Merubah Perilaku Buruk Anak

Posted by tri novi handono Tuesday, August 27, 2013 1 comments
Tentu kita pernah merasa kesal dan frustasi melihat kelakuan buruk anak. Kita sudah menanamkan disiplin dan aturan-aturan yang harus dipatuhi, tapi mereka koq tetap melawan atau menentang kita? Disadari atau tidak, perilaku buruk anak banyak dipengaruhi oleh kebiasaan orang tua dalam mengasuh dan mendidik anaknya sejak kecil.

Berikut beberapa tips agar perilaku buruk anak bisa berubah :
1. Memberi contoh kepatuhan.
   Orang tua menjadi role model bagi anak. Misalnya, patuh terhadap peraturan lalu lintas, peraturan di lingkungan tempat tinggal, dan lainnya. Tentu, diharapkan contoh ini akan membuat anak sadar. Bahwa ketika kita berada dalam sebuah "otoritas" yang lebih tinggi maka kita harus tunduk kepada otoritas tersebut.

2. Berikan perintah yang jelas.
   Sering kita mengungkapkan pernyataan seperti, "Awasya, kalau nanti ikut, tidak boleh nakal!" Ungkapan tersebut tidak memiliki maksud yang jelas. Dalam benak anak, mereka akan menafsirkan sendiri apa yang dimaksud dengan nakal atau macam-macam. Sehingga mereka mencoba-coba untuk mengetahui yang dimaksud nakal atau macam-macam itu.

3. Buat batasan.
    Seorang anak bisa bersikap keras kepala jika dilarang atau diperintah. Hadapilah sikapnya dengan tegas, tapi jangan mengomel atau merayunya. Katakan apa yang kita inginkan, tegaskan bahwa ia harus melakukan apa yang kita katakan.

4. Peringatkan di awal.
  Ketika anak sudah terlalu lama bermain dan sudah waktunya untuk tidur, cobalah untuk mengingatkan lima atau sepuluh menit di awal. Dengan begitu anak tahu bahwa sebentar lagi ia haus berhenti bermain.

5. Ciptakan tujuan yang terjangkau.
   Seringkali orang tua menginginkan perilaku buruk anak berhenti seketika dan berhenti selamanya. Mungkinkah? Kenyataannya, perubahan perilaku adalah proses yang terjadi selangkah demi selangkah.
Kadang perilaku negatif anak berhenti seketika, tapi muncul lagi di kemudian hari. Jangan mengharapkan perubahan instan. Perubahan memerlukan latihan yang terus menerus, baik bagi anak saudara maupun bagi saudara sendiri.

6. Jika anak tidak berubah.
  Orang tua mudah menyerah ketika mereka tidak melihat adanya perubahan pada diri anak. Kemungkinan besar adalah, karena tujuannya yang salah. Orang tua yang berharap anak menjadi penurut 100 persen pasti gagal. Ingat , tujuan kita adalah "perbaikan".
Amati perubahan kecil yang terjadi pada anak, dan katakan padanya yang saudara amati. Mungkin perlu mengubah rutinitas dirumah untuk memudahkan perbaikan perilaku pada anak. Misalnya saudara mengubah jam mengerjakan PR dengan memperhatikan tingkat kesegaran anak. Atau TV dimatikan selam anak mengerjakan tugas. Bisa juga saudara menetapkan aturan baru, anak boleh bermain setelah PR selesai.

  Sekali lagi, setiap anak adalah pribadi yang unik. Perhatikan anak secara individu. Jangan bandingkan dengan anak lain ataupun anak dalam film-film. Jauhkan cara-cara kekerasan terhadap anak karena yakinlah bahwa itu tidak akan membuahkan hasil.



 
Semoga Bermanfaat    
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Merubah Perilaku Buruk Anak
Ditulis oleh tri novi handono
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://noviarema.blogspot.com/2013/08/merubah-perilaku-buruk-anak.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

1 comments:

kekerasan pada anak said...

Seharusnya lebih mendekatkan agar anak lebih terbuka

Post a Comment