Manfaat Ilmu

Posted by Unknown Monday, September 2, 2013 2 comments
Begitu banyak cara untuk menuju surga. Selain melaksanakan kewajiban sholat lima waktu, menunaikan zakat dan berpuasa, ada satu amalan yang tak kalah penting hingga Allah SWT akan memudahkan jalan menuju surga. Amalan tersebut yaitu menuntut ilmu. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW bahwa,"Barangsiapa menempuh suatu jalan mencari ilmu,niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga."(HR Muslim).
Pada dasarnya, sebelum melakukan ibadah-ibadah tersebut, kita perlu memahami ilmu tersebut, mengamalkannya dan melaksanakannya.Misalnya, untuk melaksanakan sholat, maka sebelumnya kita harus berwudhu, bersih dari najis dan memahami tata cara sholat. Maka, tak dapat dipungkiri lagi bahwa ilmu memang sangat penting.
Sebagaimana kisah Nabi Sulaiman AS. Ketika diberi pilihan antara harta, tahta kerajaan dan ilmu, Nabi Sulaiman AS memilih untuk mendapatkan ilmu daripada harta dan kerajaan. Hingga dengan berbekal ilmu inilah, maka Nabi Sulaiman AS berhasil menjadi raja yang cerdas dan kaya raya atas izin Allah SWT.
Bercermin dari kisah tersebut, kita dapat mengetahui betapa besarnya manfaat ilmu dalam kehidupan ini. Saat menghadapi persoalan hidup, kita dapat mengetahui jalan yang benar dan yang salah. Begitu pula saat bersikap, kita dapat mengetahui sikap yang baik dan buruk. Dengan demikian, kita dapat mengetahui mana arah menuju surga dan neraka, sehingga kita dapat memilih untuk melangkah kearah kebaikan dan meraih kebahagiaan dunia akhirat.

Mengamalkan dan Mengajarkan
Amalan tanpa ilmu nerupakan hal yang sia-sia, sedangkan ilmu tanpa amal merupakan hal yang sangat disayangkan. Pada hakikatnya, ilmu dan amalan merupakan hal yang sama pentingnya. Hanya memiliki ilmu saja, masih belum cukup untuk membuktikan ketaatan kita kepada Allah SWT. Meskipun kita mengetahui tata cara sholat, zakat dan puasa namun kita tidak pernah melaksanakannya tentu saja kita tetap berdosa. Begitu pula dalam kehidupan sehari-hari, kita perlu mengamalkan ilmu dalam bertingkah laku, seperti bersikap baik, toleransi dan tolong menolong. Jadi, perlu disadari bahwa sesungguhnya keberhasilan dari menuntut ilmu yaitu dengan mengamalkan ilmu tersebut.
Bagi orang berilmu sudah jelas mana yang benar dan salah, namun untuk mengamalkan yang baik dan buruk merupakan suatu pilihan yang mengandung konsekuensi. Apabila kita tidak beramal dengan ilmu kebaikan yang ada pada diri kita, maka bagaimana di hari akhirat kelak?
Dalam Al-Qur'an surat  As-Sajdah ayat 12, Allah SWT : "Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya,(mereka berkata):"Ya Tuhan kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin."
Maka dari itu, perlu diingat bahwa kita harus menggunakan waktu di dunia ini sebaik mungkin dengan menuntut ilmu dan beramal baik dengan ilmu tersebut. Selain itu, alangkah baiknya jika kita juga dapat mengajarkan ilmu tersebut kepada anak-anak dan masyarakat sekitar, sehingga bermanfaat bagi orang lain. Hal ini sesuai dengan hadits riwayat Bukhori:"Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Qur'an dan mengajarkannya."(HR. Bukhori).

Manfaat Ilmu
Ada begitu banyak manfaat ilmu yang seringkali tidak kita sadari baik dalam kehidupan sehari-hari maupun sebagai bekal di akhirat nanti. Diantaranya yaitu :
  1. Allah SWT akan meninggikan derajat orang yang berilmu. Beberapa derajat sesuai dengan amal baik yang pernah mereka lakukan. Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya:"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (Q.S. Al-Mujadalah:11).
  2. Orang yang berilmu akan mendapatkan seluruh kebaikan. Dalam kehidupan ini, kita tidak pernah lepas dari ujian dan permasalahan. Namun, hanya orang berilmu yang dapat menyelesaikan dengan baik. Bahkan, dengan ilmu tersebut tak jarang orang berilmu mengajarkannya kepada orang lain sehingga ia mendapatkan kebaikan yang banyak. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW,"Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama."(HR. Bukhori dan Muslim).
  3. Mendapatkan pahala yang tak terputus. Saat ajal telah menjemput, kesempatan untuk memperbaiki semuanya sudah tertutup. Semua amal perbuatan dan pahala akan terputus, kecuali tiga hal. Salah satunya ilmu yang bermanfaat. Sebagaimana hadits dari Abu Hurairah yang menerangkan bahwa Rasulullah SAW bersabda."Apabila anak Adam (manusia) wafat, maka terputuslah semua (pahala) amal perbuatannya kecuali tiga macam perbuatan, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh yang mendo'akannya."(HR. Muslim). Demikianlah manfaat ilmu agar kita terus belajar dan mengamalkannya. Sesungguhnya tidak ada batasan usia untuk mencari ilmu, karena menuntut ilmu merupakan salah satu jalan menuju surga. Semoga ilmu yang kita dapatkan bisa bermanfaat di dunia dan akhirat.

Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Ikhlas

Posted by Unknown 1 comments
Ikhlas artinya kita berbuat dan melakukan apapun hanya dengan niat untuk meraih ridha Allah SWT, bukan untuk apapun dan bukan untuk siapapun. Ikhlas adalah kunci diterimanya ibadah dan bentuk-bentuk amal kebajikan. Meski besar nilainya di mata manusia, amal tersebut tidak ada artinya di mata Allah SWT bila tidak dibarengi dengan keikhlasan. Namun, sekecil apapun kebajikan itu di mata manusia, bila dibarengi dengan niat ikhlas, ia sangat besar nilainya dihadapan-Nya.
Perhatikan firman-firman-Nya di dalam Al Qur'an, semua menegaskan keikhlasan."Katakanlah, sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam,"(QS:Al-An'am (6):162).
Dalam QS Al-Bayinah (98) ayat 5, Allah SWT menegaskan bahwa umat-umat terdahulu (para ahlul kitab) juga diajarkan untuk berbuat ikhlas dalam buku-buku mereka. Mengapa? Karena, keikhlasan inti dari agama yang benar. Kepada Rasulullah SAW, Allah SWT menegaskan,"Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur'an kepadamu (Muhammad) dengan kebenaran. Maka, sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah lah agama yang bersih."(QS:Az-Zumar(39):2-3).
Hadits berikut ilustrasi mengerikan dalam perjalanan panjang di Hari Akhir bagi sosok-sosok alim dan yang tampak dalam tampilan fisiknya seperti manusia suci. Yakni yang pertama akan diadili dimahkamah Allah SWT adalah orang yang mati di jalan perang (syahid). Ketika ditanya, ia menjawab bahwa ia berperang sampai mati syahid. Dikatakan kepadanya,"Kamu bohong!Kamu berperang dengan niat supaya kamu dikatakan pemberani, dan orang-orang sudah menyebut itu." Apa yang terjadi? Ia pun diseret dan dimasukkan ke dalam api neraka.
Lalu kedua, ualam, pengajarAl-Qur'an, dan pencerah umat. Ketika ditanya, ia menjawab bahwa ia mencari ilmu dan mengajarkan Al-Qur'an. Lalu dikatakan kepadanya,"Kamu dusta! Kamu mencari dan mengajarkan ilmu dengan niat supaya dikatakan alim, dan orang-orang percaya itu," Apa yang terjadi? Ia pun diperlukan sama, diseret dan dicampakkan ke dalam neraka.
Dan yang ketiga, hartawan dan dermawan. Ketika ditanya, ke mana harta itu dipergunakan, ia menjawab bahwa ia telah menginfakkannya untuk umat. Lalu dikatakan kepadanya."Kamu pembohong!kamu lakukan itu dengan niat supaya disebut dermawan, dan orang-orang pun percayaitu." Lalu apa yang terjadi? Ia pun diperintahkan untuk dilempar ke dalam jurang neraka.
Ternyata banyak amal kebajikan, bahkan hingga menguras harta, berpeluh keringat dan darah, tapi kemudian sia-sia dan tak berbekas. Bahkan direspons dengan siksa neraka, oleh karena tidak disertai dengan ikhlas. Karenanya, mari kita tempatkan kebajikan kita dalam ruang suci bernama ikhlas. Jangan takut bila perbuatan kita tidak diketahui atau tidak dipuji orang. Karena pujian orang banyak tidak ada artinya bila Allah SWT menolaknya. Tapi, takutlah bila perbuatan kita ditolak Allah SWT karena tidak ikhlas.
Sebut sebuah hadits,"Seandainya seseorang di antara kalian melakukan suatu kebaikan di tengah padang sahara yang sangat sepi, dalam ruang tertutup tanpa pintu, amal itu suatu saat pasti akan ketahuan juga."


Semoga Bermanfaat


Baca Selengkapnya ....

Perlunya Mendampingi Anak

Posted by Unknown 1 comments
Tahun ajaran baru bagi orangtua yang akan memasukkan anak-anaknya ke sekolah baru, memasuki awal tahun adalah waktu dimulainya kesibukan mempersiapkan kebutuhan si kecil untuk bersekolah.
Urusan sekolah memang bukan saja beban bagi anak-anak, namun juga beban bagi para orangtua. Selain mempersiapkan segala kebutuhan untuk sekolah seperti peralatan dan seragam, hal yang terpenting untuk disiapkan oleh orangtua adalah mental set anak.
Orangtua harus membantu setiap anaknya, agar mereka siap mental begitu memasuki sekolah atau kelas baru. Mengapa begitu? Karena baik anak yang memasuki sekolah baru, misalnya dari TK ke SD atau dari SD ke SMP, maupun anak-anak yang pindah (naik) kelas, mereka pasti membutuhkan waktu untuk beradaptasi yang cukup.

Untuk anak-anak yang akan memasuki sekolah baru, dibutuhkan waktu 3-6 bulan untuk beradaptasi. Karena mereka harus menyesuaikan diri dengan 7 aspek :
  1. Teman baru yang belum dikenalnya.
  2. Lingkungan sekolah baru. Anak-anak memerlukan adaptasi dengan cara tempuh menuju sekolah, berapa lama waktu tempuh.
  3. Beberapa guru atau wali kelas baru yang harus dikenali dan dipelajari karakternya oleh anak, untuk penyesuaian diri mereka saat belajar.
  4. Jarak rumah - sekolah.
  5. Fasilitas gedung sekolah, seperti kamar mandi, ruang kelas, musholla, kantin dan fasilitas lainnya.
  6. Peraturan sekolah.
  7. Peraturan kelas. Beruntung  jika anak, mendapatkan guru atau wali kelas yang bijak, dapat mengajak atau melibatkan siswa kelasnya dalam membuat peraturan kelas. Namun, bagaimana kelas dengan peraturan yang sudah ditetapkan oleh guru secara turun menurun? Tentu perlu penyesuaian tersendiri.
Sedangkan untuk anak yang baik kelas, waktu yang dibutuhkan untuk beradaptasi adalah sekitar 2-3 bulan. Karena meskipun ada beberapa teman baru, mereka umumnya tetap berada pada lingkungan sekolah yang sama.
Meski begitu, waktu adaptasi tersebut tetap tergantung pada usia masing-masing anak serta kondisi lingkungan sekolah dengan sistem belajar dan kurikulumnya.
Pada anak yang memiliki kebutuhan bergerak banyak, sedangkan sekolah menuntut siswa-siswanya untuk duduk, diam dan mendengarkan sepanjang pelajaran dalam kelas, tentu menjadi tantangan tersendiri. Bisa jadi metode pelajaran seperti itu kurang cocok, sehingga orangtua perlu memperhatikan dengan seksama kebutuhan belajar yang tepat bagi anak-anaknya.
Persoalan ini menjadi lebih kompleks jika anak memasuki sekolah baru bersamaan dengan ia memasuki usia remaja. Karena ia memerlukan adaptasi ditengah masa ia sedang mengalami perubahan hormon pada tubuhnya, yang bisa mengakibatkan timbulnya kekacauan emosi, serta perubahan pola pikir dari berpikir secara abstrak.
Perubahan pola pikir dan hormonal ini sama sekali tidak diketahui dan dikenali oleh anak itu sendiri. Sehingga dibutuhkan pendampingan penuh orangtua untuk membantu anak agar bisa melalui masa-masa sulit.
Selain itu, orangtua sebaiknya melakukan kunjungan untuk mengumpulkan informasi tentang sekolah baru anak-anaknya dengan berkenalan pada guru-guru dan kepala sekolah. Orangtua wajib melakukan persiapan khusus untuk pribadi anak. Yaitu kesiapan memberikan pendampingan dan kemampuan memahami perasaan anak (ketika anak banyak mengeluh tentang berbagai kesulitan yang dihadapinya disekolah baru). Untuk itu, semua diperlukan komitmen orangtua dalam bentuk "keinginan" dan "waktu".

Semoga Bermanfaat   

Baca Selengkapnya ....

Kedermawanan Abdullah bin Umar

Posted by Unknown 2 comments
Abdullah bin Umar merupakan putra dari Umar bin Khattab yang memiliki keistimewaan dalam ilmu dan amalnya. Ayahnya sangat mendukungnya dan mendidik dalam hal keislaman. Bahkan, karena saudari kandungnya yng bernama Hafsah binti Umar menjadi istri Rasululah SAW, maka ia senantiasa meneladani sifat dan kebiasaan beliau.
Abdullah bin Umar termasuk orang yang hidup makmur dan kaya raya. Ia merupakan pedagang dan saudagar yang jujur dan berhasil dalam sebagian besar kehidupannya. Di samping itu, gajinya yang berasal dari Baitul maal (kas negara) dapat terbilang tidak sedikit. Namun, tunjangan tersebut tidak di simpannya, melainkan dibagi-bagi kepada fakir miskin dan anak yatim.
Bagi Abdullah bin Umar, kedermawanannya itu tidak membuatnya khawatir akan jatuh miskin dan kelaparan. Sikapnya yang senang memberi kepada orang lain menjadikannya dikenal sebagai orang yang sangat pemurah.
Seseorang bernama Ayub bin Ma'il Ar Rasibi pernah menceritakan salah satu contoh kedermawanan Abdullah bin Umar. Pada suatu hari, Abdullah bin Umar menerima uang sebanyak 4.000 dirham dan sehelai baju dingin. Hari berikutnya, Ayub bin Ma'il melihatnya dipasar sedang membeli makanan untuk hewan tunggangannya secara berhutang. Maka, Ayub bin Ma'il pergi menemui keluarga Abdullah bin Umar."Bukankah kemarin Abdullah bin Umar menerima kiriman 4.000 dirham dan sehelai baju dingin?"tanya Ayub bin Ma'il.
"Benar." jawab salah seorang dari keluarga Abdullah bin Umar.
"Saya lihat ia tadi di pasar membeli makanan untuk hewan tunggangannya dan tidak punya uang untuk membayarnya,"kata Ayub bin Ma'il.
"Tidak sampai malam hari, uang itu telah habis dibagi-bagikannya. Mengenai baju dingin, mula-mula dipakainya,lalu ia pergi keluar. Saat ia kembali, baju itu tidak kelihatan lagi. Ketika kami tanyakan, jawabnya bahwa baju itu telah diberikannya kepada seorang miskin,"tutur keluarganya.
Setelah mendengar penjelasan tersebut, Ayub bin Ma'il pamitan pulang. Dalam perjalanan, Ayub bin Ma'il berkata dalam hati, sungguh kedermawanan Abdullah bin Umar bukanlah sebagai alat untuk mencari nama, popularitas atau mempeoleh penghormatan dari manusia. Semua niatan itu berasal dari dalam hatinya yang tulus dan semata-mata karena Allah SWT. Pemberiannya pun hanya ditujukan kepada fakir miskin, anak yatim dan orang yang benar-benar membutuhkan. Ayub bin Ma'il menambahkan, jarang sekali ia makan seorang diri, karena pasti disertai anak-anak yatim dan kaum fakir miskin.
Suatu hari, Khalifah Utsman bin Affan pernah menawari Abdullah bin Umar untuk menjabat sebagai hakim. Namun, ia tidak mau menerimanya dan memilih menjadi warga biasa. Memasuki masa tua, Abdullah bin Umar kehilangan penglihatannya. Sahabat yang paling banyak meriwatkan hadits setelah Abu Hurairah ini, kemudian wafat pada tahun 72 hijriyah dalam usia 84 tahun.

 Semoga Bermanfaat


Baca Selengkapnya ....

Sedekah Menolak Balak

Posted by Unknown 1 comments
Hidup ini tidak seindah yang dibayangkan. Banyak hal yang tidak terduga menghampiri hidup kita. Kepahitan dan kegetiran adalah warna yang memoles lembar kehidupan manusia. Meski sesungguhnya bagi orang yang beriman, dunia ini adalah surga tak berperi dengan kenikmatan dan keelokannya yang tidak bertepi.
Untuk kita yang saat ini sedang dalam kubangan musibah, ada baiknya kita mencoba menyisir jalan kebaikan berikut ini. Atau, kita yang sedang dihantui kegagalan, inilah amalan yang menghibur untuk menolak berbagai kemungkinan balak.
Pertama, melazimkan doa. Orang yang terbiasa dengan berdoa akan mengalir sebuah kekuatan yang mampu menjadikan dirinya tegar. Bahkan, doa adalah sebuah proteksi ampuh menstabilkan kondisi hati dengan berbagai macam keadaannya. Disebut oleh Nabi Muhammad SAW,"Tidak ada yang mampu menolak takdir kecuali doa." (HR Ahmad). Bahkan, ada doa yang langsung dari Allah SWT untuk menuntun kita terhindar dari berbagai ujian, musibah, dan bala."Duhai Allah jangan sekali-kali Engkau uji kami di luar batas kemampuan kami."(QS Al-Baqarah:286).
Kedua, kesungguhan taqwa. Banyak disebut oleh berbagai ayat bahwa kesungguhan dan keseriusan dalam ketaqwaan mengantarkan ketangguhan spiritual dalam menyelesaikan setiap kesulitan hidup. Ini artinya semangat taqwa menghindarkan sebuah peristiwa buruk dalam hidup manusia."Siapa yang bertaqwa maka Allah jadikan baginya jalan keluar. Dan Allah karuniakan rezeki dari arah tak terduga. Siapa yang menyerahkan urusannya kepada Allah maka akan dicukupkan (nikmat dan kebutuhannya) .."(QS Al-Thalaq:2-3).   
Ketiga, Ridho orang tua. Setelah kita tegak dengan nilai-nilai langit seperti di sebut oleh dua poin di atas, saatnya kita mengumpulkan energi dari bumi. Dan, kita perlu memulainya dari bilik kedua orang tua kita. Doa dan restu mereka yang pada urutannya mengantarakan kepada sejuta kebaikan, yang kita unduh tidak hanya di dunia, tapi di akhirat. Keramat terampuh di dunia ini,tidak lain adalah doa dan restu orang tua."Ridho Allah ada pada ridho orang tua dan murka-Nya ada pada murka ke dua orang tua," demikian sabda Nabi Muhammad SAW riwayat al-Hakim. 
Keempat, sedekah. Keutamaan sedekah sudah banyak yang menyebutkan. Bahkan, secara terang sebuah hadis mengisyaratkan, "Sedekah itu benar-benar menolak balak."(HR Thabrani dari Abdullah ibnu Mas'ud). Karena , agama adalah amal. Maka, nikmat dan kelezatan beragama akan terasa jika benar-benar mengamalkan. Karena itu, saatnya kita buktikan dengan amal nyata. Kita bersedekah pasti ada proteksi balak yang langsung Allah SWT desain.
Kelima, istighfar."Kami tidak akan turunkan azab bencana selama mereka masih beristighfar."(QS al-Anfal:33). Berikutnya, silaturahim, berdzikir, dan sholawat. Terkait dengan dzikir, disebut oleh Nabi SAW,"Petir menyambar siapapun, tetapi petir tidak akan menyambar orang yang sedang berdzikir."
Terakhir, senantiasa berbuat baik. Kebaikan yang kita tebarkan dibumi adalah kebaikan untuk kita yang Allah SWT gelontorkan dari langit (QS Ar-Rahman:60). Wallahu a'lam.


Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....