Membalas Jasa Ortu Yang Meninggal Dunia

Posted by tri novi handono Tuesday, August 27, 2013 0 comments
Kita semua hidup di dunia ini memang banyak  di sibukkan dengan berbagai macam kesibukkan baik kesibukkan dalam belajar, bekerja dan sebagainya, kita dilahirkan oleh orang tua di dunia ini dengan harapan untuk menjadi anak sholeh, berbhakti kepada Orang tua, Agama, Nusa dan Bangsa, namun harapan tersebut masih ada beberapa anak yang masih belum sadar akan asal usulnya/kurang berbhakti.
Memang seorang anak wajib berbhakti pada orang tua dengan cara menghormati, mencintai, tidak berkata uff, tidak membentak, membantu kesibukannya, tidak minta sesuatu diluar kemampuan orang tua, memberi nafkah pada orang tua yang tidak mampu membahagiakannya, membalas budi jasanya dan mendoakannya, dan ancaman adzab bagi orang yang durhaka pada orang tua baik di dunia atau di akhirat kelak.

 Bahkan dosa besar setelah syirik yaitu orang yang durhaka pada orang tua. Hal ini sebagaimana di firmankan Allah SWT: "Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada orang ibu-bapak". (QS. An Nisa':36).
Tapi bagi seorang anak yang belum sempat berbhakti pada orang tua dimasa hidupnya, masih ada kesempatan untuk berbhakti setelah wafat orang tuanya. Hal ini sebagaimana hadits berikut ini : Dari Abu Usaid Malik Ibn Rabi'ah as-Sa'idi, ia berkata: Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW, datang seseorang dari Bani Salimah lalu bertanya : " Wahai Rasulallah, apakah tersisa sedikit saja dari kebaikan yang bisa aku lakukan untuk orang tuaku sesudah kewafatannya?" Beliau menjawab:" Ya, yaitu mendoakan mereka, memohon ampunan untuk mereka, memenuhi janji mereka, menyambungkan hubungan kekerabatan yang hanya bisa terhubungkan melalui mereka, dan menghormati teman mereka." (Sunan Abi Dawud kitab al-adab bab fi birri-walidain no. 5144, Sunan Ibn Majah kitab al-adab bab shil man kana abuka yashil no. 3664; Musnad Ahmad no. 16103; al-Mustadrak 'alas-Shahihain kitab al-birr was-shilah bab hal baqiya min birri abawayya syai'un no. 7369). 

Untuk itu, masih ada kesempatan kita untuk membalas jasa/berbhakti pada orang tua walaupun sudah meninggal, sebagaimana dijelaskan dalam hadits diatas, yaitu :
1. Mendoakan mereka, memohon ampunan untuk mereka dan selalu membacakan surat Al Fatihah, Yasin tahll, Shadaqah untuk orang tua. Bahkan kalau bisa menghajikannya kalau almarhum blum haji.

2. Memenuhi janji mereka, kalau waktu hidupnya punya janji atau hutang, maka seharusnya anak yang membayarkannya.

3. Menyambungkan hubungan kekerabatan yang hanya bisa terhubungkan melalui mereka, jangan sampai famili putus karena orang tuanya sudah meninggal dunia.

4. Menghormati teman mereka. Jika orang tua waktu masih hidup punya sahabat atau teman, harus tetap diteruskan oleh anaknya, jangan diputus silahturahim.

Teruslah mohon ampun kepada Allah SWT dan memohonkan ampun dosa orang tua kepada-Nya. Serta bertaubatlah dengan cara berhenti dari perbuatan dosa, menyesali, niat untuk tidak mengulangi lagi dan menyelesaikan tanggungan hak, serta mengisi amal baik. Semoga dengan usaha dan amal sholeh, semua dosa kita dan dosa orang tua kita diampuni oleh Allah SWT. Amin yaa Robbal alamin.


Semoga Bermanfaat
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Membalas Jasa Ortu Yang Meninggal Dunia
Ditulis oleh tri novi handono
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://noviarema.blogspot.com/2013/08/membalas-jasa-ortu-yang-meninggal-dunia.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 comments:

Post a Comment