Perlunya Mendampingi Anak

Posted by Unknown Monday, September 2, 2013 1 comments
Tahun ajaran baru bagi orangtua yang akan memasukkan anak-anaknya ke sekolah baru, memasuki awal tahun adalah waktu dimulainya kesibukan mempersiapkan kebutuhan si kecil untuk bersekolah.
Urusan sekolah memang bukan saja beban bagi anak-anak, namun juga beban bagi para orangtua. Selain mempersiapkan segala kebutuhan untuk sekolah seperti peralatan dan seragam, hal yang terpenting untuk disiapkan oleh orangtua adalah mental set anak.
Orangtua harus membantu setiap anaknya, agar mereka siap mental begitu memasuki sekolah atau kelas baru. Mengapa begitu? Karena baik anak yang memasuki sekolah baru, misalnya dari TK ke SD atau dari SD ke SMP, maupun anak-anak yang pindah (naik) kelas, mereka pasti membutuhkan waktu untuk beradaptasi yang cukup.

Untuk anak-anak yang akan memasuki sekolah baru, dibutuhkan waktu 3-6 bulan untuk beradaptasi. Karena mereka harus menyesuaikan diri dengan 7 aspek :
  1. Teman baru yang belum dikenalnya.
  2. Lingkungan sekolah baru. Anak-anak memerlukan adaptasi dengan cara tempuh menuju sekolah, berapa lama waktu tempuh.
  3. Beberapa guru atau wali kelas baru yang harus dikenali dan dipelajari karakternya oleh anak, untuk penyesuaian diri mereka saat belajar.
  4. Jarak rumah - sekolah.
  5. Fasilitas gedung sekolah, seperti kamar mandi, ruang kelas, musholla, kantin dan fasilitas lainnya.
  6. Peraturan sekolah.
  7. Peraturan kelas. Beruntung  jika anak, mendapatkan guru atau wali kelas yang bijak, dapat mengajak atau melibatkan siswa kelasnya dalam membuat peraturan kelas. Namun, bagaimana kelas dengan peraturan yang sudah ditetapkan oleh guru secara turun menurun? Tentu perlu penyesuaian tersendiri.
Sedangkan untuk anak yang baik kelas, waktu yang dibutuhkan untuk beradaptasi adalah sekitar 2-3 bulan. Karena meskipun ada beberapa teman baru, mereka umumnya tetap berada pada lingkungan sekolah yang sama.
Meski begitu, waktu adaptasi tersebut tetap tergantung pada usia masing-masing anak serta kondisi lingkungan sekolah dengan sistem belajar dan kurikulumnya.
Pada anak yang memiliki kebutuhan bergerak banyak, sedangkan sekolah menuntut siswa-siswanya untuk duduk, diam dan mendengarkan sepanjang pelajaran dalam kelas, tentu menjadi tantangan tersendiri. Bisa jadi metode pelajaran seperti itu kurang cocok, sehingga orangtua perlu memperhatikan dengan seksama kebutuhan belajar yang tepat bagi anak-anaknya.
Persoalan ini menjadi lebih kompleks jika anak memasuki sekolah baru bersamaan dengan ia memasuki usia remaja. Karena ia memerlukan adaptasi ditengah masa ia sedang mengalami perubahan hormon pada tubuhnya, yang bisa mengakibatkan timbulnya kekacauan emosi, serta perubahan pola pikir dari berpikir secara abstrak.
Perubahan pola pikir dan hormonal ini sama sekali tidak diketahui dan dikenali oleh anak itu sendiri. Sehingga dibutuhkan pendampingan penuh orangtua untuk membantu anak agar bisa melalui masa-masa sulit.
Selain itu, orangtua sebaiknya melakukan kunjungan untuk mengumpulkan informasi tentang sekolah baru anak-anaknya dengan berkenalan pada guru-guru dan kepala sekolah. Orangtua wajib melakukan persiapan khusus untuk pribadi anak. Yaitu kesiapan memberikan pendampingan dan kemampuan memahami perasaan anak (ketika anak banyak mengeluh tentang berbagai kesulitan yang dihadapinya disekolah baru). Untuk itu, semua diperlukan komitmen orangtua dalam bentuk "keinginan" dan "waktu".

Semoga Bermanfaat   

Baca Selengkapnya ....

Kedermawanan Abdullah bin Umar

Posted by Unknown 2 comments
Abdullah bin Umar merupakan putra dari Umar bin Khattab yang memiliki keistimewaan dalam ilmu dan amalnya. Ayahnya sangat mendukungnya dan mendidik dalam hal keislaman. Bahkan, karena saudari kandungnya yng bernama Hafsah binti Umar menjadi istri Rasululah SAW, maka ia senantiasa meneladani sifat dan kebiasaan beliau.
Abdullah bin Umar termasuk orang yang hidup makmur dan kaya raya. Ia merupakan pedagang dan saudagar yang jujur dan berhasil dalam sebagian besar kehidupannya. Di samping itu, gajinya yang berasal dari Baitul maal (kas negara) dapat terbilang tidak sedikit. Namun, tunjangan tersebut tidak di simpannya, melainkan dibagi-bagi kepada fakir miskin dan anak yatim.
Bagi Abdullah bin Umar, kedermawanannya itu tidak membuatnya khawatir akan jatuh miskin dan kelaparan. Sikapnya yang senang memberi kepada orang lain menjadikannya dikenal sebagai orang yang sangat pemurah.
Seseorang bernama Ayub bin Ma'il Ar Rasibi pernah menceritakan salah satu contoh kedermawanan Abdullah bin Umar. Pada suatu hari, Abdullah bin Umar menerima uang sebanyak 4.000 dirham dan sehelai baju dingin. Hari berikutnya, Ayub bin Ma'il melihatnya dipasar sedang membeli makanan untuk hewan tunggangannya secara berhutang. Maka, Ayub bin Ma'il pergi menemui keluarga Abdullah bin Umar."Bukankah kemarin Abdullah bin Umar menerima kiriman 4.000 dirham dan sehelai baju dingin?"tanya Ayub bin Ma'il.
"Benar." jawab salah seorang dari keluarga Abdullah bin Umar.
"Saya lihat ia tadi di pasar membeli makanan untuk hewan tunggangannya dan tidak punya uang untuk membayarnya,"kata Ayub bin Ma'il.
"Tidak sampai malam hari, uang itu telah habis dibagi-bagikannya. Mengenai baju dingin, mula-mula dipakainya,lalu ia pergi keluar. Saat ia kembali, baju itu tidak kelihatan lagi. Ketika kami tanyakan, jawabnya bahwa baju itu telah diberikannya kepada seorang miskin,"tutur keluarganya.
Setelah mendengar penjelasan tersebut, Ayub bin Ma'il pamitan pulang. Dalam perjalanan, Ayub bin Ma'il berkata dalam hati, sungguh kedermawanan Abdullah bin Umar bukanlah sebagai alat untuk mencari nama, popularitas atau mempeoleh penghormatan dari manusia. Semua niatan itu berasal dari dalam hatinya yang tulus dan semata-mata karena Allah SWT. Pemberiannya pun hanya ditujukan kepada fakir miskin, anak yatim dan orang yang benar-benar membutuhkan. Ayub bin Ma'il menambahkan, jarang sekali ia makan seorang diri, karena pasti disertai anak-anak yatim dan kaum fakir miskin.
Suatu hari, Khalifah Utsman bin Affan pernah menawari Abdullah bin Umar untuk menjabat sebagai hakim. Namun, ia tidak mau menerimanya dan memilih menjadi warga biasa. Memasuki masa tua, Abdullah bin Umar kehilangan penglihatannya. Sahabat yang paling banyak meriwatkan hadits setelah Abu Hurairah ini, kemudian wafat pada tahun 72 hijriyah dalam usia 84 tahun.

 Semoga Bermanfaat


Baca Selengkapnya ....

Sedekah Menolak Balak

Posted by Unknown 1 comments
Hidup ini tidak seindah yang dibayangkan. Banyak hal yang tidak terduga menghampiri hidup kita. Kepahitan dan kegetiran adalah warna yang memoles lembar kehidupan manusia. Meski sesungguhnya bagi orang yang beriman, dunia ini adalah surga tak berperi dengan kenikmatan dan keelokannya yang tidak bertepi.
Untuk kita yang saat ini sedang dalam kubangan musibah, ada baiknya kita mencoba menyisir jalan kebaikan berikut ini. Atau, kita yang sedang dihantui kegagalan, inilah amalan yang menghibur untuk menolak berbagai kemungkinan balak.
Pertama, melazimkan doa. Orang yang terbiasa dengan berdoa akan mengalir sebuah kekuatan yang mampu menjadikan dirinya tegar. Bahkan, doa adalah sebuah proteksi ampuh menstabilkan kondisi hati dengan berbagai macam keadaannya. Disebut oleh Nabi Muhammad SAW,"Tidak ada yang mampu menolak takdir kecuali doa." (HR Ahmad). Bahkan, ada doa yang langsung dari Allah SWT untuk menuntun kita terhindar dari berbagai ujian, musibah, dan bala."Duhai Allah jangan sekali-kali Engkau uji kami di luar batas kemampuan kami."(QS Al-Baqarah:286).
Kedua, kesungguhan taqwa. Banyak disebut oleh berbagai ayat bahwa kesungguhan dan keseriusan dalam ketaqwaan mengantarkan ketangguhan spiritual dalam menyelesaikan setiap kesulitan hidup. Ini artinya semangat taqwa menghindarkan sebuah peristiwa buruk dalam hidup manusia."Siapa yang bertaqwa maka Allah jadikan baginya jalan keluar. Dan Allah karuniakan rezeki dari arah tak terduga. Siapa yang menyerahkan urusannya kepada Allah maka akan dicukupkan (nikmat dan kebutuhannya) .."(QS Al-Thalaq:2-3).   
Ketiga, Ridho orang tua. Setelah kita tegak dengan nilai-nilai langit seperti di sebut oleh dua poin di atas, saatnya kita mengumpulkan energi dari bumi. Dan, kita perlu memulainya dari bilik kedua orang tua kita. Doa dan restu mereka yang pada urutannya mengantarakan kepada sejuta kebaikan, yang kita unduh tidak hanya di dunia, tapi di akhirat. Keramat terampuh di dunia ini,tidak lain adalah doa dan restu orang tua."Ridho Allah ada pada ridho orang tua dan murka-Nya ada pada murka ke dua orang tua," demikian sabda Nabi Muhammad SAW riwayat al-Hakim. 
Keempat, sedekah. Keutamaan sedekah sudah banyak yang menyebutkan. Bahkan, secara terang sebuah hadis mengisyaratkan, "Sedekah itu benar-benar menolak balak."(HR Thabrani dari Abdullah ibnu Mas'ud). Karena , agama adalah amal. Maka, nikmat dan kelezatan beragama akan terasa jika benar-benar mengamalkan. Karena itu, saatnya kita buktikan dengan amal nyata. Kita bersedekah pasti ada proteksi balak yang langsung Allah SWT desain.
Kelima, istighfar."Kami tidak akan turunkan azab bencana selama mereka masih beristighfar."(QS al-Anfal:33). Berikutnya, silaturahim, berdzikir, dan sholawat. Terkait dengan dzikir, disebut oleh Nabi SAW,"Petir menyambar siapapun, tetapi petir tidak akan menyambar orang yang sedang berdzikir."
Terakhir, senantiasa berbuat baik. Kebaikan yang kita tebarkan dibumi adalah kebaikan untuk kita yang Allah SWT gelontorkan dari langit (QS Ar-Rahman:60). Wallahu a'lam.


Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Galau dan Terasing

Posted by Unknown Saturday, August 31, 2013 1 comments
"Datangilah tempat yang Al-Qur'an sering dibacakan. Kamu duduk dan simak bacaannya. Niscaya kamu akan dapati ketenangan. Lalu, datangi tempat-tempat yang kamu diajak untuk mengingat Allah SWT dan akan bertambah ilmumu. Terakhir, datangi alas sajadahmu dikeheningan malam dan mengadulah kepada Rabb Pengatur hidupmu."
Cerita sarat hikmah ini boleh jadi menjadi bagian dari cerita hidup kita. Karena satu hal yang pasti, keadaan galau dan terasing menjadi sesuatu yang tidak bisa terpisah dalam perjalanan hidup manusia. Dan, diantara kunci melepas lara dan keterasingan hidup adalah dengan sering mendatangi majelis-majelis ilmu dan zikir.
Rasul pernah mengatakan, betapa beruntungnya orang yang rajin dan istiqamah hadir di majelis-majelis ilmu dan zikir."Tidaklah satu kaum duduk membaca Al-Qur'an lalu mengkajinya dan berzikir kecuali akan menyita perhatian para malaikat, terliputi ketenangan dihatinya, ditenggelamkan dalam lautan rahmat-Nya dan semakin dimasyhurkan namanya di hadapan makhluk Allah SWT."
Ada banyak hikmah yang didapatkan dengan sering duduk berbaur dalam lautan manusia yang berzikir dan menuntut ilmu. Inilah yang akan kita dapati dengan menghadiri majelis kebanggaan Allah SWT dari malaikat-Nya itu.
Pertama, ilmu dan pengetahuan kita semakin bertambah. Hal yang tidak bisa dipungkiri adalah sering kali masalah menghimpit kita dan sulit menemukan cara menyikapi dan penyelesaiannya. Boleh jadi lantaran keterbatasanilmu dan pengetahuan kita. Dengan hadir di majelis ilmu dan zikir, berarti ada upaya pengayaan informasi dan ilmu.
Kedua, iman terjaga dan bertambah kuat. "Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah SWT gemetarlah hati mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka karenanya dan hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakkal."(QS Al-Anfal(8):2).
Ketiga, tumbuh kecintaan kepada ulama. Rasul SAW bersabda,"Siapa yang memuliakan ulama, kalian memuliakanku dan siapa yang memuliakanku, Allah SWT muliakan dengan surga-Nya."
Keempat, cara paling jitu menghancurkan keangkuhan diri. Saat menegakkan kepala ke atas, melihat para ustadz, bukankah artinya kita mau mendengar dan melihat siapa yang di atas kita. Ketika merintih  dalam doa, maknanya supaya keluhan kita di dengar, itu artinya kita kecil, bodoh dan teramat banyak kekurangan. Karenanya, duduk di majelis zikir dan ilmu, pada gilirannya mampu membekap kesombongan kita.
Kelima, berkumpul dengan orang sholeh. Insya Allah, mereka yang hadir di majelis zikir atau ilmu adalah para perindu, pemburu kasih sayang, dan ridho Allah SWT. Mereka adalah orang-orang yang ingin hidupnya bermakna dan bahagia dunia akhirat.
Nabi SAW bersabda."Saat orang-orang sholeh berkumpul dan menyebut Allah SWT, malaikat mengepakkan sayapnya dan menaungi mereka dengan untaian doa : "Ya Allah SWT rahmati mereka dan ampuni mereka."

Semoga Bermanfaat 

Baca Selengkapnya ....

Cinta dan Logika

Posted by Unknown 1 comments
Anak yang sedang memasuki usia remaja biasanya mulai menunjukkan sikap memberontak dan menuntut banyak perhatian dari kedua orang tuanya. Seiring dengan itu terjadi juga perubahan dalam diri anak-anak kita, baik anak laki-laki maupun perempuan.

1. Perkembangan Otak.
Memasuki usia remaja otak anak berkembang dengan sangat pesat, dari awalnya mereka berfikir konkrit (berfikir dengan cara melihat objek), kini mereka juga bisa berfikir secara abstrak (mampu mengolah kata-kata yang diterimanya). Kemampuan analisa sintesa dan aspek-aspek berfikir anak berkembang secara penuh.

2. Hormon.
Hormon testosteron pada tubuh anak berkembang 20 kali lebih cepat menyebabkan terjadinya perubahan fisik. Seperti wajah berminyak, tungkai kaki memanjang, tumbuh bulu-bulu halus, hidung membesar dan sebagainya. Sayangnya, belum tentu semua anak bisa menerima perubahan-perubahan ini sehingga dapat menimbulkan kekacauan emosi pada anak.

Kekacauan emosi atau emosi yang berayun, biasanya ditandai dengan banyaknya keluhan yang dirisaukan oleh anak. Antara lain ketidakpuasan terhadap dirinya, lingkungan, ditambah beban-beban pelajaran di sekolah dengan jam belajar yang panjang, juga les-les tambahan yang membuat anak sulit memiliki waktu santai. Hal ini meningkatkan rasa cemas berkepanjangan dalam dirinya.
Ketika saat cemas itu datang, aliran gelombang otak anak, yang normalnya 10 putaran perdetik, meningkat menjadi 25 putaran perdetik. Hal ini mengakibatkan sel-sel otak anak pada Pre Frontal Cortex (PFC), bagian otak yang berada di depan, persisnya terletak di atas mata menjadi kelelahan. Kelelahan pada PFC ini pada akhirnya akan mematikan ribuan bahkan jutaan sel pada otak anak, karena otak tidak di desain untuk menanggung stres dalam waktu lama. Lalu bagaimana menyelamatkan anak remaja kita?
Dibutuhkan 2 L untuk para orang tua agar bisa menerima, memahami dan menyikapi perubahan-perubahan yang terjadi dalam diri anak-anak kita saat beranjak remaja, yakni :

Cinta
Bangun ikatan hubungan emosional dan komunikasi dengan anak berlandaskan cinta. Anak memiliki kebutuhan untuk didengarkan perasaannya agar emosi yang sedang ia alami bisa mengalir. Sebagai orang tua, mendengarkan keluhan anak tidak hanya membutuhkan sepasang telinga, tapi juga membutuhkan hati, jiwa dan mata kita. Dengan perhatian penuh, anak merasa mendapatkan perhatian yang dibutuhkannya. Sehingga ia membangun kepercayaan pada orang tua untuk menjadi tempat berkeluh kesah tentang apa yang mereka rasakan dan beban-beban yang menghimpitnya.
Komunikasi yang membutuhkan hati, jiwa, mata dan telinga ini merupakan syarat utama orang tua agar bisa memeriksa setiap fase pertumbuhan psikologi dan fisik anak-anak remajanya. Sebagai contoh, faktor asupan makanan sangat berpengaruh pada pertumbuhan anak. Anak-anak yang sering makan makanan cepat saji cenderung akan menjadi gemuk. Pada anak laki-laki, kegemukan bisa menyebabkan ukuran alat kelaminnya tidak sebesar ukuran normal anak seusianya. Nah, jika sejak kecil kita tidak terbiasa membangun komunikasi yang hangat, bagaimana kita bisa tahu bahwa remaja kita cemas tentang ukuran alat kelaminnya yang berbeda dari teman-temannya? Padahal disisi lain, masalahnya ini ternyata sebenarnya juga membutuhkan pengobatan medis sejak dini sebelum mereka memasuki usia remaja.
Keterbatasan waktu seringkali menjadi kendala bagi banyak orang tua untuk bisa mendengarkan perasaan-perasaan anak secara penuh. Apalagi bagi orang tua yang bekerja, biasanya saat pulang kerja sudah kehabisan energi. Belum lagi jika ada pekerjaanyang dibawa pulang dan harus diselesaikan sesegera mungkin. Kondisi ini memaksa anak harus berebut perhatian dengan tugas-tugas kantor orang tuanya, bahkan gedget yang selalu dalam genggaman sang ayah dan ibu.
Sebaiknya, saat memasuki rumah para orang tua menyiapkan diri dan tubuh untuk memberi perhatian pada anak. Singkirkan semua masalah-masalah kantor dan aneka gedget sejenak saja untuk memberi waktu pada anak kita berbicara.

Logika.
Mengasuh anak tidak cukup hanya mengandalkan cinta, namun juga membutuhkan logika yang menuntut komitmen dan kerja keras. Dengan perkembangan otaknya secara penuh, kita juga harus mendidik dan mengajarkan mereka tentang tanggung jawab dan mengenalkan anak-anak pada rasa kecewa, sakit, sedih dan jatuh bangun. Jika anak dibiasakan hidup dengan aman dan sempurna, mereka akan kesulitan belajar memahami penderitaan. Karena bentuk-bentuk penderitaan di atas merupakan salah satu bentuk pelajaran tentang hidup. Kenalkan juga anak sikap tanggung jawab dan konsekuensi dari semua perilakunya.
Saat anak sedang belajar tentang rasa sakit atau kecewa, orang tua harus berperan sebagai jaring pengaman emosi bagi anak. Dampingi dan bantu mereka bangkit dari rasa sakit. Beri mereka kesempatan belajar menentukan pilihan-pilihan dalam mengatasi masalahnya dan mengerti setiap konsekuensi yang timbul atas keputusannya. Dengan begini kelak saat anak beranjak dewasa mereka bisa mempunyai sikap dan integritas.
Jadi, mari kita bangun komunikasi yang baik dan hangat berlandaskan cinta, sehingga kita bisa menjadi jaring pengaman emosi bagi anak-anak remaja. Keberhasilan mereka mengatasi gejolak emosinya dimasa remaja akan membentuk karakter mereka kelak di masa depan. 

Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....