Ikhwal Menggerakkan Manusia

Posted by tri novi handono Monday, April 22, 2013 0 comments
Yang bernama manajer akan meraih sukses, kalau ada orang yang bekerja pada perusahaannya, coba, manajer apa namaya, kalau ia sendiri jadi bos, langsung merangkap tukang sapu, tukang tik, tukang penjual barang dan tukang-tukang lainnya dalam perusahaannya? Mungkin manajer kita ini mau menghemat dan semua dikerjakannya, sehingga ia punya pegawai cukup satu orang yaitu ..... badannya sendiri. Hasilnya sangat mengagetkan ! Sang manajer bukan memperoleh untung, malahan ia di boyong ke rumah sakit, karena tenaganya habis terkuras.

Agar sang manajer tidak berhati risau, perlulah ia dibantu oleh orang-orang lain dalam perusahaannya. Kemudian memberikan sebagian wewenangnya pada mereka-mereka itu. Sang manajer selesai membuat rencana yang dahsyat untuk kemajuan perusahaan. Selanjutnya tibalah masanya untuk menggerakkan bawahannya agar sudi bekerja.
Sepintas lalu ikhwal ini, tak perlu direpotkan, karena menyuruh pegawai bekerja adalah soal yang sepele, Toh, tanpa banyak cincong ia harus turut perintah bos, karena mereka makan gaji.

Anggapan yang demikian ternyata salah besar, karena pada zaman kini, faktor psikologis kemanusiaan harus diperhatikan dalam hubungan antara bos dengan pegawai. Apabila sang manajer kurang pintar mendalami faktor psikologis, alamat pegawai akan main kucing-kucingan, mereka bekerja kalau diawasi langsung.
Seorang bos yang pintar disamping memberi gaji yang layak, juga harus pintar mengambil hati bawahannya. Dengan demikian pegawai tersebut akan bekerja sungguh-sungguh rajin, patuh, menuruti semua peraturan bos.

Masih ada lagi ikhwal yang teramat penting untuk diketahui oleh para pimpinan/manajer agar selalu sukses dalam menggerakkan bawahannya, Nah, inilah resep-resep penting itu :
  1. Saudara harus pintar mempersenang hati pegawai, sehingga pegawai tersebut merasa dirinya dianggap penting.
  2. Saudara harus tanamkan dalam hati, bahwa sifat manusia tak mau putus asa, jadi tak usah "kaget" kalau banyak permintaan aneh-aneh dari pegawai yang muncul.
  3. Saudara harus pelajari perbedaan individu dari bawahan saudara, sehingga dapat diketahui jenis kebutuhan mereka masing-masing.
  4. Dalam menghadapi bawahan, saudara haruslah menjadi pendengar yang baik dan jangan sekali-kali mengajak bawahan saudara berdebat soal itu.
  5. Saudara harus mengetahui sedikit soal kejiwaan manusia dan saudara selalu "siap tempur" dalam menghadapi keluhan dan tuntutan bawahan.
  6. Dalam memerintah, berilah petunjuk yang jelas, terang cukup sehingga menutup kemungkinan untuk menghadapi bawahan secara langsung.
  7. Dalam pelaksanaan pekerjaan, saudara haruslah memakai sistim penyertaan, yang bertujuan menarik hati bawahan, agar mau memberikan pendapatnya, dalam setiap gerak perusahaan. Walaupun akhirnya hasil keputusan berada di tangan pimpinan perusahaan, tapi bagi sang bawahan sangat memuaskan. Mereka merasa dihargai untuk karena turut serta di bawa berunding dalam setiap gerak langkah perusahaan.
Selepas soal-soal yang bersangkut paut dengan menggerakkan manusia, saudara mesti ingat bahwa proses selanjutnya masih menanti saudara. Bagaimanapun pintarnya saudara dalam menggerakkan bawahan, namun saudara harus punya keyakinan yang kuat, tanpa keyakinan itu, saudara pasti gagal total. Bagaimana ? Terserah pada saudara untuk menilainya.


Semoga Bermanfaat
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Ikhwal Menggerakkan Manusia
Ditulis oleh tri novi handono
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://noviarema.blogspot.com/2013/04/ikhwal-menggerakkan-manusia_22.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 comments:

Post a Comment