Galau dan Terasing

Posted by tri novi handono Saturday, August 31, 2013 1 comments
"Datangilah tempat yang Al-Qur'an sering dibacakan. Kamu duduk dan simak bacaannya. Niscaya kamu akan dapati ketenangan. Lalu, datangi tempat-tempat yang kamu diajak untuk mengingat Allah SWT dan akan bertambah ilmumu. Terakhir, datangi alas sajadahmu dikeheningan malam dan mengadulah kepada Rabb Pengatur hidupmu."
Cerita sarat hikmah ini boleh jadi menjadi bagian dari cerita hidup kita. Karena satu hal yang pasti, keadaan galau dan terasing menjadi sesuatu yang tidak bisa terpisah dalam perjalanan hidup manusia. Dan, diantara kunci melepas lara dan keterasingan hidup adalah dengan sering mendatangi majelis-majelis ilmu dan zikir.
Rasul pernah mengatakan, betapa beruntungnya orang yang rajin dan istiqamah hadir di majelis-majelis ilmu dan zikir."Tidaklah satu kaum duduk membaca Al-Qur'an lalu mengkajinya dan berzikir kecuali akan menyita perhatian para malaikat, terliputi ketenangan dihatinya, ditenggelamkan dalam lautan rahmat-Nya dan semakin dimasyhurkan namanya di hadapan makhluk Allah SWT."
Ada banyak hikmah yang didapatkan dengan sering duduk berbaur dalam lautan manusia yang berzikir dan menuntut ilmu. Inilah yang akan kita dapati dengan menghadiri majelis kebanggaan Allah SWT dari malaikat-Nya itu.
Pertama, ilmu dan pengetahuan kita semakin bertambah. Hal yang tidak bisa dipungkiri adalah sering kali masalah menghimpit kita dan sulit menemukan cara menyikapi dan penyelesaiannya. Boleh jadi lantaran keterbatasanilmu dan pengetahuan kita. Dengan hadir di majelis ilmu dan zikir, berarti ada upaya pengayaan informasi dan ilmu.
Kedua, iman terjaga dan bertambah kuat. "Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah SWT gemetarlah hati mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka karenanya dan hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakkal."(QS Al-Anfal(8):2).
Ketiga, tumbuh kecintaan kepada ulama. Rasul SAW bersabda,"Siapa yang memuliakan ulama, kalian memuliakanku dan siapa yang memuliakanku, Allah SWT muliakan dengan surga-Nya."
Keempat, cara paling jitu menghancurkan keangkuhan diri. Saat menegakkan kepala ke atas, melihat para ustadz, bukankah artinya kita mau mendengar dan melihat siapa yang di atas kita. Ketika merintih  dalam doa, maknanya supaya keluhan kita di dengar, itu artinya kita kecil, bodoh dan teramat banyak kekurangan. Karenanya, duduk di majelis zikir dan ilmu, pada gilirannya mampu membekap kesombongan kita.
Kelima, berkumpul dengan orang sholeh. Insya Allah, mereka yang hadir di majelis zikir atau ilmu adalah para perindu, pemburu kasih sayang, dan ridho Allah SWT. Mereka adalah orang-orang yang ingin hidupnya bermakna dan bahagia dunia akhirat.
Nabi SAW bersabda."Saat orang-orang sholeh berkumpul dan menyebut Allah SWT, malaikat mengepakkan sayapnya dan menaungi mereka dengan untaian doa : "Ya Allah SWT rahmati mereka dan ampuni mereka."

Semoga Bermanfaat 

Baca Selengkapnya ....

Cinta dan Logika

Posted by tri novi handono 1 comments
Anak yang sedang memasuki usia remaja biasanya mulai menunjukkan sikap memberontak dan menuntut banyak perhatian dari kedua orang tuanya. Seiring dengan itu terjadi juga perubahan dalam diri anak-anak kita, baik anak laki-laki maupun perempuan.

1. Perkembangan Otak.
Memasuki usia remaja otak anak berkembang dengan sangat pesat, dari awalnya mereka berfikir konkrit (berfikir dengan cara melihat objek), kini mereka juga bisa berfikir secara abstrak (mampu mengolah kata-kata yang diterimanya). Kemampuan analisa sintesa dan aspek-aspek berfikir anak berkembang secara penuh.

2. Hormon.
Hormon testosteron pada tubuh anak berkembang 20 kali lebih cepat menyebabkan terjadinya perubahan fisik. Seperti wajah berminyak, tungkai kaki memanjang, tumbuh bulu-bulu halus, hidung membesar dan sebagainya. Sayangnya, belum tentu semua anak bisa menerima perubahan-perubahan ini sehingga dapat menimbulkan kekacauan emosi pada anak.

Kekacauan emosi atau emosi yang berayun, biasanya ditandai dengan banyaknya keluhan yang dirisaukan oleh anak. Antara lain ketidakpuasan terhadap dirinya, lingkungan, ditambah beban-beban pelajaran di sekolah dengan jam belajar yang panjang, juga les-les tambahan yang membuat anak sulit memiliki waktu santai. Hal ini meningkatkan rasa cemas berkepanjangan dalam dirinya.
Ketika saat cemas itu datang, aliran gelombang otak anak, yang normalnya 10 putaran perdetik, meningkat menjadi 25 putaran perdetik. Hal ini mengakibatkan sel-sel otak anak pada Pre Frontal Cortex (PFC), bagian otak yang berada di depan, persisnya terletak di atas mata menjadi kelelahan. Kelelahan pada PFC ini pada akhirnya akan mematikan ribuan bahkan jutaan sel pada otak anak, karena otak tidak di desain untuk menanggung stres dalam waktu lama. Lalu bagaimana menyelamatkan anak remaja kita?
Dibutuhkan 2 L untuk para orang tua agar bisa menerima, memahami dan menyikapi perubahan-perubahan yang terjadi dalam diri anak-anak kita saat beranjak remaja, yakni :

Cinta
Bangun ikatan hubungan emosional dan komunikasi dengan anak berlandaskan cinta. Anak memiliki kebutuhan untuk didengarkan perasaannya agar emosi yang sedang ia alami bisa mengalir. Sebagai orang tua, mendengarkan keluhan anak tidak hanya membutuhkan sepasang telinga, tapi juga membutuhkan hati, jiwa dan mata kita. Dengan perhatian penuh, anak merasa mendapatkan perhatian yang dibutuhkannya. Sehingga ia membangun kepercayaan pada orang tua untuk menjadi tempat berkeluh kesah tentang apa yang mereka rasakan dan beban-beban yang menghimpitnya.
Komunikasi yang membutuhkan hati, jiwa, mata dan telinga ini merupakan syarat utama orang tua agar bisa memeriksa setiap fase pertumbuhan psikologi dan fisik anak-anak remajanya. Sebagai contoh, faktor asupan makanan sangat berpengaruh pada pertumbuhan anak. Anak-anak yang sering makan makanan cepat saji cenderung akan menjadi gemuk. Pada anak laki-laki, kegemukan bisa menyebabkan ukuran alat kelaminnya tidak sebesar ukuran normal anak seusianya. Nah, jika sejak kecil kita tidak terbiasa membangun komunikasi yang hangat, bagaimana kita bisa tahu bahwa remaja kita cemas tentang ukuran alat kelaminnya yang berbeda dari teman-temannya? Padahal disisi lain, masalahnya ini ternyata sebenarnya juga membutuhkan pengobatan medis sejak dini sebelum mereka memasuki usia remaja.
Keterbatasan waktu seringkali menjadi kendala bagi banyak orang tua untuk bisa mendengarkan perasaan-perasaan anak secara penuh. Apalagi bagi orang tua yang bekerja, biasanya saat pulang kerja sudah kehabisan energi. Belum lagi jika ada pekerjaanyang dibawa pulang dan harus diselesaikan sesegera mungkin. Kondisi ini memaksa anak harus berebut perhatian dengan tugas-tugas kantor orang tuanya, bahkan gedget yang selalu dalam genggaman sang ayah dan ibu.
Sebaiknya, saat memasuki rumah para orang tua menyiapkan diri dan tubuh untuk memberi perhatian pada anak. Singkirkan semua masalah-masalah kantor dan aneka gedget sejenak saja untuk memberi waktu pada anak kita berbicara.

Logika.
Mengasuh anak tidak cukup hanya mengandalkan cinta, namun juga membutuhkan logika yang menuntut komitmen dan kerja keras. Dengan perkembangan otaknya secara penuh, kita juga harus mendidik dan mengajarkan mereka tentang tanggung jawab dan mengenalkan anak-anak pada rasa kecewa, sakit, sedih dan jatuh bangun. Jika anak dibiasakan hidup dengan aman dan sempurna, mereka akan kesulitan belajar memahami penderitaan. Karena bentuk-bentuk penderitaan di atas merupakan salah satu bentuk pelajaran tentang hidup. Kenalkan juga anak sikap tanggung jawab dan konsekuensi dari semua perilakunya.
Saat anak sedang belajar tentang rasa sakit atau kecewa, orang tua harus berperan sebagai jaring pengaman emosi bagi anak. Dampingi dan bantu mereka bangkit dari rasa sakit. Beri mereka kesempatan belajar menentukan pilihan-pilihan dalam mengatasi masalahnya dan mengerti setiap konsekuensi yang timbul atas keputusannya. Dengan begini kelak saat anak beranjak dewasa mereka bisa mempunyai sikap dan integritas.
Jadi, mari kita bangun komunikasi yang baik dan hangat berlandaskan cinta, sehingga kita bisa menjadi jaring pengaman emosi bagi anak-anak remaja. Keberhasilan mereka mengatasi gejolak emosinya dimasa remaja akan membentuk karakter mereka kelak di masa depan. 

Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Hidup Sederhana

Posted by tri novi handono Friday, August 30, 2013 1 comments
"Tidak bakal susah orang yang hidup sederhana". Demikian sabda Nabi Muhammad SAW dalam riwayat Imam Ahmad. Hadist ini telah menunjukkan kebaikan dari hidup sederhana. Dan Alangkah lebih bijaknya lagi, jika kesederhanaan tersebut dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Namun pada kenyataannya, tidak sedikit yang bertindak sebaliknya, boros. Yakni dengan berbelanja kebutuhan materi yang hanya untuk menuruti dan menyenangkan hawa nafsunya, tanpa memperdulikan kebutuhan dan kegunaannya, Seperti mengoleksi perhiasan mahal, mobil mewah, tas, sepatu dan kesenangan duniawi lainnya.
Bila gaya hidup mewah dan cenderung berlebih-lebihan (boros) diterapkan dengan kondisi finansial yang tidak menunjang, hal ini bisa mendorong seseorang untuk melakukan perbuatan negatif demi memuaskan nafsu dan gengsinya. Entah dengan mencuri, menipu atau tindakan negatif lainnya.
Untuk menghindari keadaan tersebut, para kaum muslimah hendaknya menerapkan gaya hidup sederhana, dan wajib berhati-hati dengan sifat boros. Pasalnya, kesederhanaan merupakan solusi terbaik dalam menjalani hidup sekaligus senjata ampuh agar terhindar dari sifat boros di dalamnya.
Mari kita bercermin dalam isah Fatimah binti Rasulullah dan suaminya Ali bin Abi Thalib ketika rumah tangganya menjalani krisis ekonomi, hingga pernah tiga hari ia tidak makan.
Dan ketika Ali melihatnya pucat, ia berkata,"Ada apa denganmu wahai Fatimah? Fatimah lalu menjawab,"Selama tiga hari kami tidak ada apa-apa di rumah.
Ali balik bertanya," Kenapa kamu tidak beritahu aku?"
Fatimah menjawab," Pada malam pertama ayahku, Rasulullah SAW, berkata kepadaku;"Wahai Fatimah, jika Ali datang membawa sesuatu makanlah, jika tidak jangan kamu minta."
Rupanya Fatimah mengerti benar posisi Ali pada saat itu. Kesibukan Ali dalam dakwah dan jihad membuat fatimah tidak mau mengusik masalah ekonomi rumah tangganya agar tidak menggangu pikiran Ali.
Kisah di atas telah menunjukkan bahwa, istri yang baik akan menjadi penenang dan tidak melelahkan suami. Selain itu, wanita yang baik juga akan menjaga harta suaminya dan membelanjakannya untuk hal yang positif. Bukan untuk mengeyangkan perut dan memenuhi keinginan nafsu yang tidak ada gunanya.
Dalam kisah lain Aisyah berkata,"Kami benar-benar pernah melihat tiga kali kemunculan hilal selama dua bulan, namun tidak pernah kunyalakan tungku api di rumah-rumah Rasulullah SAW."
Lalu Urwah bertanya kepada Aisyah," Kalau begitu apa yang membuat kalian bertahan hidup?"
Aisyah menjawab,"Dua hal, kurma dan air."
Sungguh alangkah sederhananya kehidupan istri-istri Rasulullah SAW. Mereka tidak terpengaruh oleh kenikmatan sesaat dan terhindar dari sifat boros. Bahkan, keluarga Rasulullah SAW tidak pernah kenyang dari roti gandum dalam dua hari berturut-turut.
Aisyah berkata :"Keluarga Rasulullah SAW tidak pernah kenyang dari roti gandum dalam dua hari berturut-turut, sampai ia meninggal." (HR. Bukhori dan Muslim).
Pada hakikatnya, manusia tidak akan pernah puas jika hanya menuruti nafunya. Ia akan terus menerus menginginkan yang lebih dan lebih lagi. Padahal, apa yang ada di dunia ini sesungguhnya hanyalah kesenangan sesaat. Wahai Muslimah, alangkah baiknya jika kita meneladani sikap sederhana dari istri-istri Rasulullah SAW. Dengan demikian, kita dapat terhindar dari sifat boros dan hidup akan lebih tenang.

Semoga Bermanfaat  
  

Baca Selengkapnya ....

Mewujudkan Impian

Posted by tri novi handono 1 comments
Melalui impian tersebut, diharapkan kita akan berusaha dan terdorong untuk mewujudkannya. Namun, tidak semua orang yang memiliki impian akan menuai kesuksesan, tanpa disertai dengan usaha tak ubahnya angan-angan kosong belaka.
Hanya orang-orang yang berjuang dengan sekuat tenaga yang dapat meraih mimpinya. Karena impian dan perjuangan itu berbanding lurus. Semakin besar perjuangan yang telah dilakukan, maka semakin besar pula peluang untuk mewujudkan mimpi kita.
Untuk mewujudkan mimpinya, setiap orang memiliki cara yang tidak sama. Dalam hal ini, kita dapat membedakannya menjadi tiga golongan. Golongan pertama adalah orang yang sangat menjunjung tinggi bekerja keras. Ia mewujudkan impian dengan cara berusaha keras tanpa mengenal lelah. Dan golongan kedua, adalah orang-orang hanya berdoa siang dan malam tanpa mengupayakan usaha dan kerja keras.
Sedangkan golongan terakhir adalah orang yang seimbang. Ia mewujudkan impiannya dengan perjuangan dengan disertai berdoa kepada Allah SWT. Karena ia percaya, bahwa setelah berusaha maksimal, Allah SWT jugalah yang tetap akan menentukan segalanya. Tentu golongan terakhir inilah yang perlu kita terapkan, yakni selain memaksimalkan usaha untuk mewujudkan impian, kita juga perlu spiritual dengan memohon kepada Allah SWT.
Pada dasarnya, semua tergantung pada diri kita sendiri bagaimana cara menyikapi dari mimpi yang ada pada diri kita. Apakah kita ingin memperjuangkan dan mewujudkan impian itu? Atau malah membiarkan mimpi kita dan pasrah pada takdir? Ya, pilihan itu ada di tangan kita, bukan nasib yang menentukan. Sebab perjuangan kitalah yang dapat menentukan arah kehidupan kita sendiri. Sebagaimana yang ada dalam Al-Qur'an yang artinya,"Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib sesuatu kaum kecuali mereka sendiri yang merubahnya." (Q.S. Ar-ra'du:11).
Hal tersebut terbukti dalam sederet nama tokoh besar dan ilmuwan yang tercatat dalam sejarah, tak terlepas dari kisah perjuangannya. Bahkan proses mewujudkan impian itulah yang bernilai tinggi, karena didalamnya terdapat perjuangan dan pengalaman yang berharga.
Seperti misalnya yang dilakukan oleh Thomas Alfa Edison dengan lampu pijarnya. Di tengah percobaannya, ia telah mengalami kegagalan sebanyak 9.998 kali. Hingga pada percobaannya yang ke 9.999 dia berhasil dengan sukses menciptakan lampu pijar yang dapat menyala dengan terang.
Dengan demikian, kita dapat mengetahui mengapa Edison dapat sukses mewujudkan impiannya? Jawabannya adalah karena perjuangan dan tekad yang kuat untuk meraih impian tersebut. Dengan kenyataan ini, masihkah kita enggan mewujudkan cita-cita dengan perjuangan?
Contoh di atas, seolah menunjukkan bahwa pemikiran dan tujuan yang mulia saja masih belum cukup untuk mewujudkan impian. Justru yang lebih kita butuhkan adalah berjuang melawan keputusasaan dan kepasrahan, atau perjuangan menghadapi kegagalan. Intinya, jangan pernah menyerah untuk menggapai impian kita.
Thomas Alfa Edison juga sangat menjunjung tinggi usaha keras. Hal tersebut dapat terlihat dari ungkapannya yaitu,"Genius adalah 1 persen inspirasi dan 99 persen keringat." Kata bijak itu telah menunjukkan, bahwa ia sangat menghargai kerja keras.
Selain itu, berdoa juga berperan dalam mewujudkan impian kita. Karena doa merupakan salah satu bentuk komunikasi manusia dengan Allah SWT. Mungkin orang jarang menyadari bahwa apapun yang mereka panjatkan saat berdoa, telah memberikan sugesti positif yang tertanam dalam pikiran bawah sadar.
Maka dari itu, ada baiknya setelah berusaha maksimal, kita berdoa kepada Allah SWT. Karena semua dapat terjadi kehendakNya. Apa yang telah kita usahakan, serahkan kembali kepada Allah SWT.
Dengan demikian, kita tidak hanya mewujudkan impian saja, namun juga sukses dalam spiritual. Percayalah bahwa dibalik susah payah perjuangan kita, pasti akan ada hasilnya. Mari wujudkan impian dengan perjuangan dan berdoa kepada Allah SWT.


Semoga Bermanfaat        

Baca Selengkapnya ....

Tips Memilih Sekolah Anak

Posted by tri novi handono Thursday, August 29, 2013 0 comments
Mau sekolah dimana ya? Mau kita sekolahkan dimana? Gurunya galak nggak ya? Kurikulumnya mendukung tumbuh kembang anak nggak ya? Sekolahnya bersih nggak ya?
Ya, tahun ajaran baru telah tiba. Kita sebagai orang tua mulai disibukkan dengan beberapa pilihan sekolah. Banyak pilihan, mulai baliho, leaflet, spanduk dan brosur dari lembaga-lembaga pendidikan semakin menambah bingung. Fasilitas yang ditawarkan serta keunggulan yang ditampilkan seperti berlomba-lomba menyapa para calon wali murid. Masing-masing berlomba-lomba menawarkan kelebihan yang dimilikinya.

Berikut tips memilih sekolah anak yang Insya Allah akan membantu kita :
1. Satukan Visi Dengan Pasangan.
Satukan visi dulu dengan pasangan kita. Mau diarahkan kemana pendidikan anak. Tentu harapannya sekolah yang lebih mengembangkan sisi spiritualitas. Percuma nilai akademiknya bagus tapi tidak hormat kepada orang tua. Percuma IQ-nya tinggi tapi selalu membuat orang tua malu akibat perbuatan jeleknya. Yang kita perlukan adalah, sekolah yang tidak hanya mengajarkan dan mendidik anak-anak pintar secara akademik, tapi juga anak yang mau mendoakan kita sebagai orang tuanya.

2. Perhatikan Jarak Sekolah.
Sebisa mungkin, carilah sekolah yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah. Selain si buah hati tidak bosan di jalan dan mengalami kelelahan, serta energinya tidak akan habis terkuras karena harus berlama-lama di jalan. Hal ini juga akan menghemat biaya yang kita keluarkan untuk transportasi.

3. Fasilitas.
Perhatikan apakah sekolah tersebut memiliki fasilitas yang dibutuhkan buah hati kita. Selain itu, sekolah yang baik adalah yang memberikan waktu lebih banyak untuk siswanya mengeksplorasi bahan-bahan pelajarannya sambil bermain dan berinteraksi dengan teman-temannya. Bukan sekolah yang mengharuskan siswanya terus menerus duduk dalam kegiatan belajar. Dengan begitu, perasaan nyaman ini akan memungkinkan anak untuk mengaktualisasikan kemampuannya.

4. Setting Kelas.
Sekolah menciptakan setting kelas yang fleksibel dan tidak membosankan, ruang kelas ditata agar anak betah seharian berada didalamnya. Namun belajar dapat terjadi dimana saja, duduk didepan guru, duduk melingkar, dibawah pohon atau di kebun sekolah. Lihat juga apakah anak-anak disekolah itu terlihat ceria dan kreatif. Apakah ruang kelas dihiasi karya seni para murid. Kalau ini dilakukan berarti disekolah tersebut sangat menghargai kreativitas murid-muridnya.

5. Guru.
Pastikan staf-staf di sekolah itu memang kompeten. Untuk mengetahuinya, bisa dilihat dari cara para guru memperlakukan murid-muridnya serta disiplin yang diterapkan. Carilah sekolah dengan jumlah staf yang memadai, sehingga buah hati kita mendapatkan perhatian sesuai kebutuhan mereka. Semakin kecil rasionya, anak-anak akan mendapat perhatian yang cukup dari guru sehingga kebutuhannya lebih mudah di mengerti dan dipahami.

6. Kurikulum Sekolah.
Program sekolah yang baik, sebaiknya memberikan banyak waktu untuk setiap anak untuk mendorong minatnya.
Saat ini sudah banyak sekolah sekolah Islam yang menawarkan kurikulum khasnya yang mengarah kepada keimanan dan ketaqwaan. Ada program pembiasaan akhlak Islam sehari-hari, membaca dan menghafalkan Al-Qur'an, serta program ibadah.

7. Biaya.
Orang tua sering terkecoh dengan anggapan bahwa semakin mahal sekolah semakin canggih dan terpercaya sekolah tersebut. Padahal tidaklah demikian. Kecanggihan suatu sekolah bukanlah dilihat dari biaya untuk dapat bersekolah di situ, tapi oleh materi dan metode pembelajaran yang tepat bagi murid-muridnya. Pilihlah sekolah yang sesuai dengan kondisi keuangan saudara.

8. Cari Referensi.
Jangan ragu dan malu untuk bertanya kepada orang lain tentang situasi dan kondisi sekolah tempat anaknya bersekolah. Carilah informasi mengenai sekolah tersebut dari beberapa orang tua murid di sana, tentunya akan ada pendapat positif dan negatif. Untuk membuktikannya, datanglah ke sekolah tersebut dan amati murid-murid di sana.

Hal yang terpenting untuk membekali anak bersekolah adalah kondisi keluarga. Di sekolah buah hati kita belajar sholat, mengaji dan program ibadah lainnya. Sementara kita dirumah tidak melakukan hal tersebut. Anak akan bingung. Dan karena anak lebih lama waktunya dirumah dan berada di lingkungan terdekatnya. Maka kebiasaan orang tuanyalah yang akan diikutinya.
Kalau orang tua menginginkan anak yang sholeh dan sholehah, bekali mereka dengan menyekolahkan di sekolah Islam yang mutunya tidak kalah dengan sekolah lainnya. Namun yang penting ialah, kegiatan positif anak disekolah harus didukung dengan perilaku dan teladan orang tua.


Semoga Bermanfaat      


Baca Selengkapnya ....

Muslim Kaya

Posted by tri novi handono Wednesday, August 28, 2013 0 comments
Harta kekayaan merupakan nikmat Allah SWT yang harus di syukuri. Dengan kekayaan tersebut, diharapkan bisa menjadi sarana untuk mendapat ridho dari Allah SWT. Yakni digunakan untuk beramal, seperti berqurban, haji, zakat, infak, shodaqoh, menyantuni fakir miskin, dan terutama menyantuni anak yatim. Itulah jalan yang diperintahkan oleh Allah SWT. Dari amal ibadah itu pula yang akan menyelamatkan kita dari siksaan api neraka
Pada dasarnya harta bisa menjadi berkah ataupun azab, tergantung pada cara bagaimana ia mendapatkan dan memanfaatkannya. Bagi manusia yang bertaqwa, pasti akan menyadari bahwa sesungguhnya kehidupan di dunia tidaklah kekal. Sehingga ia akan membelanjakan harta kekayaannya untuk beribadah.
Dalam hadist yang diriwayatkan Ibnu Majjah dan dinilai Shahih oleh Al-Busyairi dan Al-Albany, Rasulullah SAW bersabda, " Tidak Ada madarat (kerusakan, bahaya) dalam harta bagi mereka yang bertaqwa, tetapi kesehatan itu lebih baik daripada menjadi kaya bagi mereka yang bertaqwa."
Hal ini menunjukkan bahwa, ketika orang bertaqwa memiliki harta, maka tidak ada hal yang membahayakan bagi dirinya maupun orang lain. Karena itulah, tak ada dosa bagi seseorang untuk mengharapkan banyak uang, selama niatnya baik.
Namun, bila melihat realitas sosial saat ini, alangkah malunya ketika melihat saudara seiman mengemis di terminal, bus, kereta api dan tempat umumnya lainnya. Padahal Rasulullah SAW tidak mengajarkan emikian. Sebagaimana sabda beliau,"Demi jiwaku yang berada ditangan-Nya, sungguh seseorang yang mengambil tali di antara kalian. Kemudian dia gunakan untuk mengangkat kayu di atas punggungnya, lebih baik baginya daripada ia mendatangi orang, kemudian ia meminta-minta kepadanya yang terkadang diberi dan terkadang tidak diberi olehnya,"(HR. Al-Bukhori).
Sebagai sarana untuk beribadah, harta memegang peran yang cukup penting. Bayangkan, bagaimana saudara bisa sholat dengan tenang bila perut lapar, jika anak menangis meminta susu, sementara saudara tak sanggup membelinya. Bagaimana saudara bisa menyantuni fakir miskin, bersedekah, haji dan menyekolahkan anak untuk menuntut ilmu bila tidak punya uang sama sekali.
Bagi orang miskin peluang kecil untuk melaksanakan itu, karena jangankan untuk bersedekah, berinfak, menyantuni anak yatim, untuk memenuhi kebutuhan sendiri saja sulit. Selain itu, kemiskinan dapat memicu untuk berbuat kejahatan. Seperti sabda Rasulullah SAW,"Kemiskinanitu dekat dengan kekufuran, dan kedengkian itu dekat dengan mendahului qodar". (Faydhul Qodiir, juz 4, hlm.708).
Hal ini menunjukkan bahwa, adakalanya miskin itu membahayakan. Dari busung lapar, anak tak dapat sekolah, dekadensi moral, hingga memicu kriminalitas dan kejahatan. Itulah salah satu akibat dari kemiskinan. Berdasarkan hadist yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Imam Ahmad, disebutkan bahwa Rasulullah SAW selalu berdoa memohon perlindungan dari kemiskinan dan kekhufuran sebanyak tiga kali setiap matahari terbit dan terbenam. Doa Rasulullah SAW :"Duhai Allah, Aku memohon perlindunganMu dari kemiskinan dan kekhufuran. Aku juga memohon perlindunganMu dari siksa kubur. Tidak ada Tuhan yang patut disembah melainkan Engkau, Ya Allah."
Bukan hanya itu doa Rasulullah SAW, menurut riwayat Imam Muslim, sebelum tidur Rasulullah SAW selalu menutup hari dengan membaca doa, "Ya Allah, Lunasilah hutang-hutangku dan jauhkanlah aku dari kemiskinan."
Berdasarkan riwayat tersebut, bahwa Rasulullah SAW mengajari kita agar memohon perlindungan dari kemiskinan dan kekhufuran. Bahkan untuk soal kemiskinan dan kekhufuran ini, Rasulullah SAW selalu berdoa sebanyak tiga kali. Ini menandakan betapa sungguh-sungguhnya beliau memohon. Setiap usai shalat dan menjelang tidur, Rasulullah SAW juga berdoa dengan permohonan yang serupa. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika umat muslim kaya, sehingga dengan kekayaan yang diberikan oleh Allah SWT, dapat beramal lebih banyak lagi. Wallahu a'lam bisshowab.


Semoga Bermanfaat      

Baca Selengkapnya ....

Doa Kesuksesan

Posted by tri novi handono Tuesday, August 27, 2013 0 comments
Hidup di dunia yang hanya sementara ini, kita sudah memikirkan kehidupan yang abadi kelak, yakni kehidupan di akhirat. Amalan kita di dunia saat  ini, semuanya akan dihisab oleh Allah SWT kelak di akhirat. Dan sudah seharusnya kita mempersiapkan bekal amal sholeh selama di dunia.
Dan, amalan-amalan yang kita lakukan, tentulah harus ikhlas kita lakukan. Dengan keikhlasan itu, amalan kita akan bernilai disisi Allah SWT. Dan yang tidak kalah pentingnya, ialah keseriusan kita dalam berdoa kepada Allah SWT. Kita berdoa meminta pertolongan kepada Allah agar semuanya menjadi lancar. Ada beberapa hal yang kita harus selalu doakan kepada Allah SWT. Semoga dengan doa tersebut, semakin memacu kita untuk terus beramal sholeh.

Adapun beberapa permintaan dalam doa itu adalah :
1. Memohon agar kelak di akhirat, kita dikenali oleh Nabi Muhammad SAW.
Sewaktu saya melaksanakan suatu pengamanan unjuk rasa di Surabaya, saya bertemu dengan Kapolresta, beliau menegur saya, Saya sungguh merasa bangga dan senang dikenal seorang pejabat Kepolisian, Nah, saya yakin saudara pun akan merasa bangga dan senang jika dikenal oleh seorang pejabat. bayangkan saudara dikenal oleh Bupati, Gubernur atau bahkan presiden. Senang, bukan? Begitulah, kita akan merasa amat senang jika dikenal oleh seseorang yang besar, apalagi beliau mampu menolong kita ketika kita berada daam kesulitan.
Bagaimana hlnya kita dikenl dengan manusia terhebat, seorang rasul yang sangat dikasihi Allah? Tentulah kebahagiaan yang kita rasakan. Terlebih ketika di akhirat, dimana tak ada yang bisa menolong kita. Dan tentu kita merindukan pertolongan Rasulullah SAW. Dan, alangkah bahagianya ketika beliau mengenali kita sebagai umatnya dan belaiu pun memberikan syafa'atnya kepada kita. Allahumma amin.
Begitulah, saudaraku, Kalau ita ingin dikenali Rasulullah SAW, maka kita harus mengenali beliau terlebih dahulu. Pelajarilah akhlak beliau. Dan marilah kita teladani akhlak beliau. Semoga dengan begitu, kelak beliau dapat mengenali kita sebagai umat beliau.

2. Kita memohon agar kelak di akhirat, kita menerima buku catatan amalan kita dengan tangan kanan.
Oang-orang yang menerima catatan amalnya dengan tangan kanan kelak di akhirat, tentulah melakukan amalan sholeh ketika di dunia. Kalau kita menginginkan untuk masuk golongan kanan, maka kita tidak boleh lelah untukterus beramal sholeh. Istirahat kita adalah nanti ketika kaki kita sudah melangkah ke surga.
Memang tidak mudah, tapi kita harus berusaha berjuang sekat mungkin. Teruslah beramal sholeh. Ingatlah kematian itu pasti datangnya, meski kita tidak tahu kapan itu terjadi. Oleh karena it, jangan pernah lelah beramal sholeh di dunia ini, Insyaallah dengan begitu kelak kita termasuk golongan mereka yang menerima catatan amalnya dengan tangan kanan.

3. Kita memohon agar kelak di akhirat, kitadapat masuk surga bersama-sama dengan seluruh keluarga kita.
Akhirnya harapan kita adalah kelak bisa berkumpul dengan seluruh sanak keluarga. Semoga keimanan yang sudah tertanamkan dalam diri kita, yang kemudian kita amalkan dalam amalan sholeh dan dapat diikuti oleh anak cucu kita.
Begitupun amalan sholeh yang diturunkan oleh generasi di atas kita dan kita amalkan, dapat mengalirkan pahala kepada mereka tanpa mengurangi pahala mereka. Dengan begitu, semoga kelak kita dikumpulkan dalam surga Allah bersama sanak keluarga kita dengan kebahagiaan yang takkan pernah usai di akhirat. Amin....

   
Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Merubah Perilaku Buruk Anak

Posted by tri novi handono 1 comments
Tentu kita pernah merasa kesal dan frustasi melihat kelakuan buruk anak. Kita sudah menanamkan disiplin dan aturan-aturan yang harus dipatuhi, tapi mereka koq tetap melawan atau menentang kita? Disadari atau tidak, perilaku buruk anak banyak dipengaruhi oleh kebiasaan orang tua dalam mengasuh dan mendidik anaknya sejak kecil.

Berikut beberapa tips agar perilaku buruk anak bisa berubah :
1. Memberi contoh kepatuhan.
   Orang tua menjadi role model bagi anak. Misalnya, patuh terhadap peraturan lalu lintas, peraturan di lingkungan tempat tinggal, dan lainnya. Tentu, diharapkan contoh ini akan membuat anak sadar. Bahwa ketika kita berada dalam sebuah "otoritas" yang lebih tinggi maka kita harus tunduk kepada otoritas tersebut.

2. Berikan perintah yang jelas.
   Sering kita mengungkapkan pernyataan seperti, "Awasya, kalau nanti ikut, tidak boleh nakal!" Ungkapan tersebut tidak memiliki maksud yang jelas. Dalam benak anak, mereka akan menafsirkan sendiri apa yang dimaksud dengan nakal atau macam-macam. Sehingga mereka mencoba-coba untuk mengetahui yang dimaksud nakal atau macam-macam itu.

3. Buat batasan.
    Seorang anak bisa bersikap keras kepala jika dilarang atau diperintah. Hadapilah sikapnya dengan tegas, tapi jangan mengomel atau merayunya. Katakan apa yang kita inginkan, tegaskan bahwa ia harus melakukan apa yang kita katakan.

4. Peringatkan di awal.
  Ketika anak sudah terlalu lama bermain dan sudah waktunya untuk tidur, cobalah untuk mengingatkan lima atau sepuluh menit di awal. Dengan begitu anak tahu bahwa sebentar lagi ia haus berhenti bermain.

5. Ciptakan tujuan yang terjangkau.
   Seringkali orang tua menginginkan perilaku buruk anak berhenti seketika dan berhenti selamanya. Mungkinkah? Kenyataannya, perubahan perilaku adalah proses yang terjadi selangkah demi selangkah.
Kadang perilaku negatif anak berhenti seketika, tapi muncul lagi di kemudian hari. Jangan mengharapkan perubahan instan. Perubahan memerlukan latihan yang terus menerus, baik bagi anak saudara maupun bagi saudara sendiri.

6. Jika anak tidak berubah.
  Orang tua mudah menyerah ketika mereka tidak melihat adanya perubahan pada diri anak. Kemungkinan besar adalah, karena tujuannya yang salah. Orang tua yang berharap anak menjadi penurut 100 persen pasti gagal. Ingat , tujuan kita adalah "perbaikan".
Amati perubahan kecil yang terjadi pada anak, dan katakan padanya yang saudara amati. Mungkin perlu mengubah rutinitas dirumah untuk memudahkan perbaikan perilaku pada anak. Misalnya saudara mengubah jam mengerjakan PR dengan memperhatikan tingkat kesegaran anak. Atau TV dimatikan selam anak mengerjakan tugas. Bisa juga saudara menetapkan aturan baru, anak boleh bermain setelah PR selesai.

  Sekali lagi, setiap anak adalah pribadi yang unik. Perhatikan anak secara individu. Jangan bandingkan dengan anak lain ataupun anak dalam film-film. Jauhkan cara-cara kekerasan terhadap anak karena yakinlah bahwa itu tidak akan membuahkan hasil.



 
Semoga Bermanfaat    

Baca Selengkapnya ....

Kekayaan Mutlak Ibu Muslimah

Posted by tri novi handono 1 comments
Kaya selalu diidentikkan dengan kesuksesan, harta melimpah, rumah dan mobil mewah, serta segala yang menyangkut materi. Tidak sedikit manusia menjalani hidupnya hanya berorentasi pada dunia semata. Mencari dan menumpuk sebanyak-banyaknya harta kekayaan telah menjadi gaya hidup yang sejalan dengan hedonisme. Na'udzubillah!
Muslimah harus kaya? Iya, Tentu saja kaya yang sesuai dengan jalur hukum syara'. Bukan kekayaan materi semata, tetapi semua kekayaan yang menjadikan muslimah tunduk dan patuh hanya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Karena muslimah mempunyai multi peran yang strategis dan mulia. Yaitu peran sebagai pribadi muslimah itu sendiri, sebagaiistri sekaligus ibu, yang punya tugas sebagai manajer rumah tangga, pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya. Begitu penting dan besarnya peran seorang ibu muslimah dalam pembentukan generasi generasi yang akan datang.

Maka ada kekayaan mutlak ibu muslimah, ialah :
1. Kekayaan Akidah.
Dengan akidah yang benar, muslimah akan selalu tegar ketika menghadapi badai dalam kehidupannya. Berpikir jernih dan mampu melampaui setiap ujian yang menghampiri, baik ujian yang menimpa dirinya, keluarganya, atau lingkungan sosial dan dakwahnya.
Sebagai istri, ia juga akan senantiasa menjadi penenang bagi suaminya, pendukung utama kiprah dakwah suami, dan seorang suami akan mendapatkan kekuatan untuk tetap istiqamah dan terhindar dari segala bentuk syirik dan bid'ah.
Kita patut meneladani Khadijah, istri Rasulullah SAW. Seperti yang digambarkan dalam sebuah hadits:"Rasulullah SAW bersabda, aku dikaruniahi oleh Allah SWT rasa cinta yang mendalam kepada Khadijah. Demi Allah, aku tidak pernah mendapat pengganti yang lebih baik dari Khadijah. Ia yang beriman kepadaku ketika semua orang inkar. Ia yang mempercayaiku ketika semua orang mendustakanku. Ia yang memberiku harta pada saat semua orang enggan memberi."(HR. Ahmad). Begitu pula peran muslimah sebagai ibu. Seorang ibu yang telah memiliki akidah yang menghujam kuat ke dasar hatinya, akan menularkan perilaku dan cara berpikir yang benar kepada anak-anaknya, sehingga tidak mudah terpengaruh lingkungan yang negatif.

2. Kekayaan Tsaqofah.
Terkait kewajiban utamanya yang multi dimensi, maka seorang ibu muslimah harus memiliki tsaqofah yang luas, tidak hanya terbatas pada tsaqofah Islam. Tetapi juga tsqofah yang bersifat umum.
Sejarah membuktikan, bahwa perubahan sosial yang terjadi di masyarakat adalah hasil dari pembinaan tsaqofah secara berkesinambungan, penuh perencanaan dan sistematis.
Selain itu, ibu muslimah juga harus tanggap dan cermat dengan informasi-informasi global, berita-berita dunia keislaman atau perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin pesat. Dengan demikian diharapkan mampu memberikan jawaban dengan analisa yang tajam dan mencerdaskan ketika anak-anak ataupun masyarakat umum melontarkan pertanyaan.

3. Kekayaan Amaliyah.
Sia-sialah ilmu tanpa amal dan rusaklah amal yang tidak dilandasi oleh ilmu. Ilmu dan amal merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Setelah memiliki akidah yang benar dan tsaqofah yang luas, maka tidak akan berarti apa-apa jika semua itu tidak ada aplikasinya.
Muslimah yang paham, tentu senatiasa berusaha untuk menjaga amal-amalnya agar menjadi amalan yang terbaik di sisi Allah SWT. Kepribadian Islam akan terbentuk dengan sendirinya ketika seorang muslimah mampu menjaga lisan, fikrah dan akhlaknya. Sehingga keberadaannya sebagai bagian dari interaksi sosial akan menjadi figur yang diteladani. Jangan puas dalam mencari ilmu, perbanyak silaturahmi dan pilihlah lingkungan yang baik.
  

Semoga Bermanfaat
    

Baca Selengkapnya ....

Karyawan Bisa Kaya

Posted by tri novi handono 0 comments
Indonesia negara kaya raya, kekayaan itu tidak hanya berupa sumber daya alam tapi juga keaneka ragaman hayati, suku dan budaya. Disamping itu, Indonesia juga kaya akan mitos-mitos. Mitos adalah anggapan atau pendapat umum yang melekat pada suatu obyek atau kejadian. Misalnya mitos ibu hamil adalah ngidam, kalau tidak dituruti, konon anak yang dilahirkan nantinya akan menetes air liurnya.
Di dunia kerja juga terdapat mitos tentang karyawan, konon untuk bisa kaya harus jadi pengusaha atau memiliki usaha sendiri. Pertanyaannya apa ada karyawan yang kaya? Jawabannya ada! Kaya identik dengan penghasilan tinggi, sementara untuk kita yang bekerja sebagai karyawan.penghasilan atau gajinya sudah dijatah setiap bulan. Kalau meningkat, kenaikannya bisa diprediksi 5-10 persen per tahun.

Penghasilan tinggi adalah bahwa saudara mendapatkan uang masuk (cash flow) yang besar setiap bulannya, sedangkan kaya adalah seberapa banyak saudara bisa menyisihkan, menyimpan, dan menumpuk asset dari penghasilan yang saudara dapatkan. Apakah dengan memiliki penghasilan tinggi pasti kaya? Belum tentu! Tergantung cara pengelolahannya. Jika memiliki penghasilan tinggi tapi boros maka tidak akan kaya. Penghasilan terbatas tapi pengelolaan benar, maka akan kaya dan makmur.
Karyawan memang memiliki keterbatasan dalam penghasilan, namun untuk menjadi kaya saudara tidak harus menunggu sampai punya penghasilan besar. Saudara tetap bisa kaya berapapun penghasilan saudara. Karena kemampuan saudara mengumpulkan kekayaan tidak dilihat dari berapa besarnya penghasilan, tapi dari bagaimana saudara mengelola penghasilan itu.

Bagaimana caranya?
Walaupun penghasilan saudara sebagai karyawan umumnya dibatasi, tetapi saudara juga bisa memupuk kekayaan bila saudara mengetahui caranya.

1. Sedekah.
Dalam pengelolaan keuangan, sedekah sangat erat kaitannya dengan tanggungjawab sosial. Jika saudara mendapatkan penghasilan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah, menyisihkannya sedekah.
Pertanyaannya adalah bukankah dengan sedekah uang kita akan berkurang. Disinilah matematika Allah SWT berlaku, bahwa Allah SWT akan melipatgandakan hingga tujuh ratus kali lipat. Untuk sedekah, kita bisa mengalokasikan sekitar 10 persen dari penghasilan per bulan. Namun bisa juga lebih dari 10 persen. Ingat, Allah SWT akan melipatgandakan apa yang telah kita sedekahkan.

2. Investasi.
Investasi bermanfaat untuk meningkatkan kekayaan finansial di masa depan. Pilihlah produk investasi yang bisa memberikan tingkat pengembalian yang relatif besar dalam jangka panjang. Instrumen investasi seperti saham, properti, emas dan reksa dana merupakan asset produktif yang harganya cenderung mengalami kenaikan. Idealnya untuk dana investasi, ialah 30 persen dari penghasilan rutin perbulan.

3. Proteksi.
Milikilah proteksi berupa asuransi jiwa. Asuransi dimiliki bukan karena orang pasti meninggal, tetapi dimiliki karena yang ditinggalkan harus tetap hidup. Asuransi jiwa diperlukan karena memberikan rasa aman melalui antisipasi hilangnya pendapatan. Salah satu produk asuransi adalah unit link yang merupakan gabungan antara proteksi dan inventasi. Untuk asuransi, kita bisa mengalokasikan sekitar 20 persen per bulannya.

4. Atur Pengeluaran.
Dalam perencanaan keuangan, mengelola pengeluaran bulanan merupakan suatu hal yang penting. Bagi karyawan yang memiliki penghasilan tetap, akan relatif lebih mudah untuk mengatur pengeluaran. Yang penting adalah jangan sampai pengeluaran saudara melebihi pemasukan atau mengalami defisit keuangan. Pengeluaran disarankan hanya sebesar 40 persen dari penghasilan yang saudara peroleh setiap bulannya.   


Semoga Bermanfaat   

Baca Selengkapnya ....

Membalas Jasa Ortu Yang Meninggal Dunia

Posted by tri novi handono 0 comments
Kita semua hidup di dunia ini memang banyak  di sibukkan dengan berbagai macam kesibukkan baik kesibukkan dalam belajar, bekerja dan sebagainya, kita dilahirkan oleh orang tua di dunia ini dengan harapan untuk menjadi anak sholeh, berbhakti kepada Orang tua, Agama, Nusa dan Bangsa, namun harapan tersebut masih ada beberapa anak yang masih belum sadar akan asal usulnya/kurang berbhakti.
Memang seorang anak wajib berbhakti pada orang tua dengan cara menghormati, mencintai, tidak berkata uff, tidak membentak, membantu kesibukannya, tidak minta sesuatu diluar kemampuan orang tua, memberi nafkah pada orang tua yang tidak mampu membahagiakannya, membalas budi jasanya dan mendoakannya, dan ancaman adzab bagi orang yang durhaka pada orang tua baik di dunia atau di akhirat kelak.

 Bahkan dosa besar setelah syirik yaitu orang yang durhaka pada orang tua. Hal ini sebagaimana di firmankan Allah SWT: "Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada orang ibu-bapak". (QS. An Nisa':36).
Tapi bagi seorang anak yang belum sempat berbhakti pada orang tua dimasa hidupnya, masih ada kesempatan untuk berbhakti setelah wafat orang tuanya. Hal ini sebagaimana hadits berikut ini : Dari Abu Usaid Malik Ibn Rabi'ah as-Sa'idi, ia berkata: Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW, datang seseorang dari Bani Salimah lalu bertanya : " Wahai Rasulallah, apakah tersisa sedikit saja dari kebaikan yang bisa aku lakukan untuk orang tuaku sesudah kewafatannya?" Beliau menjawab:" Ya, yaitu mendoakan mereka, memohon ampunan untuk mereka, memenuhi janji mereka, menyambungkan hubungan kekerabatan yang hanya bisa terhubungkan melalui mereka, dan menghormati teman mereka." (Sunan Abi Dawud kitab al-adab bab fi birri-walidain no. 5144, Sunan Ibn Majah kitab al-adab bab shil man kana abuka yashil no. 3664; Musnad Ahmad no. 16103; al-Mustadrak 'alas-Shahihain kitab al-birr was-shilah bab hal baqiya min birri abawayya syai'un no. 7369). 

Untuk itu, masih ada kesempatan kita untuk membalas jasa/berbhakti pada orang tua walaupun sudah meninggal, sebagaimana dijelaskan dalam hadits diatas, yaitu :
1. Mendoakan mereka, memohon ampunan untuk mereka dan selalu membacakan surat Al Fatihah, Yasin tahll, Shadaqah untuk orang tua. Bahkan kalau bisa menghajikannya kalau almarhum blum haji.

2. Memenuhi janji mereka, kalau waktu hidupnya punya janji atau hutang, maka seharusnya anak yang membayarkannya.

3. Menyambungkan hubungan kekerabatan yang hanya bisa terhubungkan melalui mereka, jangan sampai famili putus karena orang tuanya sudah meninggal dunia.

4. Menghormati teman mereka. Jika orang tua waktu masih hidup punya sahabat atau teman, harus tetap diteruskan oleh anaknya, jangan diputus silahturahim.

Teruslah mohon ampun kepada Allah SWT dan memohonkan ampun dosa orang tua kepada-Nya. Serta bertaubatlah dengan cara berhenti dari perbuatan dosa, menyesali, niat untuk tidak mengulangi lagi dan menyelesaikan tanggungan hak, serta mengisi amal baik. Semoga dengan usaha dan amal sholeh, semua dosa kita dan dosa orang tua kita diampuni oleh Allah SWT. Amin yaa Robbal alamin.


Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Cara Menjadi Kaya

Posted by tri novi handono Sunday, August 25, 2013 1 comments
Banyak orang yang menginginkan kemakmuran dan kekayaan dalam hidupnya, Namun, tidak semua orang mengetahui bagaimana caranya agar dapat meraih kekayaan tersebut. Tak jarang, manusia menggunakan berbagai cara agar memperoleh kekayaan dengan jalan yang buruk, seperti menipu, korupsi, mencuri dan sebagainya. Padahal, apalah arti kekayaannya tidak berkah, yang berakibat merasa tidak bahagia dan selalu gelisah. Oleh karena itu, alangkah baiknya bila cara untuk mendapatkan kekayaan tersebut ditempuh dengan cara yang baik.
Berikut ini cara menjadi kaya menurut Islam :
1. Mencari rezeki dari yang halal.
Carilah rezeki yang halal dalam hidup, karena dengan kekayaan yang halal maka akan menentramkan hati kita juga. Sebaliknya, jika kita tidak mendapatkannya dengan sesuatu yang halal, maka biasanya akan membuat hidup kita di masa yang akan datang menjadi penuh masalah.
2. Menyambung tali silaturahmi.
Sering-seringlah berkunjung ke sanak saudara, baik saudara dekat maupun jauh. Karena silaturahmi akan melancarkan pintu rezeki bagi setiap umat yang menjalaninya.
3. Bekerja dengan hati yang Qana'ah.
Hal tersebut menunjukkan bahwa sesuatu yang berlebihan itu memang tidak baik. Sesuatu yang instan itu jarang bertahan lama, ataupun sering mengalami kegagalan. Jadi, carilah rezeki dengan bekerja dan hati yang tukus, ikhlas.
4. Bertaubat dari segala perbuatan dosa.
Saatnya mendekat dan selalu berikhtiar kepadaNya. Jauhkanlah diri dari keputusan yang dilaknat oleh Allah SWT. Jika kita bertaubat, Insya Allah pintu rezeki pun juga dapat terbuka lebar.
5. Segera tunaikan zakat dan sedekah.
"Barang siapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya..." (Q.S Al An'aam : 160).
Hal ini jelas menunjukkan bahwa sedekah sangat bernilai harganya. Sedekah kepada orang lain bernilai 10, kepada orang yang kita kenal bernilai 100, kepada sanak saudara bernilai 1000. Tunaikan zakat. Semakin kita banyak memberi, Insya Allah kita juga akan semakin banyak menerima rezeki dari Allah SWT.
6. Mensyukuri segala nikmat.
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikamt-Ku) maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih" (Ibrahim : 7). Kita hendaknya senantiasa mensyukuri nikmat dan rezeki yang telah diberikan Allah SWT kepada umatnya. Apapun rezeki dari Allah SWT, harus senantiasa kita syukuri dan nikmati. Sungguh kenikmatan yang diberikan oleh Nya sangat banyak dan sangat berarti, dan kita sebagai manusia wajib untuk mensyukurinya.

Rasulullah SAW bersabda " Bukanlah kekayaan itu dari banyaknya harta, akan tetapi kekayaan itu adalah rasa cukup yang ada di dalam hati." (HR.Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 1051 dari Abu Hurairah ra.).

Al-Hafizh Ibnu Hajar Rahimahullahu berkata dalam penjelasannya terhadap hadis ini :
"Alhasil, orang yang disifati dengan ghina an-nafs (kekayaan jiwa) adalah orang yang qana'ah terhadap apa yang Allah SWT rezekikan kepadanya. Dia tidak tamak untuk menumpuk-numpuk harta tanpa ada kebutuhan. Tidak pula dia meminta-minta kepada manusia dengan mendesak. Dia merasa ridho dengan apa yang diberikan Allah SWT kepadanya, seakan-akan ia terus menerus merasa cukup. Sedangkan orang yang disifati dengan fagru an-nafs (kefakiran jiwa) adalah kebalikannya. Karena dia tidak qana'ah terhadap apa yang diberikan kepadanya. Dia selalu rakus untuk menimbun kekayaan, dari arah mana saja. Kemudian bia dia tidak mendapatkan apa yang ia cari, ia akan merasa sedih dan menyesal. Seakan-akan dia adalah orang yang tidak memiliki harta. Karena dia tidak merasa cukup dengan apa yang diberikan kepadanya, sehingga seakan-akan dia bukan orang kaya."*Fathul Bari, 2/277).  

Baca Selengkapnya ....

Sosok Pemimpin Sederhana

Posted by tri novi handono 0 comments


 


     Memberikan teladan yang baik merupakan keharusan bagi seorang pemimpin yang menjadi panutan bagi rakyatnya. Seperti yang pernah dilakukan oleh Umar bin Khattab, meskipun  harta kekayaannya melimpah, namun gaya hidupnya sangat sederhana. Dalam memandang harta, ia tak tergiur sedikitpun untuk mengambil hak orang lain. Jangankan korupsi, mengambil haknya sendiri ia enggan. Ia menggunakan hartanya untuk keperluan umat dan dakwah. Tidur siangnya beralaskan tikar dan batu bata di bawah pohon kurma, dan hampir tak pernah makan kenyang demi menjaga perasaan rakyatnya, Padahal, Umar adalah orang yang sangat kaya, namun beliau telah menunjukkan sosok pemimpin sederhana.

     Pernah suatu hari, Umar melakukan perjalanan dinas mengunjungi satu provinsi yang berada di bawah kekuasaannya. Gubernur menjamu Umar makan malam dengan jamuan yang istimewa, sebagaimana lazimnya perjamuan untuk kepala negara. Begitu duduk di depan meja hidangan, Umar kemudian bertanya kepada sang gubernur,"Apakah hidangan ini adalah makanan yang biasa dinikmati oleh seluruh rakyatmu? Dengan gugup, sang gubernur menjawab, " Tentu tidak, wahai Amirul Mukminin. Ini adalah hidangan istimewa untuk menghormati baginda." Umar lantas berdiri dan bersuara keras, " Demi Allah, saya ingin menjadi orang terakhir yang menikmatinya. Setelah seluruh rakyat dapat menikmati hidangan seperti ini, baru saya akan memakannya." Itulah sifat Umar Bin Khattab, seorang kepala negara yang zuhud.

     Di lain kesempatan, pernah beberapa sahabat ra, di antaranya Ali, Utsman, Zubair, dan Thaihah dalam suatu majelis membicarakan usulan agar tunjangan Khalifah Umar bin Khattab ditambah, karena sepertinya tunjangan itu terlalu kecil. Mereka sepakat untuk merundingkannya dengan Umar dan meminta kepadanya agar dia menaikkan gaji serta tunjangannya. Namun para sahabat mengurungkan niatnya, sebab mereka sama-sama mengetahui bahwa Umar bin Khattab adalah seorang yang amat  keras dan mudah naik darah. Akhirnya, mereka bersepakat untuk meminta bantuan Hafshah, salah seorang istri Nabi SAW,  yang tidak lain adalah putri Khalifah Umar ra.

     Ummul Mukminin Hafshah kemudian menyampaikan usul tersebut kepada ayahnya, Umar ra. Mendengar itu, Khalifah Umar ra. bukannya senang, ia malah tampak marah. Beliau berkata, " Siapa yang telah mengutusmu untuk mengajukan usulan itu. Seandainya aku tahu nama-nama mereka, aku akan memukul wajah-wajah mereka!" Khalifah Umar ra. kemudian berkata, "sekarang ceritakan kepadaku pakaian Nabi SAW yang paling baik yang ada dirumahmu."
"Beliau memiliki sepasang pakaian berwarna merah yang dipakai setiap hari Jum'at dan ketika menerima tamu," Jawab Hafshah. Umar bertanya lagi, " Makanan apa yang paling lezat yang pernah dimakan oleh Rasulullah SAW dirumahmu?"
"Roti yang terbuat dari tepung kasar yang dicelupkan kedalam minyak," Jawab Hafshah, " Alas tidur apa yang paling baik yang pernah digunakan Rasullullah SAW dirumahmu?" tanya Umar lagi. "Sehelai kain, yang pada musim panas dilipat empat dan pada musim dingin dilipat dua, separuh untuk alas tidurnya dan separuh lagi untuk selimut," jawab Hafshah lagi.
Khalifah Umar ra. lalu berkata, "Sekarang, pergilah. Kat  akan kepada mereka, Rasulullah SAW telah mencontohkan pola hidup sederhana, merasa cukup dengan apa yang ada demi meraih kebahagiaan akhirat. Aku tentu akan mengikuti teladan beliau .....".
 
     Demikianlah sikap Umar bin Khattab ketika dihadapkan pada harta yang melimpah. Ia tetap dalam sosok pemimpin yang sederhana. Ketika wafat, Umar Bin Khattab meninggalkan ladang pertanian sebanyak 70.000 ladang, yang rata-rata harga ladangnya sebesar Rp. 160 juta dalam prediksi konversi ke dalam rupiah. Itu berarti, Umar bin Khattab meninggalkan warisan sebanyak Rp. 11,2 triliun. Setiap tahun, rata-rata ladang pertanian saat ini menghasilkan Rp. 49 juta, berarti Umar mendapatkan penghasilan Rp. 2,8 triliun setiap tahun, atau 233 miliar sebulan.
Harta kekayaannya ia pergunakan untuk kepentingan dakwah dan umat. Tak hnysedikitpun ia menyombongkan diri dan mempergunakan untuk bermewah-mewahan dan berlebihan. Hingga menjelang akhir kepemimpinan Umar, Usman bin Affan pernah mengatakan, "Sesungguhnya, sikapmu telah sangat memberatkan siapapun Khalifah penggantimu Kelak."


Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Delta Fishing

Posted by tri novi handono Thursday, August 22, 2013 0 comments
Di kota-kota besar khususnya di Jawa Timur banyak orang-orang menginginkan tempat refresing dan rekreasi yang mudah terjangkau, karena sebagian besar di kota besar disibukkan dengan bekerja yang bisa membikin jenuh atau membosankan, agar tidak jenuh dan membosankan, nah sekarang disinilah tempat untuk menjadikan kita bergairah kembali beraktifitas, sebab untuk membangkitkan kita kembali bergairah beraktifitas selain berolahraga adalah rekreasi.

Ada tujuan rekreasi yang saudara inginkan ialah Sidoarjo, selain sebutan kota udang Sidoarjo merupakan Kabupaten yang banyak terdapat tempat wisata, salah satunya adalah Delta Fishing. Tempat wisata keluarga yang komplek, sebab Delta Fishing tidak hanya menyediakan kolam pemancingan saja, namun sudah berubah menjadi wahana wisata dan tempat kuliner yang lengkap serta menjadikan tujuan wisatawan baik lokal maupun luar kota. 

Dengan luas tanah + 2 Ha milik Bp. Haji Gofur , tempat wisata ini merupakan salah satu andalan Desa yang menjanjikan income maupun lapangan pekerjaan bagi warga sekitarnya, tepatnya Delta Fishing terletak di Desa Prasung Kec. Buduran Kab. Sidoarjo, wahana wisata dan kuliner yang menyediakan berbagai macam tempat rekreasi serta masakan diantaranya kolam pemancingan,fishingedutainment, warung lesehan & prasmanan, tempat outbound serta tempat permainan anak-anak.

Delta Fishing buka setiap hari Senin - Jum'at pukul 08.00-17.00 Wib dan untuk hari Sabtu-Minggu/Libur pukul 08.00-18.30 Wib, harga tiket masuk tergolong murah terjangkau bagi semua khalayak masyarakat/pengunjung masih di bawah Rp. 5.000,-   
Di Delta Fishing ini selalu membludak pengunjungnya karena memang tempatnya menjanjikan dan mudah terjangkau, di area pemancingan juga terdapat peneduh, sehingga pengunjung dapat melaksanakan aktifitasnya dengan nyaman. Apabila pengunjung tidak membawa alat pancing ataupun perbekalan pancing sendiri, Delta Fishing juga menyediakan alat pancing sederhana beserta macam-macam umpan/makanan ikan mulai jangkrik, pelet dsb dengan harga terjangkau.
Sambil memancing pengunjung juga di manjakan dengan segala macam makanan dan minuman yang sudah disediakan di dapur, itupun harganya juga tergolongan murah,segala jenis ikan bakar yang rasanya tidak ada duanya di kota udang Sidoarjo, pokoknya harganya murah banget dan rasanya enak, manis dan gurih, coba deh....!

Nah tidak kalah menariknya Delta Fishing juga menyediakan sarana bermain anak-anak, mulai balita sampai remaja seperti sarana outbount diantaranya memanjat tebing, rintangan balok titian, naik perahu, flying fog dan tempat bermain anak-anak yakni pesawat putar-putar, kereta, ayunan, tempat berenang dll pokoknya lengkap. Mungkin ini dapat menambah refresing saudara dalam berkuliner atau liburan. Selamat berkunjung dan berlibur dengan murah meriah.......
Sekali lagi Delta Fishing tidak hanya kolam pemancingan saja, namun sudah berubah menjadi wahana wisata yang lengkap dan menarik. 

Adapun rute menuju ke Delta Fishing Sidoarjo : Setelah melewati Maspion II Buduran akan menjumpai traffic light-belok kekiri-kearah jalur lingkar timur Sidoarjo, ikuti jalur lingkar timur sampai menemui perempatan pertama (Perum Hedona) ada traffic light lagi belok kekiri, dari sini sudah banyak papan penunjuk menuju ke lokasi Delta Fishing ikuti saja jalur/jalan pedesaan yang masih alami sampai menemukan tanda masuk area Delta Fishing.



Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....