatgandakan apa yang telah kita sedekahkan.

2. Investasi.
Investasi bermanfaat untuk meningkatkan kekayaan finansial di masa depan. Pilihlah produk investasi yang bisa memberikan tingkat pengembalian yang relatif besar dalam jangka panjang. Instrumen investasi seperti saham, properti, emas dan reksa dana merupakan asset produktif yang harganya cenderung mengalami kenaikan. Idealnya untuk dana investasi, ialah 30 persen dari penghasilan rutin perbulan.

3. Proteksi.
Milikilah proteksi berupa asuransi jiwa. Asuransi dimiliki bukan karena orang pasti meninggal, tetapi dimiliki karena yang ditinggalkan harus tetap hidup. Asuransi jiwa diperlukan karena memberikan rasa aman melalui antisipasi hilangnya pendapatan. Salah satu produk asuransi adalah unit link yang merupakan gabungan antara proteksi dan inventasi. Untuk asuransi, kita bisa mengalokasikan sekitar 20 persen per bulannya.

4. Atur Pengeluaran.
Dalam perencanaan keuangan, mengelola pengeluaran bulanan merupakan suatu hal yang penting. Bagi karyawan yang memiliki penghasilan tetap, akan relatif lebih mudah untuk mengatur pengeluaran. Yang penting adalah jangan sampai pengeluaran saudara melebihi pemasukan atau mengalami defisit keuangan. Pengeluaran disarankan hanya sebesar 40 persen dari penghasilan yang saudara peroleh setiap bulannya.   


Semoga Bermanfaat   

Baca Selengkapnya ....

Ikhwal Sales Promotion

Posted by Unknown Friday, April 26, 2013 0 comments
Dalam dunia perusahaan modern, sales promotion  adalah faktor yang sangat penting dalam kelanjutan perusahaan. Di negara majupun sales promotion adalah merupakan tulang punggung bagi sesuatu perusahaan. Mereka menyadari bahwa menghadapi persaingan dagang tanpa sales promotion adalah kerja sia-sia. Oleh sebab itulah kita lihat di luar negeri di mana saja, kapan saja, pada setiap kesempatan mereka mengadakan sales promotionyang tak tanggung-tanggung.
Media yang dipakai mulai surat kabar, majalah, TV, radio, papan reklame, kendaraan umum (bus), bahkan pesawat udara pun dipakai untuk reklame.
Bagaimana masalah sales promotiondi Indonesia ? Sejak masuknya investasi modal asing, terutama dalam bidang produksi, fungsi iklan sangat dirasa penting oleh perusahaan tersebut. Cobalah saudara perhatikan betapa hebatnya reklame-reklame Honda, Toyota, Zusuki, Emas dan lain-lain, menghabiskan halaman-halaman surat kabar. Belum lagi reklame-reklame yang ditempel, papan reklame yang bertebaran baik ditempat keramaian atau di sudut-sudut jalan penting. Mereka berani mengeluarkan ongkos iklan, karena lancarnya penjualan hasil produksinya.

Banyak yang belum sadar
Bagi perusahaan-perusahaan milik negara kita banyak masih belum banyak menyadari akan pentingnya sales promotion. Mereka beranggapan bahwa memasang iklan hanya pemborosan belaka, dan menambah onkos saja. Sebenarnya dugaan-dugaan demikian adalah salah. Mereka harus menyadari betapa kuatnya fungsi sales promotion bagi kemajuan perusahaan.
Apa sebenarnya fungsi sales promotion?
  1. Sales promotion  merupakan media penghubung antara produsen dan konsumen. Atau dengan kata lain sebagai  penghubung antara pembuat barang dan pemakai barang.
  2. Bertugas sangat berat yaitu untuk memperkenalkan barang, memperpolerkannya serta mempertahankan kepopulran barang-barang yang di produksi dan mengatasi persaingan.
  3. Berusaha membuat calon pembeli/langganan dekat pada barang-barang yang diiklankan. Untuk itu dalam sales promotion harus ada "daya penarik khas" yang selalu akan tertanam dalam hati langganan. Misalnya : reklame tapal gigi pepsodent selalu mempopulerkan kata-kata "senyum pepsodent", Kata-kata ini seolah-olah punya daya magnit sehingga istilah "senyum pepsodent" dipakai bagi gadis-gadis yang senyumnya menarik.
Jenis-jeni promotion :
Menurut cara penyebarannya dapat dibagi dalam 2 jenis :
  1. Sales promotion umum.
  2. Sales promotionlangsung.
Sales promotion umum 
Sales promotion secara umum sering dilakukan sehari-hari misalnya iklan di surat kabar / majalah, poster-poster yang ditempel atau papan reklame. Penempatan alat-alat sales promotion di tempat umum harus dapat menarik perhatian umum.
Kini masalah sales promotion semakin menarik karena timbulnya cara-cara baru serta teknik-teknik yang mutakhir dalam perusahaan.
Perusahaan-perusahaan yang memproduksi barang-barang yang menjadi sponsor-sponsor dalam sebuah kegiatan amal, misalnya : perusahaan assembling mobil mensponsori perlombaan mobil, auto rally, malahan juga fashion-fashion show. Umumnya mereka bersedia menjadi sponsor sebuah kegiatan yang sesuai dengan fungsi bidangnya. Tetapi, kini masalah sponsor-sponsor tersebut, sudah ngawur, karena yang disponsori festival band, Memang ganjil, tetapi dari segi sales promotion ia berhasil mengumpulkan masyarakat untuk melihat reklamenya.

Sales promotion langsung
Hal ini ditujukan langsung pada pribadi-pribadi pembeli/langganan. Kertas pembungkus yang bertulisan nama perusahaan, kantong plastik yang diberikan ketika belanja adalah merupakan contoh yang tepat. Selain itu sales promotion  langsung dapat berbentuk folder, brosur, brooklat, tentang barang-barang yang dihasilkan.
benda-benda ini dkirimkan atau diberikan langsung pada pembeli/langganan perusahaan. Dalam mengirimkan folder, brosur tersebut harus diperhatikan daya beli, suasana, tempat tinggal, kedudukan, serta pysicologi dari calon pembeli. Misalnya di sebuah daerah yang penduduknya kehidupannya bertani, kirimkanlah folder-folder tentang cangkul atau pupuk yang dihasilkan oleh pabrik. Jangan mengirimkan folder mengenai mesin-mesin cetak, alat komputer, Pasti saudara akan gagal total.
Bentuk-bentuk selebaran brosur, folder, tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Ucapan selamat pada hari-hari besar.
  2. Ucapan belasungkawa.
  3. Ucapan terima kasih atas seringnya pembeli tersebut berbelanja.
  4. Berapa prospektus yang berisi tentang barang-barang yang dijual lengkap dengan keterangan-keterangannya.
  5. Surat selebaran yang berisi tentang hasil-hasil produksi baru.
  6. Mengirim daftar-daftar harga.
 Dengan diterimanya folder-folder tersebut, berarti ada hubungan langsung antara penjual dan pembeli.


Semoga Bermanfaat


Baca Selengkapnya ....

Sales Promotion

Posted by Unknown 4 comments
Dalam dunia modern masalah advertising dan sales promotion adalah faktor yang sangat penting dalam kelanjutan perusahaan. Malahan di Eropa, Amerika dan Jepang, negara maju lainnya, masalah ini merupakan tulang punggung bagi kemajuan dan kekuatan perusahaan.
Dalam menghadapi persaingan dagang yang semakin tajam,tanpa sales promotion dan advertising adalah suatu kerja yang sia-sia. Apalagi pada masa kini pola perdangangan berubah, di mana kini barang yang mencari pembeli (buyer's market). Oleh sebab itulah di negara maju, di mana saja, kapan saja, pada setiap kesempatan perusahaan melakukan sales promotion yang tidak tanggung hebatnya.
Apakah sebenarnya maksud advertising dan sales promotion itu ? Advertising dan sales promotion itu adalah salah satu kegiatan-kegiatan dalam bidang pemasaran. Ia mempunyai tujuan untuk meningkatkan jumlah penjualan, dengan cara mempengaruhi pemakai barang (konsumen), baik secara langsung maupun tidak langsung.
Bagaimana masalah sales promotion ini di Indonesia? Apabila kita telaah, ternyata fungsi sales promotion ini telah dijalankan di negara kita. Hanya saja kegiatan-kegiatan advertising dan sales promotion tersebut masih secaa sederhana. Sekarang coba kita perhatikan penjual obat-obatan di pasar-pasar atau di kaki lima, secara tidak di sadari, mereka telah melaksanakan kegiatan yang efektif, agar obat-obatan yang dijual lebih banyak dibeli orang.
Caranya sederhana hanya dengan permainan sulap, berbual-bual dengan kalimat yang menarik. Kalau perlu diperagakan khasiat obat dengan cara tipuan yang mmpesona, Malahan di pasar-pasar malam atau pasar keramaian disediakan pelawak-pelawak atau penari-penari tradisional, sekedar alat untuk mempengaruhi konsumen untuk membeli.

Alat promosi merangsang pada semua bidang.
Akibat dari perkembangan pembangunan teknologi modern, ikhwal advertising dan sales promotion tersebut mengalami perubahan pula. Alat-alat komunikasi radio, TV, alat-alat cetak sebagai manifestasi kemajuan teknologi, banyak dipergunakan dalam kegiatan sals promotion dan advertising ini. Sejak masuknya modal-modal asing kedalam perekonomian Indonesia, fungsi sales promotion dan advertising tersebut terasa menjadi sangat penting dalam negara kita. Coba kita perhatikan pula bagaimana hebatnya reklame-reklame raksasa, Honda, Toyota, Rinso dan lain-lain yang menghabiskan halaman surat kabar.
Kita perhatikan juga reklame-reklame yang bertebaran di seluruh pelosok, d sudut-sudut jaln penting, dilapangan dan tempat keramaian. Pada mulanya bangsa Indonesia belum lagi menyadari akan arti penting sales promotion secara efektif. Mereka berpebdapat bahwa memasang reklame atau iklan yang besar-besar hanya merupakan pemborosan saja. Bagi perusahaan yang sudah terkenal, beranggapan bahwa tidak perlu lagi memperkenalkan hasil produksinya, karena sudah dikenal masyarakat. Syukulah pola-pola fikiran tersebut, pada masa kini telah mulai terpupus sedikit-demi sedikit. Buktinya kini dapat dilihat betapa banyaknya perusahaan nasional Indonesia yang telah terlibat dalam kegiatan advertising dan sales promotion yang modern.

Apakah beda advertising dan sales promotion ?
Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak mendengar istilah advertising dan sales promotion. Apabila ditinjau dari fungsi dan tujuan, sales promotion dan advertising mempunyai tujuan yang sama yaitu meningkatkan penjualan.
Perbedaan antara istilah advertising dan sales promotion hanya terdapat dalam cara tata kerjanya atau dalam teknis pelaksanaan saja. 
Advertising dalam pelaksanaannya lebih mengarahkan agar calon pembeli memilih barang-barang yang dijual. Dalam hal ini kegiatan sales promotion lebih banyak bersifatkan memperkenalkan dan menimbulkan kepercayaan calon pembeli.
Kegiatan advertising ini dilakukan secara tidak langsung dan dilaksanakan melalui media-media komunikasi seperti surat kabar/majalah, TV, radio dan sebagainya. Dalam pelaksanaannya sales promotion lebih ditekankan dalam memperkenalkan langsung barang-barang pada caln pembeli atau pada konsumen. Jadi dengan diperkenalkan secara langsung barang tersebut diharapkan akan timbul kepercayaan pada mereka barang-barang tersebut.
Dari keterangan tersebut diatas dapatlah diketahu bahwa istilah sales promotion dan advertising tersebut, mempunyai kesamaan dalam tujuan dan fungsi serta hanya berbeda dalam teknis pelaksanaan saja. Jadi dapatlah kita sebut pengertian advertising dan sales promotion adalah serupa tapi tak sama.

Keuntungan memakai sales promotion dan advertising
Sebenarnya banyak juga orang beranggapan bahwa dengan melaksanakan sales promotion dan advertising merupakan pemborosan atau ongkos, Jalan pikiran yang begini dapat dimaklumi karena setiap biaya sales promotion dan adertising tersebut dibebankan kepada harga pokok barang tersebut. Sehingga secara logika, kalau harga pokok lebih tinggi, tentu tidak mampu bersaing dengan barang-barang sejenis yang diproduksikan dengan perusahaan lain.
Pendapat diatas tidaklah seluruhnya benar. Apabila sales promotion dan advertising tersebut dilaksanakan secara intensif dan terarah, tidak selamanya harga pokok akan meningkat. Mengapa demikian ? Dengan melaksanakan sales promotion dan advertising, berarti perusahaan secara tidak langsung "mengundang" calon pembeli untuk membeli barang-barang yang djual. Semakin effektif dan terarah sales promoton dan advertising semakin banyak calon pembeli diserap untuk membeli barang-barang tersebut, Dengan banyaknya jumlah pembeli, berarti jumlah (omzet) penjualan dan keuntungan perusahaan menjadi meningkat. Selain daripada itu keuntungan per unit barang semakin meningkat pula, disebabkan harga pokok lebih rendah.


Semoga Bermanfaat
 

Baca Selengkapnya ....

Jika Saudara Menjadi Penjual

Posted by Unknown Tuesday, April 23, 2013 0 comments
Langganan adalah raja ! Langganan adalah tambang emasmu. Demikian pepatah wasiat orang pedagang. Melanggar kata hikmat itu, berarti mengundang bahaya kedalam usaha saudara. Yang bernama langganan itu adalah makhluk yang suka dipuja puji, dan suka diperhatikan apa maunya. kalau saudara seorang pimpinan perusahaan yang pintar, tentu harus pintar pula mengambil "hati" para langganan saudara.

Bagi saudara yang bekerja sebagai pelayan toko, saudara juga dibebani tugas untuk menyenangkan hati sang langganan. Memang sang langganan itu patut dimanja, karena sakunya selalu pnuh dengan uang dan hatinya penuh dengan keinginan.

Jika langganan berhati senang, tentu ringan saja tangannya, untuk merogo sakunya. Kemudian membayar barang-barang yang saudara jual dan kemudian saudara menerima dengan senyum penuh art, bukan ? Tetapi bagaimana caranya membuat langganan senang ? saudara tak perlu susah-susah memikirkan caranya. Di sini ada beberapa resep yang dapat dipakai oleh pelayan toko maupun oleh saudara sendiri sebagai bos yaitu :
  1. Ucapkanlah salam selamat pada langganan.
  2. Saudara harus memberikan kesan, bahwa saudara sangat memperhatikan langganan.
  3. Berilah calon pembeli kebebasan untuk memilih barang yang disukainya.
  4. Saudara harus menjual kegunaan barang, bukan barangnya saja.
  5. Janganlah saudara marah walaupun langganan tidak jadi beli.
  6. Gunakanlah demonstrasi-demonstrasi  untuk menarik minat calon pembeli.
  7. Janganlah merendahkan dan menghinakan barang-barang lain.
  8. Cobalah selalu mengingat nama langganan-langganannya.
  9. Berilah alasan yang tepat jika langganan menawar terlalu rendah.
  10. Ucapkanlah salam dan terima kasih.
Jikalau dikaji lebih dalam, sangat banyak lagi hal-hal yang perlu dilakukan untuk membuat hati sang langganan menjadi senang. Tetapi saya rasa "resep-resep" di atas, sudah merupakan inti dari dari segala sesuatunya. Tetapi jika saudara mempunyai resep-resep lain dari yang lain, boleh saja saudara cobakan pada langganan. Yang penting, apapun saudara buat, langganan harus merasa senang dan hatinya tertarik membeli barang yang saudara jual, selamat mencoba.
 
Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Mengapa Orang Membeli ?

Posted by Unknown 0 comments

Dalam kehidupan modern jual beli adalah merupakan keharusan. Di toko, di pasar, di kaki lima banyak orang berkerumunan. Kita lihat mereka, ada yang membeli barang dan banyak pula sekedar melihat-lihat saja. Bermacam-macam cara yang dipakai oleh penjual untuk menarik langganan supaya bersedia membeli barang-barang yang dijualnya.

Di toko-toko mereka memajangkan barangnya dalam susunan yang rapi di etalase. Bagi pedagang kaki lima, mereka menghamburkan suaranya, ditingkah dengan bermacam-macam lagak dan cara. Semuanya aktivitas itu tentu saja ditujukan untuk menarik calon pembeli, bukan ? Apabila barang-barang yang ditawarkan si penjual dihati calon pembeli, ia tidak ragu-ragu merogoh saku dan membayar harga tersebut. Tentu saja sang penjual, dengan hormat dan senyum menjualnya.

Tatkala saudara ingin membeli sesuatu, tentu saudara mempunyai suatu tujuan atau maksud tertentu. Dengan melakukan pembelian terhadap suatu barang atau jasa, saudara mengharapkan akan tercapai apa yang saudara inginkan. Jika saudara ingin membeli martil di toko besi, tentu saudara mempunyai maksud. Martil tersebut dapat dipergunakan ebagai alat bertukang. Begitu juga kalau membeli obat nyamuk, bukan berarti saudara mengobati nyamuk yang sakit, tetapi punya tujuan untuk membasmi nyamuk dirumah saudara, bukan ?

Sebenarnya banyak lagi penyebab yang menyebabkan orang membeli. Agar saudara maklum, biang keladi penyebabnya, adalah karena mengharapkan agar barang dibelinya itu dapat memenuhi tujuan atau pemuas kebutuhan sang pembeli.
Di sini ada beberapa penyebab seseorang ingin membeli diantaranya :
  1. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 
  2. Untuk prestise dan gagah-gagahan.
  3. Untuk memelihara kesehatan.
  4. Keinginan untuk mencontoh.
  5. Untuk memenuhi hasrat dan keindahan/kerajinan.
  6. Untuk mengurangi rasa cemas.
  7. Untuk memenuhi prinsip penghematan.
  8. Untuk kemudahan dan kesenangan.
 Yang bernama pedagang layak mengetahui penyebab orang-orang mau membeli demi lebih meningkatkan penjualan barangnya. Sebelum menjalankan pedoman-pedoman tersebut di atas terlebih dahulu, pedagang harus mengenal watak-watak dari calon pembeli.
Caranya dengan jalan menginterview mereka, mengadakan penyelidikan terhadap hasrat mereka, mengadakan penyelidikan terhadap hasrat pembeli. Nah, apabila hal ini sudah saudara ketahui sangat mudah memasukkan kelompok manakah pembeli-pembeli tersebut, silakan mencoba !

  Semoga Bermanfaat













  

Baca Selengkapnya ....

Agar Bos Tidak Marah Lagi

Posted by Unknown Monday, April 22, 2013 0 comments
Menjadi seorang bawahan, ibarat telur  di ujung tanduk kerbau. Tatkala peruntungan lagi baik, majikan bisa sayang seperti pada kekasih yang tercinta. Kocek sang bawahan tetap penuh setiap saat dan apa yang dirindui tentu bisa tercapai. Tetapi apabila bintang lagi redup, sang bawahan jadi loyo seperti roti kering ketimpa air. Apa sebabnya ? Rupanya sang majikan menjadi berang dan kasih sayangnya jadi melayang. Perkara menanggung resiko marah, ternyata sang bawahan selalu menerima sasaran pahit. Justru itulah yang bernama bawahan, harus sedia payung sebelum hujan, alias selalu siap siaga agar sang marah tidak mampir padanya.

Biang keladi apakah yang menyebabkan sang marah sudi singgah kepada sang bawahan ? Tatkala ditoleh sedalam-dalamnya ternyata amat banyak soal-soal yang menyebabkan sang bos bisa menyetor marah kepada sang bawahan dengan gratis. Apabila diperinci satu persatu biang keladi itu, alamat satu hari satu malam, belum habis membaca ikhwal ini. Nah, inilah masalah/kesalahan-kesalahan yang selalu terjadi dalam ikhwal pelaporan atau reporting di antaranya :
  1. Melapor dengan maksud, agar atasan merasa senang saja.
  2. Laporan yang tidak teratur dan tidak systematis.
  3. Laporan yang terlalu sederhana dan sulit dimengerti.
  4. Laporan yang tidak disertai inisiatif.
Selepas mengkaji ikhwal manajer yang suka marah-marah, patut pulalah kita berbincang-bincang mengenai cara menghilangkan amarah sang manajer. Khusus kepada bawahan yang suka dipelototin oleh manajer dalam soal melapor, layaklah diberi suatu nasehat yang bertubi-tubi. Dengan demikian sang manajer tidak bernafsu lagi meimpakan amarah kelamat sang bawahan. Nah, inilah petuah-petuah agar bos tidak marah lagi :
  • Mula-mula datang petuah. Saudara harus mengumpulkan info-infodan data yang lengkap mengenai ikhwal yang akan dilaporkan. Di sini saudara bertindak sebagai spion yang pintar cari info. Ingatan harus tajam dan data-data harus lengkap agar saudara tidak repot-repot dalam menghadapi pertanyaan sang majikan. Lalu apa lagi ? Apabila data dan keterangan telah saudara peroleh, barulah saudara menggolong-golongkan info, data tersebut. Maksudnya agar data-data yang tidak ada hubunganya dengan soal yang akan dilaporkan sebaiknya dibuang. Catatan yang berhubungan dengan masalah saudara, dapat dikumpulkan. Pendeknya saudara seperti memilih antah beras. Beras sama beras dan anath sama antah.
  • Kini saudara telah siap untuk menyusun sebuah laporan yang pantas untuk sang manajer, ibarat menulis surat cinta, saudara harus menyusun laporan sebaik mungkin, agar sang manajer berkenan membacanya. Saudara harus diingat ! Manajer itu bukan kekasih saudara yang suka dikibuli dengan kata-kata yang bersayap penuh kepalsuan. Manajer itu adalah makhluk yang suka pada ikhwal yang praktis saja dan tak menyukai kata-kata yang berlebih-lebihan dan bermuluk-muluk, Justru itulah, dalam laporan saudara harus to the point, mudah diambil kesimpulannya oleh sang manajer.
  • Agar supaya laporan saudara lebih afdhal perlulah saudara melampirkan data-data autentik, grafik-grafik gambar. Maksudnya lebih menjelaskan maksud laporan saudara. Saudara harus ingat bahwa bos saudara adalah orang yang selalu berprinsip waktu itu adalah uang.
  • Telah cukuplah petuah-petuah itu ? Ada sedikit lagi yang penting sebagai tip untuk saudara. Dalam membuat laporan saudara harus memberikan laporan yang positif, sehingga hasil yang akan diterima oleh bos saudara adalah positif pula.
Sebaliknya kalau saudara memberikan gambaran negatif, tentu hasil yang akan diterima bos saudara tentu bersifat negatif pula. Akibatnya tentu saudara harus standby untuk menerima amarah yang dilontarkan oleh bos. Nah, nasehat yang bertubi-tubi telah masuk ketelinga saudara dan kini mudah-mudahan laporan saudara telah menenangkan otak sang bos saudara. Akibatnya saudara jadi santai sedikit, bukan ?

Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Ikhwal Memberi Perintah

Posted by Unknown 0 comments
Tatkala membaca judul tulisan ini, saudara tentu tertegun-tegun, karena soal memberi perintah adalah perkara sepele dan tidak musykil adanya. Mengapa pula soal ini direpot-repotkan ? Apa sih sulitnya memberi perintah ? bos tinggal buka suara, keluarkan perintah. Pasti bawahan jadi menurut, seperti burung nuri mengangguk angguk.

Memang kelihatan mudah sekali ikhwal ini  Tapi awas ! Dalam kenyataannya banyak manajer atau bos yang gagal dalam usahanya karena soal memerintah ini saja. Belum tentu perintah yang sram dan pakai pelotot mata segala akan menghasilkan kerja yang seronok. Malahan kadang-kadang bawahan menjadi bengong dan kaku tatkala menerima perintah tak berseni datang kepadanya. Akibatnya mereka sama bengong dan hasilnya nihil belaka.
Jadi, bagaimana caranya sang perintah berkenan memberi suatu hasil yang indah kepada para bos dan manajer ?
Para ahli-ahli yang teramat pintar, berkenan memberikan petuah sakti pada saudara dalam soal-soal memerintah ini. Maksudnya jelas, aga saudara memperoleh tip yang berharga dan dijadikan pedoman dalam melayarkan bahtera usaha saudara.
Konon kabarnya perintah ini boleh dibagi menjadi empat macam diantaranya ;
  1. Perintah yang bersifat permohonan. Biasanya selalu dilakonkan dengan kalimat-kalimat yang merdu aduhai. Dapatkah kiranya anda menolong daku ? Maukah adinda tersayang.......? Dapatkah kiranya tuan ........? Dan banyak lagi kalimat-kalimat seronok lainnya.
  2. Perintah dengan suatu saran. Maksudnya terang agar yang diperintah berkenan menerima perintah itu. Tapi kalau penerima perintah tersebut tak berkenan menerima, tak usah dirisaukan. Namanya pun saran, jadi boleh ditolak mentah-mentah atau diterima dengan senyum-senyum lebar.
  3. Perintah yang bersifat sukarela. Ha, apa pula ini ! Mengapa sudah perintah, pakai sukarela pula ? Rupanya inilah model perintah yang luar biasa dan selalu dipakai untuk orang-orang yang biasanya menolak untuk berusaha.
  4. Perintah yang tegas/betulan. Nah inilah perintah asli yang benar-benar perintah tak boleh ditampik maupun ditolak. Yang menerima perintah ini boleh mesem muka, tatkala perintah gawat turun kepadanya. Perintah ini bersifat langsung pada sasaran, harus dilaksanakan, tidak boleh ditampik walau dengan alasan apapun juga. Jangan mencoba-coba melanggar perintah betulan ini, karena yang menerima perintah bisa berabe, kena damprat habis-habisan.
Manakala saudara telah menyimak macam-macam perintah tadi, tentu saudara berhasrat pula untuk mengetahui lebih dalam soal perintah bukan ? Perkara memerintah bukan soal yang mudah, sudah saudara maklum adanya. Yang penting bagi saudara adalah mengetahui biang keladi apa yang menyebabkan sang perintah tidak sudi memberikan hasil yang harus bagi manajer.
Dengan mengetahui soal ini, saudara lebih mudah memperbaiki diri agar dalam soal memerintah dapat bertindak lebih baik lagi dari sebelumnya. 
Ada beberapa kesalahan tertentu bila memberi perintah, diantaranya :
  • Memberi perintah sambil lalu saja.
  • Memerintah dengan berbicara terlalu cepat.
  • Menganggap bawahan sudah mengerti maksud perintah.
  • Adapula orang memerintah, khusus untuk memperlihatkan kekuasaannya saja.
  • banyak orang yang suka memerintah kepada rang yang penurut saja.
  • Tidak boleh memberi beberapa perintah dalam waktu yang sama.
  • Sekali-kali jangan saudara memberi perintah yang bertentangan kondisi dan ketentuan-ketentuan yang ada dalam perusahaan.    
Dengan demikian, bagaimanapun hebatnya fungsi saudara dalam perusahaan, tapi sewaktu memerintah saudara harus bertindak sebagai bapak yang mendidik, bukan menampilkan wajah seram saja. Ketika memerintah harus ditunjukkan wajah positif dan agar perintah dapat dilaksanakan secara efektif saudara harus menghindarkan kesalahan dalam memberi perintah, sehingga komunikasi yang saudara inginkan dalam perintah tersebut akan tercapai. Kalau tidak demikian, tentu saudara sendiri yang rgi bukan ?

Semoga Bermanfaat 

Baca Selengkapnya ....

Memecahkan Masalah

Posted by Unknown 0 comments

Setiap manusia dalam dunia fana ini selalu terlibat dalam segala persoalan, baik yang serius, gawat, maupun persoalan kecil-kecilan. Kesemuanya itu membuat manusia harus mengerutkan kening memikirkannya. Namun yakinlah bahwa setiap persoalan bagaimanapun gawatnya, pasti ada suatu jalan keluar untuk memecahkan masalahnya. Ini sudah merupakan hukum alam yang tidak bisa dibantah. Cuma, akhir dari suatu pemecahan masalah itu dapat bersifat poitif atau negatif.
Justru itulah, manusia selalu berusaha untuk memecahkan setiap masalah dengan mencari hasil yang bersifat positif, cerah, terang. Kalaupun terdapat hal yang agak negatif, akan dipilih/resiko yang paling sekecil mungkin.

Manusia yang mempunyai bermacam-macam profesi tentu akan mengalami problem (masalah) yang berlainan pula, sesuai dengan keadaannya dan kadarnya masing-masing. Begitu juga dalam pemecahan masalah terhadap persoalan, akan terdapat cara yang berlain-lainan menurut kondisi dan situasi masing-masing mereka.
Persoalan yang dihadapi oleh seorang importir besar, tentu akan berlainan dengan problem yang dihadapi oleh seorang dokter. Persoalan yang ditemui oleh seorang petani di dusun, tentu tidak sama dengan problem tukang cukur di kota.

Walaupun terdapat persoalan yang berlainan, pemecahan persoalan yang berbeda-beda, namun, ada suatu "langkah" yang sama dalam menghadapi pemecahannya. Langkah tersebut dapat diterapkan pada suatu persoalan-persoalan. Dengan demikian akan membantu pemecahan masalah sesuai dengan kondisi-kondisi dari persoalan-persoalan tersebut.
Langkah-langkah pemecahan masalah, Apakah langkah pemecahan masalah tersebut ? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, penulis ingin menggambarkan sebuah masalah yang dihadapi oleh suatu bagian dalam perusahaan percetakan.
Kepala bagian mesin cetak melaporkan bahwa sebuah mesin cetak surat kabar sering rusak dan kini dalam keadaan rusak berat. Laporan tersebut disertai saran-saran agar mesin cetak tersebut diganti saja dengan yang baru, karena pembiayaan untuk memperbaiki mesin tersebut sangat besar. Lagi pula mesin tersebut sudah sudah tua sekali, sakit-sakitan.
Untuk ini, pimpinan percetakan harus memakai "langkah-langkah" sebagai dasar untuk memecahkan suatu persoalan. 
Adapun langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Mencari ketegasan masalah dan menetapkan tentang hal-hal yang pokok.
  2. Masalah yang akan dipecahkan harus jelas.
  3. Mengumpulkan fakta dan keterangan-keterangannya.
  4. Menyelidiki kemungkinan pemecahan masalah.
  5. Mengambil keputusan dan melaksanakannya.
Apabila penyelesaian masalah sudah dipetik, harus diperhatikan follow up dari penyelesaian masalah tersebut. Misalnya : tukang mesin yang sembrono tersebut telah diganti, perawatan mesin harus lebih diintensipkan. Dengan demikian, tujuan yang positif dari pemecahan masalah tersebut akan tercapai.
jadi untuk memecahkan suatu persoalan bukanlah merupakan pekerjaan yang mudah, walaupun diberikan contoh-contoh yang sederhana saja, namun pada dasarnya dapat dipakai/diterapkan dalam memecahkan setiap persoalan baik yang kecil maupun yang gawat-gawat.  


Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Ikhwal Menggerakkan Manusia

Posted by Unknown 0 comments
Yang bernama manajer akan meraih sukses, kalau ada orang yang bekerja pada perusahaannya, coba, manajer apa namaya, kalau ia sendiri jadi bos, langsung merangkap tukang sapu, tukang tik, tukang penjual barang dan tukang-tukang lainnya dalam perusahaannya? Mungkin manajer kita ini mau menghemat dan semua dikerjakannya, sehingga ia punya pegawai cukup satu orang yaitu ..... badannya sendiri. Hasilnya sangat mengagetkan ! Sang manajer bukan memperoleh untung, malahan ia di boyong ke rumah sakit, karena tenaganya habis terkuras.

Agar sang manajer tidak berhati risau, perlulah ia dibantu oleh orang-orang lain dalam perusahaannya. Kemudian memberikan sebagian wewenangnya pada mereka-mereka itu. Sang manajer selesai membuat rencana yang dahsyat untuk kemajuan perusahaan. Selanjutnya tibalah masanya untuk menggerakkan bawahannya agar sudi bekerja.
Sepintas lalu ikhwal ini, tak perlu direpotkan, karena menyuruh pegawai bekerja adalah soal yang sepele, Toh, tanpa banyak cincong ia harus turut perintah bos, karena mereka makan gaji.

Anggapan yang demikian ternyata salah besar, karena pada zaman kini, faktor psikologis kemanusiaan harus diperhatikan dalam hubungan antara bos dengan pegawai. Apabila sang manajer kurang pintar mendalami faktor psikologis, alamat pegawai akan main kucing-kucingan, mereka bekerja kalau diawasi langsung.
Seorang bos yang pintar disamping memberi gaji yang layak, juga harus pintar mengambil hati bawahannya. Dengan demikian pegawai tersebut akan bekerja sungguh-sungguh rajin, patuh, menuruti semua peraturan bos.

Masih ada lagi ikhwal yang teramat penting untuk diketahui oleh para pimpinan/manajer agar selalu sukses dalam menggerakkan bawahannya, Nah, inilah resep-resep penting itu :
  1. Saudara harus pintar mempersenang hati pegawai, sehingga pegawai tersebut merasa dirinya dianggap penting.
  2. Saudara harus tanamkan dalam hati, bahwa sifat manusia tak mau putus asa, jadi tak usah "kaget" kalau banyak permintaan aneh-aneh dari pegawai yang muncul.
  3. Saudara harus pelajari perbedaan individu dari bawahan saudara, sehingga dapat diketahui jenis kebutuhan mereka masing-masing.
  4. Dalam menghadapi bawahan, saudara haruslah menjadi pendengar yang baik dan jangan sekali-kali mengajak bawahan saudara berdebat soal itu.
  5. Saudara harus mengetahui sedikit soal kejiwaan manusia dan saudara selalu "siap tempur" dalam menghadapi keluhan dan tuntutan bawahan.
  6. Dalam memerintah, berilah petunjuk yang jelas, terang cukup sehingga menutup kemungkinan untuk menghadapi bawahan secara langsung.
  7. Dalam pelaksanaan pekerjaan, saudara haruslah memakai sistim penyertaan, yang bertujuan menarik hati bawahan, agar mau memberikan pendapatnya, dalam setiap gerak perusahaan. Walaupun akhirnya hasil keputusan berada di tangan pimpinan perusahaan, tapi bagi sang bawahan sangat memuaskan. Mereka merasa dihargai untuk karena turut serta di bawa berunding dalam setiap gerak langkah perusahaan.
Selepas soal-soal yang bersangkut paut dengan menggerakkan manusia, saudara mesti ingat bahwa proses selanjutnya masih menanti saudara. Bagaimanapun pintarnya saudara dalam menggerakkan bawahan, namun saudara harus punya keyakinan yang kuat, tanpa keyakinan itu, saudara pasti gagal total. Bagaimana ? Terserah pada saudara untuk menilainya.


Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Controlling

Posted by Unknown 0 comments
control
Perkara menjadi manajer kelihatan seperti kerja yang sepele saja. Apa susahnya jadi manajer, tinggal buat nota, disposisi, perintah sana-sini dan panggil sekretaris yang aduhai. Lalu keluar dengan BMW yang mutakhir, makan siang di restaurant internasional dan bermain golf pada petang hari.
Saudara jangan khilaf ! Dalam prakteknya seorang manajer yang baik, tidaklah sesantai yang saudara bayangkan. Orang yang bernama manajer cakap, harus memikul segudang beban yang berat untuk kesuksesan usahanya. Lagi pula manajer yang baik harus bertanggung jawab keluarga, pegawai, dan masyarakatnya. Bayangkanlah, sang manajer harus berkerut kening memikirkan rencana yang matang, sebagai pedoman kerja dalam bertindak. Kalau tidak demikian roda perusahaan bisa ngawur keluar rel garis dan tujuan.

Tatkala rencana selesai dibuat, sang manajer tidak boleh bersantai-santai saja. Ia harus memikirkan pengaturan orang-orang yang akan melaksanakan rencana itu. Hal ini penting sekali agar, setiap orang pelaksana tahu akan tugas dan kewajiban masing-masing. Kemudian setiap orang diberikan wewenang yang kuat, untuk menjalankan rencana yang telah dimatangkan.
Apalagi? kini sang manajer yang telah repot dengan urusan pengaturan, ternyata belum boleh berleha-leha. Ia harus menggerakkan semua potensi manusia dan alat yang ada dalam perusahaan, agar bergerak searah dengan rencana perusahaan. Nah, soal menggerakkan ini juga membuat risau hati sang manajer, karena silap-silap semuanya bisa jadi berantakan

Langkah-langkah yang harus ditempuh agar pekerjaan pengawasan/controlling berjalan efektif :
  1. Menentukan standard (ukuran) pengawasan.
  2. Mengadakan evaluasi (penilaian) terhadap pelaksanaan dari objek yang dikontrol.
  3. Melakukan tindakan perbaikan, apabila terjadi penyimpangan dari standard.  
Dalam melakukan controlling/pengawasan saudara haruslah bertindak sebagai bapak yang bersifat mendidik dan bukan memamerkan kekuasaaan saja. Setiap mengambil tindakan untuk perbaikan haruslah didasarkan kepada objetivitas dan bukan didasarkan pada sentimen dan emosi pribadi, semoga saudara bisa sukses dan selamat menjadi pengawas yang baik.


Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Mengorganisasi

Posted by Unknown 0 comments
organisasi
Setiap hari saudara banyak mendengar kata-kata organisasi, mengorganisasi, diorganisasi. Yang hebatnya lagi kata-kata tersebut banyak dipakai dalam pidato-pidato yang berapi-api, tulisan-tulisan ilmiah atau populer. Tetapi kalau kita tanya, apakah maksud yang sebenarnya dari kata-kata organisasi tersebut pasti banyak yang kewalahan menjawabnya. Jadi apakah sebenarnya ikhwal organisasi itu?
 
Dalam kehidupan sehari-hari kita tentu banyak mengerjakan pekerjaan, baik yang dapat kita laksanakan sendiri atau dengan memakai tenaga orang lain. Begitu juga anda banyak memakai bahan-bahan, alat-alat serta pemantu-pembantu lainnya untuk menyelesaikan pekerjaan.
Jika ingin menambal ban sepedda yang bocor, terlbih dahulu tentu saudara mempersiapkan alat-alat dan bahan-bahan yang diperlukan untuk memperbaiki sepeda tersebut. Saudara tentu menyediakan obeng, tang, lem kertas pasir, gunting dan lain-lainnya.

Apa sebab saudara memakai kertas pasir? Kertas pasir gunnya untuk mengikis permukaan ban yang akan ditempel . Untuk memperkuat daya lekat karet penambal pada ban sepeda saudara. Untuk mengikis ban tersebut, saudara tidak dapat melakukannya dengan tangan dan alat-alat yang ada dalam tubuh saudara. Gunting dipakai untuk memotong karet penambal, obeng untuk menyongkel karet ban dari lingkar besi roda sepeda tersebut.
Seluruh pekerjaan tersebut tentu tidak dapat saudara laksanakan tanpa memakai alat-alat atau bahan-bahan pembantu tersebut, Kemampuan dan kekuatan saudara terbatas, bukan? Usaha saudara mempersiapkan alat-alat, bahan-bahan lebih dahulu untuk menambal ban sepeda tersebut, inilah yang kita sebut mengorganisasi.
Tatkala mengerjakan sesuatu, saudara tentu harus mempunyai suatu tujuan. Begitu pula dengan melakukan pekerjaan menambal ban tadi, saudara mempunyai tujuan, yaitu supaya ban tersebut tidak bocor lagi dan dapat memakai sepeda tersebut kembali.
Dari keterangan di atas layak pula ambil kesimpulan tentang maksud mengorganisasi. Yaitu mempersiapkan alat-alat tertentu, yang khusus untuk pekerjaan tertentu pula berdasarkan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan lebih dahulu.

penerapaan
Menterapkan ikhwal organisasi
Jika saudara seorang pimpinan, baik pemimpin militer, sipil, perusahaan, pimpinan sosial dan lain sebagainya, sebaliknya saudara menterapkan tekhnik-tekhnik pengorganisasi dalam bidangnya masing-masing. Dengan begitu tugas saudara menjadi lebih ringan dan usaha mencapai sukses.
Apabila saudara ingin membuka sebuah percetakan, terlebih dahulu saudara harus membuat rencana tentang pekerjaan yang akan dilaksanakan.
Jika rencana tersebut telah pasti untuk dijalankan susunlah titik pangkal organisasinya. Kemudian lakukanlah pekerjaan mengorganisasi, yaitu : mencari tempat yang baik, mesin-mesin cetak yang tepat, alat yang sesuai, serta orang-orang yang mungkin dapat melaksanakan pekerjaan tersebut.
Dengan kata lain, terlbih dahulu kita menerapkan alat-alat yang dibutuhkan, pekerjaan yang diinginkan, Akhirnya menghimpun semua yang dibutuhkan dan barulah diusahakan agar segala sesuatunya berjalan lancar. Jadi dengan keterangan tersebut jelaslah organisasi, mengorganisasi.
Banyak anggapan orang bahwa meng-organisasi ini masalah yang mudah, karena secara pikiran., sempit mengorganisasi indentik dengan memimpin saja. Mengorganisasi itu sebenarnya pekerjaan yang sepele karena apa yang ditetapkan oleh pimpinan harus dipatuhi oleh bawahan. Pendapat ini kelihatan memang benar, karena bawahan harus patuh apa yang diperintah pimpinan. Tetapi, jika pimpinan tidak memahami ikhwal organisasi dan menajemen, hasil yang dicapai bawahannya, pasti kurang memuaskan.Yang lebih berape lagi, jika hasilnya bertentangan dengan rencana yang ditetapkan.

Agar saudara seorang pimpinan yang baik, wajiblah saudara ketahui prinsip-prinsip dari mengorganisasi yaitu :
  1. Keahlian dan kesanggupan untuk mengerjakan semua jenis tugas dan pekerja.
  2. Adanya spesialisasi (spesialis staff).
  3. Harus diberikan kekuasaaan yang kuat atau adanya pemberian (pendelegasi) wewenang.
  4. Adanya kesatuan perintah.
  5. Pemimpin yang bertanggung jawab.
  6. Perintah harus tegas, jelas dan terang.
Dari keterangan ringkas tersebut di atas, jelaslah bagi kita apa sebenarnya maksud meng-organisasi dengan segala segi-seginya. Dengan dasar dan prinsip yang telah diterangkan di atas, saudara dapat menerapkannya segala jenis bidang pekerjaan baik yang berderajat khusus maupun yang bersifat umum, misalnya yang bersifat luas, adalah pada organisasi besar, perusahaan industri besar (raksasa) atau organisasi pemerintahan (internasional).

  Semoga Bermanfaat



Baca Selengkapnya ....

Manajer

Posted by Unknown 0 comments
manajer
Tatkala mendengar perkataan manajer, manajement, terbayanglah dalam benak saudara profil seseorang yang gagah dan berwibawa. Pakai dasi selebar sapu tangan, kaca mata night and day, menjinjing tas samsonite dengan rambut agak gondrong tetapi rapi jali. Imaginasi saudara terus melayang kepada kantor sang manager dengan ruangan ber AC, punya meja lux serta duduk di kursi yang empuk sambil menyedot cerutu Kansas. Jika diteruskan khayal saudara, maka akan tergambarlah profil manager yang ditaburi oelh suasana salon, mewah, santai, dan riang gembira.
Sepintas lalu, terlihatlah betapa sedapnya jadi manager, sambil relax di kamar dapat memerintah pegawainya. Lebih-lebih lagi apabila ia didampingi oleh sekretarisnya yang aduhai.....!
Apakah dalam kenyataan demikian santainya seorang manajer? Ternyatadalam praktek, seorang manajer yang baik, mempunyai beban berat yang harus dipikulnya setiap hari. Seorang manajer harus bertanggung jawab terhadap usaha yang dipimpinnya dengan penuh konsekuensi. Bertanggung jawab terhadap keluarga, masyarakat, dan pegawai-pegawainya.
Agar saudara lebih maklum soal-soal beban-beban yang dipikul oleh manajer, layaknya saudara infokan tentang apa dan siapa manajer tersebut.
Melirik pada fungsinya, seorang manajer/pimpinan harus selalu bertanggung jawab atas kelancaran jalannya usaha. Apabila sebuah perusahaan mendapat keuntungan, berarti ia boleh menampilkan senyum lebar di bibirnya. Tetapi apabila dilantak kerugian ia harus mempertanggungjawabkan. Kalau perlu dengan harta benda pribadinya. akhirnya yang akan keluar dari bibirnya senyum meringis, bukan?
Oleh sebab itu saudara jangan menganggap enteng tugas seorang manajer, walaupun dari segi luarnya kelihatan bertabur kemewahan. Untuk menjadi manajer yang baik, sangat banyak syaratnya yang harus dimilikinya. Tanpa mempunyai syarat-syarat tersebut, pasti manajer tersebut tidak akan sukses dalam melaksanakan tugasnya. Manajer serupa ini dapat disebut manajer gadungan atau manajer bloon.
Dan apakah syarat seorang manajer itu?
untuk menduduki jabatan manajer yang sukses, seseorang itu harus memiliki sifat-sifat khusus yaitu :
  1. Memiliki kecerdasan otak dan setengah komputer.
  2. Mempunyai kemampuan untuk memimpin.
  3. Mempunyai kemampuan untuk berhubungan dengan siapa saja.
  4. Mempunyai pemikiran yang logis dalam memecahkan persoalan.
  5. Punya minat dalam soal artistik dan seni.
  6. Mempunyai moral yang baik dan tidak pernah cacat.
  7. Andil dalam memutuskan hukuman atau tindakan.
  8. Mempunyai inisiatif yang besar tanpa didorong dari luar.
Jika saudara telah mengantongi sifat terpuji tersebut, yakinlah bahwa saudara akan mencapai puncak kesuksesan sebagai manajer.
Di samping mempunyai sifat-sifat yang "hebat" itu, seorang manajer harus pula mempunyai keahlian dalam menggerakkan orang lain untuk melakukan pekerjaan tertentu. Tujuannya adalah untuk menghasilkan sesuatu yang telah direncanakan oleh manajer terlebih dahulu.
Seorang manajer yang baik, tidak wajib mengerjakan semua pekerjaan, tetapi ia menugaskan orang lain untuk melaksanakan kerja tersebut. Coba saudara bayangkan betapa repotnya kalau seorang manajer yang pelit, mengerjakan semua pekerjaan kantornya, Ia mengetik sendiri surat-surat, menyapu lantai kantor, membuat kontrak pembelian besar-besaran, memposkan surat sendiri. Akhirnya sang manajer repot sendiri dan terpaksa digotong ke rumah sakit.
Tanggung jawab apakah yang dipikul oleh seorang manajer? Untuk memudahkan saudara, marilah kira lirik hal-hal yang dilakukan seorang manajer yang baik yaitu :
  1. Cakap dalam membuat rencana (planning).
  2. Manajer harus pandai mengorganisasi (organizing).
  3. Harus pandai menggerakkan bawahan (actuating).
  4. Manajer harus pandai mengawasi (controlling).  
jadi manajer ialah 
  • orang yang melaksanakan fungsi manajemen dengan sebagus-bagusnya.
  • orang yang mempunyai keahlian untuk menggerakkan orang lain untuk melakukan yang telah tertentu dan untuk menghasilkan sesuatu tertntu pula.
  • orang yang mencapai hasil tertentu dengan menggunakan faktor-faktor produksi terutama tenaga kerja, dengan melakukan tugas perencanaan, pengorganisasian, pengkordinasian dan pengontrolan akan produksi tersebut.
 Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Planning Resep Utama Sukses

Posted by Unknown Monday, April 1, 2013 0 comments
Menjadi seorang pengusaha itu sebenarnya untung-untungan. Jika bintang sedang terang, dalam sehari bisa sepuluh mobil mewah nongkrong di garasi, Setiap pagi makan roti keju, dilayani sang istri genit yang aduhai.
Tapi kalau nasib lagi dirundung sial, celana katok pun bisa lari ke rumah gadai, atau boleh juga menjadi tamu"istimewa" di Nusa Kambangan, apabila saudara menjadi penyelundup kelas kakap. Yang namanya pengusaha itu harus selalu sedia payung sebelum ketiban malang, Bagi pengusaha yang suka menganut kaedah "alon-alon asal kelakon", punya nasib seperti kerakap diatas baju, hidup segan mati tak mau. Yang kelewatan berani, jika bernasib baik, tentu memboyong rezeki nomplok kerumahnya, Hatinya boleh bercemas-cemas, kalau ketahuan belangnya oelh penegak hukum.
Bagi yang suka memilih, boleh ambil mana yang disukai, mau yang alon-alon asal kelakon boleh saja, kalau dipilih yang"berani" juga dipersilahkan, asal saja saudara tahan banting.
Bagi saudara yang kepingin jadi pengusaha yang baik, eloknya ambil yang di tengah-tengah saja, Tak usah alon-alon seperti kucing mengantuk, juga tak perlu terlalu berani, tapi mengundang malapetaka, Artinya saudara berdagang diatas rel yang lurus, punya perhitungan dan selamat badan sampai tujuan.

Planning Resep Untuk Sukses
Untuk menjadi pengusaha yang berhati"suci", ini bukan perkara mudah, ibarat meramu obat, menjadi pengusaha juga harus punya resep untuk mengantarkannya ke jalan yang sukses. Resep-resep tersebut, tidak akan manjur apabila tidak dimulai dengan suatu " Resep utama" yang disebut "Planning atau perencanaan".
Konon kabarnya yang bernama plnning itu sangatlah berkuasa sekali dalam setiap langkah-langkah kegiatan perusahaan. Jembatan mana yang dapat disiapkan oleh insinyur-insinyur botak, apabila tidak diberi jampi-jampi perencanaan.
Begitu gedung penjakar langit tak akan berdiri tegak apabila sang "planning" tak diundang. pokoknya planning atau perencanaan itu teramat hebatnya. Perkara membikin planning itu kelihatan hanya suatu kerja yang mudah saja. Apa susahnya membuat planning suatu pabrik tempe, kalau semua alat-alat dan modal sudah ada, tinggal buat rencana, panggil pemborong dan sebentar pasti siap.
Anda jangan khilaf, dalam prakteknya membuat planning secara serampangan, mau harap laba banyak ternyata ketiban rugi, nah, inilah akibat ulah dari sang planning yang dibuat dengan sembrono.

Agar Planning berhasil baik         
Jadi bagaimana caranya supaya "sang planning" itu terkesan memberikan hasil yang lumayan?
para ahli yang cerdik rupanya bersenang hati memberikan petuah pada anda. coba disimak !

1. Mula-mula datang nasehat yang pertama :anda harus menjelaskan masalah yang akan saudara lakukan itu, inilah pangkal cerita, agar rencana anda dapat berjalan sesuai dengan target saudara.

2. Datang lagi petuah baru. carilah keterangan-keterangan atau info-info yang lengkap mengenai kegiatan-kegiatan yang terkandung dalam rencan itu. Di sini sang kepala botak, berpesan agar saudara harus rajin-rajin jadi spion 007, pintar cari info dan bahan-bahan.
Ingatan harus tajam untuk mengingat pengalaman-pengalaman yang lalu, maksudnya lain tidak supaya otak saudara tak susah-susah mencari sumber-sumber data. Apalagi? datangilah sumber-sumber ilmiah dan catatlah data-data yang diperoleh dari riset. Juga dari buku-buku setebal bantal, baik dari perpustakaan maupun dari toko-toko buku, Pendeknya saudara harus pasang kuping yang terang, mata yang tajam serta cepat kaki dan ringan tangan.

3. Sudah cukupkah petuah-petuah itu? belum lagi, tiba-tiba datanglah petuah : saudara harus menggolong-golongkan informasi yang saudara peroleh.
Urusan saudara berubah dengan James Bond menjadi tukang godok, info-info catatan, bahan-bahan hasil research dan segala apa saja digodok dalam periuk analisa.
Dalam menggodok bahan-bahan yang diperoleh saudara harus pintar dan cekatan, Informasi-informasi berhubungan dengan masalah yang sama digolongkan sedemikian rupa, sehingga data yang sama dapat disatukan. Pendeknya seperti memilih antah dengan beras. Beras sama beras, antah sama antah. Dengan begitu saudara tidak bingung menghadapi banyak-banyak bahan-bahan yang akan digodok.
Apabila saudara telah siap menganalisa, berarti bahan rencana sudah siap untuk ditelorkan, alias setengah matang.

4. Selanjutnya saudara masih perlu dijejali petuah lagi, tentukanlah dasar pendapat untuk perencanaan dan batas-batasnya.
Petuah ini teramat baik bagi saudara. Saudara harus menjadi tukang ramal yang baik. Dugaan-dugaan, ramalan-ramalan serta kemunginan yang saudara anggap baik, lalu saudara tuangkan ke kertas, kemudian di golongkan kedalam beberapa persoalan yang sama. Akhirnya diberikan batas-batasnya, soal ini teramat penting sebagai dukungan kuat untuk membenarkan rencana saudara.

5. Masih ada lagi? nanti dulu, tugas saudara selanjutnya memilih rencana-rencana yang diusulkan.
Ibarat menarik benang dalam tepung, saudara harus menjadi pemilih yang baik, harus saudara pertimbangkan matang-matang mengenai kepastian sasaran, yang disesuaikan dengan biaya kocek saudara, silap-silap target yang saudara harapkan jadi berantakan.

6 Telah cukupkah? ternyata ada lagi yang perlu saudara dengar, buatlah urut-urutan terperinci dari setiap proses rencana tersebut.
Buatlah rencana urutan waktu yang diperlukan dalam menyiapkan rencana tersebut. Soal waktu ini sangat penting saudara ingat agar waktu untuk mengerjakan rencana tidak terbuang, ingatlah pepatah kuno : waktu itu uang bukan?   
Kalau saudara telah buat urut-urutan rencana tersebut, tentu saudara tak perlu repot-repot untuk memerintah dan menyuruh bawahan saudara bukan?

7. Agar jampi-jampi ini lebih manjur, akhirnya saudara diberi petuah yang mantap : supaya saudara tidak lengah haruslah diawasi tahap-tahap kemajuan dari rencana tersebut. 

Walaupun ramuan-ramuan dan jampi-jampi perencanaan itu sudah cukup, namun jampi-jampi tersebut belum mempan tidak disertai pengawasan. Mana tahu kalau-kalau ada pegawai yang lamban sebagai kucing mengantuk, tentu akan menggagalkan urutan rencana saudara. Ketimbang gagal sebelum planning berkembang, eloklah diawasi lebih dahulu perencanaan itu.

Jadi perlu diingat bahwa Planning atau Perencanaan ialah Fungsi dari seorang manajer yang berhubungan dengan pemilihan dari berbagai alternatif daripada tujuan kebijaksanaan, prosedur dan program (Koontz O'donnel).
 
   Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Tata Urut dalam Manajemen

Posted by Unknown Thursday, March 21, 2013 0 comments
manager
Pembaca yang budiman sudah tahu dan mengerti tentang manajemen adalah ikhwal menggerakkan orang lain, maka perlulah dikaji lagi soal tata urut dalam manajemen. Agar supaya pelaksanaan pekerjaan sang bos berjalan lancar, oleh para ahli menyediakan dan menjelaskan tata urut manajemen, berupa fungsi-fungsi manajemen yang dimaksud :
  1. Perencanaan
  2. Pengorganisasian
  3. Pengarahan
  4. Pengkordinasian
  5. Pengontrolan (pengawasan) 
kelima hal ini disebut fungsi-fungsi manajemen, jadi jelasnya setiap pimpinan perusahaan, haruslah melaksanakan fungsi-fungsi ini secara efektif dan menurut aturan main yang tertentu pula.

1. Dengan Perencanaan, sang bos harus menetapkan terlebih dahulu ikhwal-ikhwal yang akan dilaksanakan. Kemudian barulah disusun rencana-rencana penggunaan dana biaya, tenaga dan lain-lain agar tercapai target yang telah ditentukan.

2. Ikhwal Pengorganisasian berarti sang manager harus mengadakan hubungan yang tepat antara seluruh tenaga kerja yang ada dalam perusahaan. Maksudnya agar mereka dapat bekerja secara efesien, sesuai dengan target yang telah ditentukan.

3. Pengarahan dan Pengkordinasian berarti anda ditugaskan untuk menyusun dan mengkordinir teman kerja yang ada, sehingga pegawai tersebut bekerja secara baik dan effesien.

4. Akhirnya saudara harus melakukan pengawasan, agar pelaksanaan pekerjaan oleh bawahan tersebut sesuai dengan rencana yang telah anda susun lebih dahulu. Jadi dalam hal ini anda mengamat-amati dan memperbaiki segala tindakan bawahan agar berjalan sesuai dengan rencana.

Walaupun unsur dan fungsi-fungsi manajemen telah "ready for use", namun saudara masih perlu dibekali dengan fatwa keramat sekali lagi. Apakah itu?
Saudara harus pintar menggerakkan faktor produksi yaitu alam, tenaga kerja dan modal yang ada dalam lingkungan perusahaan saudara, untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan lebih dahulu.
Dalam menjalankan tugas-tugas tersebut, sudah tentu sang bos harus menggerakkan semua faktor-faktor produksi agar tidak lari dari tujuan yang telah ditetapkan lebih dahulu. Orang-orang yang pintar menggerakkan orang lain, inilah yang layak disebut manajer.

Nah demikian telah dijelaskan bagi pembaca yang budiman apa dan mengapa ikhwal manajemen itu, Setiap orang manapun di dunia modern ini, harus bekerja menurut kadar alamiahnya, dan berusaha meningkatkannya sesuai dengan aturan mainnya.

Untuk yang kepingin maju, saudara harus mendalami soal-soal manajemen agar selamat badan sampai ke tujuan. uraian tata urut dalam manajemen telah saudara baca dan pelajari, kini tinggal saudara mempraktekkannya dalam usaha saudara, Selamat Mencoba .....

Semoga Bermanfaat



Baca Selengkapnya ....

Ikhwal Seputar Manajemen

Posted by Unknown Wednesday, March 20, 2013 1 comments
rapat
Ikhwal manajemen secara umum telah saudara maklumi dan pahami, kini layak pulalah kita mengkaji ikhwal-ikhwal yang terselip di dalam manajemen itu. Ibarat benang sutera yang indah kalau diurai, manajemenpun dapat pula diuraikan secara indah.
Tatkala menilik pada petuah Prof. Oei Liang Lie ternyata terselip ikhwal yang perlu diperjelas, ikhwal-ikhwal apakah itu?

Yang jadi perkara dalam soal ini adalah tentang alat yang dipakai seorang bos untuk meraih tujuan yang sudah ditentukan itu. Wajib anda ingat bahwa setiap orang yang berusaha pasti memanfaatkan alam, modal dan tenaga kerja untuk mencapai tujuannya.

Hutan-hutan angker keramat, tempat bersemayam setan jembalang dibabat dengan jampi modernisasi sehingga menjadi tanah pertanian yang subur, kekayaan alam yang tersuruk diperlukan bumi, kini dikeruk oelh raksasa-raksasa besi hasil teknologi modern dan diolah oleh manusia-manusia modern. Apalagi ? Modal kaliber raksasa maupun bukan, disiram untuk membiayai proyek agar berjalan sesuai dengan rencana. Teknologi modern diunfang untuk meramaikan arus modernisasi dalam ikhwal berusaha.

Semua bersibuk-sibuk diri, sambil berdoa komat-kamit, agar dewi fortuna sudi singgah kepada orang yang punya kerja. Selepas mengerjakan ikhwal diatas, saudara belum boleh bersantai-santai, karena faktor alam dan modal saja belum cukup afdol untuk mencapai tujuan anda dalam manajemen. Hutan-hutan di Irian dan intan-intan di perut bumi Afrika tak ada artinya kalau belum diolah oelh tangan makhluk yang bernama manusia.

Bagaimana kalau saudara punya modal saja? ini juga masih belum cukup karena, biarpun saudara mempunyai duit bergudang-gudang, namun tak ada manfaatnya jika saudara simpan di dalam lemari atau dibawah kasur. Demikian pula kalau saudara punya segerobak modal, tetapi beban yang akan diolah tidak ada, tentu anda akan kewalahan bukan?

Tatkala modal dan sumber-sumber alam telah diperoleh, apakah ada! Yaitu soal manusisa yang pintar mengolah alam, mempergunakan dan memanfaatkan modal itu. Disebabkan karena manusia bukan benda mati, melainkan benda hidup yang punya nyawa, pemikiran, akal, kehendak, perasaan, tentu saja ikhwal ini perlu anda maklumi.
Justru itulah, para sarjana menganggap bahwa ikhwal manusia adalah merupakan faktor yang menentukan sekali yang dapat menggerakkan faktor alam dan modal tersebut.

Bayangkan dengan tenaga dan akal manusia, gunung besar dapat diratakan, Hutan-hutan lebat dibabat habis atau dasar laut dapat dikuras hasilnya. Demikian pula traktor segede gajah bengkak. dapat berjalan menyodok tanah, Kapal induk gergaji seenaknya berlayar dilaut lepas menggendong segudang pesawat tempur. Yang hebatnya benda-benda ini semua digerakkan oleh tenaga kerja yang bernama manusia.     

Kutu di Kepala Pragawati
Manakala segalanya sudah berjalan lancar, bukan berarti semuanya itu dapat dihasilkan oleh sembarang manusia. Perkara mengerjakan sesuatu, setiap orang pasti sanggup, asal koceknya terisi selalu. Tetapi untuk menjadi seorang manusia yang pintar mengatur dan menggerakkan manusia lainnya, wah ini namanya seperti mencari kutu di kepala pragawati.
Coba bayangkan apa yang terjadi ! sumber alam sudah ready for use, modal telah ditumpuk di meja tinggal pakai untuk satu proyek. Tenaga pekerja sudah tidak sabar menanti untuk diberangkatkan. Apakah ini sudah beres? ternyata belum lagi ! Walaupun semuanya sudah disiapkan namun kalau tidak ada manusia yang pintar mengatur dan menggerakkannya, pasti akan berantakan.

Disinilah perlu diundang manusia yang memegang jampi-jampi luhur dunia modern yaitu manajemen. Dengan senjata ampuh ini, sang manusia itu pergi ke medan juang, lalu mengolah tenaga alam agar bermanfaat, mengkomandoi modal yang ada agar tidak boros. Agar selamat badan sampai seberang,sang manusia harus berjalan hati-hati, ibarat resi yang penyabar.

Namun pada suatu waktu sang manusia harus dapat menjadi "harimau" yang ganas, tatkala bertemu dengan manusia-manusia yang handal. Suka atau tidak, anda harus pintar melaksanakan tugas, agar niat-niat yang telah dipasang dapat mencapai sasarannya.

Ikhwal ini teramat perlu digunjingkan, karena setiap rencana yang bagaimanapun dahsyatnya, kalau tak disertai dengan suatu tujuan pasti tidak seronok rasanya. Mau contoh soal ? Ada suatu proyek dengan rencana yang disusun via segala raker, konker, musbes seminar dan sebagainya. Segala sesuatunya telah matang dan manusia yang akan mengerjakan rencana itu telah ada, tinggal pakai.

Begitulah, pada mulanya pekerjaan berjalan mulus dan amat teratur sekali, namun anehnya lama kelamaan pekerjaan tersebut tak pernah siap dan selesai. Laksana arang habis, besi binasa, ternyata pekerjaan tersebut sia-sia belaka. Modal ludes dihirup proyek, tenaga ringsek kecapaian karena lesu darah danhasilnya tak menentu. Ha, kenapa bisa begini ! Ikhwal ini disebabkan karena pimpinan proyek hanya tahu merencanakan tetapi tidak menentukan apakah tujuan rencan itu. Fikirnya, perkara menentukan tujuan pekerjaan, bisa saja ditetapkan sewaktu pekerjaan sedang berlangsung. Nah akibatnya sang kepala atau manager jadi kacau balau pikirannya dan pekerjaan jadi berantakan.

Agar nasi tidak menjadi bubur, sebelum melaksanakan pekerjaan, sang kepala membuat rencana yang matang. Terus ditetapkan lebih dulu apa sebenarnya tujuan yang diidam-idamkan oelh sang kepala dari hasil pekerjaan itu.

Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Arti Manajemen

Posted by Unknown Monday, March 18, 2013 0 comments

sibuk
Yang bernama manajemen , ibarat kekasih aduhai yang selalu disebut-sebut oleh manusia modern, Sang manajemen yang tak berwujud nyata, teramat dirindui oleh makhluk-makhluk bumi yang mencap dirinya sebagai orang yang modern. Menurut Laurence B. Appley boss A.M.A (American Manajement Associations) bahwa manajemen itu adalah Keahlian atau kehandalan seseorang untuk menggerakkan orang lain agar sudi melakukan pekerjaan.

Tetapi menurut Prof. Oei Liang Lie dari Universitas Gajah Mada menyempurnakan fatwa om laurence tersebut dengan Manajemen itu adalah Seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, pengarahan, pengkordinasian dan pengontrolan dari pada human and natural resources untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan lebih dahulu..  

maksudnya begini, Setiap orang manapun,boleh saja memendam rindu untuk jadi pemimpin atau bos yang perkasa. Tapi untuk jadi seorang bos yang gagah lagi baik dan bertanggung jawab terhadap kelancaran usahanya, wah, ini sangat sulit sekali diperoleh.

Untuk menjadi bos yang bertanggung jawab dan pintar memimpin, tidak boleh sembarangan orang dapat mencapainya. Konon kabarnya untuk menjadikan seseorang pemimpin itu, ditentukan oleh bakat dan pembawaan serta sejak lahir. Selain itu seorang bos harus mempelajari bisa berkembang baik.

Tatkala dilirik sepintas lalu, sebenarnya tugas yang bos tak perlu dirisaukan . Apalagi susahnya memimpin dan menyuruh seorang bawahan untuk bekerja? toh, tanpa banyak cingcong ia harus turut perintah atasannya, karena mereka makan gaji.

Namun dalam prakteknya, tugas-tugas sang bos itu tidaklah segampang yang anda fikirkan. Terlebih-lebih pada zaman modenini (komputerisasi), manusia ingin serba cepat, praktis dan mendalami soal-soal psikologi, sehingga bos yang suka asal perintah beginian pasti tidak dapat pasaran. 

Jimat Manajemen
Seorang bos yang berjiwa modern, harus memakai "fatwa-fatwa" yang dikumandangkan ahli-ahli menajemen seantero dunia. Agar supaya petuah para ahli tersebut lebih afdol, seorang bos yang bermutu harus memegang "dua jimat" ampuh penangkal musibah perusahaan.
Apakah jimat itu? nah inilah dia : seni memimpin dan ilmu pengetahuan.
Ibarat petuah nenek-nenek zaman baheula, jimat manajemen itu harus dipegang teguh, mesti diamalkan tak boleh alpa sekejap pun.

Perusahaan manapun pasti terasa aneh kalau dipimpin oleh orang-orang yang pintar-pintar, bodoh atau bloon. Pasti perusahaan itu bisa amblas dalam sekejap mata, walaupun telah didrop modal berlipat ganda.. Justru itulah setiap perusahaan harus dipimpin oleh orang-orang yang tidak bloon alias orang-orang yang pintar-pintar. Mempunyai ilmu pengetahuan yang luas, berpendidikan, kreatif dan sebagainya.
Jadi jelaslah setiap tindakan sang bos tak boleh semrawutan, tetapi harus berjalan diatas rel ilmiah berdasarkan hukum-hukum dan methode ilmu pengetahuan pula.

Mengapa pula harus berseni-seni ?
Walaupun sang bos sudah berjalan dalam garis-garis ilmiah, ternyata masih ada yang kurang asam garamnya. Seorang bos yang hanya tahu dengan hukum-hukum dan methode ilmiah yang statis, pasti akan "kaku" kalau menghadapi bawahan sebagai manusia yang dinamis.

Agar manager tak berisau hati, perlulah ia memperhalus gaya memimpin dengan cara yang luwes dan berseni sekali. Anda harus ingat, sang bos tidak boleh keluar dari garis tujuan perusahaannya. Jadi unsur ilmiah tersebut dapat diperhalus dengan suatu gaya pembawaan atau seni memimpin yang luwes dan meyakinkan sekali. Terlebih-lebih menghadapi bawahan sebagai manusia yang selalu diselimuti faktor psikologi, seni memimpin ini harus diterapkan secara pasti. Campuran gaya seni dan ilmu pengetahuan ini, ibarat gado-gado yang nyaman perlu dihidangkan kedalam perusahaan.

Apabila kedua "jimat manajemen' tersebut telah disimpan dalam kocek, anda boleh bersenyum-senyum menanti datangnya kebahagiaan dalam dunia usaha anda. Konon kabarnya "jimat" ampuh tersebut disebut orang sebagai unsur manajemen.

Semoga Bermanfaat
      

Baca Selengkapnya ....