Ikhwal Memberi Perintah

Posted by tri novi handono Monday, April 22, 2013 0 comments
Tatkala membaca judul tulisan ini, saudara tentu tertegun-tegun, karena soal memberi perintah adalah perkara sepele dan tidak musykil adanya. Mengapa pula soal ini direpot-repotkan ? Apa sih sulitnya memberi perintah ? bos tinggal buka suara, keluarkan perintah. Pasti bawahan jadi menurut, seperti burung nuri mengangguk angguk.

Memang kelihatan mudah sekali ikhwal ini  Tapi awas ! Dalam kenyataannya banyak manajer atau bos yang gagal dalam usahanya karena soal memerintah ini saja. Belum tentu perintah yang sram dan pakai pelotot mata segala akan menghasilkan kerja yang seronok. Malahan kadang-kadang bawahan menjadi bengong dan kaku tatkala menerima perintah tak berseni datang kepadanya. Akibatnya mereka sama bengong dan hasilnya nihil belaka.
Jadi, bagaimana caranya sang perintah berkenan memberi suatu hasil yang indah kepada para bos dan manajer ?
Para ahli-ahli yang teramat pintar, berkenan memberikan petuah sakti pada saudara dalam soal-soal memerintah ini. Maksudnya jelas, aga saudara memperoleh tip yang berharga dan dijadikan pedoman dalam melayarkan bahtera usaha saudara.
Konon kabarnya perintah ini boleh dibagi menjadi empat macam diantaranya ;
  1. Perintah yang bersifat permohonan. Biasanya selalu dilakonkan dengan kalimat-kalimat yang merdu aduhai. Dapatkah kiranya anda menolong daku ? Maukah adinda tersayang.......? Dapatkah kiranya tuan ........? Dan banyak lagi kalimat-kalimat seronok lainnya.
  2. Perintah dengan suatu saran. Maksudnya terang agar yang diperintah berkenan menerima perintah itu. Tapi kalau penerima perintah tersebut tak berkenan menerima, tak usah dirisaukan. Namanya pun saran, jadi boleh ditolak mentah-mentah atau diterima dengan senyum-senyum lebar.
  3. Perintah yang bersifat sukarela. Ha, apa pula ini ! Mengapa sudah perintah, pakai sukarela pula ? Rupanya inilah model perintah yang luar biasa dan selalu dipakai untuk orang-orang yang biasanya menolak untuk berusaha.
  4. Perintah yang tegas/betulan. Nah inilah perintah asli yang benar-benar perintah tak boleh ditampik maupun ditolak. Yang menerima perintah ini boleh mesem muka, tatkala perintah gawat turun kepadanya. Perintah ini bersifat langsung pada sasaran, harus dilaksanakan, tidak boleh ditampik walau dengan alasan apapun juga. Jangan mencoba-coba melanggar perintah betulan ini, karena yang menerima perintah bisa berabe, kena damprat habis-habisan.
Manakala saudara telah menyimak macam-macam perintah tadi, tentu saudara berhasrat pula untuk mengetahui lebih dalam soal perintah bukan ? Perkara memerintah bukan soal yang mudah, sudah saudara maklum adanya. Yang penting bagi saudara adalah mengetahui biang keladi apa yang menyebabkan sang perintah tidak sudi memberikan hasil yang harus bagi manajer.
Dengan mengetahui soal ini, saudara lebih mudah memperbaiki diri agar dalam soal memerintah dapat bertindak lebih baik lagi dari sebelumnya. 
Ada beberapa kesalahan tertentu bila memberi perintah, diantaranya :
  • Memberi perintah sambil lalu saja.
  • Memerintah dengan berbicara terlalu cepat.
  • Menganggap bawahan sudah mengerti maksud perintah.
  • Adapula orang memerintah, khusus untuk memperlihatkan kekuasaannya saja.
  • banyak orang yang suka memerintah kepada rang yang penurut saja.
  • Tidak boleh memberi beberapa perintah dalam waktu yang sama.
  • Sekali-kali jangan saudara memberi perintah yang bertentangan kondisi dan ketentuan-ketentuan yang ada dalam perusahaan.    
Dengan demikian, bagaimanapun hebatnya fungsi saudara dalam perusahaan, tapi sewaktu memerintah saudara harus bertindak sebagai bapak yang mendidik, bukan menampilkan wajah seram saja. Ketika memerintah harus ditunjukkan wajah positif dan agar perintah dapat dilaksanakan secara efektif saudara harus menghindarkan kesalahan dalam memberi perintah, sehingga komunikasi yang saudara inginkan dalam perintah tersebut akan tercapai. Kalau tidak demikian, tentu saudara sendiri yang rgi bukan ?

Semoga Bermanfaat 
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Ikhwal Memberi Perintah
Ditulis oleh tri novi handono
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://noviarema.blogspot.com/2013/04/ikhwal-memberi-perintah.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 comments:

Post a Comment