Mewujudkan Impian

Posted by Unknown Friday, August 30, 2013 1 comments
Melalui impian tersebut, diharapkan kita akan berusaha dan terdorong untuk mewujudkannya. Namun, tidak semua orang yang memiliki impian akan menuai kesuksesan, tanpa disertai dengan usaha tak ubahnya angan-angan kosong belaka.
Hanya orang-orang yang berjuang dengan sekuat tenaga yang dapat meraih mimpinya. Karena impian dan perjuangan itu berbanding lurus. Semakin besar perjuangan yang telah dilakukan, maka semakin besar pula peluang untuk mewujudkan mimpi kita.
Untuk mewujudkan mimpinya, setiap orang memiliki cara yang tidak sama. Dalam hal ini, kita dapat membedakannya menjadi tiga golongan. Golongan pertama adalah orang yang sangat menjunjung tinggi bekerja keras. Ia mewujudkan impian dengan cara berusaha keras tanpa mengenal lelah. Dan golongan kedua, adalah orang-orang hanya berdoa siang dan malam tanpa mengupayakan usaha dan kerja keras.
Sedangkan golongan terakhir adalah orang yang seimbang. Ia mewujudkan impiannya dengan perjuangan dengan disertai berdoa kepada Allah SWT. Karena ia percaya, bahwa setelah berusaha maksimal, Allah SWT jugalah yang tetap akan menentukan segalanya. Tentu golongan terakhir inilah yang perlu kita terapkan, yakni selain memaksimalkan usaha untuk mewujudkan impian, kita juga perlu spiritual dengan memohon kepada Allah SWT.
Pada dasarnya, semua tergantung pada diri kita sendiri bagaimana cara menyikapi dari mimpi yang ada pada diri kita. Apakah kita ingin memperjuangkan dan mewujudkan impian itu? Atau malah membiarkan mimpi kita dan pasrah pada takdir? Ya, pilihan itu ada di tangan kita, bukan nasib yang menentukan. Sebab perjuangan kitalah yang dapat menentukan arah kehidupan kita sendiri. Sebagaimana yang ada dalam Al-Qur'an yang artinya,"Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib sesuatu kaum kecuali mereka sendiri yang merubahnya." (Q.S. Ar-ra'du:11).
Hal tersebut terbukti dalam sederet nama tokoh besar dan ilmuwan yang tercatat dalam sejarah, tak terlepas dari kisah perjuangannya. Bahkan proses mewujudkan impian itulah yang bernilai tinggi, karena didalamnya terdapat perjuangan dan pengalaman yang berharga.
Seperti misalnya yang dilakukan oleh Thomas Alfa Edison dengan lampu pijarnya. Di tengah percobaannya, ia telah mengalami kegagalan sebanyak 9.998 kali. Hingga pada percobaannya yang ke 9.999 dia berhasil dengan sukses menciptakan lampu pijar yang dapat menyala dengan terang.
Dengan demikian, kita dapat mengetahui mengapa Edison dapat sukses mewujudkan impiannya? Jawabannya adalah karena perjuangan dan tekad yang kuat untuk meraih impian tersebut. Dengan kenyataan ini, masihkah kita enggan mewujudkan cita-cita dengan perjuangan?
Contoh di atas, seolah menunjukkan bahwa pemikiran dan tujuan yang mulia saja masih belum cukup untuk mewujudkan impian. Justru yang lebih kita butuhkan adalah berjuang melawan keputusasaan dan kepasrahan, atau perjuangan menghadapi kegagalan. Intinya, jangan pernah menyerah untuk menggapai impian kita.
Thomas Alfa Edison juga sangat menjunjung tinggi usaha keras. Hal tersebut dapat terlihat dari ungkapannya yaitu,"Genius adalah 1 persen inspirasi dan 99 persen keringat." Kata bijak itu telah menunjukkan, bahwa ia sangat menghargai kerja keras.
Selain itu, berdoa juga berperan dalam mewujudkan impian kita. Karena doa merupakan salah satu bentuk komunikasi manusia dengan Allah SWT. Mungkin orang jarang menyadari bahwa apapun yang mereka panjatkan saat berdoa, telah memberikan sugesti positif yang tertanam dalam pikiran bawah sadar.
Maka dari itu, ada baiknya setelah berusaha maksimal, kita berdoa kepada Allah SWT. Karena semua dapat terjadi kehendakNya. Apa yang telah kita usahakan, serahkan kembali kepada Allah SWT.
Dengan demikian, kita tidak hanya mewujudkan impian saja, namun juga sukses dalam spiritual. Percayalah bahwa dibalik susah payah perjuangan kita, pasti akan ada hasilnya. Mari wujudkan impian dengan perjuangan dan berdoa kepada Allah SWT.


Semoga Bermanfaat        

Baca Selengkapnya ....

Tips Memilih Sekolah Anak

Posted by Unknown Thursday, August 29, 2013 0 comments
Mau sekolah dimana ya? Mau kita sekolahkan dimana? Gurunya galak nggak ya? Kurikulumnya mendukung tumbuh kembang anak nggak ya? Sekolahnya bersih nggak ya?
Ya, tahun ajaran baru telah tiba. Kita sebagai orang tua mulai disibukkan dengan beberapa pilihan sekolah. Banyak pilihan, mulai baliho, leaflet, spanduk dan brosur dari lembaga-lembaga pendidikan semakin menambah bingung. Fasilitas yang ditawarkan serta keunggulan yang ditampilkan seperti berlomba-lomba menyapa para calon wali murid. Masing-masing berlomba-lomba menawarkan kelebihan yang dimilikinya.

Berikut tips memilih sekolah anak yang Insya Allah akan membantu kita :
1. Satukan Visi Dengan Pasangan.
Satukan visi dulu dengan pasangan kita. Mau diarahkan kemana pendidikan anak. Tentu harapannya sekolah yang lebih mengembangkan sisi spiritualitas. Percuma nilai akademiknya bagus tapi tidak hormat kepada orang tua. Percuma IQ-nya tinggi tapi selalu membuat orang tua malu akibat perbuatan jeleknya. Yang kita perlukan adalah, sekolah yang tidak hanya mengajarkan dan mendidik anak-anak pintar secara akademik, tapi juga anak yang mau mendoakan kita sebagai orang tuanya.

2. Perhatikan Jarak Sekolah.
Sebisa mungkin, carilah sekolah yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah. Selain si buah hati tidak bosan di jalan dan mengalami kelelahan, serta energinya tidak akan habis terkuras karena harus berlama-lama di jalan. Hal ini juga akan menghemat biaya yang kita keluarkan untuk transportasi.

3. Fasilitas.
Perhatikan apakah sekolah tersebut memiliki fasilitas yang dibutuhkan buah hati kita. Selain itu, sekolah yang baik adalah yang memberikan waktu lebih banyak untuk siswanya mengeksplorasi bahan-bahan pelajarannya sambil bermain dan berinteraksi dengan teman-temannya. Bukan sekolah yang mengharuskan siswanya terus menerus duduk dalam kegiatan belajar. Dengan begitu, perasaan nyaman ini akan memungkinkan anak untuk mengaktualisasikan kemampuannya.

4. Setting Kelas.
Sekolah menciptakan setting kelas yang fleksibel dan tidak membosankan, ruang kelas ditata agar anak betah seharian berada didalamnya. Namun belajar dapat terjadi dimana saja, duduk didepan guru, duduk melingkar, dibawah pohon atau di kebun sekolah. Lihat juga apakah anak-anak disekolah itu terlihat ceria dan kreatif. Apakah ruang kelas dihiasi karya seni para murid. Kalau ini dilakukan berarti disekolah tersebut sangat menghargai kreativitas murid-muridnya.

5. Guru.
Pastikan staf-staf di sekolah itu memang kompeten. Untuk mengetahuinya, bisa dilihat dari cara para guru memperlakukan murid-muridnya serta disiplin yang diterapkan. Carilah sekolah dengan jumlah staf yang memadai, sehingga buah hati kita mendapatkan perhatian sesuai kebutuhan mereka. Semakin kecil rasionya, anak-anak akan mendapat perhatian yang cukup dari guru sehingga kebutuhannya lebih mudah di mengerti dan dipahami.

6. Kurikulum Sekolah.
Program sekolah yang baik, sebaiknya memberikan banyak waktu untuk setiap anak untuk mendorong minatnya.
Saat ini sudah banyak sekolah sekolah Islam yang menawarkan kurikulum khasnya yang mengarah kepada keimanan dan ketaqwaan. Ada program pembiasaan akhlak Islam sehari-hari, membaca dan menghafalkan Al-Qur'an, serta program ibadah.

7. Biaya.
Orang tua sering terkecoh dengan anggapan bahwa semakin mahal sekolah semakin canggih dan terpercaya sekolah tersebut. Padahal tidaklah demikian. Kecanggihan suatu sekolah bukanlah dilihat dari biaya untuk dapat bersekolah di situ, tapi oleh materi dan metode pembelajaran yang tepat bagi murid-muridnya. Pilihlah sekolah yang sesuai dengan kondisi keuangan saudara.

8. Cari Referensi.
Jangan ragu dan malu untuk bertanya kepada orang lain tentang situasi dan kondisi sekolah tempat anaknya bersekolah. Carilah informasi mengenai sekolah tersebut dari beberapa orang tua murid di sana, tentunya akan ada pendapat positif dan negatif. Untuk membuktikannya, datanglah ke sekolah tersebut dan amati murid-murid di sana.

Hal yang terpenting untuk membekali anak bersekolah adalah kondisi keluarga. Di sekolah buah hati kita belajar sholat, mengaji dan program ibadah lainnya. Sementara kita dirumah tidak melakukan hal tersebut. Anak akan bingung. Dan karena anak lebih lama waktunya dirumah dan berada di lingkungan terdekatnya. Maka kebiasaan orang tuanyalah yang akan diikutinya.
Kalau orang tua menginginkan anak yang sholeh dan sholehah, bekali mereka dengan menyekolahkan di sekolah Islam yang mutunya tidak kalah dengan sekolah lainnya. Namun yang penting ialah, kegiatan positif anak disekolah harus didukung dengan perilaku dan teladan orang tua.


Semoga Bermanfaat      


Baca Selengkapnya ....

Muslim Kaya

Posted by Unknown Wednesday, August 28, 2013 1 comments
Harta kekayaan merupakan nikmat Allah SWT yang harus di syukuri. Dengan kekayaan tersebut, diharapkan bisa menjadi sarana untuk mendapat ridho dari Allah SWT. Yakni digunakan untuk beramal, seperti berqurban, haji, zakat, infak, shodaqoh, menyantuni fakir miskin, dan terutama menyantuni anak yatim. Itulah jalan yang diperintahkan oleh Allah SWT. Dari amal ibadah itu pula yang akan menyelamatkan kita dari siksaan api neraka
Pada dasarnya harta bisa menjadi berkah ataupun azab, tergantung pada cara bagaimana ia mendapatkan dan memanfaatkannya. Bagi manusia yang bertaqwa, pasti akan menyadari bahwa sesungguhnya kehidupan di dunia tidaklah kekal. Sehingga ia akan membelanjakan harta kekayaannya untuk beribadah.
Dalam hadist yang diriwayatkan Ibnu Majjah dan dinilai Shahih oleh Al-Busyairi dan Al-Albany, Rasulullah SAW bersabda, " Tidak Ada madarat (kerusakan, bahaya) dalam harta bagi mereka yang bertaqwa, tetapi kesehatan itu lebih baik daripada menjadi kaya bagi mereka yang bertaqwa."
Hal ini menunjukkan bahwa, ketika orang bertaqwa memiliki harta, maka tidak ada hal yang membahayakan bagi dirinya maupun orang lain. Karena itulah, tak ada dosa bagi seseorang untuk mengharapkan banyak uang, selama niatnya baik.
Namun, bila melihat realitas sosial saat ini, alangkah malunya ketika melihat saudara seiman mengemis di terminal, bus, kereta api dan tempat umumnya lainnya. Padahal Rasulullah SAW tidak mengajarkan emikian. Sebagaimana sabda beliau,"Demi jiwaku yang berada ditangan-Nya, sungguh seseorang yang mengambil tali di antara kalian. Kemudian dia gunakan untuk mengangkat kayu di atas punggungnya, lebih baik baginya daripada ia mendatangi orang, kemudian ia meminta-minta kepadanya yang terkadang diberi dan terkadang tidak diberi olehnya,"(HR. Al-Bukhori).
Sebagai sarana untuk beribadah, harta memegang peran yang cukup penting. Bayangkan, bagaimana saudara bisa sholat dengan tenang bila perut lapar, jika anak menangis meminta susu, sementara saudara tak sanggup membelinya. Bagaimana saudara bisa menyantuni fakir miskin, bersedekah, haji dan menyekolahkan anak untuk menuntut ilmu bila tidak punya uang sama sekali.
Bagi orang miskin peluang kecil untuk melaksanakan itu, karena jangankan untuk bersedekah, berinfak, menyantuni anak yatim, untuk memenuhi kebutuhan sendiri saja sulit. Selain itu, kemiskinan dapat memicu untuk berbuat kejahatan. Seperti sabda Rasulullah SAW,"Kemiskinanitu dekat dengan kekufuran, dan kedengkian itu dekat dengan mendahului qodar". (Faydhul Qodiir, juz 4, hlm.708).
Hal ini menunjukkan bahwa, adakalanya miskin itu membahayakan. Dari busung lapar, anak tak dapat sekolah, dekadensi moral, hingga memicu kriminalitas dan kejahatan. Itulah salah satu akibat dari kemiskinan. Berdasarkan hadist yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Imam Ahmad, disebutkan bahwa Rasulullah SAW selalu berdoa memohon perlindungan dari kemiskinan dan kekhufuran sebanyak tiga kali setiap matahari terbit dan terbenam. Doa Rasulullah SAW :"Duhai Allah, Aku memohon perlindunganMu dari kemiskinan dan kekhufuran. Aku juga memohon perlindunganMu dari siksa kubur. Tidak ada Tuhan yang patut disembah melainkan Engkau, Ya Allah."
Bukan hanya itu doa Rasulullah SAW, menurut riwayat Imam Muslim, sebelum tidur Rasulullah SAW selalu menutup hari dengan membaca doa, "Ya Allah, Lunasilah hutang-hutangku dan jauhkanlah aku dari kemiskinan."
Berdasarkan riwayat tersebut, bahwa Rasulullah SAW mengajari kita agar memohon perlindungan dari kemiskinan dan kekhufuran. Bahkan untuk soal kemiskinan dan kekhufuran ini, Rasulullah SAW selalu berdoa sebanyak tiga kali. Ini menandakan betapa sungguh-sungguhnya beliau memohon. Setiap usai shalat dan menjelang tidur, Rasulullah SAW juga berdoa dengan permohonan yang serupa. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika umat muslim kaya, sehingga dengan kekayaan yang diberikan oleh Allah SWT, dapat beramal lebih banyak lagi. Wallahu a'lam bisshowab.


Semoga Bermanfaat      

Baca Selengkapnya ....

Doa Kesuksesan

Posted by Unknown Tuesday, August 27, 2013 0 comments
Hidup di dunia yang hanya sementara ini, kita sudah memikirkan kehidupan yang abadi kelak, yakni kehidupan di akhirat. Amalan kita di dunia saat  ini, semuanya akan dihisab oleh Allah SWT kelak di akhirat. Dan sudah seharusnya kita mempersiapkan bekal amal sholeh selama di dunia.
Dan, amalan-amalan yang kita lakukan, tentulah harus ikhlas kita lakukan. Dengan keikhlasan itu, amalan kita akan bernilai disisi Allah SWT. Dan yang tidak kalah pentingnya, ialah keseriusan kita dalam berdoa kepada Allah SWT. Kita berdoa meminta pertolongan kepada Allah agar semuanya menjadi lancar. Ada beberapa hal yang kita harus selalu doakan kepada Allah SWT. Semoga dengan doa tersebut, semakin memacu kita untuk terus beramal sholeh.

Adapun beberapa permintaan dalam doa itu adalah :
1. Memohon agar kelak di akhirat, kita dikenali oleh Nabi Muhammad SAW.
Sewaktu saya melaksanakan suatu pengamanan unjuk rasa di Surabaya, saya bertemu dengan Kapolresta, beliau menegur saya, Saya sungguh merasa bangga dan senang dikenal seorang pejabat Kepolisian, Nah, saya yakin saudara pun akan merasa bangga dan senang jika dikenal oleh seorang pejabat. bayangkan saudara dikenal oleh Bupati, Gubernur atau bahkan presiden. Senang, bukan? Begitulah, kita akan merasa amat senang jika dikenal oleh seseorang yang besar, apalagi beliau mampu menolong kita ketika kita berada daam kesulitan.
Bagaimana hlnya kita dikenl dengan manusia terhebat, seorang rasul yang sangat dikasihi Allah? Tentulah kebahagiaan yang kita rasakan. Terlebih ketika di akhirat, dimana tak ada yang bisa menolong kita. Dan tentu kita merindukan pertolongan Rasulullah SAW. Dan, alangkah bahagianya ketika beliau mengenali kita sebagai umatnya dan belaiu pun memberikan syafa'atnya kepada kita. Allahumma amin.
Begitulah, saudaraku, Kalau ita ingin dikenali Rasulullah SAW, maka kita harus mengenali beliau terlebih dahulu. Pelajarilah akhlak beliau. Dan marilah kita teladani akhlak beliau. Semoga dengan begitu, kelak beliau dapat mengenali kita sebagai umat beliau.

2. Kita memohon agar kelak di akhirat, kita menerima buku catatan amalan kita dengan tangan kanan.
Oang-orang yang menerima catatan amalnya dengan tangan kanan kelak di akhirat, tentulah melakukan amalan sholeh ketika di dunia. Kalau kita menginginkan untuk masuk golongan kanan, maka kita tidak boleh lelah untukterus beramal sholeh. Istirahat kita adalah nanti ketika kaki kita sudah melangkah ke surga.
Memang tidak mudah, tapi kita harus berusaha berjuang sekat mungkin. Teruslah beramal sholeh. Ingatlah kematian itu pasti datangnya, meski kita tidak tahu kapan itu terjadi. Oleh karena it, jangan pernah lelah beramal sholeh di dunia ini, Insyaallah dengan begitu kelak kita termasuk golongan mereka yang menerima catatan amalnya dengan tangan kanan.

3. Kita memohon agar kelak di akhirat, kitadapat masuk surga bersama-sama dengan seluruh keluarga kita.
Akhirnya harapan kita adalah kelak bisa berkumpul dengan seluruh sanak keluarga. Semoga keimanan yang sudah tertanamkan dalam diri kita, yang kemudian kita amalkan dalam amalan sholeh dan dapat diikuti oleh anak cucu kita.
Begitupun amalan sholeh yang diturunkan oleh generasi di atas kita dan kita amalkan, dapat mengalirkan pahala kepada mereka tanpa mengurangi pahala mereka. Dengan begitu, semoga kelak kita dikumpulkan dalam surga Allah bersama sanak keluarga kita dengan kebahagiaan yang takkan pernah usai di akhirat. Amin....

   
Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Merubah Perilaku Buruk Anak

Posted by Unknown 1 comments
Tentu kita pernah merasa kesal dan frustasi melihat kelakuan buruk anak. Kita sudah menanamkan disiplin dan aturan-aturan yang harus dipatuhi, tapi mereka koq tetap melawan atau menentang kita? Disadari atau tidak, perilaku buruk anak banyak dipengaruhi oleh kebiasaan orang tua dalam mengasuh dan mendidik anaknya sejak kecil.

Berikut beberapa tips agar perilaku buruk anak bisa berubah :
1. Memberi contoh kepatuhan.
   Orang tua menjadi role model bagi anak. Misalnya, patuh terhadap peraturan lalu lintas, peraturan di lingkungan tempat tinggal, dan lainnya. Tentu, diharapkan contoh ini akan membuat anak sadar. Bahwa ketika kita berada dalam sebuah "otoritas" yang lebih tinggi maka kita harus tunduk kepada otoritas tersebut.

2. Berikan perintah yang jelas.
   Sering kita mengungkapkan pernyataan seperti, "Awasya, kalau nanti ikut, tidak boleh nakal!" Ungkapan tersebut tidak memiliki maksud yang jelas. Dalam benak anak, mereka akan menafsirkan sendiri apa yang dimaksud dengan nakal atau macam-macam. Sehingga mereka mencoba-coba untuk mengetahui yang dimaksud nakal atau macam-macam itu.

3. Buat batasan.
    Seorang anak bisa bersikap keras kepala jika dilarang atau diperintah. Hadapilah sikapnya dengan tegas, tapi jangan mengomel atau merayunya. Katakan apa yang kita inginkan, tegaskan bahwa ia harus melakukan apa yang kita katakan.

4. Peringatkan di awal.
  Ketika anak sudah terlalu lama bermain dan sudah waktunya untuk tidur, cobalah untuk mengingatkan lima atau sepuluh menit di awal. Dengan begitu anak tahu bahwa sebentar lagi ia haus berhenti bermain.

5. Ciptakan tujuan yang terjangkau.
   Seringkali orang tua menginginkan perilaku buruk anak berhenti seketika dan berhenti selamanya. Mungkinkah? Kenyataannya, perubahan perilaku adalah proses yang terjadi selangkah demi selangkah.
Kadang perilaku negatif anak berhenti seketika, tapi muncul lagi di kemudian hari. Jangan mengharapkan perubahan instan. Perubahan memerlukan latihan yang terus menerus, baik bagi anak saudara maupun bagi saudara sendiri.

6. Jika anak tidak berubah.
  Orang tua mudah menyerah ketika mereka tidak melihat adanya perubahan pada diri anak. Kemungkinan besar adalah, karena tujuannya yang salah. Orang tua yang berharap anak menjadi penurut 100 persen pasti gagal. Ingat , tujuan kita adalah "perbaikan".
Amati perubahan kecil yang terjadi pada anak, dan katakan padanya yang saudara amati. Mungkin perlu mengubah rutinitas dirumah untuk memudahkan perbaikan perilaku pada anak. Misalnya saudara mengubah jam mengerjakan PR dengan memperhatikan tingkat kesegaran anak. Atau TV dimatikan selam anak mengerjakan tugas. Bisa juga saudara menetapkan aturan baru, anak boleh bermain setelah PR selesai.

  Sekali lagi, setiap anak adalah pribadi yang unik. Perhatikan anak secara individu. Jangan bandingkan dengan anak lain ataupun anak dalam film-film. Jauhkan cara-cara kekerasan terhadap anak karena yakinlah bahwa itu tidak akan membuahkan hasil.



 
Semoga Bermanfaat    

Baca Selengkapnya ....