Ikhlas

Posted by tri novi handono Monday, September 2, 2013 1 comments
Ikhlas artinya kita berbuat dan melakukan apapun hanya dengan niat untuk meraih ridha Allah SWT, bukan untuk apapun dan bukan untuk siapapun. Ikhlas adalah kunci diterimanya ibadah dan bentuk-bentuk amal kebajikan. Meski besar nilainya di mata manusia, amal tersebut tidak ada artinya di mata Allah SWT bila tidak dibarengi dengan keikhlasan. Namun, sekecil apapun kebajikan itu di mata manusia, bila dibarengi dengan niat ikhlas, ia sangat besar nilainya dihadapan-Nya.
Perhatikan firman-firman-Nya di dalam Al Qur'an, semua menegaskan keikhlasan."Katakanlah, sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam,"(QS:Al-An'am (6):162).
Dalam QS Al-Bayinah (98) ayat 5, Allah SWT menegaskan bahwa umat-umat terdahulu (para ahlul kitab) juga diajarkan untuk berbuat ikhlas dalam buku-buku mereka. Mengapa? Karena, keikhlasan inti dari agama yang benar. Kepada Rasulullah SAW, Allah SWT menegaskan,"Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur'an kepadamu (Muhammad) dengan kebenaran. Maka, sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah lah agama yang bersih."(QS:Az-Zumar(39):2-3).
Hadits berikut ilustrasi mengerikan dalam perjalanan panjang di Hari Akhir bagi sosok-sosok alim dan yang tampak dalam tampilan fisiknya seperti manusia suci. Yakni yang pertama akan diadili dimahkamah Allah SWT adalah orang yang mati di jalan perang (syahid). Ketika ditanya, ia menjawab bahwa ia berperang sampai mati syahid. Dikatakan kepadanya,"Kamu bohong!Kamu berperang dengan niat supaya kamu dikatakan pemberani, dan orang-orang sudah menyebut itu." Apa yang terjadi? Ia pun diseret dan dimasukkan ke dalam api neraka.
Lalu kedua, ualam, pengajarAl-Qur'an, dan pencerah umat. Ketika ditanya, ia menjawab bahwa ia mencari ilmu dan mengajarkan Al-Qur'an. Lalu dikatakan kepadanya,"Kamu dusta! Kamu mencari dan mengajarkan ilmu dengan niat supaya dikatakan alim, dan orang-orang percaya itu," Apa yang terjadi? Ia pun diperlukan sama, diseret dan dicampakkan ke dalam neraka.
Dan yang ketiga, hartawan dan dermawan. Ketika ditanya, ke mana harta itu dipergunakan, ia menjawab bahwa ia telah menginfakkannya untuk umat. Lalu dikatakan kepadanya."Kamu pembohong!kamu lakukan itu dengan niat supaya disebut dermawan, dan orang-orang pun percayaitu." Lalu apa yang terjadi? Ia pun diperintahkan untuk dilempar ke dalam jurang neraka.
Ternyata banyak amal kebajikan, bahkan hingga menguras harta, berpeluh keringat dan darah, tapi kemudian sia-sia dan tak berbekas. Bahkan direspons dengan siksa neraka, oleh karena tidak disertai dengan ikhlas. Karenanya, mari kita tempatkan kebajikan kita dalam ruang suci bernama ikhlas. Jangan takut bila perbuatan kita tidak diketahui atau tidak dipuji orang. Karena pujian orang banyak tidak ada artinya bila Allah SWT menolaknya. Tapi, takutlah bila perbuatan kita ditolak Allah SWT karena tidak ikhlas.
Sebut sebuah hadits,"Seandainya seseorang di antara kalian melakukan suatu kebaikan di tengah padang sahara yang sangat sepi, dalam ruang tertutup tanpa pintu, amal itu suatu saat pasti akan ketahuan juga."


Semoga Bermanfaat

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Ikhlas
Ditulis oleh tri novi handono
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://noviarema.blogspot.com/2013/09/ikhlas.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

1 comments:

Pixelindo said...

yaps, bener banget ntuh, ikhlas bukan hanya sekedar di mulut, namun dari hati dan bener tulus dalam menjalani kebaikan hanya karna meraih ridhanya allah... ;)

Post a Comment