Sikap Rasulullah SAW

Posted by tri novi handono Thursday, September 12, 2013 1 comments
Dalam sejarahnya, Rasulullah SAW diceritakan memiliki kedekatan hubungan dengan fakir miskin, termasuk anak-anak yatim. Bahkan, ketika masuk sebuah pertemuan, Rasulullah SAW memilih duduk dalam kelompok orang-orang miskn.
Rasulullah bersabda,"Siapa yang memakaikan seorang anak pakaian yang indah dan mendandaninya pada hari raya, maka Allah akan mendandani atau menghiasinya pada hari kiamat. Allah mencintai terutama setiap rumah, yang di dalamnya memelihara anak yatim dan banyak membagi-bagikan hadiah. Barang siapa yang memelihara anak yatim dan melindunginya, maka ia akan bersamaku di surga."
Suatu ketika, pada hari raya Idul Fitri, Rasulullah SAW seperti biasanya berkunjung ke rumah-rumah warga. Dalam kunjunganya itu, beliau melihat semua orang bahagia. Anak-anak bermain dengan mengenakan pakaian hari raya. Namun, tiba-tiba pandangan Rasulullah SAW tertuju pada seorang anak kecil yang sedang duduk bersedih.
Anak kecil ini memakai pakaian yang lusuh dan penuh tambalan, serta memakai sepatu yang telah rusak. Rasulullah SAW lantas bergegas menghampirinya. Melihat kedatangan Rasulullah SAW, anak kecil itu menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya di atas kepala anak kecil itu dan dengan penuh kasih sayang, lalu bertanya, "Anakku, mengapa kamu menangis?Hari ini adalah hari raya bukan?"
Anak itu menjawab,"Pada hari raya yang suci ini semua anak menginginkan agar dapat merayakan bersama orangtuanya dengan bahagia. Anak-anak bermain dengan riang gembira. Aku lalu teringat pada ayahku, itu sebabnya aku menangis. Ketika itu hari raya terakhir bersamanya. Ia membelikanku sebuah gaun berwarna hijau dan sepatu baru. Waktu itu aku sangat bahagia. Lalu suatu hari ayahku pergi berperang bersama Rasulullah. Ia bertarung bersama Rasulullah bahu-membahu dan kemudian ia meninggal. Sekarang ayahku tidak ada lagi. Aku telah menjadi seorang anak yatim. Jika aku tidak menangis untuknya, lalu siapa lagi?" 
Mendengar cerita itu, seketika hati Rasulullah SAW diliputi kesedihan. Dengan penuh kasih sayang beliau membelai kepala anak kecil dan berkata,"Anakku, hapuslah air matamu. Angkatlah kepalamu dan dengarkan apa yang akan kukatakan kepadamu. Apakah kamu ingin agar aku menjadi ayahmu? Dan apakah kamu juga ingin agar Fatimah menjadi kakak perempuanmu dan Aisyah menjadi ibumu? Bagaimana pendapatmu tentang usul dariku ini?"
Anak kecil itu langsung berhenti menangis. Ia memandang dengan penuh takjub orang yang berada tepat dihadapannya. Namun, entah mengapa ia tidak bisa berkata apa-apa. Ia hanya dapat mengangukkan kepalanya sebagai tanda menerima tawaran Rasulullah SAW, Kemudian, anak kecil itu bergandengan tangan dengan beliau menuju ke rumah.
Sesampainya di rmah, wajah dan kedua tangan anak kecil itu lalu dibersihkan. Ia kemudian diberi pakaian yang indah dan makanan, serta uang. Lalu ia diantar keluar agar dapat bermain bersama anak-anak lainnya. Sikap Rasulullah SAW ini menunjukkan Islam sangat menonjolkan kepedulian sosial.


Semoga Bermanfaat
   
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Sikap Rasulullah SAW
Ditulis oleh tri novi handono
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://noviarema.blogspot.com/2013/09/sikap-rasulullah-saw.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

1 comments:

Jual-beli Printer said...

semua sikap yg ada pada rasulullah SAW adalh hal yg baik, dan beliau adala suri tauladan kita ;)

Post a Comment