Barokah Keluarga

Posted by tri novi handono Thursday, September 5, 2013 1 comments
Bukan harta yang menyebabkan duka atau bahagia, tetapi jiwa kita. Bukan sempat yang menyebabkan kita mampu menjalin hubungan yang lebh erat dengan istri atau suami kita,tetapi selarasnya kondisi ruhiyah kita. Sebab sebagaimana diisyaratkan oleh Rasulullah SAW, ruh itu seperti pasukan. Mereka akan mudah bersatu dan cenderung mendekat dengan yang serupa. Sebaliknya akan mudah berselisih, meski senyum masih mengembang di wajah mereka. Hati gelisah, jiwa resah, ketenangan tak lagi kita rasakan dan pelahan-pelahan kita mulai mengalami kehampaan jiwa. Ketika itu terjadi, banyak hal yang tak terduga yang bisa muncul. Kita bisa mencari "jalan keluar" yang justru semakin menjauhkan satu sama lain, meski masih tinggal serumah, masih sama-sama aktif di kegiatan dakwah yang sama.

Maka ada yang perlu kita perhatikan. Bukan hanya bagaimana cara berkomunikasi efektif antara suami-isteri; bukan pula semata soal bagaimana kita memberi perintah yang menggugah kepada anak-anak kita. Lebih dai itu, ada yang perlu kita periksa, adakah ruh kita saling bersesuaian satu sama lain ataukah jusru sebaliknya saling berseberangan. Boleh jadi kita bertekun-tekun dan saling melakukan kegiatan yang sama-sama penuh kebaikan, tetapi niat yang mengantarkan dan mengiringi berbeda, maka yang kita dapatkan pun akan berbeda, maka yang kita dapatkan pun akan berbeda. Sesungguhnya tiap-tiap kiata akan memperoleh sesuatu niat yang menggerakkan kita melakukan sesuatu. Sama kegiatan yang kita lakukan, beda niat yang senantiasa menyertai, akan membawa kondisi ruhiyah kita pada keadaan yang berbeda. Itu sebabnya, meski sama-sama bertekun dengan kebaikan yang sama, keduanya dapat menuju tataran ruhiyah yang berbeda atau bahkan saling berseberangan.

Sesungguhnya tiap amal atau ibadah yang kita kerjakan, meski cara sama-sama benar sesuai yang digariskan, niat melakukannya dapat termasuk :

1. Ikhlas karena Allah dan hanya berharap ridha Allah.
2. Ikhlas karena Allah, tap tujuannya dunia (syirik niat).
3. Tidak ikhlas.
    - Riya' dan tidak mencari dunia.
    - Riya' dan mengharap dunia dari amalnya.
4. Tidak karena Allah, tidak untuk akhirat, tidak pula untuk dunia.

Hanya niat ikhlas karena Allah SWT dan akhir tujuannya yang dapat menjadikan hidup kita serta keluarga kita penuh barokah.
Maka agar rumah-tangga berlimpah barokah, suami-istri perlu saling mengingatkan untuk senantiasa meluruskan niat dan menjaga amalnya dari cara-cara yang bertentangan dengan tuntunan dienul Islam.  Inilah yang perlu kita renungi. Inilah yang perlu kita telisik dalam diri kita dan keluarga kita. Jika apa yang sepatutnya kita kerjakan telah kita penuhi, jika komunikasi sudah kita jalin dengan baik, tetapi hati kita gersang meski tak ada perselisihan, maka inilah saatnya kita menelisik niat dan menjalani kehidupan rumah-tangga.

Mari kita ingat sejenak ketika Allah SWT berfirman: Katakanlah:"Sesungguhnya sholat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; dan demikan itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)."(QS. Al-An'aam,6:162-163).

Tidak mungkin hidup kita-termasuk keluarga kita-hanya untuk Allah SWT jika sholat dan ibadah kita saja bukan untuk Allah SWT. Sesudahnya, kita perlu periksa rezeki yang kita dapatkan, adakah ia penuh barokah atau justru sebaliknya tak ada barokah sedikit pun di dalamnya? Atas setiap rezeki yang barokah, bertambahnya membawa kebaikan yang semakin besar dan berkurangnya tidak menciutkan kebaikan. Mungkin mata kita melihatnya berat, tapi ada ketenangan dan kebahagiaan pada diri mereka, meski mereka nyaris tak pernah bersenang-senang. Sebaliknya jika rezeki tak barokah, bertambahnya semakin menjauhkan hati mereka satu sama lain. Sedangkan berkurangnya membawa hati kita saling bertikai, meski tak ada pertengkaran, atau sekurang-kurangnya menyebabkan terjauhkan dari kebaikan.


Semoga Bermanfaat
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Barokah Keluarga
Ditulis oleh tri novi handono
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://noviarema.blogspot.com/2013/09/barokah-keluarga.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

1 comments:

Pixelindo said...

ke baikan apa pun yg kita lakukan ingatlah semua karena allah... ;) dan isnyaallah pasti akan mendapatkan barokah dari allah SWT

Post a Comment