Peran Aktif Media yang bermanfaat

Posted by tri novi handono Monday, September 2, 2013 2 comments
Media sudah menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat saat ini, terutama media televisi, radio hingga media sosial. Bahkan, secara umum dari sekitar jutaan keluarga di Indonesia, hampir semua dapat dikatakan memiliki dan menjadi konsumen media (terutama televisi).
Seperti yang kita ketahui, industri penyiaran di Indoneia yang berkembang pesat membidik spetrum konsumen yang sangat luas. Hal ini terlihat dari hadirnya ratusan televisi swasta dan ribuan radio swasta di Indonesia. Sayangnya, hingga saat ini kesadaran publik sebagai konsumen masih belum cukup baik dan belum seimbang dengan perkembangan media yang ada. Dan ironisnya lagi, anak-anak dan perempuan sebagai konsumen sekaligus menjadi korban dari program-program media. Hal ini terjadi tak lepas dari lemahnya pengawasan pemerintah terhadap media. berdasarkan survey dan berita zaman sekarang menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang luar biasa tinggi pada kasus-kasus kekerasan seksual, pornografi, inses hingga pembunuhan. Kasus-kasus yang melibatkan anak-anak dibawah umur dan perempuan ini terjadi hampir merata diseluruh propinsi Indonesia.
Pemberitaan yang dilakukan meia saat peliputan kasus-kasus perkosaan, pelecehan seksual, mutilasi serta inses tersebut sangat mungkin di contoh dan ditiru oleh anak-anak maupun remaja. Apalagi jika pemberitaannya menggambarkan detil rekonstruksi bagaimana si pelaku melakukan kejahatan tersebut. Belum lagi tayangan program-program yang mengandung unsur pornografi dan kekerasan lainnya yang berpotensi merusak otak anak-anak dan remaja Indonesia.
Seorang anak yang mata dan otaknya sudah terkontaminasi oleh suguhan materi kekerasan dan pornografi berpotensi besar mengalami kerusakan otak. Kerusakan otak persisnya pada bagian Pre Frontal Crtex (PFC) mengakibatkan anak memiliki adiksi terhadap perilaku negatif, tidak bisa mengendalikan tingkah lakunya akibat dorongan kebutuhan hawa nafsunya meningkat, serta mencari cara untuk menyalurkannya tanpa mengerti konsekuensi yang ditimbulkan.
Mengapa demikian? Hal ini terjadi karena PFC merupakan pengendali impuls-impuls syaraf pada otak. Antara lain sebagai pengendali hawa nafsu dan emosi, pusat pembuat perencanaan dan pembuat kebijakan. PFC merupakan direkturnya otak manusia. PFC pula yang membedakan antara manusia dengan hewan.
Untuk itu, dibutuhkan peran pemerintah dalam melakukan pengawasan atau kontrol yang cukup pada media. Karena dewasa ini ada begitu banyak program acara media (televisi khususnya) yang kurang bahkan tidak memiliki kualitas, manfaat dan nilai edukasi. Dari sekian banyak saluran televisi rata-rata hampir seluruh media memiliki program acara yang nyaris sama demi mengejar rating.
Dalam dunia media di Indonesia saat ini, pencapaian rating masih menjadi tolak ukur utama kesuksesan sebuah program acara, bukan karena kualitas program tersebut. Produk-produk televisi yang dibuat dengan tergesa-gesa tanpa memperhitungkan kualitas, nilai-nilai juga dampak buruk yang akan ditimbulkan, sesungguhnya adalah produk yang amat membahayakan dan merusak generasi muda Indonesia karena tidak mempertimbangkan kelas usia dan kelas sosial konsumennya.
Untuk mengatasi berbagai masalah sosial dan mental pada masyarakat terutama anak-anak dan remaja, dibutuhkan kesadaran semua pihak untuk terlibat. Selain keluarga sebagai pengasuh yang membesarkan anak-anak secara benar, baik dan menyenangkan, sekolah sebagai tempat belajar yang memberi ruang untuk anak tumbuh optimal sesuai keunikannya masing-masing, media bisa mengambil peran aktif melalui informasi dan tayangan-tayangan acara yang berkualitas, mendidik, bermanfaat tanpa mengabaikan nilai-nilai yang kita yakini.


Semoga Bermanfaat      
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Peran Aktif Media yang bermanfaat
Ditulis oleh tri novi handono
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://noviarema.blogspot.com/2013/09/peran-aktif-media-yang-bermanfaat.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

2 comments:

Anonymous said...

tulisannya mirip ini ya...
http://www.kitadanbuahhati.com/article/perangi-pornografi-dan-kekerasa-dibutuhkan-peran-aktif-media.html#.U5c9OXYudM8
^^

Jual-beli Printer said...

maka, tugas org tualha yg membimbing anak untuk menjadi lebih baik / malah sebaliknya , sebab orang tua memiliki peran penting dalam hal ini .. ;) jangan sampai salah kaprah

Post a Comment