Karyawan Bisa Kaya

Posted by tri novi handono Tuesday, August 27, 2013 0 comments
Indonesia negara kaya raya, kekayaan itu tidak hanya berupa sumber daya alam tapi juga keaneka ragaman hayati, suku dan budaya. Disamping itu, Indonesia juga kaya akan mitos-mitos. Mitos adalah anggapan atau pendapat umum yang melekat pada suatu obyek atau kejadian. Misalnya mitos ibu hamil adalah ngidam, kalau tidak dituruti, konon anak yang dilahirkan nantinya akan menetes air liurnya.
Di dunia kerja juga terdapat mitos tentang karyawan, konon untuk bisa kaya harus jadi pengusaha atau memiliki usaha sendiri. Pertanyaannya apa ada karyawan yang kaya? Jawabannya ada! Kaya identik dengan penghasilan tinggi, sementara untuk kita yang bekerja sebagai karyawan.penghasilan atau gajinya sudah dijatah setiap bulan. Kalau meningkat, kenaikannya bisa diprediksi 5-10 persen per tahun.

Penghasilan tinggi adalah bahwa saudara mendapatkan uang masuk (cash flow) yang besar setiap bulannya, sedangkan kaya adalah seberapa banyak saudara bisa menyisihkan, menyimpan, dan menumpuk asset dari penghasilan yang saudara dapatkan. Apakah dengan memiliki penghasilan tinggi pasti kaya? Belum tentu! Tergantung cara pengelolahannya. Jika memiliki penghasilan tinggi tapi boros maka tidak akan kaya. Penghasilan terbatas tapi pengelolaan benar, maka akan kaya dan makmur.
Karyawan memang memiliki keterbatasan dalam penghasilan, namun untuk menjadi kaya saudara tidak harus menunggu sampai punya penghasilan besar. Saudara tetap bisa kaya berapapun penghasilan saudara. Karena kemampuan saudara mengumpulkan kekayaan tidak dilihat dari berapa besarnya penghasilan, tapi dari bagaimana saudara mengelola penghasilan itu.

Bagaimana caranya?
Walaupun penghasilan saudara sebagai karyawan umumnya dibatasi, tetapi saudara juga bisa memupuk kekayaan bila saudara mengetahui caranya.

1. Sedekah.
Dalam pengelolaan keuangan, sedekah sangat erat kaitannya dengan tanggungjawab sosial. Jika saudara mendapatkan penghasilan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah, menyisihkannya sedekah.
Pertanyaannya adalah bukankah dengan sedekah uang kita akan berkurang. Disinilah matematika Allah SWT berlaku, bahwa Allah SWT akan melipatgandakan hingga tujuh ratus kali lipat. Untuk sedekah, kita bisa mengalokasikan sekitar 10 persen dari penghasilan per bulan. Namun bisa juga lebih dari 10 persen. Ingat, Allah SWT akan melipatgandakan apa yang telah kita sedekahkan.

2. Investasi.
Investasi bermanfaat untuk meningkatkan kekayaan finansial di masa depan. Pilihlah produk investasi yang bisa memberikan tingkat pengembalian yang relatif besar dalam jangka panjang. Instrumen investasi seperti saham, properti, emas dan reksa dana merupakan asset produktif yang harganya cenderung mengalami kenaikan. Idealnya untuk dana investasi, ialah 30 persen dari penghasilan rutin perbulan.

3. Proteksi.
Milikilah proteksi berupa asuransi jiwa. Asuransi dimiliki bukan karena orang pasti meninggal, tetapi dimiliki karena yang ditinggalkan harus tetap hidup. Asuransi jiwa diperlukan karena memberikan rasa aman melalui antisipasi hilangnya pendapatan. Salah satu produk asuransi adalah unit link yang merupakan gabungan antara proteksi dan inventasi. Untuk asuransi, kita bisa mengalokasikan sekitar 20 persen per bulannya.

4. Atur Pengeluaran.
Dalam perencanaan keuangan, mengelola pengeluaran bulanan merupakan suatu hal yang penting. Bagi karyawan yang memiliki penghasilan tetap, akan relatif lebih mudah untuk mengatur pengeluaran. Yang penting adalah jangan sampai pengeluaran saudara melebihi pemasukan atau mengalami defisit keuangan. Pengeluaran disarankan hanya sebesar 40 persen dari penghasilan yang saudara peroleh setiap bulannya.   


Semoga Bermanfaat   
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Karyawan Bisa Kaya
Ditulis oleh tri novi handono
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://noviarema.blogspot.com/2013/08/karyawan-bisa-kaya.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 comments:

Post a Comment