Kepasrahan yang Menggerakkan

Posted by tri novi handono Monday, October 14, 2013 2 comments
Jika Allah Ta'ala sudah menitahkan suatu perkara untuk terjadi, maka tak ada yang dapat mencegahnya, Tak ada pula yang dapat memajukan atau menunda. Sesungguhnya takdir yang telah digariskan oleh Allah 'Azza wa Jalla mengikat setiap makhuk-Nya, sehingga seandainya seluruh tenaga kita kerahkan dan segenap kemampuan kita gunakan, tak akan pernah sanggup menggeser takdir itu dari keputusan-Nya. Maka, apakah yang bisa kita lakukan untuk menolak takdir?
Tetapi Allah dan Rasul-Nya telah memberikan petunjuk kepada kita. Segala sesuatu ada hukum yang telah Allah Ta'ala tetapkan untuk mengaturnya. Maka, hukum itulah yang perlu kita ketahui. Berkenaan dengan takdir, nasehat Rasulullah SAW kepada Ibnu 'Abbas ra perlu kita simak dengan baik. Ketika itu Ibnu 'Abbas masih kanak-kanak yang baru mengerti. Kata Rasulullah SAW., sebagaimana diriwayatkan oleh At-Tirmidzi: "Wahai Anakku, sesungguhnya aku akan mengajarkanmu beberapa kata ini sebagai nasehat buatmu. jagalah hak-hak Allah niscaya Allah pasti akan menjagamu. Jagalah dirimu dari berbuat dosa terhadap Allah, niscaya Allah akan selalu berada di hadapanmu.
Apabila engkau menginginkan sesuatu, mintalah pada Allah. Dan apabila engkau menginginkan pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah, bahwa apabila seluruh umat manusia berkumpul untuk memberi manfaat padamu, mereka tidak akan mempu melakukannya kecuali apa yang telah dituliskan oleh Allah di dalam takdirmu itu. Juga sebaliknya, apabila mereka berkumpul untuk mencelakaimu sedikit pun kecuali atas kehendak Allah. Pena telah diangkat dan lembaran takdir telah kering."(HR. At-Tarmidzi).
Inilah sikap terhadap takdir yang diajarkan Rasulullah SAW kepada kita. Karenanya, kita harus membangun sikap tersebut dalam diri kita dan terutama kepada anak-anak kita. Jika anak telah yakin bahwa lembaran takdir telah kering dan tak ada yang bisa menolong dengan sebak-baik pertolongan selain Allah 'Azza wa jalla, maka apa lagikah yang lebih baik dalam membangun keyakinan diri? Jika anak-anak yakin betul bahwa andaikata seluruh manusia berkumpul untuk mencelakakannya, maka tak ada musuh yang ia takuti dan tak ada makhluk selemah apa pun yang berhak ia rendahkan. Ia memiliki percaya diri yang kuat bukan karena kelebihan yang ada pada dirinya, tetapi karena keyakinanannya yang kuat kepada Allah 'Azza wa Jalla, Tuhan Yang Maha Mulia lagi Maha Perkasa. Kepercayaan diri semacam inilah telah mengubah Abu hurairah ra dari ahlu suffah menjadi seorang yang diakui kompetensinya. Ia menjadi rujukan yang terpercaya.
Berawal dari sikap yang benar terhadap takdr, kita bisa berharap lahirnya anak-anak yang kuat memegangi prinsip, kokoh pendiriannya, kuat keyakinannya kepada Allah SWT beserta segala yangdituntunkan-Nya serta memiliki integritas pribadi yang kuat. Sungguh, rusaknya masyarakat bukanlah terutama dari tidak adanya para pemimpin yang perkasa maupun ulama yang matang ilmunya, tetapi terutama dar tidak adanya integritas pribadi. Padahal integritas itulah yang membuat seseorang layak dipercaya dan bisa diandalkan.
Sikap yang tepat terhadap takdir mengantarkan anak untuk jujur dan mandiri. Sebab, dusta tak bisa membuatnya memperoleh manfaat. Sementara ketergantungan pada pertolongan orang lain tak membawanya pada kemudahan. Ia belajar menempa diri untuk tidak berharap selain kepada Allah 'Azza wa Jalla. Jika ia menjadi manusia yang memperoleh jaminan penjagaan dari Allah, maka Allah Ta'ala pasti akan kiimkan hamba-hamba-Nya dari malaikat dan manusia untuk menjadi penolong ketika ia sedang memerlukan pertolongan. Para manusia menjadi penolong karena Allah Ta'ala yang menggerakkan mereka.
Melalui pembentukan sikap yang benar terhadap takdir sesuai tuntunan Rasulullah SAW, kita bisa berharap akan lahir para pemberani yang perkasa untuk memimpin dunia. Mereka perkasa justru karena kepasrahannya terhadap setiap ketentuan-Nya.
Inilah yang sekarang perlu kita pikirkan. Sudah saatnya kita mengubah cara kita membangun kepribadian anak, Percaya diri yang kokoh sudah seharusnya lahir dari iman yang kuat. Salah satunya iman kepada takdir.
Sesungguhnya sebaik-baik sumber percaya diri adalah iman, bukan drum band.    

Semoga Bermanfaat.
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Kepasrahan yang Menggerakkan
Ditulis oleh tri novi handono
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://noviarema.blogspot.com/2013/10/kepasrahan-yang-menggerakkan.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

2 comments:

Ukhti Ana said...

terima kasih artikelnya sangat inspiratif sekali,..
kunjungi kami y,.. Mukena Umrah
salam kenal

Sprei said...

terima kasih artikelnya sangat bermanfaat salam dari MUKENA UMRAH

Post a Comment