Galau dan Terasing

Posted by Unknown Saturday, August 31, 2013 1 comments
"Datangilah tempat yang Al-Qur'an sering dibacakan. Kamu duduk dan simak bacaannya. Niscaya kamu akan dapati ketenangan. Lalu, datangi tempat-tempat yang kamu diajak untuk mengingat Allah SWT dan akan bertambah ilmumu. Terakhir, datangi alas sajadahmu dikeheningan malam dan mengadulah kepada Rabb Pengatur hidupmu."
Cerita sarat hikmah ini boleh jadi menjadi bagian dari cerita hidup kita. Karena satu hal yang pasti, keadaan galau dan terasing menjadi sesuatu yang tidak bisa terpisah dalam perjalanan hidup manusia. Dan, diantara kunci melepas lara dan keterasingan hidup adalah dengan sering mendatangi majelis-majelis ilmu dan zikir.
Rasul pernah mengatakan, betapa beruntungnya orang yang rajin dan istiqamah hadir di majelis-majelis ilmu dan zikir."Tidaklah satu kaum duduk membaca Al-Qur'an lalu mengkajinya dan berzikir kecuali akan menyita perhatian para malaikat, terliputi ketenangan dihatinya, ditenggelamkan dalam lautan rahmat-Nya dan semakin dimasyhurkan namanya di hadapan makhluk Allah SWT."
Ada banyak hikmah yang didapatkan dengan sering duduk berbaur dalam lautan manusia yang berzikir dan menuntut ilmu. Inilah yang akan kita dapati dengan menghadiri majelis kebanggaan Allah SWT dari malaikat-Nya itu.
Pertama, ilmu dan pengetahuan kita semakin bertambah. Hal yang tidak bisa dipungkiri adalah sering kali masalah menghimpit kita dan sulit menemukan cara menyikapi dan penyelesaiannya. Boleh jadi lantaran keterbatasanilmu dan pengetahuan kita. Dengan hadir di majelis ilmu dan zikir, berarti ada upaya pengayaan informasi dan ilmu.
Kedua, iman terjaga dan bertambah kuat. "Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah SWT gemetarlah hati mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka karenanya dan hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakkal."(QS Al-Anfal(8):2).
Ketiga, tumbuh kecintaan kepada ulama. Rasul SAW bersabda,"Siapa yang memuliakan ulama, kalian memuliakanku dan siapa yang memuliakanku, Allah SWT muliakan dengan surga-Nya."
Keempat, cara paling jitu menghancurkan keangkuhan diri. Saat menegakkan kepala ke atas, melihat para ustadz, bukankah artinya kita mau mendengar dan melihat siapa yang di atas kita. Ketika merintih  dalam doa, maknanya supaya keluhan kita di dengar, itu artinya kita kecil, bodoh dan teramat banyak kekurangan. Karenanya, duduk di majelis zikir dan ilmu, pada gilirannya mampu membekap kesombongan kita.
Kelima, berkumpul dengan orang sholeh. Insya Allah, mereka yang hadir di majelis zikir atau ilmu adalah para perindu, pemburu kasih sayang, dan ridho Allah SWT. Mereka adalah orang-orang yang ingin hidupnya bermakna dan bahagia dunia akhirat.
Nabi SAW bersabda."Saat orang-orang sholeh berkumpul dan menyebut Allah SWT, malaikat mengepakkan sayapnya dan menaungi mereka dengan untaian doa : "Ya Allah SWT rahmati mereka dan ampuni mereka."

Semoga Bermanfaat 

Baca Selengkapnya ....

Cinta dan Logika

Posted by Unknown 1 comments
Anak yang sedang memasuki usia remaja biasanya mulai menunjukkan sikap memberontak dan menuntut banyak perhatian dari kedua orang tuanya. Seiring dengan itu terjadi juga perubahan dalam diri anak-anak kita, baik anak laki-laki maupun perempuan.

1. Perkembangan Otak.
Memasuki usia remaja otak anak berkembang dengan sangat pesat, dari awalnya mereka berfikir konkrit (berfikir dengan cara melihat objek), kini mereka juga bisa berfikir secara abstrak (mampu mengolah kata-kata yang diterimanya). Kemampuan analisa sintesa dan aspek-aspek berfikir anak berkembang secara penuh.

2. Hormon.
Hormon testosteron pada tubuh anak berkembang 20 kali lebih cepat menyebabkan terjadinya perubahan fisik. Seperti wajah berminyak, tungkai kaki memanjang, tumbuh bulu-bulu halus, hidung membesar dan sebagainya. Sayangnya, belum tentu semua anak bisa menerima perubahan-perubahan ini sehingga dapat menimbulkan kekacauan emosi pada anak.

Kekacauan emosi atau emosi yang berayun, biasanya ditandai dengan banyaknya keluhan yang dirisaukan oleh anak. Antara lain ketidakpuasan terhadap dirinya, lingkungan, ditambah beban-beban pelajaran di sekolah dengan jam belajar yang panjang, juga les-les tambahan yang membuat anak sulit memiliki waktu santai. Hal ini meningkatkan rasa cemas berkepanjangan dalam dirinya.
Ketika saat cemas itu datang, aliran gelombang otak anak, yang normalnya 10 putaran perdetik, meningkat menjadi 25 putaran perdetik. Hal ini mengakibatkan sel-sel otak anak pada Pre Frontal Cortex (PFC), bagian otak yang berada di depan, persisnya terletak di atas mata menjadi kelelahan. Kelelahan pada PFC ini pada akhirnya akan mematikan ribuan bahkan jutaan sel pada otak anak, karena otak tidak di desain untuk menanggung stres dalam waktu lama. Lalu bagaimana menyelamatkan anak remaja kita?
Dibutuhkan 2 L untuk para orang tua agar bisa menerima, memahami dan menyikapi perubahan-perubahan yang terjadi dalam diri anak-anak kita saat beranjak remaja, yakni :

Cinta
Bangun ikatan hubungan emosional dan komunikasi dengan anak berlandaskan cinta. Anak memiliki kebutuhan untuk didengarkan perasaannya agar emosi yang sedang ia alami bisa mengalir. Sebagai orang tua, mendengarkan keluhan anak tidak hanya membutuhkan sepasang telinga, tapi juga membutuhkan hati, jiwa dan mata kita. Dengan perhatian penuh, anak merasa mendapatkan perhatian yang dibutuhkannya. Sehingga ia membangun kepercayaan pada orang tua untuk menjadi tempat berkeluh kesah tentang apa yang mereka rasakan dan beban-beban yang menghimpitnya.
Komunikasi yang membutuhkan hati, jiwa, mata dan telinga ini merupakan syarat utama orang tua agar bisa memeriksa setiap fase pertumbuhan psikologi dan fisik anak-anak remajanya. Sebagai contoh, faktor asupan makanan sangat berpengaruh pada pertumbuhan anak. Anak-anak yang sering makan makanan cepat saji cenderung akan menjadi gemuk. Pada anak laki-laki, kegemukan bisa menyebabkan ukuran alat kelaminnya tidak sebesar ukuran normal anak seusianya. Nah, jika sejak kecil kita tidak terbiasa membangun komunikasi yang hangat, bagaimana kita bisa tahu bahwa remaja kita cemas tentang ukuran alat kelaminnya yang berbeda dari teman-temannya? Padahal disisi lain, masalahnya ini ternyata sebenarnya juga membutuhkan pengobatan medis sejak dini sebelum mereka memasuki usia remaja.
Keterbatasan waktu seringkali menjadi kendala bagi banyak orang tua untuk bisa mendengarkan perasaan-perasaan anak secara penuh. Apalagi bagi orang tua yang bekerja, biasanya saat pulang kerja sudah kehabisan energi. Belum lagi jika ada pekerjaanyang dibawa pulang dan harus diselesaikan sesegera mungkin. Kondisi ini memaksa anak harus berebut perhatian dengan tugas-tugas kantor orang tuanya, bahkan gedget yang selalu dalam genggaman sang ayah dan ibu.
Sebaiknya, saat memasuki rumah para orang tua menyiapkan diri dan tubuh untuk memberi perhatian pada anak. Singkirkan semua masalah-masalah kantor dan aneka gedget sejenak saja untuk memberi waktu pada anak kita berbicara.

Logika.
Mengasuh anak tidak cukup hanya mengandalkan cinta, namun juga membutuhkan logika yang menuntut komitmen dan kerja keras. Dengan perkembangan otaknya secara penuh, kita juga harus mendidik dan mengajarkan mereka tentang tanggung jawab dan mengenalkan anak-anak pada rasa kecewa, sakit, sedih dan jatuh bangun. Jika anak dibiasakan hidup dengan aman dan sempurna, mereka akan kesulitan belajar memahami penderitaan. Karena bentuk-bentuk penderitaan di atas merupakan salah satu bentuk pelajaran tentang hidup. Kenalkan juga anak sikap tanggung jawab dan konsekuensi dari semua perilakunya.
Saat anak sedang belajar tentang rasa sakit atau kecewa, orang tua harus berperan sebagai jaring pengaman emosi bagi anak. Dampingi dan bantu mereka bangkit dari rasa sakit. Beri mereka kesempatan belajar menentukan pilihan-pilihan dalam mengatasi masalahnya dan mengerti setiap konsekuensi yang timbul atas keputusannya. Dengan begini kelak saat anak beranjak dewasa mereka bisa mempunyai sikap dan integritas.
Jadi, mari kita bangun komunikasi yang baik dan hangat berlandaskan cinta, sehingga kita bisa menjadi jaring pengaman emosi bagi anak-anak remaja. Keberhasilan mereka mengatasi gejolak emosinya dimasa remaja akan membentuk karakter mereka kelak di masa depan. 

Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Hidup Sederhana

Posted by Unknown Friday, August 30, 2013 1 comments
"Tidak bakal susah orang yang hidup sederhana". Demikian sabda Nabi Muhammad SAW dalam riwayat Imam Ahmad. Hadist ini telah menunjukkan kebaikan dari hidup sederhana. Dan Alangkah lebih bijaknya lagi, jika kesederhanaan tersebut dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Namun pada kenyataannya, tidak sedikit yang bertindak sebaliknya, boros. Yakni dengan berbelanja kebutuhan materi yang hanya untuk menuruti dan menyenangkan hawa nafsunya, tanpa memperdulikan kebutuhan dan kegunaannya, Seperti mengoleksi perhiasan mahal, mobil mewah, tas, sepatu dan kesenangan duniawi lainnya.
Bila gaya hidup mewah dan cenderung berlebih-lebihan (boros) diterapkan dengan kondisi finansial yang tidak menunjang, hal ini bisa mendorong seseorang untuk melakukan perbuatan negatif demi memuaskan nafsu dan gengsinya. Entah dengan mencuri, menipu atau tindakan negatif lainnya.
Untuk menghindari keadaan tersebut, para kaum muslimah hendaknya menerapkan gaya hidup sederhana, dan wajib berhati-hati dengan sifat boros. Pasalnya, kesederhanaan merupakan solusi terbaik dalam menjalani hidup sekaligus senjata ampuh agar terhindar dari sifat boros di dalamnya.
Mari kita bercermin dalam isah Fatimah binti Rasulullah dan suaminya Ali bin Abi Thalib ketika rumah tangganya menjalani krisis ekonomi, hingga pernah tiga hari ia tidak makan.
Dan ketika Ali melihatnya pucat, ia berkata,"Ada apa denganmu wahai Fatimah? Fatimah lalu menjawab,"Selama tiga hari kami tidak ada apa-apa di rumah.
Ali balik bertanya," Kenapa kamu tidak beritahu aku?"
Fatimah menjawab," Pada malam pertama ayahku, Rasulullah SAW, berkata kepadaku;"Wahai Fatimah, jika Ali datang membawa sesuatu makanlah, jika tidak jangan kamu minta."
Rupanya Fatimah mengerti benar posisi Ali pada saat itu. Kesibukan Ali dalam dakwah dan jihad membuat fatimah tidak mau mengusik masalah ekonomi rumah tangganya agar tidak menggangu pikiran Ali.
Kisah di atas telah menunjukkan bahwa, istri yang baik akan menjadi penenang dan tidak melelahkan suami. Selain itu, wanita yang baik juga akan menjaga harta suaminya dan membelanjakannya untuk hal yang positif. Bukan untuk mengeyangkan perut dan memenuhi keinginan nafsu yang tidak ada gunanya.
Dalam kisah lain Aisyah berkata,"Kami benar-benar pernah melihat tiga kali kemunculan hilal selama dua bulan, namun tidak pernah kunyalakan tungku api di rumah-rumah Rasulullah SAW."
Lalu Urwah bertanya kepada Aisyah," Kalau begitu apa yang membuat kalian bertahan hidup?"
Aisyah menjawab,"Dua hal, kurma dan air."
Sungguh alangkah sederhananya kehidupan istri-istri Rasulullah SAW. Mereka tidak terpengaruh oleh kenikmatan sesaat dan terhindar dari sifat boros. Bahkan, keluarga Rasulullah SAW tidak pernah kenyang dari roti gandum dalam dua hari berturut-turut.
Aisyah berkata :"Keluarga Rasulullah SAW tidak pernah kenyang dari roti gandum dalam dua hari berturut-turut, sampai ia meninggal." (HR. Bukhori dan Muslim).
Pada hakikatnya, manusia tidak akan pernah puas jika hanya menuruti nafunya. Ia akan terus menerus menginginkan yang lebih dan lebih lagi. Padahal, apa yang ada di dunia ini sesungguhnya hanyalah kesenangan sesaat. Wahai Muslimah, alangkah baiknya jika kita meneladani sikap sederhana dari istri-istri Rasulullah SAW. Dengan demikian, kita dapat terhindar dari sifat boros dan hidup akan lebih tenang.

Semoga Bermanfaat  
  

Baca Selengkapnya ....

Mewujudkan Impian

Posted by Unknown 1 comments
Melalui impian tersebut, diharapkan kita akan berusaha dan terdorong untuk mewujudkannya. Namun, tidak semua orang yang memiliki impian akan menuai kesuksesan, tanpa disertai dengan usaha tak ubahnya angan-angan kosong belaka.
Hanya orang-orang yang berjuang dengan sekuat tenaga yang dapat meraih mimpinya. Karena impian dan perjuangan itu berbanding lurus. Semakin besar perjuangan yang telah dilakukan, maka semakin besar pula peluang untuk mewujudkan mimpi kita.
Untuk mewujudkan mimpinya, setiap orang memiliki cara yang tidak sama. Dalam hal ini, kita dapat membedakannya menjadi tiga golongan. Golongan pertama adalah orang yang sangat menjunjung tinggi bekerja keras. Ia mewujudkan impian dengan cara berusaha keras tanpa mengenal lelah. Dan golongan kedua, adalah orang-orang hanya berdoa siang dan malam tanpa mengupayakan usaha dan kerja keras.
Sedangkan golongan terakhir adalah orang yang seimbang. Ia mewujudkan impiannya dengan perjuangan dengan disertai berdoa kepada Allah SWT. Karena ia percaya, bahwa setelah berusaha maksimal, Allah SWT jugalah yang tetap akan menentukan segalanya. Tentu golongan terakhir inilah yang perlu kita terapkan, yakni selain memaksimalkan usaha untuk mewujudkan impian, kita juga perlu spiritual dengan memohon kepada Allah SWT.
Pada dasarnya, semua tergantung pada diri kita sendiri bagaimana cara menyikapi dari mimpi yang ada pada diri kita. Apakah kita ingin memperjuangkan dan mewujudkan impian itu? Atau malah membiarkan mimpi kita dan pasrah pada takdir? Ya, pilihan itu ada di tangan kita, bukan nasib yang menentukan. Sebab perjuangan kitalah yang dapat menentukan arah kehidupan kita sendiri. Sebagaimana yang ada dalam Al-Qur'an yang artinya,"Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib sesuatu kaum kecuali mereka sendiri yang merubahnya." (Q.S. Ar-ra'du:11).
Hal tersebut terbukti dalam sederet nama tokoh besar dan ilmuwan yang tercatat dalam sejarah, tak terlepas dari kisah perjuangannya. Bahkan proses mewujudkan impian itulah yang bernilai tinggi, karena didalamnya terdapat perjuangan dan pengalaman yang berharga.
Seperti misalnya yang dilakukan oleh Thomas Alfa Edison dengan lampu pijarnya. Di tengah percobaannya, ia telah mengalami kegagalan sebanyak 9.998 kali. Hingga pada percobaannya yang ke 9.999 dia berhasil dengan sukses menciptakan lampu pijar yang dapat menyala dengan terang.
Dengan demikian, kita dapat mengetahui mengapa Edison dapat sukses mewujudkan impiannya? Jawabannya adalah karena perjuangan dan tekad yang kuat untuk meraih impian tersebut. Dengan kenyataan ini, masihkah kita enggan mewujudkan cita-cita dengan perjuangan?
Contoh di atas, seolah menunjukkan bahwa pemikiran dan tujuan yang mulia saja masih belum cukup untuk mewujudkan impian. Justru yang lebih kita butuhkan adalah berjuang melawan keputusasaan dan kepasrahan, atau perjuangan menghadapi kegagalan. Intinya, jangan pernah menyerah untuk menggapai impian kita.
Thomas Alfa Edison juga sangat menjunjung tinggi usaha keras. Hal tersebut dapat terlihat dari ungkapannya yaitu,"Genius adalah 1 persen inspirasi dan 99 persen keringat." Kata bijak itu telah menunjukkan, bahwa ia sangat menghargai kerja keras.
Selain itu, berdoa juga berperan dalam mewujudkan impian kita. Karena doa merupakan salah satu bentuk komunikasi manusia dengan Allah SWT. Mungkin orang jarang menyadari bahwa apapun yang mereka panjatkan saat berdoa, telah memberikan sugesti positif yang tertanam dalam pikiran bawah sadar.
Maka dari itu, ada baiknya setelah berusaha maksimal, kita berdoa kepada Allah SWT. Karena semua dapat terjadi kehendakNya. Apa yang telah kita usahakan, serahkan kembali kepada Allah SWT.
Dengan demikian, kita tidak hanya mewujudkan impian saja, namun juga sukses dalam spiritual. Percayalah bahwa dibalik susah payah perjuangan kita, pasti akan ada hasilnya. Mari wujudkan impian dengan perjuangan dan berdoa kepada Allah SWT.


Semoga Bermanfaat        

Baca Selengkapnya ....

Tips Memilih Sekolah Anak

Posted by Unknown Thursday, August 29, 2013 0 comments
Mau sekolah dimana ya? Mau kita sekolahkan dimana? Gurunya galak nggak ya? Kurikulumnya mendukung tumbuh kembang anak nggak ya? Sekolahnya bersih nggak ya?
Ya, tahun ajaran baru telah tiba. Kita sebagai orang tua mulai disibukkan dengan beberapa pilihan sekolah. Banyak pilihan, mulai baliho, leaflet, spanduk dan brosur dari lembaga-lembaga pendidikan semakin menambah bingung. Fasilitas yang ditawarkan serta keunggulan yang ditampilkan seperti berlomba-lomba menyapa para calon wali murid. Masing-masing berlomba-lomba menawarkan kelebihan yang dimilikinya.

Berikut tips memilih sekolah anak yang Insya Allah akan membantu kita :
1. Satukan Visi Dengan Pasangan.
Satukan visi dulu dengan pasangan kita. Mau diarahkan kemana pendidikan anak. Tentu harapannya sekolah yang lebih mengembangkan sisi spiritualitas. Percuma nilai akademiknya bagus tapi tidak hormat kepada orang tua. Percuma IQ-nya tinggi tapi selalu membuat orang tua malu akibat perbuatan jeleknya. Yang kita perlukan adalah, sekolah yang tidak hanya mengajarkan dan mendidik anak-anak pintar secara akademik, tapi juga anak yang mau mendoakan kita sebagai orang tuanya.

2. Perhatikan Jarak Sekolah.
Sebisa mungkin, carilah sekolah yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah. Selain si buah hati tidak bosan di jalan dan mengalami kelelahan, serta energinya tidak akan habis terkuras karena harus berlama-lama di jalan. Hal ini juga akan menghemat biaya yang kita keluarkan untuk transportasi.

3. Fasilitas.
Perhatikan apakah sekolah tersebut memiliki fasilitas yang dibutuhkan buah hati kita. Selain itu, sekolah yang baik adalah yang memberikan waktu lebih banyak untuk siswanya mengeksplorasi bahan-bahan pelajarannya sambil bermain dan berinteraksi dengan teman-temannya. Bukan sekolah yang mengharuskan siswanya terus menerus duduk dalam kegiatan belajar. Dengan begitu, perasaan nyaman ini akan memungkinkan anak untuk mengaktualisasikan kemampuannya.

4. Setting Kelas.
Sekolah menciptakan setting kelas yang fleksibel dan tidak membosankan, ruang kelas ditata agar anak betah seharian berada didalamnya. Namun belajar dapat terjadi dimana saja, duduk didepan guru, duduk melingkar, dibawah pohon atau di kebun sekolah. Lihat juga apakah anak-anak disekolah itu terlihat ceria dan kreatif. Apakah ruang kelas dihiasi karya seni para murid. Kalau ini dilakukan berarti disekolah tersebut sangat menghargai kreativitas murid-muridnya.

5. Guru.
Pastikan staf-staf di sekolah itu memang kompeten. Untuk mengetahuinya, bisa dilihat dari cara para guru memperlakukan murid-muridnya serta disiplin yang diterapkan. Carilah sekolah dengan jumlah staf yang memadai, sehingga buah hati kita mendapatkan perhatian sesuai kebutuhan mereka. Semakin kecil rasionya, anak-anak akan mendapat perhatian yang cukup dari guru sehingga kebutuhannya lebih mudah di mengerti dan dipahami.

6. Kurikulum Sekolah.
Program sekolah yang baik, sebaiknya memberikan banyak waktu untuk setiap anak untuk mendorong minatnya.
Saat ini sudah banyak sekolah sekolah Islam yang menawarkan kurikulum khasnya yang mengarah kepada keimanan dan ketaqwaan. Ada program pembiasaan akhlak Islam sehari-hari, membaca dan menghafalkan Al-Qur'an, serta program ibadah.

7. Biaya.
Orang tua sering terkecoh dengan anggapan bahwa semakin mahal sekolah semakin canggih dan terpercaya sekolah tersebut. Padahal tidaklah demikian. Kecanggihan suatu sekolah bukanlah dilihat dari biaya untuk dapat bersekolah di situ, tapi oleh materi dan metode pembelajaran yang tepat bagi murid-muridnya. Pilihlah sekolah yang sesuai dengan kondisi keuangan saudara.

8. Cari Referensi.
Jangan ragu dan malu untuk bertanya kepada orang lain tentang situasi dan kondisi sekolah tempat anaknya bersekolah. Carilah informasi mengenai sekolah tersebut dari beberapa orang tua murid di sana, tentunya akan ada pendapat positif dan negatif. Untuk membuktikannya, datanglah ke sekolah tersebut dan amati murid-murid di sana.

Hal yang terpenting untuk membekali anak bersekolah adalah kondisi keluarga. Di sekolah buah hati kita belajar sholat, mengaji dan program ibadah lainnya. Sementara kita dirumah tidak melakukan hal tersebut. Anak akan bingung. Dan karena anak lebih lama waktunya dirumah dan berada di lingkungan terdekatnya. Maka kebiasaan orang tuanyalah yang akan diikutinya.
Kalau orang tua menginginkan anak yang sholeh dan sholehah, bekali mereka dengan menyekolahkan di sekolah Islam yang mutunya tidak kalah dengan sekolah lainnya. Namun yang penting ialah, kegiatan positif anak disekolah harus didukung dengan perilaku dan teladan orang tua.


Semoga Bermanfaat      


Baca Selengkapnya ....