Showing posts with label Motivasi Hidup. Show all posts
Showing posts with label Motivasi Hidup. Show all posts

Bersaing Sehat

Posted by Unknown Sunday, September 8, 2013 1 comments
Memenangkan persaingan dalam satu tim dengan menghalalkan segala cara akan merugikan saudara. Boleh jadi saudara memenangkan persaingan, namun saudara akan kehilangan teman. Persaingan adalah fitrah manusia, namun saat bersaing dalam tim, bersainglah dengan cara sehat dan saling melengkapi (completing).
Percayalah, setiap orang punya potensi, talenta dan kelebihan yang berbeda. Saudara akan semakin kuat, justru saat saudara mendukung rekan satu tim saudara untuk mengasuh telentanya. Bahkan, apabila rekan satu tim saudara tak tahu kelebihan yang mereka miliki sedangkan saudara tahu, maka beritahukanlah.
Bersaing dengan cara menjatuhkan rekan satu tim atau satu profesi justru akan menjatuhkan saudara. Bukan hanya itu, saudara akan kehilangan banyak teman baik. Persaingan itu perlu, tapi bersainglah secara sehat. Coba renungkan, berapa banyak rekor dunia olah raga renang yang tercipta apabila seorang perenang berenang sendirian?
Persaingan sehat itu alat untuk menilai saudara. Sebagian besar saudara mungkin sudah punya resolusi tahunan dan target bulanan. Tetapi bagaimana jika saudara ingin tahu tentang kemajuan saudara hari ini? Bagaimana saudara mengukurnya? 
Boleh jadi saudara bangga karena target saudara tercapai. Tetapi jangan-jangan target saudara yang terlalu rendah. Maka cara yang terbaik adalah membandingkan apa yang dilakukan orang lain di lini pekerjaan yang sama. Apakah saudara lebih baik, tertinggal atau rata-rata?
Persaingan sehat itu juga meningkatkan persahabatan. Salah satu contohnya Sekolah Akademi Keperawatan yang berupaya keras melahirkan perawat-perawat yang berkarakter. Para Alumni atau sesama alumni Akademi Keperawatan tentu juga bersaing. Tetapi persaingan itu malah membuat persahabatan semakin menguat, bahkan saling melengkapi satu dengan yang lain. Muncul pula kolaborasi-kolaburasi baru yang tidak terduga sebelumnya.
Saya yakin, setiap saudara pasti ingin menang dan menjadi yang terbaik di bidang yang saudara tekuni. Namun satu hal yang harus saudara pastikan, bahwa saudara memenangkan persaingan bukan dengan cara menjatuhkan dan merendahkan orang lain.
Yakinlah, bila saudara membantu anggota tim atau teman seprofesi saudara mengeluarkan talenta terbaiknya, itu akan mempercepat kemenangan saudara. Saudara menang dan punya banyak teman, nikmat kan?


     Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Manfaat Ilmu

Posted by Unknown Monday, September 2, 2013 2 comments
Begitu banyak cara untuk menuju surga. Selain melaksanakan kewajiban sholat lima waktu, menunaikan zakat dan berpuasa, ada satu amalan yang tak kalah penting hingga Allah SWT akan memudahkan jalan menuju surga. Amalan tersebut yaitu menuntut ilmu. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW bahwa,"Barangsiapa menempuh suatu jalan mencari ilmu,niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga."(HR Muslim).
Pada dasarnya, sebelum melakukan ibadah-ibadah tersebut, kita perlu memahami ilmu tersebut, mengamalkannya dan melaksanakannya.Misalnya, untuk melaksanakan sholat, maka sebelumnya kita harus berwudhu, bersih dari najis dan memahami tata cara sholat. Maka, tak dapat dipungkiri lagi bahwa ilmu memang sangat penting.
Sebagaimana kisah Nabi Sulaiman AS. Ketika diberi pilihan antara harta, tahta kerajaan dan ilmu, Nabi Sulaiman AS memilih untuk mendapatkan ilmu daripada harta dan kerajaan. Hingga dengan berbekal ilmu inilah, maka Nabi Sulaiman AS berhasil menjadi raja yang cerdas dan kaya raya atas izin Allah SWT.
Bercermin dari kisah tersebut, kita dapat mengetahui betapa besarnya manfaat ilmu dalam kehidupan ini. Saat menghadapi persoalan hidup, kita dapat mengetahui jalan yang benar dan yang salah. Begitu pula saat bersikap, kita dapat mengetahui sikap yang baik dan buruk. Dengan demikian, kita dapat mengetahui mana arah menuju surga dan neraka, sehingga kita dapat memilih untuk melangkah kearah kebaikan dan meraih kebahagiaan dunia akhirat.

Mengamalkan dan Mengajarkan
Amalan tanpa ilmu nerupakan hal yang sia-sia, sedangkan ilmu tanpa amal merupakan hal yang sangat disayangkan. Pada hakikatnya, ilmu dan amalan merupakan hal yang sama pentingnya. Hanya memiliki ilmu saja, masih belum cukup untuk membuktikan ketaatan kita kepada Allah SWT. Meskipun kita mengetahui tata cara sholat, zakat dan puasa namun kita tidak pernah melaksanakannya tentu saja kita tetap berdosa. Begitu pula dalam kehidupan sehari-hari, kita perlu mengamalkan ilmu dalam bertingkah laku, seperti bersikap baik, toleransi dan tolong menolong. Jadi, perlu disadari bahwa sesungguhnya keberhasilan dari menuntut ilmu yaitu dengan mengamalkan ilmu tersebut.
Bagi orang berilmu sudah jelas mana yang benar dan salah, namun untuk mengamalkan yang baik dan buruk merupakan suatu pilihan yang mengandung konsekuensi. Apabila kita tidak beramal dengan ilmu kebaikan yang ada pada diri kita, maka bagaimana di hari akhirat kelak?
Dalam Al-Qur'an surat  As-Sajdah ayat 12, Allah SWT : "Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya,(mereka berkata):"Ya Tuhan kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin."
Maka dari itu, perlu diingat bahwa kita harus menggunakan waktu di dunia ini sebaik mungkin dengan menuntut ilmu dan beramal baik dengan ilmu tersebut. Selain itu, alangkah baiknya jika kita juga dapat mengajarkan ilmu tersebut kepada anak-anak dan masyarakat sekitar, sehingga bermanfaat bagi orang lain. Hal ini sesuai dengan hadits riwayat Bukhori:"Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Qur'an dan mengajarkannya."(HR. Bukhori).

Manfaat Ilmu
Ada begitu banyak manfaat ilmu yang seringkali tidak kita sadari baik dalam kehidupan sehari-hari maupun sebagai bekal di akhirat nanti. Diantaranya yaitu :
  1. Allah SWT akan meninggikan derajat orang yang berilmu. Beberapa derajat sesuai dengan amal baik yang pernah mereka lakukan. Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya:"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (Q.S. Al-Mujadalah:11).
  2. Orang yang berilmu akan mendapatkan seluruh kebaikan. Dalam kehidupan ini, kita tidak pernah lepas dari ujian dan permasalahan. Namun, hanya orang berilmu yang dapat menyelesaikan dengan baik. Bahkan, dengan ilmu tersebut tak jarang orang berilmu mengajarkannya kepada orang lain sehingga ia mendapatkan kebaikan yang banyak. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW,"Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama."(HR. Bukhori dan Muslim).
  3. Mendapatkan pahala yang tak terputus. Saat ajal telah menjemput, kesempatan untuk memperbaiki semuanya sudah tertutup. Semua amal perbuatan dan pahala akan terputus, kecuali tiga hal. Salah satunya ilmu yang bermanfaat. Sebagaimana hadits dari Abu Hurairah yang menerangkan bahwa Rasulullah SAW bersabda."Apabila anak Adam (manusia) wafat, maka terputuslah semua (pahala) amal perbuatannya kecuali tiga macam perbuatan, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh yang mendo'akannya."(HR. Muslim). Demikianlah manfaat ilmu agar kita terus belajar dan mengamalkannya. Sesungguhnya tidak ada batasan usia untuk mencari ilmu, karena menuntut ilmu merupakan salah satu jalan menuju surga. Semoga ilmu yang kita dapatkan bisa bermanfaat di dunia dan akhirat.

Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Mewujudkan Impian

Posted by Unknown Friday, August 30, 2013 1 comments
Melalui impian tersebut, diharapkan kita akan berusaha dan terdorong untuk mewujudkannya. Namun, tidak semua orang yang memiliki impian akan menuai kesuksesan, tanpa disertai dengan usaha tak ubahnya angan-angan kosong belaka.
Hanya orang-orang yang berjuang dengan sekuat tenaga yang dapat meraih mimpinya. Karena impian dan perjuangan itu berbanding lurus. Semakin besar perjuangan yang telah dilakukan, maka semakin besar pula peluang untuk mewujudkan mimpi kita.
Untuk mewujudkan mimpinya, setiap orang memiliki cara yang tidak sama. Dalam hal ini, kita dapat membedakannya menjadi tiga golongan. Golongan pertama adalah orang yang sangat menjunjung tinggi bekerja keras. Ia mewujudkan impian dengan cara berusaha keras tanpa mengenal lelah. Dan golongan kedua, adalah orang-orang hanya berdoa siang dan malam tanpa mengupayakan usaha dan kerja keras.
Sedangkan golongan terakhir adalah orang yang seimbang. Ia mewujudkan impiannya dengan perjuangan dengan disertai berdoa kepada Allah SWT. Karena ia percaya, bahwa setelah berusaha maksimal, Allah SWT jugalah yang tetap akan menentukan segalanya. Tentu golongan terakhir inilah yang perlu kita terapkan, yakni selain memaksimalkan usaha untuk mewujudkan impian, kita juga perlu spiritual dengan memohon kepada Allah SWT.
Pada dasarnya, semua tergantung pada diri kita sendiri bagaimana cara menyikapi dari mimpi yang ada pada diri kita. Apakah kita ingin memperjuangkan dan mewujudkan impian itu? Atau malah membiarkan mimpi kita dan pasrah pada takdir? Ya, pilihan itu ada di tangan kita, bukan nasib yang menentukan. Sebab perjuangan kitalah yang dapat menentukan arah kehidupan kita sendiri. Sebagaimana yang ada dalam Al-Qur'an yang artinya,"Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib sesuatu kaum kecuali mereka sendiri yang merubahnya." (Q.S. Ar-ra'du:11).
Hal tersebut terbukti dalam sederet nama tokoh besar dan ilmuwan yang tercatat dalam sejarah, tak terlepas dari kisah perjuangannya. Bahkan proses mewujudkan impian itulah yang bernilai tinggi, karena didalamnya terdapat perjuangan dan pengalaman yang berharga.
Seperti misalnya yang dilakukan oleh Thomas Alfa Edison dengan lampu pijarnya. Di tengah percobaannya, ia telah mengalami kegagalan sebanyak 9.998 kali. Hingga pada percobaannya yang ke 9.999 dia berhasil dengan sukses menciptakan lampu pijar yang dapat menyala dengan terang.
Dengan demikian, kita dapat mengetahui mengapa Edison dapat sukses mewujudkan impiannya? Jawabannya adalah karena perjuangan dan tekad yang kuat untuk meraih impian tersebut. Dengan kenyataan ini, masihkah kita enggan mewujudkan cita-cita dengan perjuangan?
Contoh di atas, seolah menunjukkan bahwa pemikiran dan tujuan yang mulia saja masih belum cukup untuk mewujudkan impian. Justru yang lebih kita butuhkan adalah berjuang melawan keputusasaan dan kepasrahan, atau perjuangan menghadapi kegagalan. Intinya, jangan pernah menyerah untuk menggapai impian kita.
Thomas Alfa Edison juga sangat menjunjung tinggi usaha keras. Hal tersebut dapat terlihat dari ungkapannya yaitu,"Genius adalah 1 persen inspirasi dan 99 persen keringat." Kata bijak itu telah menunjukkan, bahwa ia sangat menghargai kerja keras.
Selain itu, berdoa juga berperan dalam mewujudkan impian kita. Karena doa merupakan salah satu bentuk komunikasi manusia dengan Allah SWT. Mungkin orang jarang menyadari bahwa apapun yang mereka panjatkan saat berdoa, telah memberikan sugesti positif yang tertanam dalam pikiran bawah sadar.
Maka dari itu, ada baiknya setelah berusaha maksimal, kita berdoa kepada Allah SWT. Karena semua dapat terjadi kehendakNya. Apa yang telah kita usahakan, serahkan kembali kepada Allah SWT.
Dengan demikian, kita tidak hanya mewujudkan impian saja, namun juga sukses dalam spiritual. Percayalah bahwa dibalik susah payah perjuangan kita, pasti akan ada hasilnya. Mari wujudkan impian dengan perjuangan dan berdoa kepada Allah SWT.


Semoga Bermanfaat        

Baca Selengkapnya ....

Cara Menjadi Kaya

Posted by Unknown Sunday, August 25, 2013 1 comments
Banyak orang yang menginginkan kemakmuran dan kekayaan dalam hidupnya, Namun, tidak semua orang mengetahui bagaimana caranya agar dapat meraih kekayaan tersebut. Tak jarang, manusia menggunakan berbagai cara agar memperoleh kekayaan dengan jalan yang buruk, seperti menipu, korupsi, mencuri dan sebagainya. Padahal, apalah arti kekayaannya tidak berkah, yang berakibat merasa tidak bahagia dan selalu gelisah. Oleh karena itu, alangkah baiknya bila cara untuk mendapatkan kekayaan tersebut ditempuh dengan cara yang baik.
Berikut ini cara menjadi kaya menurut Islam :
1. Mencari rezeki dari yang halal.
Carilah rezeki yang halal dalam hidup, karena dengan kekayaan yang halal maka akan menentramkan hati kita juga. Sebaliknya, jika kita tidak mendapatkannya dengan sesuatu yang halal, maka biasanya akan membuat hidup kita di masa yang akan datang menjadi penuh masalah.
2. Menyambung tali silaturahmi.
Sering-seringlah berkunjung ke sanak saudara, baik saudara dekat maupun jauh. Karena silaturahmi akan melancarkan pintu rezeki bagi setiap umat yang menjalaninya.
3. Bekerja dengan hati yang Qana'ah.
Hal tersebut menunjukkan bahwa sesuatu yang berlebihan itu memang tidak baik. Sesuatu yang instan itu jarang bertahan lama, ataupun sering mengalami kegagalan. Jadi, carilah rezeki dengan bekerja dan hati yang tukus, ikhlas.
4. Bertaubat dari segala perbuatan dosa.
Saatnya mendekat dan selalu berikhtiar kepadaNya. Jauhkanlah diri dari keputusan yang dilaknat oleh Allah SWT. Jika kita bertaubat, Insya Allah pintu rezeki pun juga dapat terbuka lebar.
5. Segera tunaikan zakat dan sedekah.
"Barang siapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya..." (Q.S Al An'aam : 160).
Hal ini jelas menunjukkan bahwa sedekah sangat bernilai harganya. Sedekah kepada orang lain bernilai 10, kepada orang yang kita kenal bernilai 100, kepada sanak saudara bernilai 1000. Tunaikan zakat. Semakin kita banyak memberi, Insya Allah kita juga akan semakin banyak menerima rezeki dari Allah SWT.
6. Mensyukuri segala nikmat.
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikamt-Ku) maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih" (Ibrahim : 7). Kita hendaknya senantiasa mensyukuri nikmat dan rezeki yang telah diberikan Allah SWT kepada umatnya. Apapun rezeki dari Allah SWT, harus senantiasa kita syukuri dan nikmati. Sungguh kenikmatan yang diberikan oleh Nya sangat banyak dan sangat berarti, dan kita sebagai manusia wajib untuk mensyukurinya.

Rasulullah SAW bersabda " Bukanlah kekayaan itu dari banyaknya harta, akan tetapi kekayaan itu adalah rasa cukup yang ada di dalam hati." (HR.Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 1051 dari Abu Hurairah ra.).

Al-Hafizh Ibnu Hajar Rahimahullahu berkata dalam penjelasannya terhadap hadis ini :
"Alhasil, orang yang disifati dengan ghina an-nafs (kekayaan jiwa) adalah orang yang qana'ah terhadap apa yang Allah SWT rezekikan kepadanya. Dia tidak tamak untuk menumpuk-numpuk harta tanpa ada kebutuhan. Tidak pula dia meminta-minta kepada manusia dengan mendesak. Dia merasa ridho dengan apa yang diberikan Allah SWT kepadanya, seakan-akan ia terus menerus merasa cukup. Sedangkan orang yang disifati dengan fagru an-nafs (kefakiran jiwa) adalah kebalikannya. Karena dia tidak qana'ah terhadap apa yang diberikan kepadanya. Dia selalu rakus untuk menimbun kekayaan, dari arah mana saja. Kemudian bia dia tidak mendapatkan apa yang ia cari, ia akan merasa sedih dan menyesal. Seakan-akan dia adalah orang yang tidak memiliki harta. Karena dia tidak merasa cukup dengan apa yang diberikan kepadanya, sehingga seakan-akan dia bukan orang kaya."*Fathul Bari, 2/277).  

Baca Selengkapnya ....

Terbaik Bukan Berlebih

Posted by Unknown Saturday, August 17, 2013 0 comments
Gaya hidup berfoya-foya dan berlebihan itu sifat yang merugikan bagi kita semua, lakukanlah yang terbaik bukan berlebih dalam menjalani kehidupan ini. Suatu saat anak saya menginginkan diadakan adanya pesta ulang tahun yang meriah dan tidak itu saja mereka meminta untuk di belikan baju yang mahal harganya tetapi pada waktu hari ultah tiba saudara yang berada di luar kota sakit di rumah sakit, dengan begitu acara ultah tidak jadi diadakan.

Sesuatu yang berlebihan memang bisa berakibat buruk, seorang pemuda yang berlebihan menonton pertandingan piala champions dikabarkan meninggal dunia karena kelelahan, Bagaimana tidak, pada malam hari pemuda ini menonton pertandingan sepak bola, sementara siang harinya bekerja, terus menerus begitu selama sepuluh hari berturut-turut.

Contoh lain, ada seorang perempuan yang ingin menurunkan berat badan secara instan dan melakukan secara diet dengan ketat. Hasilnya? Dia masuk rumah sakit dan berbagai penyakit lain bermunculan. Bahkan untuk urusan beribadah kepada Allah SWT pun kita dilarang untuk berlebihan, sebagian besar dari kita pasti ingin bahwa segala yang kita lakukan dianggap ibadah kepada Allah SWT, Sehingga mendapat balasan di dunia serta balasan setelah kehidupan dunia. Padahal, agar sesuatu bernilai ibadah syaratnya dua :
Ikhlas dan Benar-benar melakukannya. Ingat! Benar, bukan berlebih! oleh karena itu, biasakanlah melakukan yang benar dengan cara yang terbaik agar bernilai tinggi. Saat bekerja dan berbisnis, lakukanlah dengan cara yang terbaik bukan berlebih.

Jangan sampai kita gila kerja tetapi lupa keluarga, abai menghadiri momen-momen penting anak, tidak memiliki waktu berlibur bersama-sama anak dan istri. Jangan sampai saat anak istri bertanya, "kapan kita punya acara bersama?"jawabannya selalu ,"Bapak lembur....Bapak lembur....Bapak lembur....."
Saat hari libur dan waktunya istirahat, lakukanlah istirahat yang terbaik bukan berlebihan, Saat libur bukan berlebihan untuk tidur, bukan juga berlebihan untuk menonton televisi, saat libur, bukan juga berlebihan untuk berolah raga atau melakukan aktivitas lain yang tidak bisa dilakukan saat hari kerja.
Sekali lagi lakukanlah yang terbaik bukan berlebih, ingatlah, tubuhmu punya hak, keluargamu punya hak, orang-orang disekitarmu punya hak, Perusahaan atau bisnismu juga punya hak. Dan yang penting, Tuhanmu juga punya hak, Apakah mereka semua sudah memperoleh yang terbaik darimu?


Semoga Bermanfaat      

Baca Selengkapnya ....

Rezeki

Posted by Unknown Friday, August 16, 2013 0 comments
Rezeki berupa uang itu datang dari arah yang tidak terduga-duga. Tidak semuanya bisa pakai nalar dan logika untuk mengetahui dari mana dia datang. Teman saya Sdr.Agus suatu saat bertanya kepada pak Ustad, sewaktu pulang dari Masjid, "pak Ustad, bagaimana agar saya tidak sibuk mengejar-ngejar uang, tetapi justru saya dikejar-kejar uang? kemudian pak Ustad menjawab,"Tempuhlah dengan dua jalan sekaligus, jalan profesional dan jalan spiritual."
Jalan profesional adalah, ketika kita menetapkan keahlian dan terus mengasahnya sehingga menjadi ahli di bidang itu. Sementara jalur spiritual, yakni lakukanlah aktivitas yang diperintahkan oleh Allah SWT, Sang Pencipta Maha Segala-Nya, apa itu?
Membahagiakan orang tua,sedekah,Sholat Dhuha,Sholat Tahajud dan lain-lain.
Teman saya Sdr. Agus ini ingin bisnis toko emasnya membesar, namun tidak menggunakan dana pinjaman. Dia kumpulkan rupiah demi rupiah untuk menambah modalnya. Tetapi, setelah modal terkumpul anaknya jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit, saat pak Ustad membezuk di rumah sakit, Sdr. Agus mengeluh dan bertanya lagi kepada pak Ustad," Saya sudah mempraktekkan saran pak Ustad, kok malah hasilnya anak saya sakit, modal yang sudah saya kumpulkan hampir habis untuk membiayai anak saya."
Mendengar keluhan tersebut pak Ustad terkejut dan hanya berkata, "sabar, Sang Maha Kaya memiliki banyak cara untuk memberimu rezeki. Asah terus kemampuan bisnismu dan lakukan terus aktivitas spiritual yang membuka rezeki datang kepadamu."
Anaknya dirawat di rumah sakit selama dua bulan, saat itu, banyak sekali teman-teman sdr Agus ysng membezuknya, dan ketika sang anak diizinkan pulang dan harus melakukan pelunasan pembayaran di rumah sakit, sdr Agus ini terkejut, Ternyata setelah di lunasi semua biaya rumah sakit, masih banyak "amplop-amplop" yang diterima dari teman-teman yang membezuk belum dibuka, dan begitu semuanya dibuka, ternyata jumlahnya sama persis dengan uang yang dibutuhkan untuk tambahan modal usaha toko emasnya.
Saat itulah sdr Agus kemudian bersujud, " Ya Allah, inilah caramu memberikan aku modal, ampuni aku pernah berprasangka buruk kepada-Mu." saat sdr Agus berjumpa dengan pak Ustad, langsung memeluk dan berkata,"memang Allah SWT memiliki banyak cara untuk memberi rezeki kepada kita, salah satunya melalui sakitnya anak saya (sdr Agus),"Wallahu'alam.....        


Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ....

Taubat Profesi

Posted by Unknown 0 comments

Dengan persaingan kehidupan yang kompleks dan lapangan pekerjaan yang semakin sulit, kebanyakan orang bekerja dianggap sebagai rutinitas biasa, hal ini yang menjadikan suatu pekerjaan membosankan atau jenuh, dan tidak terasa waktu terus berjalan sampai akhirnya orang-orang tersebut memasuki masa pensiun. Selain membuat mereka sulit berkembang, kerja mereka berpeluang tidak dicatat sebagai ibadah.
mengapa? karena mereka bekerja tidak tulus ikhlas. Akhirnya, penghasilan tak kunjung meningkat, pahalapun tak mereka dapat, rugi dunia dan menyesal di akhirat.
Hidup itu singkat, nikmatilah kehidupan dunia sekaligus sebagai bekal untuk kehidupan nanti. Hal yang paling mendasar untuk mendapatkan keduanya, bekerjalah dengan benar dan lakukanlah ikhlas karena-Nya. Selain itu, agar hidup semakin nikmat dan enjoy pilihlah aktivitas yang memenuhi tiga kriteria berikut.

Pertama, lakukanlah sesuatu yang saudara cintai, Temukanlah berbagai aktivitasyang benar-benar saudara cintai dan juga tak melanggar ketentuan-Nya. Saudara sangat enjoy saat mengerjakan hal itu. saudara begitu menikmati bahkan rela bekerja hingga larut malam tanpa banyak keluhan.
Sang Maha Pencipta menciptakan kita dengan berbagai talenta yang berbeda. Setiap kita pasti mempunyai aktivitas yang kita cintai. Temukanlah saat sauadara sudah menemukannya. Sejak saat itulah sebenarnya saudara sudah tidak bekerja tetapi menjalankan hobi. Nikmat, asyik dan membahagiakan.

Kedua, Kuasailah. Sesuatu yang saudara cintai haruslah dipupuk. Bagaimana cara memupuk cinta dalam pekerjaan atau aktivitas? Saudara berusaha terus untuk menguasai pekerjaan itu hingga benar-benar ahli. Bahkan saudara rela mengeluarkan investasi untuk terus menerus meningkatkan kemampuan di bidang yang saudara tekuni.

Ketiga, menghasilkan, Melakukan sesuatu yang saudara cintai dan kuasi tanpa hasil akan membuat saudara kehabisan? bahan bakar?. Saudara harus mengidentifikasi hasil apa saja yang saudara peroleh saat mengerjakan hal itu.
Tidak semua jerih payah saudara menghasilkan uang atau harta, Boleh jadi menghasilkan nama baik dan jangan lupa tentu menghasilkan pahala, Agar saudara terus semangat dan bergairah maka saudara harus tahu persis hasil-hasil apa saja yang saudara peroleh jika menekuni hal itu.

Apakah pekerjaan dan aktivitas sehari-hari saudara sudah memenuhi 3 hal tersebut di atas? bila belum, segeralah lakukan taubat profesi. Beralihlah melakukan sesuatu yang saudara cintai, kuasai dan menghasilkan. Siap? Segeralah!   

Semoga Bermanfaat
      

Baca Selengkapnya ....

Optimisme dan Suka Cita Menghadapi Kehidupan

Posted by Unknown Friday, March 8, 2013 0 comments


"Jalanilah seluruh kehidupan dengan optimisme dan suka cita, harapan cemerlang dan keberanian menggebu, serta kata-kata yang dipenuhi perdamaian".

   Saya ingin menarik perhatian anda pada peristiwa atau hal yang tidak mendapat perhatian masyarakat dan pada umumnya dianggap tidak mempunyai pengaruh penting pada jiwa serta kehidupan manusia ataupun pada perasaan hati manusia.
mengapa hal itu dianggap tidak begitu penting? Apakah sebenarnya yang berpengaruh besar pada pendirian hati, jiwa, kehidupan pribadi dan terlebih lagi berpengaruh pada orang lain? Jawabannya adalah "kata-kata" praktis yang anda pakai dalam kehidupan sehari-hari.
Kata-kata yang selalu dipakai setiap saat.
   Jika demikian apakah anda menggunakan kata-kata yang membangkitkan rasa hormat dan menghargai diri sendiri?
Ketika berbicara tentang sesuatu, khususnya tentang diri sendiri tanpa mengenal diri sendiri, bukannya kata-kata positif melainkan kata-kata negatif yang berhamburan keluar, yang dikatakan dengan wajah tanpa ekspresi bersalah dan dilakukan tanpa disertai pikiran bahwa itu adalah suatu hal yang buruk.
    Akan tetapi semakin sering kita berbicara tanpa memikirkan bahwa hal itu buruk maka ini tidak saja membuat diri sendiri bodoh, tetapi juga membawa puruk pada jiwa orang yang mendengarnya. Sama seperti pepatah yang mengatakan adanya sebuah apel busuk akan merusak seluruh apel-apel cantik yang ada di sekitarnya.
    Jika dibicarakan lebih jelas lagi, ada perasaan nurani yang tersembunyi dalam kehidupan spiritual manusia. Walaupun hanya sepatah kata diucapkan, apa yang disebut perasaan nurani yang tersembunyi ini seakan secara otomatis bereaksi terhadap suara, baik disadari ataupun tidak. Pada saat menyadari perasaan alam bawah sadar ini, keadaan akan menjadi seperti ini.
Maka lahirlah kata-kata agung dan kata-kata suci. Dengan kata lain, jika segala sesuatu diutarakan dengan kata-kata optimis dan positif, maka segala sesuatu dalam kehidupan akan muncul dalam keadaan baik.
    Akan tetapi sekali kata-kata seperti "kemarahan","kesedihan", "penderitaan", kebingungan", dan "kecemburuan", tanpa segan-segan berhamburan keluar dari mulut, maka pada saat itu juga, selain dikatakan bodoh , hal itu akan mengundang akibat yang mengerikan . Ini kenyataan!
Tidak ada kekuatan lebih besar yang dapat dirasakan langsung melebihi kata-kata praktis yang dipakai oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut menentukan tindakan yang benar-benar disadari lebih dari kekuatan yang dirasakan yaitu kekuatan batin. Dapat dikatakan bahwa orang yang dapat memahami hal ini dengan benar dan menerapkan dalam hidupnya, tidak salah lagi orang itu akan menjadi orang luiar biasa sesuai dengan prinsip pertama dari filsafat kehidupan.
Bukannya bermaksud membicarakan panjang lebar, hal ini dikarenakan kehidupan diungkapkan dengan kata-kata melalui filsafat dan ilmiah. Demikianlah kata-kata mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi kehidupan. Kesadaran akan hal ini akan menjadi senjata terbaik untuk memenangkan kehidupan.
   Apapun yang dilakukan dengan mempertimbangkan kenyataan yang amat penting ini, artinya selalu menaruh perhatian khusus kepada kata-kata, maka dalam situasi bagaimanapun juga selalu waspada dan hanya menggunakan kata-kata positif dan optimis.
Di dalam dunia ini tidak ada kata-kata yang dikeluarkan tanpa ada ekspresi apapun. Selama kata-kata itu dikeluarkan oleh manusia, sebelum ke luar dari mulut, pasti ada "maksud"nya. Dengan kata lain, di dalam kepala ada pikiran yang membentuk kata-kata tersebut kemudian dikeluarkan lewat suara.
Jadi, hal penting yang harus selalu dipegang teguh adalah "jangan pernah menggunakan kata-kata negatif atau pesimis walaupun hanya sekali"! Ini akan menjadi suatu kebiasaan yang tidak boleh tidak harus dilakukan, karena akan membuat menusia menjadi bahagia tidak hanya dalam segi kesehatan tetapi juga dalam segi nasib. Saya merasa yakin akan hal ini. Jika anda mengeluarkan kata-kata positif dengan penuh harapan, sepenuh hati dan optimis, yakin dan percayalah bahwa segala sesuatu akan tercapai.

Semoga Bermanfaat 

    

Baca Selengkapnya ....